Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى berikut ini :
All posts by BBG Al Ilmu
Rahasiakan Shalat Sunnahmu…
Shalat merupakan satu ibadah yang sangat agung, salah satu rukun islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat.
Shalat merupakan tiang agama, dan kita diwajibkan melaksanakannya dalam sehari semalam lima kali.
Selain shalat lima waktu, kita dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah.
Tidak seperti shalat wajib lima waktu yang bagi laki-laki diwajibkan mengerjakannya di masjid, shalat sunnah lebih ditekankan untuk mengerjakannya di rumah. Dan ini bukan berarti kita tidak boleh shalat sunnah di masjid, namun shalat sunnah di rumah itu lebih utama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ
“Sungguh, sebaik-baik shalat, (ialah) shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Selain itu, kita juga dianjurkan untuk sembunyi-sembunyi dalam mengerjakan shalat sunnah, karena pahalanya lebih besar dari pada shalat sunnah dilihat orang lain.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
صَلَاةُ الرَّجُلِ تَطَوُّعًا حَيْثُ لَا يَرَاهُ النَّاسُ تَعْدِلُ صَلاَتَهُ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ
“Shalat sunnah seseorang tanpa dilihat oleh manusia, (pahalanya) menyamai shalatnya di tengah-tengah manusia sebanyak dua puluh lima derajat”. (Shahih al-Jami: 3821).
Selain itu bisa lebih menjaga keikhlasan, karena kita sembunyi-sembunyi dalam melaksanakannya, dan tidak ada yang melihat serta memperhatikan kecuali Allah Ta’ala.
Mudah-mudahan Allah Ta’ala selalu menjaga keikhlasan kita semua, dan kita selalu semangat dalam menjaga shalat, baik yang wajib maupun yang sunnah.
Fuad Hamzah Baraba’, Lc, حفظه الله تعالى
Maksud Kalimat : Jika Kita Mengenal Diri Sendiri Maka Kita Akan Mengenal Allah..
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Tips Menghadapi Orang Yang Suka Ghibah Dan Membicarakan Jelek Tentang Kita
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Nasehat Ulama Di Masjid Nabawi Tentang Masalah DEMO…
NASEHAT ULAMA DI MASJID NABAWI UNTUK PENDUKUNG DEMO ‘ISLAMI’
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Dalam dauroh syar’iyyah untuk para da’i di Surakarta, 25-27 Rabi’ul Akhir 1438 H, Syaikh Prof. Dr. Ibrahim Ar-Ruhaily, salah seorang syaikh pengajar di Masjid Nabawi berkata,
1. Demonstrasi bukan jalan orang yang memegang manhaj salafush shalih, meskipun dinamakan “demo damai” bahkan “demo yang salafi”.
2. Demonstrasi dilarang di dalam Islam dengan berbagai dalil syar’iyyah, meskipun pemerintah memerintahkannya atau sekedar mengizinkannya.
3. Kami banyak menasehati orang-orang yang mengajak manusia untuk berdemonstrasi, namun sayangnya banyak dari mereka yang tidak mempedulikan nasehat itu. Mereka pun akhirnya tersadar dan menyesal setelah negeri mereka luluh lantah, rata dengan tanah seperti padang sahara.
4. Penulis bertanya melalui kertas: Sebagian orang berkata, ‘Demonstrasi itu adalah masalah duniawiyyah (adat istiadat), bukan ibadah. Sementara ada kaidah yang kita kenal bahwa hukum asal masalah dunia adalah mubah (boleh).’ Bagaimana pandangan Syaikh tentang perkataan tersebut?
Beliau menjawab:
Pertama,
Katakanlah demonstrasi adalah masalah dunia. Coba kalian lanjutkan kaidahnya: Hukum asal masalah dunia adalah mubah (boleh). Baik. Lanjutan kaidahnya? “…SELAMA TIDAK ADA DALIL YANG MENGHARAMKANNYA.”
Maka kita katakan, telah kita baca tadi dalil-dalil yang jelas mengharamkannya.
Pun demonstrasi pada realitanya banyak memudharatkan manusia. Demo banyak dibarengi dengan khuruj dari waliyyul amr, diwarnai tumpah darah kaum muslimin, mencela pemerintah, menutup dan memacetkan jalan. Memperlambat jalan dan menghambat kepentingan manusia lainnya.
Kedua,
Para pendukung demo mengatakan ini masalah dunia. Tapi PADA PRAKTEKNYA MEREKA JUGA MELAKUKANNYA ATAS NAMA MEMBELA AGAMA.
AKHIRNYA KEMBALI JUGA KEPADA KAIDAH MASALAH AGAMA HUKUM ASALNYA ADALAH TERLARANG SAMPAI DATANG DALIL YANG MENSYARI’ATKANNYA. DAN TIDAK ADA DALIL YANG MENSYARI’ATKAN DEMO.
Seorang peserta menulis pertanyaan: Sebagian orang berkata, ‘Demonstrasi itu maksudnya baik’.
Syaikh Ibrahim menjawab:
Kalian tahu bahwa TUJUAN BAIK TIDAKLAH LANTAS MEMBENARKAN CARA. Ingat kisah pengingkaran Ibnu Mas’ud kepada halaqah dzikir dengan batu di masjid, kisah 3 sahabat yang datang kepada istri Nabi.
Anggaplah demo tujuannya baik. Tapi kalau masyarakat yang merasa jalannya dihambat, terlambat bahkan gagal beraktifitas karena sebab kegiatan demo di jalan, apakah mereka katakan, jazakallah khairan?
_____________
Muflih Safitra, Lc, حفظه الله تعالى
Wajahku Tidak CANTIK/Tidak GANTENG…
Bismillah, walhamdulillah dan wash shalatu wassalamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi wa shahibi wassalam.
Saudaraku muslim…
Bagi yang mungkin belum diberikan wajah seganteng dan secantik artis…
Semoga tulisan di bawah ini dapat menjadi acuan untuk menghilangkan rasau GALAU KARENA BERWAJAH JELEK.
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:
“Ketauhilah bahwa KEINDAHAN terbagi menjadi dua; LAHIR DAN BATIN.
KEINDAHAN BATIN ialah yang paling sangat dicintai, ia adalah keindahan ilmu, akal, kedermawanan dan sifat ‘iffah (kesucian) dan keberanian.
Dan keindahan batin inilah yang DIPERHITUNGKAN Allah Taala dari hamba-Nya, dan berada dalam kecintaan-Nya, dan keindahan batin inilah yang akan membaguskan penampilan lahir, meski ia tidak memiliki keindahan fisik.
Maka, akhirnya pemilik keindahan batin ini akan diberikan pakaian kebagusan, wibawa dan kecintaan sesuai dengan apa yang dipakai oleh JIWANYA dari sifat-sifat (yang mulia tersebut). Karena sesungguhnya seorang beriman akan diberikan wibawa dan rasa manis sesuai dengan keimanannya. Maka, barangsiapa yang melihatnya, pasti akan menghormatinya, dan siapa yang bergaul dengannya, pasti akan mencintainya. Dan perkara ini terlihat dengan mata kepala, ANDA AKAN MELIHAT SEORANG YANG SHALIH DAN BERBUAT KEBAIKAN, MEMPUNYAI AKHLAK YANG INDAH ADALAH MANUSIA YANG PALING MANIS RUPANYA , MESKI IA BERKULIT HITAM ATAU RUPANYA TIDAK BAGUS. APALAGI JIKA IA DIBERI ANUGERAH (DAPAT MENGERJAKAN) DARI SHALAT MALAM, MAKA HAL TERSEBUT AKAN MEMBERIKAN CAHAYA PADA WAJAH DAN MEMPERINDAHNYA.” Lihat kitab Rawdhatul Muhibbin, 221-223.
Wahai Saudaraku muslim…
Ketauhilah…
Amal shalih sangat berpengaruh pada wajah, begitu juga sebaliknya amal buruk berpengaruh pada wajah.
فكم ممن لم تكن صورته حسنة ، ولكن [ له ] من الأعمال الصالحة ما عظم به جماله وبهاؤه حتى ظهر ذلك على صورته .
ولهذا يظهر ذلك ظهورا بينا عند الإصرار على القبائح في آخر العمر عند قرب الموت
“Berapa banyak dari orang yang belum diberikan rupa yang indah, TETAPI IA MEMILIKI AMAL SHALIH YANG MENINGGIKAN KEINDAHANNYA DAN WIBAWANYA SEHINGGA HAL TERSEBUT TERLIHAT PADA RUPANYA. Oleh karenanya, hal itu akan terlihat dengan jelas tatkala seseorang terus menerus (tidak bertaubat atas dosa-dosa keburukan) di akhir umur saat dekat dengan kematian.” Lihat kitab Al Istiqamah1/364-366.
Saudaraku Muslim…
Jika penjelasan di atas masih membuatmu sedih, resah dan TIDAK TERIMA, maka perhatikanlah hadits mulia berikut, yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada seseorang yang berkaki bentuk O (genu varum) atau X (genu valgum):
كُلُّ خَلْقِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَسَنٌ
Artinya: “Setiap ciptaan Allah Azza wa Jalla Indah”. HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kita SilSilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1441.
Tetaplah bersyukur atas apapun pemberian Allah dan berusahalah menggapai KEINDAHAN BATIN.
Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc, حفظه الله تعالى
Yang Penting Gak Ngutang…
Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَانَ يَدْعُو فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ » . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنَ الْمَغْرَمِ قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di dalam shalat: Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak hutang).” Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.”
(HR. Bukhari no. 2397 dan Muslim no. 589).
DR. Syafiq Riza Basalamah, MA, حفظه الله تعالى
Coutesy of Konsultasi Islam
Kesalah Pahaman Yang Terjadi Di Masyarakat Berkaitan Dengan Sholat Istikhoroh
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى berikut ini :
Mimpi Itu ada TIGA
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Sungguh Mengherankan
Orang yang sakit, biasanya pergi ke dokter.. dokter akan memberikan resep obat kepadanya.. lalu dia akan pergi ke apotek untuk membeli obat sesuai resep dokter itu.
Dia akan meminum obat tersebut, meskipun dia tidak tahu bahan-bahan obatnya… meskipun dia tidak paham dasar-dasar ilmiah yang dijadikan dokter untuk memberikan resepnya.
Dia mau minum obat tersebut, dengan rasanya yang pahit.
Dia mau mengikuti aturan pakainya, sesuai takarannya.
Bahkan mungkin saja dia mau bangun dari tidur pulasnya hanya untuk meminumnya.
Semuanya itu dia lakukan, karena merasa yakin kepada dokter, dan berharap sembuh dari sakitnya.
Sungguh sangat mengherankan jika orang yang demikian dalam menyikapi resep dokter.. kemudian saat datang kepadanya dalil berupa firman Allah dan hadits Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam; dia menolaknya, dengan alasan karena belum jelas baginya maslahat atau hikmah dari penerapan dalil tersebut..!!
Saudaraku, aku tidak mengajakmu meniadakan akal, karena taklif (beban syariat) sangat berkaitan dengan akal.. sebaliknya, aku mengajakmu untuk berpikir lebih jauh, dan menjaga adab dan akhlak terhadap Allah, Penciptamu.
Janganlah engkau menuduh buruk hukum-hukum syariat yang hikmahnya belum tampak bagimu, atau mungkin saja akalmu belum mampu menjangkaunya.
Saudaraku, paling tidak, yakinlah bahwa Allah jauh lebih menyayangimu melebihi dokter yang engkau percaya dalam resep obatnya.
Yakinlah bahwa Allah tidak akan mengarahkanmu kepada sesuatu, kecuali ada kebaikan padanya untuk duniamu dan akhiratmu.
Jadikanlah hatimu menerima dan lapang terhadap hukum-hukum Allah.. tundukkanlah akalmu kepada syariat-Nya.
Jadikanlah semboyanmu pada apapun yang belum mampu engkau cerna dengan baik dalam syariat ini: “kami beriman, bahwa semua itu dari Robb kami..” [QS. Ali Imran:7].
[Dari pesan berbahasa arab dengan beberapa penyesuaian]
Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى