All posts by BBG Al Ilmu

Do’a Masuk Masjid

Ust. Abu Riyadl Lc

Kalo hari ini mau masuk masjid jangan lupa baca doa ini.. Biasanya banyak yg ikut mendengarkan pengajian..
Sebagai berikut doanya:
(( أَعُوْذُ بِااللهِ الْعَظِيْمِ, وَبِوَجْهِهِ اْلكَرِيْمِ, مِنَ الشَّيْطاَن ِالرَّجِيْمِ, وَسُلْطَانِهِ الَْقَدِيْمِ, مِنَ الشَّيْطاَنِ الَّرجِيْمِ ))

“Aku berlindung kepada Allah yang maha Agung, dan dengan wajah-Nya yang mulia dari syaitan yang terkutuk, dan dengan kekuasaanya yang tidak ada permulaannya dari syaitan yang terkutuk.

Manfaat doa ini adalah:

قاَلَ (( فَإِذاَ قُلْتَ ذَالِكَ, قَالَ الشَّيْطَانُ: حُفِظَ مِنِّيْ سَائِرَ الْيَوْمِ)) (رواه أبو داود وصححه الألباني).

Rasulullah bersabda: Apabila engkau mengatakan ini, maka syaitan berkata: dia terjaga dariku sehari penuh.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Semoga hal yg ringan ini dapat menambah isi memopad antum dan bisa diamalkan..:)
بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj I’tikaf Atau Mudik

150. Tj – 385

Pertanyaan:
Saya ada 2 pertanyaan seputar ramadhan:
1. Bila saya sholat tarawih ke masjid yang lebih jauh dari rumah karena bacaan imam nya lebih baik/panjang dan sholatnya lebih tuma’ninah, apakah hal ini dianjurkan atau tetap lebih utama saya sholat di masjid yang dekat rumah?

2. Bapak saya sudah meninggal sedangkan ibu di kampung (tinggal bersama kakak dan adik saya). Setiap jelang lebaran saya beserta anak-istri selalu diharapkan oleh ibu untuk bisa lebaran di kampung, di satu sisi saya ingin menyelesaikan I’tikaf di asyarul awakhir sampai selesai. Apakah yang sebaiknya saya lakukan, mudik sebelum 1 syawal atau tetap menyelesaikan I’tikaf saya sampai akhir. Beberapa kali saya sudah pernah menjelaskan ke ibu, pada dasarnya beliau menerima (hanya dari nada suaranya terdengar semacam ada ganjalan). Mohon nasihat ustadz mengenai hal ini.

Jawaban:
Ust. Mukhsin Suaidi Lc

1) Lebih baik cari masjid yang imamnya tuma’ninah.

2) Saya rasa itu bisa dikompromikan dengan cara beri’tikaf di masjid tempat ibu antum.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Keutamaan Tawadhu’ Dan Bahaya Sikap Bangga Diri Dan Cinta Kepemimpinan

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Diantara adab yg paling mulia bagi seorang ulama dan penuntut ilmu adalah bersikap tawadhu’ (rendah hati) dan tidak merasa bangga diri dengan ilmunya, serta tidak berambisi meraih kepemimpinan.

Dengan bersikap tawadhu’, seorang hamba akan ditinggikan kedudukannya oleh Allah ta’ala.

» Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
(Maa Naqoshot Shodaqotun Min Maalin, wa Maa Zaadallaahu ‘Abdan Bi ‘Afwin illaa ‘Izzan, wa Maa Tawaadho’a Ahadun Lillaahi illaa Rofa’ahullahu)

Artinya: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Dan tidaklah Allah menambahkan kpd seorang hamba dengan sebab (suka) memaafkan (kesalahan orang lain) melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba bersikap tawadhu’ karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.”. (Diriwayatkan oleh Muslim no.2588, At-Tirmidzi no.2029, dan ia berkata; “Hadits ini Hasan Shohih”, Ad-Darimi I/396, Ahmad II/386).

Namun sebaliknya, bersikap sombong dan merasa bangga diri akan membinasakan pelakunya dan merendahkan martabatnya di hadapan Allah n manusia.

» Hal ini berdasarkan hadits yg diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (yg artinya) :
“Ada tiga perkara yg membinasakan dan tiga perkara yg menyelamatkan. Adapun tiga perkara yg membinasakan (pelakunya) ialah;

1. Sifat kikir yg sangat yg selalu ditaati,

2. Hawa nafsu yg selalu diikuti,

3. Dan seseorang yg merasa bangga diri.

Sedangkan tiga perkara yg menyelamatkan (pelakunya) ialah;

1. Bertakwa kpd Allah di waktu sepi maupun ramai,

2. Mengatakan yg haq dlm keadaan ridho maupun benci,

3. Dan bersikap sederhana ketika kaya maupun miskin.” (Hadits ini derajatnya Hasan sbgmn dinyatakan oleh Al-Mundziri di dlm At-Targhib wa At-Tarhib I/162, dan syaikh Al-Albani di dlm Silsilatu Al-Ahaadiits Ash-Shohiihah no.1802).

Nasehat Mu’adz Bin Jabal

Ust. Badrusalam Lc

Mu’adz bin Jabal radliyallahu ‘anhu berkata:
“Wahai bangsa Arab..
Bagaimana sikap kalian terhadap tiga:
Dunia yang memutuskan leher kalian..
Kesalahan ulama..
Dan jidal munafiq dengan menggunakan Al Qur’an..

Merekapun diam.
Beliau berkata:
“Adapun ulama..
Jika ia di atas hidayah..
Maka jangan kalian taqlid kepadanya dalam agama kalian..
Jika ia salah..
Jangan kalian putuskan hubungan dengannya..
Karena seorang mukmin terkadang terfitnah..
Kemudian ia bertaubat..

adapun Al Qur’an..
Ia memiliki tanda bagaikan tanda jalan..
Tidak tersembunyi pada siapapun..
Apa yang kalian ketahui ilmunya..
Jangan mempertanyakannya..
Dan apa yang kalian merasa ragu padanya..
Maka serahkan kepada ‘alimnya..

Adapun dunia..
Siapa yang Allah berikan kekayaan dalam hatinya..
Sungguh ia beruntung..
Dan siapa yang tidak diberikan..
Maka dunia tidak bermanfaat untuknya..

(Shahih jami’ bayanil ‘ilmi wa fadlihi hal 390).

Tj Ucapan Dusta Yang Dinisbatkan Kepada Shahabat Mu’awiyah Radhiyallahu ‘Anhu

149. Tj – 357

Pertanyaan:
Ana dapat broadcast message yang berbunyi seperti ini
“”Jika kalian menemui pecinta Ali, jangan dibunuh…tapi bakar lahannya, usir dari rumahnya, yang demikian itu membuat sakit hati seumur hidup mereka” – Mu’awiyah-

Inilah yang terjadi dan menimpa kepada pengikut Ahlilbayt as di sampang…!!! Para pecinta Ali dianiaya tanpa rasa iba, merenggut nyawa tak bersalah, membakar tempat bernaung, menjarah lahan penghidupannya dan mengusirnya dari tanah kelahirannya. Laknat Allah bagi kaum yang dzalim!!!”
Afwan apakah itu benar?”

Jawaban:
Ust. Badrusalam Lc

Tidak benar dan dusta (bahwa ucapan itu di nisbatkan kepada Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu ‘Anhu).

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Mencari Ridho Ibu Dalam Pernikahan

148. Tj – 269

Pertanyaan:
Apakah seorang anak laki2 durhaka kepada ibu apabila ia mau menikah dengan perempuan yang tidak disetujui oleh ibunya dengan alasan suku dan amanah dari mendiang ayahnya, sehingga si ibu menawarkan pilihan
1. Menikah tapi jangan kenal lagi siapa ibu mu,
2. Tinggal kan perempuan tersebut.

Jawaban:
Ust. Rochmad Supriyadi Lc

Syarat nikah bagi laki2 tidak memerlukan ijin orang tua. Akan tetapi itu berlaku bagi mempelai wanita. Akan tetapi hendaknya anak laki2 tersebut berusaha menggabungkan antara ibadah nikah nya dengan ibadah ridhonya ibu. Dua2 nya hendaknya disatukan dengan cara2 yang hikmah. Berusaha merayu ibu sebagaimana juga ia merayu istri. Hingga keduanya berjalan dengan mulus tanpa hambatan.

Kalau seandainya ibu belum bisa menerimanya, maka hendaknya ia bersabar. Ia mengambil calon yang sudah di siapkan sang ibu bilamana ia tergolong sholihah. Dengan ini ia mendapat pahala dua-duanya. Menikah & mendapat ridho ibu.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Ciri-Ciri Istri Shalihah/Idaman

Ust. Abu Riyadl Lc

1. Ketika dipandang, dia akan membuat suami bahagia, nyaman dan menentramkan jiwa. Dari dandanannya menarik maupun wajahnya yg selalu ceria..

2. Ketika suami memerintahkannya pada suatu hal yg diperbolehkan Agama, maka dia mentaatinya.

3. Ketika suami pergi dan dia tidak bersamanya, maka dia akan menjaga dirinya untuk sang suami dan juga menjaga apa-apa yang suami miliki; harta, anak, dan lain-lain.

خير النِّسَاء امْرَأَة نظرت إِلَيْهَا سرتك وَإِذا أَمَرتهَا أَطَاعَتك وَإِذا غبت عَنْهَا حفظتك فِي نَفسهَا وَمَالك

Artinya : “Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang ketika engkau memandangnya akan membuatmu bahagia. dan jika diperintah, dia akan mentaatimu. dan jika engkau tidak bersamanya(kamu sedang pergi) maka dia akan menjagamu dalam dirinya dan menjaga apa-apa yang engkau miliki.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Ahmad dan dihasankan oleh Albani dalam silsilah 4/ 453)

Jika seorang istri bisa menjaga 3 hal tersebut maka..Seorang suami akan mendapatkan ketenangan hati dan fikiran ketika pergi bekerja..

Hasrat untuk lirak lirik akan berkurang bahkan mungkin jadi tiada..

Ada rasa kangen setiap saat untuk pulang kerumah menemui istrinya yg tercinta..

Kata kata manis dan cinta akan gampang keluar dari lisan suami..

Masalah rumah tangga akan berkurang mungkin nyaris tiada..

Anak anak akan meniru gaya ibunya yg sholihah dalam berbakti kepada ortunya..

Catatan: bagi setiap pasutri hendaknya lebih cenderung mengkoreksi dari masing masing katimbang mengkoreksi pasangannya.. Karena dg ini tidak akan terjadi saling tuding dalam perbaikan diri..

Akhir kata:

Semoga bahtera rumah tangga akan langgeng dg NAHKODA seorang laki laki yg mampu mengarahkan perahunya menuju ridho Allah Ta’ala..
آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

www.abu-riyadl.blogspot.com

Tj Shalat Jahriyah

147. Tj – 4

Pertanyaan:
Kenapa sholat subuh, magrib dan isya saja yg dikeraskan imam membaca fatihah dan surat nya, sedangkan pd sholat zhuhur dan ashar tidak,apakah ada dalilnya?

Jawaban:
Al-Lajmah Ad-Daimah lil Buhutsil ‘Ilmiah wal Ifta’ (Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa) pernah ditanya hal ini dan mereka menjawab:

“…Kami melakukan itu mengikuti contoh dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kami membaca perlahan dalam shalat yang mana ia dibacakan diam-diam, dan kami mengucapkan keras-keras dalam shalat yang mana ia membacakan keras-keras…” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah, 6/394, 395)

Syaikh ‘Abd al-‘ Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya perkara yang sama, dan beliau menjawab:

“…Wallahu a’lam alasan mengapa di bacakan dengan keras dalam shalat. Alasan yang paling mungkin – dan Wallahu a’lam – adalah bahwa pada malam hari dan pada saat shalat Fajar, orang lebih mungkin memperoleh manfaat dari bacaan yang dilakukan dengan keras, karena ada sedikit gangguan di sekitar mereka daripada pada saat Zuhr dan ‘Ashar. Akhir kutipan. Majmu’ Fatawa al-Syaikh Ibnu Baz (11/122)

http://www.islam-qa.com/en/ref/67672/’loud maghrib’

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Junub Saat Shubuh

146. Tj – 383

Pertanyaan:
Assalamualaikum ustad,mau nanya bila kita sengaja mengakhirkan(bukan karena kesiangan) mandi besar waktu sesudah adzan saat kita mau berpuasa bagaimana hukumnya ya ustad syAh kah puasa kita?syukron jazakallahkhoir

Dan bagaimana kalau kita mengakhirkan mandi besar tersebut karena khawatir tidak sempat syahur..syukron.

Jawaban:
Suci dari hadas besar bukan termasuk syarat sah puasa. Karena itu, ketika seseorang mengalami junub di malam hari, baik karena mimpi basah atau sehabis melakukan hubungan badan, kemudian sampai masuk waktu subuh dia belum mandi wajib, puasanya tetap sah. Dalilnya Dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma; mereka menceritakan,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.” (HR Bukhari dan Turmudzi)

Catatan: Orang yang junub dan telat bangun, sehingga kesempatannya hanya terbatas antara untuk mandi atau untuk sahur, manakah yang lebih diutamakan?

Jawab: Sebaiknya lebih mengutamakan sahur karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk sahur, sehingga orang yang makan sahur bisa mendapatkan pahala khusus. Sementara, mandi junub bisa ditunda sampai masuk waktu subuh. Namun ingat, sebelum makan harus berwudhu terlebih dahulu. Ini berdasarkan hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau mengatakan,
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (HR Muslim, no. 305)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah mengatakan: “.. bagi kaum pria, ia harus segera mandi wajib sebelum shalat Shubuh sehingga ia bisa melaksanakan shalat secara berjama’ah (di masjid)…”

http://www.konsultasisyariah.com/junub-waktu-puasa/‬

http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/3147-mimpi-basah-ketika-puasa.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Aliran Tasawwuf

145. Tj – 23

Pertanyaan:
Ada yg bisa jelaskan apa itu tasawuf. Ada modern apa ada yg sebaliknya. Apa itu aliran bi’dah. Kl blh saya bs diberikan buku rujukkan utk itu. Krn ada buku yg ditulis oleh agus mustofa dlm serial diskusi Tasawuf modern.

Jawaban:
Ust. Abdullah Taslim MA

Tasawwuf adalah istilah yang sama sekali tidak dikenal pada zaman para sahabat
radhiyallâhu’anhum, bahkan tidak dikenal pada zaman tiga generasi yang utama (generasi Sahabat, Tâbi’in dan Tabi’it Tâbi’in). Ajaran ini baru muncul sesudah masa tiga generasi ini.

Orang-orang ahli tashawwuf –khususnya yang ada pada zaman sekarang– mempunyai prinsip dasar dan metode khusus dalam memahami dan menjalankan agama ini, yang sangat bertentangan dengan prinsip dan metode Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, dan menyimpang sangat jauh dari Al- Qur‘ân dan Sunnah.

Ringkasnya, ajaran tashawwuf merupakan ajaran sesat yang menyimpang, sangat jauh dari petunjuk Al-Qur‘ân dan Sunnah. Dengan mengamalkan ajaran ini –na’udzu billah min dzalik– seseorang bukannya semakin dekat dengan Allâh Ta’ala, tetapi justru semakin jauh dari-Nya. Dan hatinya, bukan semakin bersih, akan tetapi malah semakin kotor dan penuh noda.

Untuk pembahasan lengkapnya, termasuk penyimpangan keyakinan pembesar2 mereka, silahkan buka link berikut:

http://muslim.or.id/aqidah/hakikat-tasawuf-1.html

http://muslim.or.id/aqidah/hakikat-tasawuf-2.html

http://muslim.or.id/aqidah/hakikat-tasawuf-3.html

http://almanhaj.or.id/content/1025/slash/0/hakikat-tasawuf/

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶