All posts by BBG Al Ilmu

Rezeki Itu Tanggungan ALLAH

Ada seseorang mengeluh kepada Ibrahim bin Adham -rohimahulloh- karena banyaknya anak.

Maka beliau mengatakan kepadanya:

“Kirimkan saja kepadaku, siapa diantara anak-anakmu itu yang rezekinya tidak ditanggung Allah.”

Mendengarnya, diamlah orang itu.

[Albidayah wan Nihayah 13/510].

Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Sudah Bergelar Doktor, Bahkan Professor, Tapi Pendapatnya Jauh Dari Dalil…?!

Ada yang bilang: Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak dijamin masuk surga.. Ada yang menyimpulkan: Jenggot mengurangi kecerdasan, semakin panjang jenggotnya semakin goblok orangnya.. Ada juga yang membolehkan LGBT.. dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Jangan heran, memang seperti itulah jadinya, bila seseorang mendahulukan dunia di atas akhiratnya.

Hal ini telah lama disinggung oleh Ibnul Qoyyim -rohimahulloh-:

كل من آثر الدُّنْيَا من أهل الْعلم واستحبها فَلَا بُد أَن يَقُول على الله غير الْحق فِي فتواه وَحكمه فِي خَبره وإلزامه لِأَن أَحْكَام الرب سُبْحَانَهُ كثيرا مَا تَأتي على خلاف أغراض النَّاس

“Setiap orang dari kalangan ULAMA yang lebih mendahulukan dunia dan mencintainya; pasti dia akan berkata tidak benar atas nama Allah di dalam fatwa dan hukumnya, begitu pula dalam kabar dan keputusannya.

Karena hukum-hukum Allah -subhanahu- seringkali tidak sejalan dengan keinginan² manusia”. [Al-Fawaid, hal: 100].

Bahkan hal ini telah lama disinggung Allah dalam Alqur’an:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَذَا الْأَدْنَى وَيَقُولُونَ سيغفر لنا وَإِن يَأْتِهم عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ، أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تعقلون

“Maka setelah mereka, datanglah generasi yang mewarisi kitab (Taurat), yang mengambil *harta dunia* yang rendah ini, lalu mereka berkata: ‘kami akan diberi ampun (atas dosa ini)’. Dan apabila harta dunia yang seperti itu datang lagi kepada mereka; mereka juga akan mengambilnya lagi.

Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam kitab (Taurat), bahwa mereka tidak akan mengatakan atas nama Allah kecuali yang benar, dan (bukankah) mereka telah mempelajari isi kitab itu?!

Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa, maka tidakkah kalian mengerti”. [QS. Al-A’rof: 169].

Lihatlah bagaimana Allah menjelaskan bahwa di sana ada ulama-ulama dari ahli kitab yang mencari dunia dengan mengatakan kebatilan atas nama Allah.

Inilah tindakan mendahulukan harta dunia di atas kenikmatan negeri akhirat, padahal kenikmatan negeri akhirat jauh lebih baik bagi mereka!

Sebagaimana ini terjadi pada ulama dari kalangan ahli kitab, ini juga telah banyak terjadi pada ulama dari umat ini.. begitulah faktanya, memang Nabi -shallallahu alaihi wasallam- telah bersabda bahwa sebagian umat ini akan mengikuti langkah buruk umat-umat sebelumnya.

Semoga Allah melindungi diri kita dari keburukan ini.. dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya, amin.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat.

Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Apakah Niat Puasa Syawwal Harus Dilakukan di Malam Hari..?

Jawaban:

Alhamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, wa ba’du 

Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian ulama menyatakan bahwa tidak wajib berniat di malam hari untuk puasa sunah, baik puasa sunah mutlak maupun terkait hari tertentu. Pendapat ini berdasarkan hadis Aisyah radhiallahu ‘anha; beliau mengatakan, “Rasulullah menemuiku pada suatu pagi, kemudian beliau bertanya, ‘Apakah kalian memiliki suatu makanan?’ Aisyah mengatakan, ‘Tidak.’ Beliau bersabda,

فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ

Jika demikian, aku puasa.’

Di kesempatan hari yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami (Aisyah). Kami mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, kami diberi hadiah hais (adonan kurma).’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta,

أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا

Tunjukkan kepadaku, karena tadi pagi aku berniat puasa.’” (HR. Muslim, no. 1154)

Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “jika demikian, saya puasa” bisa dipahami bahwa beliau belum berniat untuk puasa di malam hari.

Sebagian ulama berpendapat –seperti: Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah— bahwa diwajibkan untuk berniat di malam hari untuk puasa “tertentu” [1], seperti: puasa enam hari bulan Syawal, hari Arafah, Asyura, atau puasa “tertentu” lainnya. Jika ada orang yang melakukan puasa setengah hari (karena dia baru berniat di siang hari), dia tidak dianggap telah melaksanakan puasa satu hari penuh di hari itu [2].

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan pahala untuk puasa enam hari di bulan Syawal, bagi mereka yang puasa penuh sehari. Karena itu, niat puasa syawal harus dilakukan sejak sebelum subuh.

Di samping itu, dijelaskan oleh beberapa ulama bahwa pahala puasa dicatat sejak mulai berniat. Dengan demikian, jika niat puasanya dimulai tidak dari awal hari –yaitu sejak terbit fajar– maka pahalanya kurang, sehingga dia tidak mendapatkan pahala yang dijanjikan untuk puasa enam hari ini.

Setelah memberi pemaparan di atas, Dr. Khalid al-Musyaiqih mengatakan,

وعلى هذا إذا بدأ الصائم صومه من النهار فلا يصح صيامه على أنه نفل معين، وإنما يكون نفلاً مطلقاً، يعني له أجر صيام النفل المطلق، وهذا الذي يظهر لي؛ والله تعالى أعلم

Oleh karena itu, jika ada orang yang mengawali puasa sunah syawal di siang hari maka puasanya tidak bisa dinilai sebagai puasa sunah syawal. Namun, hanya puasa sunah mutlak [3]. Artinya, dia hanya mendapat pahala puasa sunah mutlak. Inilah pendapat yang menurutku lebih kuat. Allahu a’lam.

(http://www.islamtoday.net/fatawa/quesshow-60-93957.htm)

Dr. Khalid Al-Musyaiqih salah satu pengajar di Universitas Al-Qasim. Beliau merupakan murid Syekh Ibnu Utsaimin dan Syekh Abdullah Al-Qar’awi. Saat ini, beliau aktif meneliti dan memberikan catatan kaki untuk kitab-kitab para ulama.

Catatan kaki:

[1] Puasa sunah ada dua:

  1. Puasa sunah mu’ayyan (tertentu), yaitu puasa sunah yang terkait dengan hari atau tanggal tertentu, seperti: puasa Senin-Kamis, puasa Arafah, dan puasa 6 hari di bulan Syawal.
  2. Puasa sunah mutlak, yaitu puasa sunah yang tidak terkait dengan hari atau tanggal tertentu. Karena itu, tidak ada batasan waktu maupun jumlah. Puasa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dalam hadis Aisyah di atas adalah contoh puasa sunah mutlak.

[2] Jika ada orang yang berniat puasa sunah di siang hari maka dia mulai dihitung berpuasa sejak dia berniat puasa. Adapun sebelum itu, dia belum berniat sehingga tidak dianggap menjalankan ibadah, meskipun belum makan atau minum. Dengan demikian, ketika ada orang yang berniat puasa Senin setelah jam 9.00 maka dia baru dianggap puasa sejak jam 9.00. Apakah orang ini telah dianggap melaksanakan puasa sunah hari Senin? Jawabannya, orang ini tidak dianggap telah berpuasa sunah hari Senin karena dia tidak melaksanakan puasa Senin sejak awal, tetapi baru mulai sejak jam 9.00. Allahu a’lam.

[3] Misalnya: seseorang mulai berniat puasa Kamis sejak jam 10.00, maka dia baru dihitung berpuasa hari Kamis sejak jam 10.00. Dengan demikian, dia tidak dianggap telah melaksanakan puasa sunah hari Kamis sehingga dia hanya mendapatkan pahala puasa mutlak, tetapi tidak mendapatkan pahala puasa sunah hari Kamis. Allahu a’lam.

Keterangan tambahan:

Tidak ada lafal niat khusus untuk puasa Syawal. Seseorang yang sudah memiliki keinginan untuk puasa Syawal di malam hari itu sudah dianggap berniat, karena inti niat adalah keinginan dan bermaksud. Lebih dari itu, melafalkan niat adalah satu perbuatan yang tidak pernah diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ditulis oleh,
Ustadz Ammi Nur Baits Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Serba Serbi Masalah Seputar Syawwal…

Ref:  https://konsultasisyariah.com/7322-puasa-syawal-dan-niatnya.html

Yuk Baca…

Siapa yang tak ingin dirinya terus menerus disinari cahaya diantara 2 Jum’at dan antara dirinya dan Ka’bah yang jauhnya +/- 7,911 km… Yuk rutin baca surat Al Kahfi di malam/pagi/siang hari Jum’at hingga batas waktunya yaitu sebelum masuk waktu Maghrib di hari Jum’at besok… In-syaa Allah..

Andai Mereka Tahu…

Jika saya tinggalkan dunia hitam ini lalu saya mau kemana ?
Jika saya keluar dari bidang haram ini lalu saya mau kerja dimana ?
Jika saya tinggalkan geng saya dengan segala maksiatnya, memangnya ada yang mau berteman dengan saya ?

Andai mereka tahu bahwa Pencipta dan Pemilik kehidupan ini telah berfirman:

‏﴿١٠٠﴾ ۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ …

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan kelapangan yang banyak…”
(An Nisaa: 100)

Ternyata…
Ada kehidupan lain yang penuh dengan kehangatan siap menyambut kita.
Banyak bidang dan lapangan pekerjaan yang menunggu kita.
Banyak teman shalih/shalihah yang mau berpijak bersama.

Hanya saja kita belum tahu dan mengenal mereka.

Saudaraku..
ALLAH memastikan bahwa dibalik hijrah ada banyak tempat yang indah, ada banyak kelapangan, rizki, ketenangan serta kebahagaian.

Maka jangan ragu untuk berhijrah dari dosa.

Yang perlu anda lakukan adalah terus melangkah, lalu bersabar dan bertahan, niscaya pertolongan ALLAH dan kelapangan itu pasti menyapa anda.

(Disadur dari Tafsir Ath Thabari dan Al Qurthubi QS. An Nisa ayat 100)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Dua Perkara Yang Dibenci Anak Adam…

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

اثنتان يكرههما ابن آدم: يكره الموت والموت خير للمؤمن من الفتنة ويكره قلة المال وقلة المال أقل للحساب

Dua perkara yang dibenci anak Adam
1.  ia benci kematian padahal kematian labih baik bagi seorang mukmin daripada fitnah dan

2.  dia benci sedikitnya harta padahal sedikitnya harta lebih sedikit hisabnya

(HR Ahmad dan dihasankan oleh Al-Albani dalam as-Shahihah no 813)

Sungguh benar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diatas, memang banyak diantara kita yang
1.  lebih suka hidup lebih lama meski ia tahu fitnah begitu banyak menggoda dan mengujinya

2.  lebih suka memiliki harta yang banyak meski ia tahu bahwa konsekuensinya hisabnya akan lebih panjang

Semoga Allah menjauhkan kita dari fitnah dan memudahkan hisab kita…

DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Menjelaskan Kesesatan Seseorang…

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Menjelaskan kesesatan orang yang sesat trmasuk jihad yang paling utama” (Showa’iq mursalah 1/102)

Jihad yang hanya dapat dilakukan oleh ahli ilmu..
Jihad yang berat karena akan dimusuhi orang banyak..
Bahkan dituduh dengan berbagai macam tuduhan..
Menginginkan ketenaran lah..
Dituduh dengki lah…
Dituduh mengharapkan amplop lah..
Dituduh merasa benar sendiri lah..

Namun para ulama harus melakukan itu..
Agar terbedakan antara yang haq dan yang batil..
Betapa indahnya pengaruh ulama terhadap manusia..

Tetapi betapa buruk sikap manusia kepada mereka..
Padahal banyak orang yang buta hatinya menjadi melihat melalui tangan mereka..
Banyak orang yang diseret oleh kesesatan lalu terselamatkan dengan tangan mereka..

Terima kasih wahai para ahli ilmu..
Berapa sabar dirimu untuk membimbing manusia kepada kebenaran..
Tak peduli dengan cercaan orang-orang yang mencerca..
Tak peduli walau manusia seluruhnya menyelisihi..
Asal kebenaran tetap tegak dan sunnah rosul kembali putih bersih..

Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

SATU Lagi DO’A SEBELUM TIDUR…

Tahukah anda bahwa DZIKIR ini termasuk dalam DZIKIR-DZIKIR SEBELUM TIDUR…? 

Yang biasa membaca dzikir pagi dan sore tentunya sudah hafal DZIKIR ini dan berdasarkan haditsnya (lihat paragraph terakhir), DZIKIR ini dibaca pagi, sore dan ketika HENDAK TIDUR… 
Yuk amalkan mulai malam ini…

_______________

ARTINYA :….

Ya ALLAH Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai ROBB Pencipta langit dan bumi, ROBB atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ILAH (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan sekutunya, (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya. 

FAEDAH : Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca pada PAGI, PETANG dan SAAT HENDAK TIDUR. 

DALILNYA :…..

Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq rodhiyallahu ‘anhu: “Ucapkanlah pada pagi dan sore hari dan KETIKA ENGKAU HENDAK TIDUR.” HR. Al Bukhori dalam Al Adabul Mufrad no 1202, 1203, At Tirmidzi no. 3392, Abu Daud no. 5067. Lihat Shahih At Tirmidzi no 2798

Orang Termulia

Orang termulia bukanlah orang yang dilayani oleh banyak orang, tetapi orang yang paling mulia adalah orang yang paling banyak melayani orang lain.

Karenanya :
● semakin engkau melayani orang lain karena Allah maka engkau semakin mulia di sisi Allah

خيركم أنفعكم للناس

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (al-hadits)

● semakin engkau merendahkan dirimu karena Allah untuk melayani orang lain maka engkau semakin mulia di sisiNya

من تواضع لله رفعه الله

“Barang siapa yang merendahkan dirinya karena Allah maka Allah akan mengangkat derajatnya” (al-hadits)

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى.