All posts by BBG Al Ilmu

Wahai Para Wanita Pergauilah Saudari Seimanmu Dengan Baik

Wahai para wanita berrgaulah dg saudarimu seiman dg sebaik baikny.

Selalulah berbaik sangka kpdnya..
Krn jika kita amati seringkali banyak prablem antara sesema muslimah disebabkan oleh berburuk sangka.. Sehingga ketika ada ucapan atau perbuatan yg kurang pas, maka langsung ia nilai dg berbagai macam praduga yg akhirnya membuat perpecahan dan kebencian..

Indahnya jilbab dan hijabmu akan lebih indah lagi jika dibarengi rasa mengalahmu dan ber- itsar (mendahulukan kebutuhan dan kepentingan saudarinmu diatas kepentinganmu..) Serta berhusnudzon ditiap keadaan..
Mari kita bangun persaudaraan yg indah dalam naungan islam..

Semoga Allah merahmati kaum muslimah

Pengertian Mahram Bagi Wanita

Materi: Fiqh Muamalah

Ust Husnul Yakin Arbain

Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yg berkaitan erat dengan masalah mahram, sperti hukum safar,khalwat (berdua-duaan), pernikahan,warisan,dan perwalian.

> Definisi

Mahram adalah semua org yg haram utk menikahi seorg wanita selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan& pernikahan.” (Ibu Qudamah; Al-Mughni 6/555)

> Macam-macam Mahram

Dari pengertian di atas, maka mahram itu terbagi menjadi 3 macam.

1) Mahram karena nasab (keluarga)

Mahram dari nasab adalah yg disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam surat An-Nur 31. Diantaranya,

1. Ayah (Bapak2), termasuk dalam katagori ayah (bapak) adalah kakek, baik dari bapak maupun ibu. Juga bapak2 mereka ke atas. Adapun bapak angkat, mk dia tdk termasuk mahram. (Lihat. QS. Al-Ahzab: 4)

2. Anak laki-laki, termasuk dlm kategori anak laki2 bg wanita adalah: cucu, baik dari anak laki-laki maupun anak perempuan& keturunan mereka. Adapun anak angkat, mk dia tdk termasuk mahram berdasarkan keterangan di atas

3. Saudara laki2, baik sekandung, sebapak atau seibu saja.

4. Anak laki-laki saudara (keponakan), baik dari saudara laki2 maupun perempuan&anak keterunan mereka.

5. Paman, baik dari bapak atau pun dari ibu.

2) Mahram karena Persusuan, yaitu mahram dari sebab persusuan seperti mahram dr nasab. (Lihat QS. An-Nisa’: 23)

Rasulullah bersabda, “Diharamkan daripada penyusuan apa-apa yg diharamkan daripada nasab.” (HR. al-Bukhari)

3) Mahram karena Mushaharah, yaitu mahram krn pernikahan, seperti suami,bapak tiri,menantu, mertua laki2&anak tiri. (Lihat QS. An-Nuur: 31, an-Nisa’: 22; dan an-Nisa’: 23)

Maka, selain mereka seperti saudara sepupu, ipar, ayah angkat&anak angkat serta mahram lakon utk umrah/haji bukanlah MAHRAM yg sebenarnya. Mk mereka tdk memiliki kosekwensi2 hukum sebagaimana mahram yg sebenarnya.

Demikian,smg bermanfaat.Wallaahu a’lam.

[Disadur&dirigkas dari: Majalah “Al Furqan”]

– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –

Makruh Menurut Ulama Salaf

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Salaf terdahulu menggunakan kata makruh sesuai dengan makna yang tertera dalam firman Allah dan sabda rasulNya. Akan tetapi kalangan ulama terakhir membuat istilah makruh untuk sesuatu yang bukan haram, lalu membawa perkataan para salaf kepada istilah baru tersebut, sehingga terjadi kesalahan.”

Imam Ahmad pernah berfatwa ttg hukum menikahi adik kakak, beliau berkata, “Makruh.” Maksud beliau adalah haram.
Imam Abu Hanifah berkata, “Makruh minum di bejana emas dan perak bagi laki-laki dan wanita.” Maksud beliau adalah haram.
Imam Malik sering kali menjawab, “Aku memakruhkannya.” Maksudnya adalah haram.
Demikian pula imam Asy Syafii.

Kemudian para pengikutnya di belakangan hari banyak yang tidak memahami makna makruh yang diucapkan oleh imam mereka, dan membawanya kepada istilah yang muncul di belakangan hari.
Hingga terjadilah kesalahan besar terhadap syari’at dan ulama.

(I’laamul muwaqqi’in hal 37-39 tahqiq Raid bin Sabri).

Perbaiki Qalbu

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi

Imam al-Hasan al-Bashri -Rahimahullah- pernah berkata kepada seorang: “Obati kalbu (hati) mu! Karena Allah hanya butuh dari hambaNya kalbu yang baik.

Imam ibnu Rajab dalam Jaami’ al-Uluum wal Hikaam 1/211 menjelaskan maksud ucapan ini,  maksudnya adalah yang Allah inginkan dan tuntut dari seorang Hamba adalah kalbu yang baik.

Tidak akan baik kalbu hingga benar-benar mengenal Allah, keagungan, kecintaa, rasa takut, segan, berharap dan tawakkal pada Allah dan semua ini telah memenuhi kalbunya. Inilah hakekat tauhid dan pengertian Laa Ilaaha Illallah”. Mari mengenal Allah lebih dekat dan penuhi kalbu kita dengan ilmu yang manfaat dan amal shalih! Semoga manfaat!

KLIK :
http://m.klikuk.com/perbaiki-qalbu/

Mau Jadi Istri Shalehah Dan Diridhoi Suami ?

Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA

1. Segera menyahut dan hadir apabila diajak utk berhubungan.

2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dgn syariat.

3. Tidak bermasam muka terhadap suami.

4. Senantiasa berusaha memilih perkataan yg terbaik ketika berbicara.

5. Tidak memerintahkan suami utk mengerjakan pekerjaan wanita.

6. Keluar rumah hanya dgn izin suami.

7. Berhias hanya untuk suami.

8. Tidak memasukkan orang ke dalam rumah tanpa seijin suami.

9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.

10. Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami. Terutama ibu mertua.

11. Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau.

12. Segera minta ma’af jika melakukan kesalahan kpd suami.

13. Mencium tangan suami tatkala datang dan pergi.

14. Mau diajak oleh suami utk sholat malam, dan mengajak suami utk sholat malam.

15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang!!

16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.

17. Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kpd suami.

18. Sedih dan bergembira bersama suami dan berusaha pandai mengikuti suasana hatinya.

19. Perhatian akan penampilan, jangan sampai terlihat dan tercium oleh suami sesuatu yg tidak disukainya.

20. Berusaha mengatur uang suami dan tidak boros.

21. Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita lain kpd suaminya.

22. Berusaha menasehati suami dgn baik tatkala suami terjerumus dlm kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan.

23. Menjaga pandangan dan tidak suka membanding-bandingka n suami dgn para lelaki lain.

24. Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.

25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Krn ini sebab terbesar wanita masuk neraka.

Hukum Mujtahid

Dalam hadits riwayat Muslim (no 1731), Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang panglimanya untuk memutuskan keputusan dengan mengatakan, “Ini hukum Allah.”

Beliau besabda, “Kamu tidak tahu, apakah hukummu sesuai dengan hukum Allah atau tidak. Tapi putuskanlah dengan hukummu dan hukum kawan-kawanmu.”

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Lihatlah, bagaimana beliau membedakan antara hukum Allah dengan hukum mujtahid. Beliau melarang menamai hukum mujtahid sebagai hukum Allah.”
Ketika sekretaris umar menulis surat putusan dari Umar, ia menulis: “Ini adalah yang Allah perlihatkan kepada Umar.”
Umar berkata, “Jangan tulis begitu, tapi tulis: “Ini adalah pendapat Umar.”

Ibnu Wahb berkata, “Aku mendengar imam Malik berkata, “Bukanlah kebiasan salaf untuk berkata, “Ini halal ini haram.” Tetapi mereka berkata, “Kami memandang makruh, kamu memandang ini baik..

(I’laamul muwaqqi’in hal 37, tahqiq Raid bin Sabri).

Bersedekah Merupakan Salah Satu Sebab Untuk Meraih Husnul Khatimah

Ikhwan dan akhwat sekalian yang berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم , dipagi yang cerah ini saya akan membawakan satu hadits dari Nabi صلى الله عليه وسلم yang menjelaskan tentang keutamaan bersedekah yang mudah-mudahan mendapatkan tempat dihati kaum muslimin dan muslimah sekalian.

Diantara sekian banyak keutamaan-keutamaan bersedekah, diantaranya:
Bahwa bersedekah merupakan salah satu sebab “Husnul Khatimah”, ini merupakan kabar gembira kepada kita semua, bahwa apapun yang kita sedekahkan dengan syarat harta yang kita miliki kita usahakan dari jalan yang halal/benar dan kita sedekahkan dijalan ketaatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى maka yang demikian ini merupakan salah satu sebab “Husnul Khatimah”.

Perhatikan hadits berikut ini…
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN karena mengharap ganjaran dari ALLAH سبحانه وتعالى , maka ia akan masuk Syurga, barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan puasa karena mengharap ganjaran dari ALLAH maka ia masuk kedalam syurga, barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah karena mengharap ganjaran dari ALLAH maka ia masuk kedalam syurga.
(Silsilah shohihah :1645).

Semoga ALLAH memudahkan kita semua untuk senantiasa beramal sholeh, memperbanyak sedekah dijalan-jalan ketaatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى , bersedekah ditempat dimana ditempat tersebut menghidupkan sunnah Nabi yang mulia صلى الله عليه وسلم . Dan semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala menerima segala amal shaoleh kita serta menjadikan akhir kehidupan kita, kehidupan yang baik.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

MENGENAL HAKEKAT ULAMA ROBBANI DAN CIRI-CIRINYA

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Di zaman sekarang ini sebagian orang terlalu gampang menyematkan kata “ulama” kpd seseorang. Ada orang yg disebut ulama lantaran ia adalah dai kondang yg pandai bicara, atau jadwal ceramahnya cukup padat di televisi, radio, majlis ta’lim maupun selainnya. Ada pula orang yg dipanggil sebagai ulama karena ia memiliki pondok pesantren dan jumlah jama’ah pengajiannya sangat banyak. Ada pula orang yg dianggap ulama karena ia terkenal dengan bacaan n hafalan Al-Qurannya yg bagus. Dan bahkan ada pula seseorang yg dianggap sebagai ulama lantaran ia selalu berpakaian gamis/jubah n memakai surban serta membawa biji tasbih ke mana pun ia pergi.

Akan tetapi, siapakah diantara mereka yg termasuk ulama Robbani sejati? Ulama yg benar2 memahami perkara agama Islam, dan mengajak umat kpd Allah ta’ala saja, tanpa mengikat jamaah dengan dirinya, yayasannya, atau kelompoknya?

(*) Sufyan bin Uyainah rahimahullah berkata: “Seorang ulama bukanlah orang yang mengetahui kebaikan dan keburukan, akan tetapi sesungguhnya seorang ulama adalah orang yang mengetahui kebaikan lalu mengikutinya, dan mengetahui keburukan lalu ia berusaha menjauhinya.”. (Lihat Min A’laami as-Salaf, II/81).

Dengan demikian, ulama Robbani yg sesungguhnya ialah siapa sj yg memahami agama Islam yg bersumber dari Al-Quran Al-Karim dan Hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam yg shohih dengan baik n benar. Dan ilmu yg dimilikinya dapat menumbuhkan rasa takut n tunduk di dalam hatinya hanya kpd Allah Ta’ala.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
{ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء}.

Artinya: “Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah yg takut kepada-Nya hanya para ulama.” (QS. Fathir: 28).

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: “Cukuplah perasaan Takut kepada Allah dianggap sebagai ilmu , Dan cukuplah sikap tertipu seseorang (Oleh bisikan jiwa daan hawa nafsunya) dianggap sebagai kebodohan.”

Beliau jg berkata: “Sesungguhnya hakekat ilmu itu bukan dengan banyaknya riwayat (atau hafalan), akan tetapi hakekat ilmu ialah apa yang menumbuhkan rasa takut (kepada Allah).” 

(*) Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Ilmu itu ialah apa saja yg bermanfaat. Dan ilmu itu bukan hanya berupa hafalan belaka.”

(*) CIRI-CIRI ULAMA ROBBANI:

1. Ulama Robbani ialah ulama yang priorities dakwahnya senantiasa mengajak umat manusia agar Beribadah Dan menghambakan diri hanya kpd Allah, serta memperingatkan mereka dari segala macam bentuk kemusyrikan, sebagaimana manhaj (metode/cara) dakwah para Nabi Dan Rasul alaihimussalaam.
 
2. Ulama Robbani ialah ulama yang senantiasa mengagungkan SUNNAH (tuntunan) Nabi shallallahu alaihi wasallam, baik itu dlm perkara yg berkaitan dengan aqidah (keyakinan), ibadah (ritual), Manhaj (konsep n cara memahami agama Islam), muamalah (interaksi sesama makhluk), akhlak n adab (perilaku n sopan santun).

3. Ulama Robbani ialah ulama yang mengetahui dan memahami permasalahan agama dari yang paling pokok dan mendasar hingga permasalahan yang besar lagi rumit.

4. Ulama Robbani ialah ulama yang ilmunya bermanfaat bagi dirinya n orang lain. Dan ia jg senantiasa mengamalkan ilmunya, mengajarkannya, serta berupaya untuk bersabar n berharap pahala dalam menghadapi setiap gangguan dan cobaan di jalan dakwah kpd agama Allah Ta’ala.

5. Ulama Robbani ialah ulama yang menyampaikan kalimat kebenaran dengan tegar dan bijak serta memberikan nasihat kpd manusia dengan cara yg baik n benar.

6. Ulama Robbani ialah ulama yang mengingkari segala macam bid’ah, dan mengajak manusia agar mengikuti jejak generasi As-Salafus Sholih (para pendahulu umat Islam yg baik) serta berpegang teguh dengan Aqidah dan manhaj mereka.

7. Ulama Robbani ialah ulama yang menyeru manusia agar senantiasa berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah, meninggalkan sikap taqlid dan fanatik terhadap individu maupun kelompok tertentu tanpa tahu dalilnya, kecuali hanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Demikianlah beberapa ciri n sifat ulama robbani yg dapat kami sebutkan. Smg Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yg memahami n mengamalkan perkara agama-Nya dengan baik n benar hingga akhir hayat. Dan smg Allah melindungi kita dari para ulama jahat yg sesat n menyesatkan umat Islam. Amiin.

(Klaten, 3 September 2013)

Sabar Tak Bertepi

Ustadz Kholid Syamhudi Lc

Ketika sabar diperintahkan Allah سبحانه وتعالى kepada kita semua, maka Diapun adakan sebab-sebab yang membantu dan memudahkan seseorang untuk sabar.

Demikian juga tidaklah Allah سبحانه وتعالى memerintahkan sesuatu kecuali membantu dan mengadakan sebab-sebab yang memudahkan dan membantu pelaksanaannya sebagaimana Ia tidak mentaqdirkan adanya penyakit kecuali menetapkan obatnya. Sabar walaupun sulit dan tidak disukai jiwa, apalagi bila disebabkan kelakuan dan tindakan orang lain. Akan tetapi kesabaran harus ada dan diwujudkan.

Ada beberapa kiat yang dapat membantu kita dalam bersabar dengan ketiga jenisnya, diantaranya:

1. Mengetahui tabiat kehidupan dunia dan kesulitan dan kesusahan yang ada disana, sebab manusia memang diciptakan berada dalam susah payah, sebagaimana firman Allah:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. 90:4)

2. Beriman bahwa dunia seluruhnya adalah milik Allah dan Dia memberinya kepada orang yang Dia sukai dan menahannya dari orang yang disukaiNya juga.

3. Mengetahui besarnya balasan dan pahala atas kesabaran tersebut.

Diantaranya:

a. Mendapatkan pertolongan Allah, sebagaimana firmanNya: Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. 2:249)

b. Mendapatkan sholawat, rahmat dan petunjuk Allah, sebagaimana firmanNya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:”Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2:155-157)

Lebih lengkap KLIK :
http://m.klikuk.com/kiat-sabar/

– – – – – •(*)•- – – – –

Renungan Untuk Penuntut Ilmu Syar’i

Wahai saudara-saudariku para penuntut ilmu…

Sungguh kalian adalah orang yang terhormat,kalian adalah para pejuang pembela serta pemelihara agama yang mulia ini…

Kalian adalah sebagai seorang dokter bagi manusia yang terkena penyakit syahwat dan syubhat!…

Untuk itu wahai saudara-saudariku…
Hindarilah sejauh mungkin perbuatan dosa dan maksiyat,fokuskanlah.. Sibukanlah dirimu untuk senantiasa mempelajari ilmu agama yang mulia ini serta mengamalkannya dan hindarilah dari waktumu yang sia-sia!!…

Ikhwan dan akhwat sekalian…
Hiasilah dirimu.. dengan akhlak yang mulia nan terpuji…

Dan janganlah engkau mencemari dirimu dengan akhlak yang buruk…

Akhlak-akhlak yang akan menurunkan martabatmu menuju kepada kehinaan serta kerendahan dirimu, dengan sebab akhlakmu yang buruk!…

Wahai saudaraku para penuntut ilmu, bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang mulia, dengan akhlak yang terpuji.. mereka sangat menanti belaian tanganmu!!…

Nasehatilah mereka dengan ilmu yang benar! Serta da’wahkan kepadanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan padanya, cari waktu-waktu, keadaan dan kalimat-kalimat yang tepat dalam menasehatinya…jangan engkau kasari mereka, engkau cemberuti mereka dengan sebab kegelinciran yg ada pada mereka.
Apakah suka dirimu apabila dahulu engkau berada dalam kebodohan kemudian ada manusia yang menasehatimu dengan kasar???

Karena penuntut ilmu pada hakekatnya adalah manusia yang paling faham tentang kebenaran dan yang paling sayang kepada makhluk (diambil dari perkataan syaikhul islam ibnu taymiyah, ketika menjelaskan tentang ahlus sunnah)

Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memajukan da’wah yang haq ini..

Akhirnya, kami memohon kepada ALLAH subhaanahu wa ta’aa agar memberikan kepadaku dan kepada antum serta antunna semua agar dimudahkan untuk mengamalkannya…

Saudaramu
Ahmad Ferry Nasution.