All posts by BBG Al Ilmu

Program Takhassus Bahasa Arab Whatsapp Angkatan ke-10…

​BAHASA ARAB DALAM GENGGAMAN

Penerimaan Santri Baru Program Takhassus Bahasa Arab Whatsapp Angkatan ke-10 tahun Ajaran 2017/2018

Lembaga Pendidikan Takhassus Al Barkah
?Gambaran Singkat Program

?Program ini ditempuh selama satu tahun

?Terbagi menjadi 4 level dan setiap level ditempuh selama 3 bulan

?Target santri menguasai *1000 kosakata dan ratusan kaidah bahasa arab*

?Waktu belajar 6 hari dalam satu pekan dengan disertai ujian pekanan
?Materi pelajaran disusun mandiri oleh:

?Ustadz *Ibnu Hibban, Lc.*

?Mahasiswa S-II *Universitas Jamiah Al Imam Ibnu Saud Riyadh Arab*
?Biaya Pendidikan

Infaq sebesar *Rp 250.000 (Untuk 3 bulan)*
?Silahkan transfer biaya pendidikan ke rekening berikut:

?Bank *Syariah Mandiri*

?Rekening *705 2330 852* a/n NAWAWI HR 

?Kode bank 451
?Cara Mendaftar

Kirim pesan Whatsapp dengan format:

*_Nama – Jenis Kelamin – Alamat_*

?Dengan melampirkan *Bukti Transfer Infaq*

? 0895343623450
⏰Waktu Pendaftaran

Mulai tanggal *03 Desember 2016 – 31 Januari 2017*
?Kelas perdana dimulai tanggal *01 Februari 2017*
⚠Informasi Penting 

☎Contact Person : Ustadz Mukhsin (0895343623450)

?Website : http://www.takhassusalbarkah.com

?Email : info@takhassusonline.com

?Didukung oleh : *Radio Rodja 756 AM dan Rodja TV*

Orang Yang Paling Dicintai Allah…

Bismillah

Akhi Ukhti…
Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat buat orang lain (begitulah pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam )

Berapa banyak manfaat yg kau berikan pada orang lain?
Orang tuamu
Pasangan hidupmu
Keluargamu
Kerabatmu
Tetanggamu
Sahabatmu
Masyarakatmu
Dan negerimu?

Jangan dibalik pertanyaannya, apa yg diberikan orang padaku?

Ada yang berpesan:

JADILAH SEPERTI BUTIRAN GULA PASIR
WALAUPUN DIA TELAH LARUT DAN MENGHILANG WUJUDNYA
DIA TETAP MENINGGALKAN RASA MANIS…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Jika Engkau Melihat Seseorang Terbongkar Aib-nya…

Pengalaman menunjukan bahwasanya seseorang tidaklah terbongkar aibnya pada saat pertama kali melakukan dosa, karena Allah adalah As-Sittiir (yang menutupi aib-aib hambaNya). Allah akan menundanya dan membiarkannya serta memberikan kesempatan kepadanya untuk sadar dan bertaubat.

Karenanya jika engkau melihat ada seseorang telah dibongkar aibnya dan dipermalukan oleh Allah dihadapan khalayak maka ketahuilah…

ia telah berdosa…
lalu berdosa lagi dengan dosa yang sama…
lalu berdosa kembali…
hingga suatu saat akhirnya Allahpun membongkarnya dan mempermalukannya.

Karenanya akhi…
janganlah kau terpedaya tatkalau kau bermaksiat lantas engkau tidak ketahuan melakukannya…
memang benar saat ini engkau tidak ketahuan…
Allah masih memberi kesempatan kepadamu…
akan tetapi siapakah yang menjamin bahwasanya suatu saat aib dan dosa yang kau sembunyikan ini tidak akan terbongkar…???

Maka waspadalah dan bertaubatlah kepada Allah sebelum kau dipermalukan di dunia, sebelum dipermalukan di akhirat…

Yaa Allah ampuni hamba-hambaMu ini… tutupilah dan sembunyikanlah aib dan dosa-dosa kami…

آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

 

da091213

Niscaya Cahaya Itu Menerangi Kehidupanmu…

Bismillah
Akhi ukhti..,

Tatkala dirimu mulai bisa melangkah
Tatkala akalmu mulai bisa memilih
Tatkala kedua matamu mulai bisa memandang
Tatkala itu engkau membutuhkan bimbingan

agar engkau tidak salah melangkah
agar dirimu tidak asal memilih
agar pandanganmu tidak tersesat

Dan Allah yang menciptakan langit tujuh lapis
Menjadikan bumi sebagai hamparan untuk tempat tinggal
menancapkan gunung-gunung sebagai pasak bumi
Menyinari dunia dengan mentari di siang hari
Menghiasi langit dengan bintang-bintang yang bertaburan dan rembulan

Menjamin rizkimu dan ikan-ikan di Lautan serta semua yang hidup
Dia telah menurunkan petunjuk sebagai pedoman hidupmu
Dia telah menurunkan Qur’an untuk membimbing perjalanan di muka bumi ini
Dia telah menjelaskan seluruh yang kau butuhkan dalam kehidupan ini

Allah Jalla wa ‘Ala juga berfirman,

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami turunkan Al–Kitab (Al–Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).” (QS. An-Nahl: 89).

Allah menurunkan al-Qur’an sebagai:
Cahaya yang tidak pernah redup pelitanya
Jalan lurus nun terang benderang dan tidak tersesat siapa saja yang menitinya

Bahan Bakar keimanan
Motor amal kebajikan
Sumber ilmu dan pengetahuan
Lautan yang tidak bertepi
Kasih-sayang untuk alam semesta
Obat segala penyakit
Tali Allah yang Kokoh
Wadah untuk persatuan
Pelajaran yang bijaksana
Petunjuk yang benar.

Allah turunkan al-Quran dengan kebenaran dan membawa kebenaran
Allah turun ke dalam Hati Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Andai Allah turunkan al-Qur’an kepada gunung niscaya gunung itu akan hancur berkeping-keping

ﻟَﻮْ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻋَﻠَﻰٰ ﺟَﺒَﻞٍ ﻟَّﺮَﺃَﻳْﺘَﻪُ ﺧَﺎﺷِﻌًﺎ ﻣُّﺘَﺼَﺪِّﻋًﺎ ﻣِّﻦْ ﺧَﺸْﻴَﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ

“Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.” (al Hasyr: 21)

Barang siapa mengamalkannya maka ia diberi pahala
Barang siapa berhukum dengannya, maka Ia berlaku adil
Barang siapa menyeru kepadanya maka ia ditunjukkan kepada jalan yang lurus.

Dengannya Allah meninggikan derajat beberapa kaum dan merendahkan yang lainnya.
Sungguh sangat menyedihkan tatkala orang-orang islam tersesat padahal jalan lurus ada di hadapan mereka
Sungguh memalukan seorang muslim yang mencari kebenaran lewat buku filsafat sedangkan penulis buku itu hidup di dalam kebingungan
Sungguh keterlaluan seorang muslim yang tenggelam di dalam kumbangan kesesatan sedang tali Allah yang kuat menjulur kepadanya
Sungguh kasihan orang-orang yang membuat hukum, kemudian merivisinya, kemudian mengangantinya, dan terus bertahun-tahun hidup dalam hukum yang tidak menentu, sedangkan hukum Allah ada di depan mereka
Bak tikus mati kelaparan di lumbung padi.

Allah seringkali mengingatkan kita dengan hal ini, namun kebanyakan manusia lalai…
Allah berfirman tentang anduan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

{وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً}

“Berkatalah Rasul: “Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan”. QS. Al Furqan: 30.

Bukalah Qur’anmu, bacalah:

QS. Al Baqarah: 1-2./ 23-24/ 185
QS. Ali Imran: 1-4
QS. An Nisa’: 82
QS. An An’am: 19
QS. Al A’raf: 1-3/ 204
QS. Yunus : 1-2/ 15/ 37
QS. Hud: 1/13
QS. Yusuf : 1-3
QS. Ar Ra’d; 1/31
QS. Ibrahim; 1
QS. Al Hijr: 1/ 87
QS. Al Isra: 9/ 45-46/ 82/ 88/ 105-106
QS.Al Kahf : 1-4
QS. Thaha : 1-4/ 113
QS. An Nur: 1
QS. Al Furqan: 1/30
QS. Asy Syu’ara’: 1-6
QS. An Naml: 1-6
QS. Al Qashash: 1-3/ 92
QS. Ar Rum: 58
QS. Luqman: 1-5
QS. As Sajdah: 1-3
QS. Yasin: 1-7/ 69
QS. Shaad: 1-2
QS. Az Zumar : 1-2
QS. Ghafir: 1-4
QS.Fhussilat: 1-4/26
QS. Asy SYuro : 1-3
QS. Az zukhruf: 1-5/ 31-32
QS. Ad Duhkhan 1-6
QS.Al Jatsiyah: 1-2
QS. Al Ahqaf: 1-2/ 29
QS. Qaf: 1-2/45
QS. Al Qamar; 17
QS. Ar Rahman: 1-3
QS. Al Waaqi’ah: 77-81
QS. Al Hasyr: 21
QS. Al Jin: 1-2
QS. Al Muzzamil: 4/20
QS. Al Insan: 23/24
QS. Al Insyiqaq: 20-23

Bacalah dan renungkanlah
Niscaya cahaya itu menerangi kehidupanmu…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Cara Beribadah Dengan Nama Allah – AL GHONII

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Cara Beribadah Dengan Nama Allah – ASY SYAKUUR

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Fokuslah Pada Kewajiban

Fokuslah pada kewajiban.. in-syaa Allah hak Anda akan sampai juga.. jangan sebaliknya.

=====

Seringkali kita merasa sudah banyak memanggil Allah dalam doa-doa kita, tapi belum juga Dia ijabahi; dan dengan ini setan berhasil membuat kita sedih.

Tidakkah kita berpikir, berapa kali Allah memanggil kita, dan seringkali kita tidak menaati-Nya..?!

Ingatlah selalu firman-Nya:
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku).”  [Al-Baqoroh: 186].

Ya, janganlah kita hanya menuntut hak, tapi kita lupakan kewajiban, baik dalam hubungan kita dengan sesama, maupun dalam hubungan kita dengan Allah.

Bahkan harusnya kita fokus pada kewajiban dan menjalankannya sebaik mungkin, pasti Allah akan memberikan yang kita inginkan, bahkan melebihi apa yang kita inginkan…

Sebagaimana Allah telah memberikan banyak kenikmatan saat kita dilahirkan, padahal kita belum berbuat apapun kepada-Nya.

Subhaanallah,
walhamdulillah,
wa laa ilaaha illallah,
wallohu akbar,
walaa haula walaa quwwata illaa billah..

Silahkan dishare, semoga bermanfaat…

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Musibah Terasa Nikmat Asal Dihadapi Dengan Lima Langkah Berikut Ini…

1. Ketahuilah semua peristiwa dan kejadian terjadi karena takdir Allah.

2. Pahamilah bahwa sikap gundah gulana tidak bisa merubah takdir.

3. Sadarlah bahwa kenikmatan yang tersisa pada Anda masih lebih melimpah daripada nikmat yang lepas darimu.

4. Renungkanlah bahwa setiap musibah tidak sepi dari hikmah baik berupa pahala, pengampunan, penebusan, peningkatan derajat dan ujian mental agar makin tangguh.

5. Camkanlah bahwa musibah yang diderita orang lain lebih berat dari yang Anda alami. Bahkan bisa jadi Anda termasuk orang yang paling beruntung di antara mereka.

Zainal Abidin Syamsuddin,  حفظه الله تعالى 

Tambah Sedikit Kesabaranmu…

Ustadz! Sedikit tambah kesabaranmu.

Di luar sana darah umat Islam begitu murah, dan sejarah perjuangan Islam di negri kita juga membuktikan betapa sering Islam dan ummatnya dikorbankan demi kepentingan beberapa gelintir orang.

Hari-hari ini satu demu satu pembenci Islam baik dari dalam maupun luar, mulai mencabikkan kuku tajamnya ke tubuh ummat Islam.

Mengapa kok masih saja kita mengasah kuku kita untuk saudara sendiri yang jelas-jelas teman sejalan dan sebarisan?

Belumkah tiba saatnya untuk kita lebih bisa bersabar menghadapi kekurangan saudara kita sendiri ? Bersabar bukan berarti tutup mata atau membisu seribu bahasa.

Tambah bersabar berarti menasehati dengan cara yang lebih lunak dan dengan penuh ketulusan.

Di saat ini kebersamaan kita sangat dibutuhkan, jangan sampai semangat anda yang kurang kontrol menjadi bagian dari alat lawan untuk menghancurkan ummat Islam.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Katakan Ana Muslim…

AKHI, UKHTI…

Pernahkah engkau memperhatikan segerombolan semut yang sedang bekerja

Mereka membuat konvoi yang panjang

Mereka saling berebut untuk tolong menolong

Makanan yang besar mereka akan potong
menjadi lebih kecil agar lebih mudah untuk dibawa

Terkadang ada yang tubuhnya lebih besar untuk tugas yang lebih berat

Sebagian siap untuk menjadi anak tangga agar yang lainnya bisa naik ke atas
Sebuah gambaran tim kerja yang solid

Sebagian ada yang menjadikan dirinya jembatan dengan risiko besar demi yang lainnya bisa menyebrang

Tidak penting bagi mereka apa yang aku dapatkan untuk pribadiku

Namun yang terpenting adalah apa yang bisa aku berikan pada bangsaku, walaupun nyawaku menjadi taruhannya

Saatnya seorang muslim untuk memiliki ambisi yang lebih luhur

Baik yang miskin atau yang kaya

Baik yang atasan atau bawahan

Tidak lagi hanya memikirkan perut dan yang dibawah perut

Tidak lagi hanya rumahku, mobilmu, gajiku , usahaku, anak-anakku dsb

Berpikirlah apa yang akan kau berikan pada agamamu, bangsamu, negeriku dan Ummat manusia

Katakan Ana muslim…. aku akan wakafkan diriku untuk islam agamaku dan Indonesia bumi Allah yang menjadi negeriku
Hidup dan matiku pemilik langit dan bumi

Iqrarkan

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam” [al-An’âm/6:162]

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى