All posts by BBG Al Ilmu

Bersabarlah Sesaat

Diriwayatkan, Umar bin Al Khattab rodhiyallahu ‘anhu pernah menasehati:

“Kebenaran itu awalnya memang berat, namun ia terasa manis dalam jiwa. Sedangkan sebuah dosa memang seolah lebih mudah, namun ia menyimpan rasa pahit dalam jiwa..”

(Adabud Dunya wad Diin: 29)

Saudaraku, bertahanlah saat kita menapaki jalan hijrah. Semua masa transisi itu memang berat, namun rasa ini akan segera pudar dan berubah menjadi ringan dengan pertolongan ALLAH hingga yang bersemi hanyalah keberkahan.

Dan beruntunglah bagi Anda yang menjadikan Ramadhan sebagai momentum, sebab rasa berat itu akan semakin cepat larut dalam keberkahan bulan suci ini.

Bersabarlah sesaat dan nikmati keindahannya..

Penulis,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى

Puasa Membuktikan Bahwa Hanya Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa…

Ternyata kegagahan, kecantikan, kecerdasan, dan kehebatan manusia yang lain sekejap bisa rusak bahkan hilang gara-gara kurang makan atau minum, mengapa semua itu disombongkan ? Bila ternyata semuanya semu.

Di saat anda lapar atau dahaga, maka ingatlah Allah Ta’ala Yang Maha Hidup dan Maha Kuasa tanpa perlu pada makan dan minum bahkan tiada henti memberi makan dan minum kepada seluruh makhluq-Nya.

Ketika lapar, anda mulai merasa lelah, mengantuk dan akhirnya banyak yang menyerah dan terlelap tidur.
Namun Allah Ta’ala walau tidak pernah makan tidak pernah minum, tiada pernah lelah, atau mengantuk, padahal Allah Ta’ala mengurus semua urusan semua hamba-Nya, bahkan semua urusan langit dan bumi beserta isinya.

Karena itu, dengan berpuasa, anda semakin kenal tentang diri anda dan semakin mengagungkan Allah Ta’ala.
Agar anda semakin mengenal Allah di saat anda berpuasa, silahkan anda membaca ayat Kursi, yaitu ayat ke 255 dari surat Al Baqarah.

Bila anda telah memahami salah satu hikmah puasa ini, semoga puasa anda benar-benar telah mengantarkan anda sebaga orang yang bertaqwa. Amiin

DR Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Surat Dari Kekasih…

Anda pernah melihat betapa antusiasnya seseorang membaca surat, WA, SUREL atau EMAIL dari kekasihnya ?
Atau anda pernah mengalaminya langsung?

Saudaraku,
Mari kita simak penuturan Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu-:

“Barangsiapa yang ingin mengetahui sedalam apa cintanya kepada ALLAH, maka bercerminlah bagaimana dirinya berinteraksi dengan AL QUR’AN.”
(Az Zuhd libnil Mubaarok 1/13, Akhlaq Hamalatil Qur’an lil Aajurii 1/6)

Seorang pencinta pasti akan membaca dan menikmati ucapan kekasihnya, LALU MUNGKINKAH SEORANG HAMBA YANG MENGAKU CINTA KEPADA ALLAH TAPI TIDAK PUNYA WAKTU BAHKAN TIDAK TERTARIK UNTUK MEMBACA AL QUR’AN APALAGI MENCARI TAHU MAKNANYA…?!

Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

Tidaklah Cukup Dengan CINTA

Agar bersama dengan seseorang di akhirat, tidak cukup dengan CINTA… Tapi, harus dengan mengikuti tuntunannya.

=====

Al-Hasan Al-Bashri -rohimahulloh- mengatakan:

“Wahai anak adam, jangan terlena dengan perkataan bahwa seseorang akan bersama orang yang dicintainya, karena sesungguhnya orang yang mencintai suatu kaum, ia harus mengikuti jejak-jejak mereka.

Dan engkau tidak akan menyusul mereka yang mulia, hingga engkau meniti jejak-jejak​ mereka, mengambil petunjuk mereka, dan mengikuti tuntunan mereka.

Siang dan malam engkau selalu berada di atas manhaj (jalan hidup) mereka, engkau berusaha untuk menjadi bagian dari mereka​, sehingga engkau berjalan di atas jalan mereka dan mengambil petunjuk mereka, meskipun engkau kurang dalam beramal, intinya bagaimana engkau selalu dalam keadaan istiqamah.

Tidakkah engkau lihat kaum Yahudi, Nasrani, dan para ahli bid’ah yang binasa..?! Meski mereka mencintai Nabi mereka, tapi mereka tidak bersama Nabi mereka. Karena mereka menyelisihi Nabi mereka dalam perkataan dan perbuatannya, mereka berjalan di selain jalan Nabi mereka, sehingga tempat akhir mereka di Neraka, na’udzubillah min dzalik..”

[Istinsyaqu nasiimil uns, Ibnu Rojab, hal:87].

——

Sungguh hal ini sangat selaras denan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ingatlah bahwa dagangan Allah itu mahal, ingatlah bahwa dagangan Allah itu mahal, ingatlah bahwa dagangan Allah itu surga”..

jika masuk surga bersama orang-orang saleh cukup dengan CINTA tanpa mengikuti tuntunannya, berarti dagangan Allah menjadi sangat murah..!

Silahkan dishare.. Semoga bermanfaat..

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Berapa Kali Membaca Do’a Istiftah Dalam Sholat Tarawih..?

Jawab:
Membaca doa istiftah saat tarawih tidak cukup hanya sekali di rakaat pertama, namun hendaknya dibaca setiap setelah takbiratul ihram (rakaat ke 3, ke 5 dan seterusnya) karena setiap 2 rakaat dalam shalat tarawih adalah shalat yang berdiri sendiri, terpisah dan tidak menyatu dengan yang sebelumnya.

Dijawab oleh salah satu pakar fiqh abad ini, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin -rahimahullah- dalam Jalasat Ramadhaniyyah 20/25 dengan perubahan redaksi.

Saudaraku,
Kita bisa membaca doa istiftah yang singkat seperti:

الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه

ALHAMDULILLAAH HAMDAN KATSIIRON THOYYIBAN MUBAAROKAN FIIH
(HR. Muslim)

(Sebagaimana faidah yang kami dapatkan dari Syeikh bin Baz -rahimahullah- tentang istiftah dalam shalat sunnah)

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

Makna QS Al Baqoroh – 44

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Apakah kalian menyuruh manusia untuk berbuat baik sedang kalian melupakan diri kalian sendiri..?!” [Al Baqoroh:44].

Sebagian orang memahami ayat ini, bahwa apabila seseorang tidak melakukan kebaikan tertentu, maka jangan sampai dia mengajak orang lain untuk melakukannya, karena itu dicela oleh ayat ini.

Pemahaman seperti ini tidak tepat, dan menyebabkan lemahnya syiar “amar makruf nahi munkar..”

Pemahaman yang benar, bahwa ayat ini tidak dimaksudkan untuk mencela tindakan mereka mengajak kepada kebaikan di saat mereka meninggalkannya.

Tapi celaan itu tertuju pada tindakan mereka meninggalkan amal kebaikan yang mereka serukan saja.

Karena mengajak orang kepada kebaikan adalah perbuatan baik.. Dan kedua hal itu, baik *mengajak kepada kebaikan maupun melakukan kebaikan* adalah sama-sama kewajiban, bukan berarti apabila salah satunya ditinggalkan kemudian yang lainnya menjadi gugur.

[Lihat Tafsir Ibnu Katsir 1/82].

Oleh karena itu, tetaplah menghidupkan budaya amar makruf nahi munkar, walaupun kita belum mampu melakukan semuanya.. sambil berusaha memperbaiki diri semampu kita.

Dengan kita mengajak melakukan kebaikan, kita akan menjadi semangat melakukannya, dan akan malu meninggalkannya.. biidznillah, keadaan kita dan masyarakat sekitar kita akan semakin baik.

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat.

Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Wasiat Emas Syaikh Abdul Qadir Jailani rahimahullah…

“Mintalah kepada Allah, jangan meminta kepada selain-Nya. Mohonlah petolongan kepada-Nya, jangan memohon pertolongan kepada selain-Nya. Sungguh celaka dirimu dengan wajah apa engkau kelak menghadap Allah di akhirat, jika engkau menentang-Nya di dunia, berpaling dari-Nya, menghadap makhluk-Nya, dan meyekutukan-Nya. Engkau keluhkan kebutuhan-kebutuhanmu kepada mereka dan bersandar kepada mereka. Singkirkanlah segala perantara antara dirimu dengan-Nya, karena ketergantunganmu kepada mereka merupakan kepandiran. Tidak ada kerajaan, kekuasaan, kekayaan, dan kemuliaan kecuali milik-Nya. Maka hendaknya engkau bersama-Allah , jangan bersama makhluk-Nya.”

(Minhaj al-Firqah an-Najiyah wa at-Thaifah al-Manshurah, hal. 26-27)

Ustadz Amir As Soronji Lc,  حفظه الله تعالى 

Silahkan Kalian Kerahkan Seluruh Kemampuan Kalian Untuk Menghancurkan Islam

Silahkan kalian kerahkan seluruh kemampuan kalian untuk menghancurkan Islam.

Yang jelas, kami akan berusaha untuk membela dan memperjuangkan agama ini, semampu kami.

Camkanlah, bahwa Allah akan tetap menjaga agama Islam ini, dan menjadikannya pemenang atas agama-agama lainnya.

Allah telah berfirman (yang artinya):

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, tetapi Allah akan tetap menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya di atas semua agama, meskipun orang² musyrik membencinya”. [QS. As-Shaff: 8-9]

Dan Allah pasti memuliakan para pejuang agama-Nya, dan menghinakan para musuh-Nya.

Sejarah telah membuktikan, bahwa kekuatan apapun tidak akan mampu bertahan melawan Islam.. lihatlah, dimanakah kekuatan-kekuatan itu sekarang, tetapi Islam yang mereka perangi tetap saja ada dan Allah lindungi.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah bersabda: “Akan terus ada sekelompok dari umatku yang menang dalam berperang membela kebenaran, sampai hari kiamat”. [HR. Muslim: 1923].

Oleh karena itu, wahai saudaraku kaum muslimin, tenanglah dan jangan khawatir dengan Agama Islam.. karena Allah pasti akan tetap menjaganya, sebagaimana Allah menjaga Al Qur’an sumber utama agama ini.

Tetaplah berjuang untuk membela agama ini, terutama dengan menyebarkan ilmu yang benar, yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah sebagaimana dipahami oleh para sahabat.

Kuatkanlah sisi tauhid, karena itu adalah pondasi agama kalian.. tidak mungkin sebuah bangunan kuat, bila pondasinya rapuh!!

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat.

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Sabar, Sabar, Sampai Kapan..?

Mungkin demikian gumam anda tatkala sedang mendapat kesusahan atau musibah lalu dinasehati agar bersabar.

Sobat! memang sabar itu terasa berat, betapa tidak, raga bisa jadi merasakan sakit, , lisan ingin berteriak, jiwa ingin melawan, namun ujung-ujungnya kok malah disuruh diam, dan menerima dengan lapang dada.

Memang, sabar sering kali mudah diucapkan di lisan namun berat dipraktekkan, walaupun hasilnya pasti baik dan pahalanya begitu besar:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar 10)

Karena sabar itu berat namun pahalanya begitu besar dan efeknya luar biasa, maka Allah Ta’ala melatih anda agar bisa bersabar, yaitu dengan mensyari’atkan puasa.

Ketika anda berpuasa maka anda dilatih bersabar menahan rasa susah dan derita, yaitu rasa dahaga, lapar, lelah dan lainnya, tanpa keluh atau kesah. Anda sadar bahwa rasa lapar, dan dahaga yang anda alami hanyalah sesaat dan pasti segera berlalu, demikian pula dengan segala derita dan kesusahan dunia lainnya, semua itu hanya sementara dan pasti segera berlalu.

Anda juga dilatih untuk bersabar dari melakukan maksiat walaupun ada kesempatan dan andapun merasa aman tiada yang mengetahuinya. Walaupun tidak ada orang yang melihat anda, maka tetap saja anda menahan diri dari makan, minum dan melampiaskan syahwat anda.

Anda menahan diri dari itu semua karena anda sadar bahwa makan dan minum di siang hari di bulan Ramadhan adalah haram. Walau tidak ada orang yang melihat tapi anda sadar bahwa Allah Ta’ala melihat dan mengetahui perbuatan anda.

Sebagaimana anda juga dilatih untuk bersabar menjalankan ketaatan kepada Allah, bangun pagi untuk bersahur, mendirikan sholat tarawih, membaca Al Qur’an, sedekah dan ibadah lainnya yang anda laksanakan di bulan ramadhan ini. Anda melakukan semua itu karena anda mengharapkan pahala dari Allah .

Selain yakin bahwa itu berpahala, anda juga sadar bahwa sebagai amalan itu berguna bagi anda di dunia, semisal makan sahur. Walau malas, ngantuk dan alasan lainya, anda tetap makan sahur agar tidak kelaparan di siang harinya.

Sobat! camkan dan kemudian terapkan ketiga jenis kesabaran di atas dalam setiap sendiri kehidupan anda, niscaya anda menemukan kunci bahagia hidup dunia yang sejati yaitu sabar.

Selamat berjuang menerapkan kesabaran dalam hidup anda.

Ustadz DR Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى