All posts by BBG Al Ilmu

Yuuk Jenguk…

Yuk jenguk kerabat atau teman yang sedang sakit… Ingat ucapkan “LAA BA’SA THOHUURUN…IN-SYAA ALLAH”… daan raihlah ridho dan pahala yang telah disiapkan Allah sebagaimana terdapat dalam hadits berikut ini…

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Kapan Seseorang Dianggap Ahli Bid’ah..?

Syaikhul Islam rahimahullah berkata:

” البدعة ” التي يعد بها الرجل من أهل الأهواء ما اشتهر عند أهل العلم بالسنة مخالفتها للكتاب والسنة ; كبدعة الخوارج والروافض والقدرية والمرجئة .

“Bid’ah yang pelakunya dianggap sebagai ahlul bid’ah adalah bid’ah yang masyhur di kalangan para ulama sunnah menyelisihi alqur’an dan sunnah seperti bid’ah khowarij, rafidlah, qodariyah dan murji’ah.” (Majmu fatawa 35/414)

Beliau juga berkata:

من خالف الكتاب المستبين والسنة المستفيضة أو ما أجمع عليه سلف الأمة خلافا لا يعذر فيه فهذا يعامل بما يعامل به أهل البدع

“Siapa yang menyelisihi alquran yang jelas dan sunnah yang masyhur atau menyelisihi ijma ulama salaf dalam perkara yang tidak diberikan padanya udzur, maka pelakunya dianggap sebagai ahli bid’ah.”
(Majmu fatawa 24/182).

Ini menunjukkan bahwa masalah yang bukan ijma dan sifatnya ijtihadiyah, pelakunya tidak disebut sebagai ahli bid’ah.
Masalah memvonis sebagai ahli bid’ah adalah berat maka tidak boleh kita terlalu bermudah mudahan tapi juga tidak boleh terlalu meremehkan. Sebaik baik perkara adalah yang wasath.

Orang yang jatuh kepada bid’ah yang disepakati pun bisa jadi belum dianggap sebagai ahli bid’ah jika ada penghalangnya seperti karena kebodohan atau belum sampai kepadanya dalil atau karena mutaawwil.

Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى

Kau Bebas Memilih…

Akhi Ukhti…
Siapa yang tidak takut dengan kematian…?
Pemutus segala kelezatan…
Tapi ia adalah suatu kepastian yang harus dihadapi
Tua Muda, Pria Wanita dan semua manusia
Datang tanpa udangan
Dan pergi tanpa Pamit…
Tidak ada yang dapat menghalanginya…

Ia harus dihadapi, Dan Allah berpesan:

وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Kecintaan kepada dunia membuat sebagian manusia menjual agamanya
Ia lupa dengan kematian, atau dia tidak mau mati meninggalkan segala yang telah dia kumpulkan

Seorang alim ulama yang bernama Syaqiq Al Balkhi pernah ditanya:
Kapan kiranya aku dapat menjadikan kematian sesuatu yang lezat?

Akhi Ukhti…
Apa kiranya jawaban Syaqiq?
Dia berkata:

إِذَا جَعَلْتَ الدُّنْيَا خَلَفَ ظَهْرِكَ ، وَجَعَلْتَ الآخِرَةَ نُصْبَ عَيْنِكَ ، وَعَلِمْتَ أَنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَرَاكَ عَلَى كُلِّ حَالٍ ، وَقَدْ أَحْصَى عَلَيْكَ الدَّقِيقَ وَالْجَلِيلَ
(ابن عبر البر : المجالسة وجواهر العلم 62/393.)

Ketika engkau menjadikan dunia di belakang punggungmu
Kau jadikan akhirat di depan matamu
Dan kau mengetahui bahwa Allah senantiasa melihatmu
Dan Ia telah mencatat segala sesuatu yang besar dan kecil

Tatkala itu Kematian akan menjadi lezat

Subhanallah…

Biarkan Dunia mengejarmu, karena sejatinya ia akan kau tinggalkan

Berlarilah Mengejar akhirat karena ia berada di hadapanmu dan kau pasti akan berada di sana

Dan ada dua pilihan

SURGA atau NERAKA

Kau bebas memilih…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى