All posts by BBG Al Ilmu

Yang Kau Butuhkan Hanyalah Bersabar

Bismillah

Akhi Ukhti…

Manusia adalah makhluk yang suka tergesa-gesa.. (lihat Al Anbiya: 37)

Dia selalu terburu-buru untuk meraih yang diinginkan, salah satunya ketika mencari pasangan hidup.

Hati gundah gulana tatkala pasangannya tak kunjung datang atau tak kunjung didapatkan
Galau tiada henti
Akhirnya membuat dirinya melakukan tindakan sembrono dalam memilih pasangan hidup.

Bahkan ada sebagian orang tua yang malah menyuruh putrinya untuk menjalin hubungan dengan lelaki demi mendapatkan suami, padahal Sang Pencipta tidak meridhoi tindakan tersebut
Ingatlah bahwa ada tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia:

KELAHIRAN
PERNIKAHAN
KEMATIAN

Untuk yang pertama dan yang ketiga manusia tidak dapat memilih, namun untuk yang kedua ada kesempatan baginya untuk memilih, walau sejatinya semua sudah ditentukan Allah.

Pernikahan bukan sebuah permainan namun ia adalah masa depan
Bila engkau salah langkah kelak akan pahit akibatnya sepanjang masa

Maka Bersabarlah dalam masa penantian jodoh.

Ingatlah bahwa sudah menjadi sunnatullah bahwa pribadi yang baik untuk pribadi yang baik pula, Allah berfirman:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..” [An-Nur: 26]

Oleh karena gunakan waktu penantian untuk :

1. Berdo’a : karena ia adalah sebuah ibadah yang mulia dan Allah berjanji akan mengabulkan permohonan

2. Introspeksi diri dan Memperbaikinya : karena pasanganmu kiranya seperti dirimu dalam kebaikan

3. Menjaga pandangan mata

4. Banyak puasa sunnah di kala nafsu dan syahwat menggoda

Bila ada yang bertanya sudah menikah belum? maka jawablah, “Do’akan semoga Allah memudahkan..!, tidak perlu menjadikan pertanyaan itu sebagai hantu yang menakutkan…rileks

Selalu berprasangka baik kepada Allah

Jangan berputus asa dari Rahmat Allah

Bila jodohmu ada di seberang pulau niscaya Allah akan mendatangkannya untukmu…

Yang kau butuhkan hanyalah bersabar menanti dan yakin dengan takdir ilahi, Allah lebih tahu dengan yang dibutuhkan hambanya.

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Kenapa Sampai Hari Ini Tidak Berubah Menjadi Lebih Baik..?

Bismillah
Akhi Ukhti…

Kenapa ada sebagian di antara kita yang sampai hari ini tidak berubah menjadi lebih baik ?!
Padahal secara umur sudah matang
Dari sisi pendidikan cukup bahkan lebih dari yang lainnya
Namun perilakunya masih tetap seperti yang lalu
Karakternya masih kaku dan temperamental
Lisannya pedas dan tajam bak pisau

Kalau aku boleh urun rembuk dalam masalah ini, di antara penyebabnya adalah karena sang pelaku merasa kalau dirinya sudah baik atau berpendapat kalau aku memang seperti ini, terus mau apa..?!

Perasaan bahwa dirinya telah baik akan menghalangi seseorang untuk berubah kepada yang lebih baik…
Dirinya sudah sempurna… ini sudah cukup

Jiwa kita tak ubahnya seperti sebuah mobil, dia harus masuk bengkel untuk perawatan, apalagi kalau memang ada yang rusak…
Akan tetapi sebagian orang tidak merasa kalau mobilnya sedang rusak -karena dia bukan ahlinya-, buat dia selama masih bisa dikendarai berarti mobil itu bagus, padahal ada banyak hal yang perlu diperbaiki kalau dia sadar…

Maka kau harus memperhatikan dan merawat mobilmu secara berkala apalagi setelah dipakai bertahun-tahun: kau harus ganti oli, tambah air, tambah angin, ganti kampas rem dsb… dan tentunya engkau harus mencari orang yang ahli dalam hal tersebut…

Bagaimana dengan jiwa Manusia?

Ada 4 cara untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan diri agar kita bisa memperbaiki dan.. berubah menjadi lebih baik sebagaimana dijelaskan oleh para ulama’ :

1. Carilah seorang guru/ustadz yang memahami penyakit-penyakit jiwa (di masa kini sangat jarang guru yang seperti ini), bila kau mendapatkannya maka duduklah di sisinya dan ceritakan tentang dirimu kemudian dengarkan pencerahan darinya.

2. Carilah teman yang jujur dan setia yang senantiasa memberikan nasihat (bila melihat kekurangan ia menegurmu) bukan yang hanya cari manfaat darimu, walaupun biasanya engkau tidak akan nyaman bersamanya, tapi demi menjadi lebih baik, bersabarlah.

3. Dengarkanlah kritikkan dari orang yang tidak menyukaimu, karena biasanya sebuah aib yang tidak terlihat oleh kawan akan tampak jelas di mata lawan, tidak perlu kau mengkritik balik, bangunlah dirimu dengan kritikkannya

4. Bergaulah dengan masyarakat, yang kau lihat dibenci maka tinggalkan dan yang dianggap baik kau lakukan, tentunya dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syariat.

Jangan sok merasa sudah sempurna!
Sejatinya kita diciptakan dari air mani yang hina
Ada banyak aib dan kekurangan kita yang kita tidak sadar dengannya
Berlapang dada-lah bila ditegur dan diingatkan

Selamat menjadi lebih baik

Barakallahu fiik

Ditulis oleh,
Ustadz Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Ketika Orang Telah Benar-Benar Sibuk Dengan Hartanya…

Bismillah..

Akhi Ukhti…

Pintu dunia benar-benar telah dihamparkan…
Segala sarana hiburan telah dibuat
semuanya telah dimudahkan…
perjalanan yang jauh menjadi dekat
perjalanan yang melelahkan menjadi lebih nyaman

Apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam telah terjadi.
Kita Ummatnya sibuk bersaing untuk berburu harta
Sejatinya berburu harta tidak masalah, karena memang kita membutuhkan harta tersebut dalam menyambung kehidupan ini
Namun yang terjadi mereka sudah sampai tingkat menumpuk dan menimbun, sehingga tidak lagi memikirkan halal dan haram, sikut sana sini demi memiliki

Ada yang memiliki 10 rumah, 10 mobil, berbagai usaha, dan memiliki anak-anak yang sudah sukses dengan usahanya, namun orang tuanya tetap menimbun dan menyimpan tanpa sadar bahwa semuanya akan ditinggalkan

Apa yang seharusnya dilakukan seorang muslim dalam kondisi seperti ini?
simaklah dan amalkan ama yang disampaikan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada Syaddad bin Aus salah seorang sahabat.

Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
‘ Wahai Syaddâd bin Aus, apabila kamu melihat orang menimbun emas dan perak, maka kamu timbunlah kalimat-kalimat ini (doa-doa):
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ , وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ،
وَأَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ , وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ،
وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ , وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ،
وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا , وَلِسَانًا صَادِقًا،
وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ،
إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Wahai Allâh! Aku meminta kepadamu:
Keteguhan dalam segala perkara
Kesungguhan dalam petunjuk.
Aku memohon kepada-Mu segala yang bisa mendatangkan rahmat-Mu, segala yang bisa mengundang ampunan-Mu!
Aku memohon kepadamu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah yang bagus.
Aku juga memohon hati yang selamat dan lisan yang jujur.
Aku juga memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui.
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang engkau ketahui. Aku meminta ampunan kepada-Mu atas dosa yang Engkau ketahui.
Sesungguhnya Engkau adalah maha mengetahui perkara-perkara ghaib
(HR. At-Thabrani dalam al-Mu’jamil Kabîr, no. 7135)

Kalau kiranya engkau sudah menghafalnya, maka segala puji Allah
Namun kalau ternyata baru sekarang engkau mengetahui doa ini, maka segera amalkan dan sampaikan…

Engkau bisa bayangkan doa ini diajarkan kepada seorang sahabat yang mungkin di akhir hidupnya menyaksikan apa yang diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Bagaimana dengan zaman kita sekarang, di mana orang telah benar-benar sibuk dengan hartanya…?

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى 

Saat Semua Berpaling – Kisah Ka’ab bin Malik, Rodhiyallahu ‘Anhu… Part # 1

Kajian kita kali ini akan membahas sebuah kisah kepahlawanan dari salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, yakni Ka’ab bin Malik RadhiAllahu’anhu. Dimana kisah ini terjadi pada salah satu momen peperangan besar kaum muslim melawan bangsa Romawi yang terjadi pada tahun 9 hijriah.

Namun kisah ‘kepahlawanan’ ini bukanlah menceritakan pengorbanan seorang panglima di medan perang, bukanlah menceritakan seorang pemanah handal yang heroik menumpas musuh, apalagi pasukan garda depan, tapi uniknya karena justru yang dikisahkan adalah kesalahan seorang sosok sehingga ia tidak memiliki andil dalam peperangan ini.

Kisah ini menceritakan bagaimana Ka’ab bin Malik RadhiAllahu’anhu tidak ikut berangkat dalam kafilah perang Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, karena sebuah kekhilafan. Tapi justru kesalahan beliau di perang Tabuk inilah yang mencatatkan namanya sebagai seorang pahlawan. Beliau menjadi inspirator, khususnya bagi orang-orang yang pernah membuat kesalahan dalam hidupnya.

Dialah Ka’ab bin Malik RadhiAllahu’anhu. Seorang pemuda dari kaum Anshar yang tidak pernah absen ajakan jihad oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam kecuali perang badar. Dimana dirinya pun pernah menjadi satu dari 70 penduduk Madinah yang mengikuti bai’at Aqobah, janji setia kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Namun dirinya melakukan sebuah kelalaian yang fatal ketika momen ajakan perang Tabuk. Meski demikian, atas kesalahan yang dilakukannya dirinya mendapatkan hukuman, serta merta karena ketepatan sikapnya, justru telah mengantarkan dirinya from Zero to Hero.

Dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Ka’ab bin Malik RadhiAllahu’anhu. Menceritakan ketika peristiwa ajakan perang Tabuk dirinya dalam kondisi yang sehat dan dalam kondisi yang lebih sejahtera dari waktu-waktu sebelumnya, dimana dirinya memiliki dua ekor kuda, serta tidak ada uzur yang membatalkan dirinya untuk ikut perang Tabuk.

Ketika rombongan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam beserta sahabat harus berjalan sejauh 620-an km ke Tabuk dari Madinah dengan medan yang melelahkan dan di cuaca musim panas tanah Arab bersuhu tinggi sedikitnya 50⁰ celcius, di Madinah sedang panen kurma yang melimpah.

Pun ajakan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ke Tabuk langsung disambut gembira dan semangat oleh para sahabat. Panen kurma yang melimpah tak membuat silau para sahabat untuk enggan menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Mereka rela berjalan jauh meninggalkan nikmat dunia untuk ke medan yang dahsyat untuk berhadapan dengan pasukan Romawi dan berjihad untuk Allah jalla jalaluhu. Karena para sahabat yang berlomba-lomba memenuhi seruan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam adalah orang-orang yang mengambil sikap zuhud kepada dunia. Mereka yang memiliki keimanan.

Sama halnya pada diri Ka’ab bin Malik RadhiAllahu’anhu, beliau langsung menyiapkan diri untuk menyambut seruan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Perbekalan pun disiapkannya. Namun yang terjadi adalah justru persiapannya kian tertunda karena perihal-perihal sepele. Hingga kian semakin tertundanya, sampai Ka’ab menemukan dirinya telah tertinggal oleh rombongan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ke Tabuk.

Penyebab sepele tertundanya menyiapkan perbekalannya pun disikapinya dengan sikap yang menyepelekan pula, “Kalau aku mau, semua ini bisa kupersiapkan segera.”

Disinilah kunci dari kekhilafan yang dilakukan Ka’ab bin Malik RadhiAllahu’anhu. Dirinya lalai terlalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki dirinya. Dirinya kurang bergantung kepada ALLAH dan mengucapkan kata “insya Allah”.

Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman di dalam surat Al Kahfi ayat 23 dan 24:

. وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا
. إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚوَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

Artinya: Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi,(23) kecuali (dengan menyebut): “Insya-Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”.(24) (QS: AL Kahfi: 23-24)

Jangan sampai Anda akan melakukan sebuah aktivitas, dengan mengucapkan “Aku bisa melakukannya”, tanpa mengucapkan kata “insya-Allah.” Jangan sampai Anda menggantungkan diri Anda kepada kekuatan Anda. Kita harus selalu bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jangan pernah merasa diri besar atas prestasi-prestasi yang telah diraih. Jangan pernah merasa diri cukup ilmu atas telah hadir di kajian-kajian ilmu agama. Jangan pernah merasa paling mampu dalam keahlian yang kita miliki. Karena ketahuilah, semua hal itu dicapai atas izin ALLAH.

Kita juga dapat mengambil pembelajaran; janganlah gemar menunda-nunda suatu urusan kebaikan. Sebagian ulama berkata; “Menunda-nunda adalah salah satu bala tentara iblis.”

Demikiannya Ka’ab tersadar, tidak ada satupun orang beriman yang beliau temui di kota Madinah. Ka’ab menemukan dirinya di tengah-tengah orang munafik. Karena para sahabat dan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sudah sampai ke Tabuk. Iman di dalam hatinya menjerit dan membuat Ka’ab terperangah dan merenungi nasibnya.

Menarik nasib Ka’ab tertinggal di Madinah bersama orang-orang munafik, dapatlah kita mengambil pembelajaran dengan diri kita, ketika kita mendapati diri ini masih berkecimpung di lingkungan yang buruk dan dikelilingi oleh pelaku maksiat. Adakah iman kita menjerit? Jika tidak ada, selamat: kita akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat nanti. Na’udzubillah min dzalik.

Bersambung di PART # 2

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى
Courtesy of The Rabbaanians
https://www.facebook.com/therabbaanians/photos/a.1433546910282441.1073741828.1433458263624639/1620667594903704/?type=3&theater

Video Kajian : Saat Semua Berpaling… Part # 1

Empati Yang Mulai Hilang

Bismillah

Akhi, Ukhti…
Pernahkah engkau menghadiri atau mendengar sebuah kesempatan yang di dalamnya ada acara makan bersama..?

Contohnya acara buka bersama atau yang lainnya
Namun karena jumlah yang hadir banyak maka makanan yang disediakan tidaklah cukup..

Tuan rumah kebingungan
Sebagian sangat kecewa
Yang mendapatkan makanan menikmati sajian tanpa menoleh kepada yang lainnya..

Sejatinya tidak ada istilah tidak cukup untuk sebuah kebersamaan
Kebersamaan itu membuat hidup ini lebih indah dan berkah..

Bacalah petuah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

طَعَامُ الاثْنَيْنِ كَافِي الثَّلاثَةِ وَطَعَامُ الثَّلاثَةِ كَافِي الأَرْبَعَ

“Makanan 2 orang mencukupi 3 orang, dan makanan 3 orang mencukupi empat orang.” [Muttafaq ‘alaih ]

Seharusnya seorang muslim tatkala melihat makanannya tidak cukup, ajaklah satu orang bergabung denganmu, katakan:
“Kemarilah saudaraku, ini cukup untuk kita berdua”.

Engkau menyelamatkan tuan rumah
Dan mendapatkan berkah makan bersama

Namun rasa empati seperti ini mulai hilang dan punah
Semua hanya memikirkan diri sendiri
Semua lebih mementingkan perutnya sendiri

Islam itu indah Dan aplikatif

Kalau bukan kita yang memulai dan melestarikan ajarannya siapa lagi…???

Dengan menghidupkan sunnah ini dalam keseharian kita
niscaya akan menghilang kedengkian, berkurang kemiskinan

Moga Allah merahmatimu

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA,  حفظه الله تعالى 

Manusia Yang Paling Kuat

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

“Kekuatan itu seluruhnya terletak pada tawakkal kepada Allah, sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama salaf: “siapa yang ingin menjadi manusia paling kuat, maka bertawakkallah dia kepada Allah..” [Zadul Ma’ad 2/331].

——-

Alasannya: karena tawakkal pada hakekatnya adalah menyandarkan diri kepada Allah setelah melakukan usaha..

Dan kita tahu bahwa Allah adalah Dzat yang maha kuat, maha berkuasa, maha kaya, dan tidak mungkin menyelisihi janji-Nya. Bahkan Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan yang sangat banyak dan tidak mungkin diketahui semuanya oleh makhluk-Nya.

Oleh karena itu, selemah apapun keadaan makhluk, dia akan menjadi sangat kuat, teguh, dan kokoh, jika bersandar kepada Allah yang memiliki sifat-sifat sebagaimana tersebut di atas.

Jika dia benar-benar bertawakkal kepada Allah setelah melakukan usaha; tentunya, Allah akan selalu menolongnya, menguatkannya, dan memudahkan urusannya. Tidak mungkin Allah menyia-nyiakannya.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى 

Wanita-Wanita Bengis

Lelaki bengis, kejam, ndak berperasaan itu banyak, namun wanita kejam, bengis dan tidak berperasaan itu langka.

Itu dulu, tapi kini sebaliknya, jumlah wanita bengis lebih banyak dibanding pria. Kini lelaki yang tega menyiksa wanita lebih sedikit dibanding wanita yang berdarah dingin tega menyiksa pria.

Kalaupun kini ada pria bengis yang tega menyiksa wanita, maka itu paling-paling seorang pria menyiksa seorang wanita. Namun tidak demikian dengan wanita bengis, seringkali korbannya lebih dari satu orang pria.

Wanita yang memamerkan pahanya yang mulus, tubuhnya yang indah, wajahnya yang cantik rupawan, jalannya yang melenggak lenggok, terbukti telah menyiksa banyak lelaki, bukan hanya di dunia, namun hingga di akhirat. Setiap lelaki yang memandangnya, sengaja atau tidak pasti merasakan siksaannya, sampaipun orang yang sholeh, ia harus berjuang melawan setan dan nafsunya agar bisa menundukkan pandangannya, apalagi lelaki yang mengumbar matanya, tersiksa di dunia hingga di akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رءوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا

“Dua golongan orang calon penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya:
Sekelompok orang yang membawa cambuk menyerupai ekor sapi yang terus menerus mencambuk-cambuk orang lain. Dan wanita berpakaian namun telanjang, berlenggak lenggok sehingga menggoda lelaki, kepala mereka bagaikan punuk onta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula dapat mencium aromanya, padahal aroma surga dapat tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.”
(Muslim)

Saudariku, kasihanilah diri anda dan saudara-saudara anda, jangan siksa mereka dan jaga kehormatan diri anda, jangan sampai paha ayam lebih tertutup dibanding paha anda.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى