All posts by BBG Al Ilmu

Sabar, Sabar, Sampai Kapan..?

Mungkin demikian gumam anda tatkala sedang mendapat kesusahan atau musibah lalu dinasehati agar bersabar.

Sobat! memang sabar itu terasa berat, betapa tidak, raga bisa jadi merasakan sakit, , lisan ingin berteriak, jiwa ingin melawan, namun ujung-ujungnya kok malah disuruh diam, dan menerima dengan lapang dada.

Memang, sabar sering kali mudah diucapkan di lisan namun berat dipraktekkan, walaupun hasilnya pasti baik dan pahalanya begitu besar:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar 10)

Karena sabar itu berat namun pahalanya begitu besar dan efeknya luar biasa, maka Allah Ta’ala melatih anda agar bisa bersabar, yaitu dengan mensyari’atkan puasa.

Ketika anda berpuasa maka anda dilatih bersabar menahan rasa susah dan derita, yaitu rasa dahaga, lapar, lelah dan lainnya, tanpa keluh atau kesah. Anda sadar bahwa rasa lapar, dan dahaga yang anda alami hanyalah sesaat dan pasti segera berlalu, demikian pula dengan segala derita dan kesusahan dunia lainnya, semua itu hanya sementara dan pasti segera berlalu.

Anda juga dilatih untuk bersabar dari melakukan maksiat walaupun ada kesempatan dan andapun merasa aman tiada yang mengetahuinya. Walaupun tidak ada orang yang melihat anda, maka tetap saja anda menahan diri dari makan, minum dan melampiaskan syahwat anda.

Anda menahan diri dari itu semua karena anda sadar bahwa makan dan minum di siang hari di bulan Ramadhan adalah haram. Walau tidak ada orang yang melihat tapi anda sadar bahwa Allah Ta’ala melihat dan mengetahui perbuatan anda.

Sebagaimana anda juga dilatih untuk bersabar menjalankan ketaatan kepada Allah, bangun pagi untuk bersahur, mendirikan sholat tarawih, membaca Al Qur’an, sedekah dan ibadah lainnya yang anda laksanakan di bulan ramadhan ini. Anda melakukan semua itu karena anda mengharapkan pahala dari Allah .

Selain yakin bahwa itu berpahala, anda juga sadar bahwa sebagai amalan itu berguna bagi anda di dunia, semisal makan sahur. Walau malas, ngantuk dan alasan lainya, anda tetap makan sahur agar tidak kelaparan di siang harinya.

Sobat! camkan dan kemudian terapkan ketiga jenis kesabaran di atas dalam setiap sendiri kehidupan anda, niscaya anda menemukan kunci bahagia hidup dunia yang sejati yaitu sabar.

Selamat berjuang menerapkan kesabaran dalam hidup anda.

Ustadz DR Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى

Anda Bisa…

ANDA BISA…

Rasanya itu salah satu pesan yang dibisikkan ramadhan ke telinga kita sebelum ia berlalu…

Ramadhan telah membuka mata anda bahwa ANDA BISA berubah…
Bahwa anda punya talent untuk menjadi orang shalih…
Bahwa Anda memiliki berjuta kebaikan…
Dan anda dapat meninggalkan dosa dan maksiat…

Puasa anda, tidak merokoknya anda sampai terbenamnya matahari, shalat-shalat anda, tetesan air mata taubat anda, tahajjud dan berbagai catatan prestasi anda selama ramadhan adalah bukti bahwa menjadi sosok yang shalih bukanlah hanya mimpi dan angan, namun harapan yang berada persis di pelupuk mata anda.

Dengan taufiq ALLAH lalu apa yang telah anda lakukan di ramadhan, inilah saatnya meraih mimpi-mimpi indah keshalihan itu!!!

Mintalah pertolongan kepada ALLAH, lalu sempurnakan apa yang telah anda rajut dan jangan dicerai beraikan!!!

ALLAH berfirman dalam surat An Nahl ayat 92:

‏﴿٩٢﴾ وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكٰثًا …

Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benang yang sudah dipintalnya dengan kuat, sehingga menjadi cerai berai kembali…

 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

da100716-23:06

Kenapa Sedekah di Bulan Ramadhan..?

a. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia, dan semakin mulia waktunya, maka amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya akan semakin besar pahalanya.

b. Karena Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah memberikan contoh agar kita paling dermawan di bulan ini.

Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma- mengatakan: “Dahulu Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan ketika Bulan Ramadhan… sungguh Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- ketika itu lebih dermawan dengan hartanya melebihi angin yang berhembus kencang”. [HR. Bukhari: 6, dan Muslim: 2308].

c. Karena puasa mengajarkan kita untuk peduli kepada saudara kita sesama muslim, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka baginya pahala orang yang puasa tersebut, tanpa mengurangi pahala dia sedikit pun”. [HR. Attirmidzi: 807, disahihkah Al-Albani].

*** dan suntiklah semangat sedekah Anda di bulan ini dengan mengingat bahwa nanti di hari kiamat, setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya. [HR. Ahmad: 17333, sahih]… siapa yang banyak bersedekah, maka naungan yang dia miliki pun semakin besar.

Ingatlah, bahwa pada hari itu, banyak manusia yang tenggelam dengan keringatnya sendiri, sesuai banyaknya dosa yang ia perbuat… saat itu matahari dijadikan sangat dekat dengan manusia, sehingga keberadaan naungan sedekah ini sangat penting sekali bagi kita.

Kita juga hendaknya ingat, bahwa diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan istimewa dari Allah adalah: “Orang yang melakukan sedekah, lalu dia menyembunyikannya, sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya”. [HR. Bukhari: 1423, dan Muslim: 1031].

Silahkan di share… Semoga bermanfaat.

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Al Qur’an, Kitab Yang Allah Berkahi…

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka jadilah beliau makhluk termulia.

Al Qur’an itu diberikan kepada umatnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka jadilah mereka umat terbaik.

Al Qur’an itu diturunkan di bulan Ramadhan, maka jadilah ia bulan terbaik.

Al Qur’an diturunkan di malam lailatul qadar, maka jadilah ia malam terbaik.

Lalu, bagaimana bila Al Qur’an itu turun di hatimu !!

Renungkanlah..

Diterjemahkan oleh
Musyaffa’ Ad Dariny, MA,  حفظه الله تعالى

Cepat Atau Lambat Engkau Pasti Meninggalkannya…

Sobat, saat ini anda masih bisa menikmati makan, minum dan kenikmatan lainnya. Namun cepat atau lambat semua itu pasti berakhir, dan anda akan menghadap kepada Allah Ta’ala.

Saat ini anda menyantap makanan dan minuman yang lezat sebagai bekal hidup anda di dunia, Namun esok, makanan atau minuman tidak lagi dapat anda bawa sebagai bekal perjalanan anda. Yang dapat anda bawa sebagai bekal perjalanan panda anda adalah pahala rasa lapar dan dahaga yang selama ini anda tahan ketika berpuasa.

Kalau saat ini anda girang karena menikmati lezatnya hidangan makanan dan minuman buka puasa anda, maka esok semoga Anda girang ketika menemukan pahala dahaga dan lapar anda.

Dan saat itu anda akan menyadari bahwa ternyata nikmatnya dahaga dan lapar jauh lebih besar dibanding nikmatnya hidangan buka puasa anda.

Saat itu anda akan sadar bahwa ternyata seberat apapun pengorbanan yang anda lakukan di jalan Allah ternyata tiada sia sia. Semua jerih payah dan rasa letih yang anda jalani penuh dengan keikhlasan dan lapang dada, berbuah manis. Saat itu anda menyadari bahwa rasa dahaga dan lapar anda semasa di dunia ternyata membentengi anda dari siksa neraka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

“Setiap orang yang berpuasa itu pastilah merasakan dua kegirangan: kegirangan di saat ia berbuka puasa, dan kegirangan di saat ia menghadap kepada Tuhan-nya.” (Bukhari dan Muslim)

Semoga esok hari, tatkala raga kita telah berkalang tanah, kita berbahagia dengan pahala puasa kita sebagaimana saat ini raga kita berbahagia tatkala berbuka puasa. Amiin

DR. Muhammad Arifin Badri, MA,  حفظه الله تعالى

6 Adab Bangun Tidur…

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Wujud mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berusaha melestarikan ajaran beliau di setiap keadaan. Untuk itu, para ulama menekankan, sebisa mungkin setiap muslim menyesuaikan diri dengan sunah beliau dalam setiap aktivitasnya. 24 jam sesuai sunah, mulai bangun tidur hingga tidur kembali.

Seperti inilah yang pernah dipesankan Sufyan at-Tsauri – ulama Tabi’ Tabiin w. 161 H –,

ان استطعت الا تحك رأسك الا بأثر فافعل

Jika kamu mampu tidak menggaruk kepala kecuali ada dalilnya, lakukanlah. (al-Jami’ li Akhlak ar-Rawi, 1/142).

Berikut kami sajikan beberapa sunah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur,

1. mengusap bekas tidur di wajah

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa beliau pernah menginap di rumah bibinya, Maimunah Radhiyallahu ‘anha, saah satu istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kata Ibnu Abbas,

حَتَّى إِذَا انْتَصَفَ اللَّيْلُ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ

Kemudian ketika sudah masuk pertengahan malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambangun, kemudian beliau duduk, lalu mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya. (HR. Ahmad 2201, Bukhari 183, Nasai 1631, dan yang lainnya).

2, membaca doa ketika bangun tidur

Diantara bacaan yang beliau rutinkan ketika bagun tidur,

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَ إِلَيْهِ النُّشُوْرُ

“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah Dia mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami akan dibangkitkan.”

Ada beberapa sahabat yang menceritakan kebiasaan ini. Diantaranya Hudzaifah bin al-Yaman dan al-Barra bin Azib. Kedua sahabat ini menceritakan doa yang biasa dibaca Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak tidur dan bangun tidur,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur beliau membaca: Alhamdulillah alladzi ahyaanaa…dst. (HR. Bukhari 6312, Muslim 2711, dan yang lainnya).

3, membaca 10 ayat terakhir surat Ali Imran,

Tepatnya mulai ayat,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

Ibnu Abbas menceritakan pengalaman beliau ketika menginap di rumah bibinya Maimunah,

فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ ، ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْرَ الآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ

Beliau duduk, lalu mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya, kemudian beliau membaca 10 ayat terakhir surat Ali Imran. (HR. Ahmad 2201, Bukhari 183, Nasai 1631, dan yang lainnya).

4, gosok gigi

Sahabat Hudzaifah Radhiallahu ‘anhu menceritakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Nabi Shollallahu’alaihi wassalam apabila bangun malam, beliau membersihkan mulutnya dengan bersiwak. (HR. Bukhari 245 dan Muslim 255)

Ada banyak manfaat ketika orang melakukan gosok gigi ketika bangun tidur. Terutama mereka yang hendak shalat. Disamping menyegarkan, gosok gigi menghilangkan bau mulut sehingga tidak mengganggu Malaikat yang turut hadir ketika dia shalat malam.

Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu menceritakan, “Kami diperintahkan (oleh Rasulullah) untuk bersiwak, kemudian beliau bersabda,

إن العبد إذا قام يصلي أتاه الملك فقام خلفه يستمع القرآن ويدنو فلا يزال يستمع ويدنو حتى يضع فاه على فيه فلا يقرأ آية إلا كانت في جوف الملك

”Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi dalam Sunan al-Kubro 1/38 dan dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah).

5, membersihkan hidung

Memasukkan air ke dalam hidung dengan cara disedot dalam bahasa arab disebut istinsyaq dan mengeluarkannya disebut istintsar.

Setelah bangun tidur, kita dianjurkan melakukan semacam ini 3 kali, untuk membersihakn rongga hidung. Karena ketika manusia tidur, setan menginap di lubang hidungnya. Dari mana kita tahu? Tentu saja informasi dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيَاشِيمِهِ

“Apabila kalian bangun tidur maka bersihkan bagian dalam hidung tiga kali karena setan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari 3295 dan Muslim 238)

6, mencuci kedua tangan 3 kali

Dari Abu Hurairoh Radhiallahu anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam berpesan,

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ، فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

Apabila kalian bangun tidur maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam wadah, sebelum dia mencucinya 3 kali, karena dia tidak mengetahui dimana tangannya semalam berada.” (HR. Bukhari dan Muslim 278).

Semoga kita dimudahkan untuk mempraktekkannya.

Allahu a’lam

Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى