Gini lo sikap orang yang berilmu, berbeda dengan sikap orang yang fanatik buta.
Imam Yunus As Shadafy menyatakan: aku tiada pernah menyaksikan orang yang lebih pandai dibanding As Syafii. Suatu hari aku berdiskusi dengannya dalam suatu masalah, selanjutnya kami berpisah tanpa ada kata sepakat. Dan di kemudian hari, aku berjumpa lagi dengan beliau, segera beliau menggandeng tanganku, lalu beliau berkata:
يا أبا موسى، ألا يستقيم أن نكون إخوانا وإن لم نتفق في مسألة
Wahai Abu Musa, bukankah indah bila kita tetap bersaudara (menjaga persaudaraan), walaupun kita tidak bersepakat (berbeda pendapat) pada suatu masalah ? (Tarikh Ibnu ‘Asaakir 14/403 & Siyar A’alam An Nubala’ 10/16)
Betapa indahnya andai kita dapat bersikap seperti Imam Syafii dengan Imam Yunus As Shadafy di atas. Betapa banyak dari kita yang gara gara bebeda pendapat, dalam masalah sepele, semisal menggerakkan jari ketika tasyahhud atau tidak, atau masalah sekolah formal atau sistem mulazamah, dan lainnya – ternyata sebagian kita telah kalang kabut mengobral tuduhan dan bersiap diri mengusir saudaranya dari “ahlissunnah wa al jama’ah”.
Anda tidak percaya? tunggu saja, kemungkinan akan ada yang nongol di kolom komentar (semoga saja tidak ada yang nongol)
Ya Allah, satukanlah ummat Islam di atas sunnah, dan jauhkanlah dari segala bentuk fitnah (kekacauan berpikir dan sikap) dan perpecahan. Amiin.
Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى