All posts by BBG Al Ilmu
Apakah Do’a Dikhususkan Di Sujud Terakhir Saja..?
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Juga baca :
https://bbg-alilmu.com/archives/13651
https://bbg-alilmu.com/archives/13490
da041014
Pertanda Cinta…
Ketika namanya disebut, hatiku terasa dag dig dug. Itulah pertanda cinta. he he he
Sobat! pernahkah anda mencintai seorang wanita yang cantik jelita atau seorang lelaki yang tampan rupawan?
Bagaimana perasaan anda saat itu? Selalu merindukanya, namanya selalu menghiasi jiwa anda, dan ketika namanya disebut, sekejap hati anda berbinar binar, dan tentunya anda begitu hanyut dalam rindu kepadanya setiap kali berpisah darinya.
Pernahkah anda mencari tahu, mengapa anda bisa mengalami semua itu?
Karena dia begitu indah? tampan? atau begitu baik kepada anda, hinga akhirnya anda tak kuasa menahan aliran badai cinta kepadanya?
Tenang sobat, wajar kok, dahulu aku juga merasakan hal yang serupa. Tapi pernahkah anda merasakan hal yang serupa kepada Allah Ta’ala? bukankah anda sadar bahwa Allah Ta’ala pemilik segala keindahan? Bukankah anda juga percaya bahwa Allah Ta’ala yang telah memberikan segala kebaikan kepada anda?
Namun mengapa rasa cinta kepada-Nya kok seakan redup di hati anda? Apa sebabnya? ya sebabnya adalah dosa dosa anda yang menjadikan rasa cinta anda kepada-Nya layu.
Andai anda rajin menyirami rasa cinta kepada-Nya dengan amal sholeh dan nama nama-Nya selalu menghiasi hati dan lisan anda, niscaya jiwa anda dipenuhi kecintaan kepada-Nya. Dan setiap kali anda mendengar nama-Nya disebut, niscaya jiwa anda tergetar oleh rasa rindu kepada-Nya berkobar. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى َربِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {2} الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ {3} أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (Al Anfal 2-4)
Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Apakah Terjadi Di Bulan Rajab.. ?
Cobalah periksa…!
Lalu teliti…!
Apakah benar isra’ mi’raj terjadi di bulan rajab..?
Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
Telah diriwayatkan bahwa telah terjadi di bulan rajab..
Kejadian kejadian besar..
Namun semua itu tidak shahih.. (Lathaiful ma’arif hal. 168)
Imam Abu Syaamah rahimahullah berkata:
“Sebagian tukang cerita menyebutkan..
Bahwa isra mi’raj terjadi di bulan rajab..
Semua itu menurut ahli jarh watta’dil adalah kedustaan..
(Al Ba’its hal 171)
Cobalah periksa..!
Lalu teliti..!
Adakah Rasulullah dan para shahabat merayakan malam isra mi’raj..?
Adakah imam yang empat memperingatinya..?
Siapakah yang lebih tahu tentang kebaikan..?
Bila itu baik, tentu mereka telah lebih dahulu melakukannya..
Ibnul Hajj berkata, “Diantara bid’ah yang mereka ada-adakan..
Peringatan malam dua puluh tujuh rajab..
Yang dianggap malam isra mi’raj.
(Al Madkhal 1/199)
Tidak memperingati bukan berarti tidak menghormati..
Tapi membuat syari’at yang tidak pernah diizinkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala adalah tercela..
Karena Robbuna berfirman:
أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله
“Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu (bagi Allah) yang membuat syari’at untuk mereka dari agama sesuatu yang tidak diizinkan oleh Allah?” (QS. Shad: 20)
Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى
da04052014
Kelahiran Seorang Anak Itu Berarti..
1. Tanggung-jawab untuk menyelamatkannya dari Neraka..
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api NERAKA..!” [QS. Attahrim:6].
2. Umur kita semakin tua, otomatis kita semakin dekat dengan ajal.. sudahkah kita mempersiapkan diri untuknya?
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dia persiapkan untuk hari esok (AKHIRAT)..” [QS. Al-Hasyr: 18].
3. Allah telah memberikan ‘penerus perjuangan’ bagi kita, maka sudah seharusnya kita mempersiapkannya untuk itu.. kita harus tanamkan sejak dini misi perjuangan kita yang harus diteruskan oleh mereka.. terutama misi memperjuangkan Agama Allah.
“Ibrahim mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub: Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih AGAMA ini untuk kalian, maka janganlah kalian mati, kecuali dalam keadaan muslim..!”.
4. Pemandangan yang nyata, bahwa rezeki itu akan sampai kepada seorang hamba, bagaimanapun lemahnya dia.. bahkan sebelum lahir pun, jatah rezeki dia sudah siap menyambutnya, dari mulai pakaian, sabun, sampo, susu asi, dan seterusnya.. Jika yang lemah saja dicukupi rezekinya, mengapa yang kuat justru khawatir..?!
5. Kebahagian di dunia itu tidak akan murni.. kita bahagia dengan kelahiran anak, tapi kita juga akan semakin sibuk dengan tanggung-jawab yang bertambah.. tidur kita akan terganggu dengan tangisannya setiap malam.. mungkin saja seorang ayah harus memasakkan isteri dan anak-anaknya, dan tugas rumah lainnya untuk sementara waktu.
6. Sesuatu yang sempurna bagi makhluk, bisa jadi suatu aib yang sangat besar bagi Sang Khaliq.
“Bagaimana mungkin Dia (Allah) mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai isteri! Dialah yang menciptakan segala sesuatu..” [QS. Al-An’am: 101].
7. Cobaan yang berat akan terhapuskan oleh nikmat yang Allah berikan.. Sakitnya persendian di hari-hari akhir kandungan, lalu sakit-sakit yang ditimbulkan oleh kontraksi, ditambah robeknya jalan keluar bayi, merupakan cobaan yang berat.. tapi itu semua akan terlupakan, dan hati menjadi “plong”, saat sang ibu melihat jabang bayinya terlahir dengan selamat.
8. Sesuatu yang berat, akan menjadi lebih ringan, apabila diniatkan untuk beribadah kepada Allah.. apa yang dialami oleh seorang ibu dari mengandung, melahirkan, dan merawat bayi setelah itu, adalah amalan yang sangat berat.. namun beban itu menjadi relatif ringan, ketika dia selalu ingat tentang nilai ibadah di dalamnya… Inilah sebabnya, mengapa orang barat rendah angka kelahirannya.
9. Balasan Allah itu sesuai dengan perjuangannya.. Beratnya proses yang dijalani oleh seorang ibu dari mulai mengandung, melahirkan, dan membesarkan sang anak = dibalas oleh Allah dengan hak berbakti TIGA KALI lebih tinggi dari haknya seorang ayah..” [HR. Bukhori:5871, Muslim:2548] .. dan bahwa surga itu di telapak kaki seorang ibu. [HR. Ahmad: 15538, hadits hasan]
Wallohu a’lam.
Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..
Ditulis oleh
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Tanda Bahwa Anda AHLI AKHIRAT
Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:
“Engkau akan mendapati orang-orang yang ahli akhirat tidak memikirkan (harta) dunia yang hilang dari mereka..
Jika dunia itu datang; mereka menerimanya.. dan jika dunia itu hilang, mereka tidak memikirkannya..”
[Syarah Riyadhus shalihin 3/48].
—–
Oleh karena itu, jangan terlalu memikirkan dunia yang hilang dari Anda… Karena dipikirkan atau tidak, itu tidak akan mengubah takdir Anda.
Untuk apa Anda dibuat setres olehnya..?! Bukankah pada akhirnya nanti, dunia itu akan meninggalkan Anda, dan tidak mau menemani Anda lagi.
Tidak ada faedahnya kita dipusingkan oleh dunia.. ingatlah bahwa dunia itu akan selalu ada yang datang, dan ada yang pergi.
Berfikirlah yang positif.. bila dunia datang, maka Alhamdulillah, kita harus mensyukurinya.. bila dunia itu pergi, maka Alhamdulillah, Allah telah mengurangi beban tanggungjawab kita.
Silahkan dishare… Semoga bermanfaat…
Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Sudahkah..?
Malam Jum’at…
Tanda Hilangnya Kebahagiaan Di Hati
Bagaimana pun keadaan manusia, tetap saja dia punya hati yang harus dibasahi dengan siraman rohani.. siraman rohani untuk hati itu tidak hanya berupa nasehat, tapi juga dengan melakukan segala macam amal ketaatan dan menjauhi segala macam kemaksiatan.
Jika hal ini dilakukan dengan baik, maka hati akan tenang dan bahagia.. Sehingga dia tidak memerlukan hiburan tambahan lagi.
Inilah sebabnya, mengapa kita melihat orang yang rajin ibadah, jarang ke tempat-tempat hiburan, jarang pergi rekreasi, jarang mengeluh, ringan menjalani hidup, dan seterusnya.. karena hatinya sudah bahagia, sehingga tidak perlu tambahan lagi.
Oleh karena itu, kenyataan yang ada sekarang ini, dengan banyaknya manusia yang mencari hiburan, rekreasi, melancong, memburu kuliner, lebih perhatian pada penampilan lahir dan mode semata.. itu merupakan tanda akan GERSANGNYA hati mereka, tanda akan hilangnya kebahagiaan hakiki di hati mereka.
Sehingga mereka berusaha mencari-cari ganti dari kebahagiaan hakiki itu di tempat-tempat tersebut.
Bagaimana hati tidak gersang, ibadah saja mereka malas, kalaupun melakukannya mereka langsung selfi dan pamer kepada orang lain.. bagaimana hati akan bahagia, jika banyak dikotori dan terkontaminasi oleh polusi kemaksiatan..?! Banyak tahu tentang kebaikan, namun malas melakukannya..!!
Saudaraku..
marilah benahi diri.. sungguh jika engkau ingin bahagia, maka fokuskanlah perhatianmu pada hati.. bahagiankanlah hatimu.. dan dia tidak akan bahagia kecuali dengan amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam.
Inilah yang Allah isyaratkan dalam firman-Nya (yang artinya):
“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rosul, jika Dia menyeru kalian kepada sesuatu yang dapat memberikan kalian KEHIDUPAN” [Al-Anfal:24].
Silahkan dishare, semoga bermanfaat..
Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Di Saat Jari-Jemarimu Berkhianat Kepadamu…
Sahabat, saat ini anda bebas menggerakkan jari jemarimu untuk melakukan apa saja yang anda suka. Menulis, menunjuk, mengeser, menyibak dan lainnya. Apapun yang anda lakukan dengan jari-jemarimu tentu saja untuk menyenangkan dan memenuhi keinginanmu.
Namun tahukah anda bahwa suatu saat jari-jemarimu tidak lagi “SETIA” kepada anda, tidak menuruti semua yang anda inginkan.
Ya, hal itu akan terjadi di saat anda menghadap kepada Rabbul ‘Alamin, Allah Penguasa semesta alam, yaitu pada hari qiyamat. Tatkala Allah menghisab anda, maka kulitmu, jari-jemarimu dan kedua kakimu akan bersaksi menceritakan semua yang anda lakukan selama hidup di dunia.
Kepandaian anda berdalih, bersilat lidah tiada lagi gunanya, karena anda akan dibungkam dan anggota tubuh andalah yang akan berbicara menceritakan semua ulah dan perilaku anda.
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Yasin 65)
Saudaraku! masihkah anda merasa aman dan bebas menulis, melangkah, menggenggam atau mencopas apa saja yang anda suka ?
Haruskah anda menunggu saat kaki, tangan, kulit anda bersaksi dan mulut anda dibumkam untuk bisa bersikap bijak ?
Sadarlah saudaraku, sebelum anda menyesal esok hari tatkala semua telah berakhir dan yang tersisa hanya pertanggung jawaban atas amalan anda.
Ya Allah, bukakan pintu hati kami untuk bertaubat dan teguhkan hati kami untuk istiqamah di atas agama-Mu. Aamiin.
Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى


