All posts by BBG Al Ilmu

Tiga Sunnah Yang Banyak Ditinggalkan…

Abu Hurairah -rodhiallohu anhu- mengatakan:

“Orang yang paling kucintai (Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam), telah *berwasiat* kepadaku dengan tiga hal.

Aku tidak akan meninggalkannya hingga aku mati.

a. Puasa tiga hari di setiap bulan.
b. Shalat Dhuha.
c. Tidur dalam keadaan telah menjalankan shalat witir”

[Shahih Bukhari: 1178].

—–

Sunnah yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian kita.. pertanyaannya, sudahkah kita mampu menerapkannya.

Jika yang terlihat sederhana saja belum kita mampui, bagaimana dengan sunnah-sunnah lainnya?!

Mulailah dari yang kecil… karena banjir itu berasal dari titik-titik air yang berjatuhan.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Stop Mencela…

Bismillah
Akhi Ukhti…
aku ingin bertanya…
Ada sebuah adab pergaulan yang mungkin kita lupa untuk mengamalkannya
Apalagi pergaulan di dunia maya
dan di alam Medsos
Di mana terkadang kita tidak mengetahui dengan siapa kita bergaul…
Di masa semua orang bisa menulis
Terkadang ada celaan-celaan yang melukai hati
Ada ungkapan-ungkapan kebencian yang tersebar
Bullying
Hal itu terkadang terjadi juga di dunia nyata…

Pertanyaannya, kalau kamu dibully, apakah yang akan kau lakukan?
Balik menyerang, bahkan dengan ungkapan yang lebih parah?

Simaklah wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Jabir bin Salim al HUjaimi:

وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بأمر هو فيه، ودعه يكون وَبَالُه عليه، وأجره لك، ولا تسبن أحد

“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu,
Maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang ada pada dirinya.
Biarkanlah dia, akibat buruknya akan menimpa dirinya dan pahalanya untuk dirimu
Dan jangan sekali-kali mencela seorang pun.” (HR. Abu Daud at Thayalisi, Ash Shahihah 770)

Jadilah Muslim yang baik, yang Allah bangga dengan keislamanmu
Yang membuat orang jadi salut dengan indahnya ajaran islam yang kau amalkan
Stop mencela dan menulis sesuatu yang kurang berguna yang dosanya akan kau tanggung

Barakallahu fik

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

PERISTIWA ISRO’ MI’ROJ Adalah Bukti Bahwa Allah Berada Di Atas Arsy…

Peristiwa Isro’ Mi’roj adalah bukti bahwa Allah berada di atas Arsy.. bukan tidak bertempat, bukan pula di mana-mana.

=====

Disebutkan dalam hadits shahih, bahwa sebelum Isra’ Mi’roj, dada Nabi shallahu ‘alaihi wasallam di buka untuk dibersihkan hatinya dengan air zam-zam, dan ditambahkan padanya iman dan hikmah, lalu dada itu ditutup kembali.

“Kemudian Jibril membawa beliau NAIK ke langit dunia.. maka beliau mendapati Adam di sana.

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit kedua.. di sana ada Idris.

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit ketiga..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit keempat.. di sana ada Harun

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit kelima..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit keenam.. di sana ada Ibrohim.

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit ketujuh.. di sana ada Musa.

Kemudian beliau NAIK ke atas lagi, sampai ke tempat yang tidak ada yang tahu kecuali Allah, sehingga beliau sampai ke Sidrotul Muntaha, dan mendekat kepada Allah ta’ala untuk menerima wahyu wajibnya shalat lima waktu” [HR. Bukhori 7517].

—–

Lihatlah berapa kali disebutkan kata NAIK dalam riwayat ini? Bukankah naik itu harus ke atas.. adakah naik yang berarti ke bawah atau ke samping?!

Dalam riwayat ini juga di sebutkan naik ke langit dunia… Bukankah langit dunia itu di atas kita.. adakah yang mengatakan bahwa langit dunia itu di bawah kita?! Jika langit dunia di atas kita, apalagi langit yang di atasnya lagi.

Mengapa mudah menerima kenyataan bahwa langit-langit itu di atas kita, tapi sulit menerima bahwa Allah berada di atas, dan tidak ada lagi yang lebih tinggi dari Allah ta’ala?

Bukankah Allah sendiri telah menegaskannya dalam Al Qur’an, bahkan tidak hanya dalam satu dua ayat, tapi dalam TUJUH ayat, bahwa Dia berada di atas Arsy.

[Lihat: Al-A’rof:54, Yunus:3, Ar-Ra’d:2, Thaha:5, Al-Furqan:59, As-Sajdah:4, Al-Hadid:4].

Ketika Anda sujud dan meminta kepada Allah, kemanakah hati Anda mengarah? Bukankah ke atas?! Ataukah hati Anda bingung tanpa arah?!

Saat Anda berdoa dalam keadaan duduk atau berdiri, mengapa tangan Anda menengadah ke atas? Mengapa saat anda sangat berharap dikabulkan doanya, Anda tengadahkan wajah Anda ke langit?!

Saudaraku.. Islam yang benar, akan selalu sesuai dengan akal, fitrah manusia, dan dalil syariat.. dan semuanya menunjukkan bahwa Allah berada di atas, berada di atas Arsy-Nya.

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat…

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Awas! Ada Virus Yang Dapat Merusak HP Anda…

Virus ya virus, merusak program atau aplikasi, dan bahkan bisa menyebabkan komputer atau HP anda rusak.

Akibatnya, kadang kala anda perlu untuk mengembalikan perangkat anda ke setingan pabrinya, dan urusan virusnya tuntas. Namun kadang kala anda juga perlu menggunakan program anti virus untuk menumpas virus yang membandel.

Namun pernahkah anda menyadari bila ternyata jiwa anda juga megalami yang sama? banyak virus yang gentayangan di sekitar anda, ada dosa, ada nafsu angkara murka, ada kemunafikan dan ada kekufuran. Bisa jadi tanpa anda ketahui, saat ini jiwa anda telah terkena virus tersebut, hingga tidak responsif terhadap program program Allah Ta’ala.

Sudah berapa banyak dosa yang telah anda lakukan ? dan
sudah berapa lama angkara murka yang telah menghuni jiwa anda ? dan
bisa jadi betapa banyak sifat munafik telah menodai jiwa anda.

Sudahkah anda memiliki program penangkal dan pembasmi virus tersebut? atau sudahkah anda menyadari keberadaan virus virus jiwa tersebut ?

Sobat, mari kita kembalikan jiwa kita ke setingan awalnya, yaitu dengan bertaubat dan beristighfar agar virus virus yang telah merusak jiwa kita musnah dan jiwa kita kembali suci dan responsif kepada setiap perintah Allah Ta’ala.

Astaghfirullah, ya Allah ampunilah dosa dosa kami, amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Manhaj Menuntut Ilmu

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya hilyah tholibil ‘ilmi mengatakan bahwa ilmu itu ibadah. Maka harus memenuhi dua syarat ibadah yaitu iklash dan mutaba’ah (sesuai dengan contoh rosulullah).

Diantara manhaj dalam menuntut ilmu adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

نضَّر الله امرأً سَمِع مقالتي فوَعَاها وحَفِظها وبَلَّغها، فرُبَّ حامل فِقْه إلى مَن هو أفقه منه،

“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya lalu menghafalnya lalu menyampaikannya. Berapa banyak pembawa ilmu kepada orang yang lebih faham darinya.”
HR At Tirmidzi.

Hadits adalah hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh sekitar 20 orang sahabat.

Perhatikanlah..
Dalam hadits ini Nabi menyebutkan manhaj menuntut ilmu:
1. Mendengar.
2. Memahami.
3. Menghafal.
4. Menyampaikan.

Oleh karena itu sebagian ulama berkata, “Awal ilmu adalah husnul istimaa’ yaitu pintar mendengar. Dan mendengar akan lebih sempurna dengan mencatat. Sebagaimana dikatakan oleh imam Az Zuhri: “Ikatlah ilmu dengan mencatatnya.”

Maka hendaklah para penuntut pintar mendengar dan mencatat ilmu terlebih dahulu. Orang yang tak pandai mendengar ia tidak akan dapat menuntut ilmu.

Janganlah langsung loncat ke fase terakhir yaitu menyampaikan.. sehingga menjadi lebih pandai menshare dari pada mendengar.

Pandailah mendengar, lalu fahami lalu hafalkan dan kuasai lalu terakhir menyampaikan dengan penuh amanah ilmiyah.

Bila manhaj ini diabaikan.. akibatnya banyak bermunculan Lc (Langsung copas). Sehingga ilmu tak kokoh. Lebih banyak berkicau dan coment. Allahul Musta’an.

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam,  حفظه الله تعالى

Tak Semudah Diucapkan…

Mengucapkan kata sabar itu mudah.. tapi prakteknya tak mudah.. karena harus melawan jiwa yang meronta..

Menahan diri dari melihat awewe geulis butuh sabar..
Menahan diri dari berbuat maksiat pasti lelah dan kudu sabar..
Untuk istiqomah di atas ketaatan apalagi..
Untuk selalu memanfaatkan waktu dalam perbuatan kebaikan..
Untuk rujuk kepada kebenaran pun sangat memerlukan kesabaran..
Capek.. tapi harus capek di sini di dunia ini..
Agar bisa beristirahat tenang di alam baka..

Ali bin Abi Thalib berkata, “Sabar dalam iman bagaikan kepala untuk badan. Badan tak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman tak akan hidup tanpa kesabaran.”

Abu Yahya Badrusalam,  حفظه الله تعالى