Keutamaan Tawadhu’ Dan Bahaya Sikap Bangga Diri Dan Cinta Kepemimpinan

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Diantara adab yg paling mulia bagi seorang ulama dan penuntut ilmu adalah bersikap tawadhu’ (rendah hati) dan tidak merasa bangga diri dengan ilmunya, serta tidak berambisi meraih kepemimpinan.

Dengan bersikap tawadhu’, seorang hamba akan ditinggikan kedudukannya oleh Allah ta’ala.

» Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
(Maa Naqoshot Shodaqotun Min Maalin, wa Maa Zaadallaahu ‘Abdan Bi ‘Afwin illaa ‘Izzan, wa Maa Tawaadho’a Ahadun Lillaahi illaa Rofa’ahullahu)

Artinya: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Dan tidaklah Allah menambahkan kpd seorang hamba dengan sebab (suka) memaafkan (kesalahan orang lain) melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba bersikap tawadhu’ karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.”. (Diriwayatkan oleh Muslim no.2588, At-Tirmidzi no.2029, dan ia berkata; “Hadits ini Hasan Shohih”, Ad-Darimi I/396, Ahmad II/386).

Namun sebaliknya, bersikap sombong dan merasa bangga diri akan membinasakan pelakunya dan merendahkan martabatnya di hadapan Allah n manusia.

» Hal ini berdasarkan hadits yg diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (yg artinya) :
“Ada tiga perkara yg membinasakan dan tiga perkara yg menyelamatkan. Adapun tiga perkara yg membinasakan (pelakunya) ialah;

1. Sifat kikir yg sangat yg selalu ditaati,

2. Hawa nafsu yg selalu diikuti,

3. Dan seseorang yg merasa bangga diri.

Sedangkan tiga perkara yg menyelamatkan (pelakunya) ialah;

1. Bertakwa kpd Allah di waktu sepi maupun ramai,

2. Mengatakan yg haq dlm keadaan ridho maupun benci,

3. Dan bersikap sederhana ketika kaya maupun miskin.” (Hadits ini derajatnya Hasan sbgmn dinyatakan oleh Al-Mundziri di dlm At-Targhib wa At-Tarhib I/162, dan syaikh Al-Albani di dlm Silsilatu Al-Ahaadiits Ash-Shohiihah no.1802).

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.