All posts by BBG Al Ilmu

Ketika AJAL Datang…

Ketika ajal datang; saat itu juga semua keduniaanmu berakhir..

Jika engkau telah dibaringkan di kuburmu.. dan engkau telah menghadap Rabbmu.

Maka tidak akan berguna lagi pujian dan sanjungan manusia kepadamu.

Tidak akan bermanfaat lagi banyaknya orang yang bertepuk tangan untukmu.

Tidak akan ada efeknya lagi banyaknya like pada statusmu, begitu pula banyaknya teman dan follower-mu.

Yang nantinya akan bermanfaat dan berguna bagimu adalah :

– sujud yang kau sembunyikan..
– linangan air mata yang kau teteskan karena takut kepada Allah..
– amal jariyah yang kau salurkan untuk agama Allah..
– bacaan Qur’an dan dzikir yang kau lirihkan karena dorongan keikhlasan..
– uluran tanganmu dalam membantu dan meringankan beban hidup orang lain..
– dan amal shaleh apapun yang kau lakukan dengan keikhlasan yang sebenarnya.

Oleh karenanya, jadikanlah akherat sebagai tujuan hidupmu.. itulah yang akan selamanya kau nikmati di alam baka..

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, amin.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Benarkah Masa Depan Islam Ada Di Tangan Indonesia..?

Beberapa tahun silam saya mendengar satu analisa dari seorang tokoh agama, politik dan sekaligus juga akademis. Katanya kejayaan Islam di masa depan ada di tangan ummat Islam Nusantara. Berikut beberapa alasan dari kesimpulannya: tersebut:
1. Jumlah ummat islam Indonesia yang terbesar di dunia.
2. Sumber daya alam Indonesia.
3. Semaraknya kebangkitan ummat Islam di Indonesia.
4. Carut marutnya ummat Islam di timur tengah.
5. Karakter ketimuran bangsa Indonesia yang lebih dekat kepada Islam dibanding karakter orang arab atau lainnya.
6. Dll.

Sejak pertama dengar sampai saat ini, kok saya terus merasa janggal dengan kesimpulan ini, mengingat beberapa hal berikut:
1. Dua kota suci Islam.
2. Kiblat Islam bukan di indonesia.
3. Bahasa Islam bukan bahasa indonesia.
4. Fakta sejarah, setiap kali ummat Islam sampai pada titik paling nadir dari kekalahan, selalu saja kebangkitan dan pertolongan Allah Ta’ala datang di tengah-tengah negri Arab.

Sebut saja misalnya perang salib, pasukan Mesir-lah yang berhasil mengusir dan memukul mundur pasukan salib dari negri-negri Islam.

Pasukan Tar tar, juga kekuatan dari Mesir yang berhasil memukul mundur mereka hingga kembali ke kandangnya.

Dan sampai saat ini pusat-pusat pendidikan ilmu Islam yang ada di negri-negri Arab. Kiblat ummat Islam juga masih tetap di sana, sebut saja saudara-saudara KAUM KONSERVATIF, apalagi yang anti TBC dengan berbagai organisasi atau sebutannya, tetap saja berkiblatnya juga ke ulama’ Arab, baik yang di Yaman, Mesir, ataupun di Mekkah, Madinah dan negri-negri Arab lainnya.

5. Bahasa Arab yang merupakan bahasa Al Qur’an, As sunnah dan kitab-kitab para ulama’, menuntut semua ummat Islam untuk berbahasa arab bukan berbahasa indonesia.

6. Apalagi jauh jauh hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ، كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا»

Sesungguhnya iman pastilah kembali ke kota Madinah, sebagaimana ular yang pasti kembali ke lubang persembunyiannya. (Bukhari & Muslim)

7. Apalagi bila anda ingat hadits-hadits tentang Dajjal yang akan melintasi semua negri kecuali kota Madinah.

8. Dan hadits-hadits tentang Imam Mahdi-pun mengisyaratkan bahwa beliau adalah salah seorang keturunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bukan dari keturunan Indonesia.

9. Pertempuran terakhir ummat Islam melawan kaum Yahudi terjadi bukan di Indonesia namun di negri Arab, tepatnya di negri Syam, dan masih banyak lagi alasan lainnya.

10. Keislaman Nusantara belum pernah mengungguli keislaman yang ada di negri negri Arab.

Mungkinkah analisa bahwa pemimpin Islam di masa depan adalah bangsa Indonesia bagian dari upaya menjauhkan Ummat Islam nusantara agar tidak lagi berkiblat ke ulama’ ulama’ arab, namun berkiblat ke ulama’ ulama’ lokal?

Ataukah bagian dari upaya untuk mengotak ngotakkan ummat islam, menjadi Islam nusantara, Islam Arab, Islam India dan lainnya? Seharusnya kalau berbicara kejayaan Islam, ya tidak perlu bawa bawa kesukuan, atau ras atau golongan atau lainnya. Sekali Islam ya Islam, tidak lagi perduli dengan suku, negri atau kelompok.

Bagaimana menurut anda ?

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Penampilan…

Akhi Ukhti…

Sebagian orang ada yang Allah karunia wajah indah dan tubuh yang elok…
Allah anugerahkan padanya harta sehingga dia bisa tampil menawan…
Tapi ingatlah hakekat dirimu tidak terletak di penampilan belaka…

Banyak yang lebih rupawan darimu
Banyak yang lebih perlente darimu
Banyak yang lebih kaya darimu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian” (HR Muslim)

Engkau harus merubah opini yang ada, bahwa orang yang baik adalah yang tampan dan gagah serta kaya
Atau yang cantik dan semampai, Bukan itu….semua itu hanya tipuan belaka bila ternyata tidak bertaqwa, semua akan menjadi makanan belatung dan cacing tanah.

Cobalah berfikir lebih dalam lagi, lihatlah Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu seorang sahabat yang mungkin bila kau memandangnya engkau akan tersenyum meledek dan meremehkan
Karena tubuhnya kecil dan kurus, namun ternyata betis beliau lebih berat dari gunung uhud kelak di timbangan pada hari kiamat…
bukan karena beliau ikut bodybuilding, atau sering lari pagi akan tetapi karena amalan ketaatan yang dilakukan dengan betis tersebut…

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegur para sahabat mereka menertawakan kecilnya kaki Ibnu Mas’ud:

))مم تضحكون؟)):

“Apa yang membuat kalian tertawa?”

Mereka berkata, “Wahai Nabi Allah, karena kedua betisnya yang kurus

Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata,

والذي نفسي بيده لهما أثقل في الميزان من أحد

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya sungguh kedua betis itu lebih berat di timbangan daripada gunung Uhud [HR Ahmad]

Saatnya ketika engkau bercermin, melihat eloknya rupa dan pakaianmu, membayangkan bagaimana kiranya tatkala kuburan menjadi rumahmu, dan berapa kiranya bobotmu ketika berada di timbangan pada hari kiamat kelak.

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى

Pemilik Rumah Al Hamdu Di Surga…

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِى فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِى فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِى بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ

“Apabila mati anak seorang hamba, maka Allah berkata kepada para malaikatnya: Kalian telah mencabut ruh anak hambaku. Mereka menjawab: Iya. Allah berkata: Kalian telah mengambil buah hatinya. Mereka berkata: Iya. Maka Allah berkata: Apa yang dikatakannya? (Dan Allah Maha Tahu apa yang dikatakannya). Mereka menjawab: Dia memujimu dan mengucapkan Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Allah pun berkata: Bangunlah untuknya sebuah rumah di surga, dan namakan rumah pujian (Al-Hamdu).” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1408]

Al-Munawi rahimahullah berkata,

أن الأسقام والمصائب لا يثاب عليها لأنها ليست بفعل اختياري بل هو على الصبر وهو ما عليه ابن السلام وابن القيم قالا فهو إنما نال ذلك البيت بحمده واسترجاعه لا بمصيبته

“Hadits ini menunjukan bahwa penderitaan dan musibah tidaklah diberikan pahala begitu saja, sebab ia bukan perbuatan berdasarkan pilihan, tetapi pahala diberikan karena KESABARAN, inilah pendapat yang dipilih oleh Ibnus Salam dan Ibnul Qoyyim, mereka berdua berkata: Dia mendapatkan rumah di surga itu karena pujiannya dan ucapan Innaa liLlaahi wa innaa ilaihi rooji’uun, bukan semata karena musibahnya.” [Faidhul Qodhir, 1/564]

Dan bisa jadi, seorang yang ditimpa musibah malah mendapat dosa, bahkan menjadi kafir dan musyrik, sebab dia marah kepada Allah ta’ala, tidak senang dengan ketentuan-Nya, mengeluh kepada makhluk, bahkan mendatangi DUKUN, ORANG PINTAR (yang sebenarnya bodoh), paranormal (yang sebenarnya tidak normal), kubur “keramat” sampai berdoa kepada penghuni kubur, padahal doa adalah ibadah yang tidak boleh dipersembahkan kepada selain-Nya. Berdoa kepada selain-Nya, apakah kepada malaikat, nabi maupun wali adalah perbuatan SYIRIK besar yang menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari Islam dan kekal di neraka apabila dia mati sebelum bertaubat.

Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah dalam Al-Qoulul Mufid menjelaskan, manusia dalam menghadapi musibah terbagi menjadi empat tingkatan:
1) Marah
2) Sabar
3) Ridho
4) Syukur.

Maka syukur adalah tingkatan tertinggi, minimalnya sabar, dianjurkan ridho, adapun marah diharamkan.

Sofyan Chalid Ruray, حفظه الله تعالى

Adab Penting Ketika Ucapan Salam Kita Tidak Dijawab…

سئل الإمام أحمد عن رجل مر بجماعة فسلم عليهم فلم يردوا عليه السلام فقال:
يسرع في خطاه لا تلحقه اللعنة مع القوم

Imam Ahmad mendapatkan pertanyaan mengenai seorang yang bertemu dengan sekelompok orang. Tatkala dia mengucapkan salam tidak ada satu pun yang menjawab salam. Jawaban beliau,

“Hendaknya orang tersebut segera bergegas meninggalkan mereka agar dia tidak tertimpa laknat yang diturunkan kepada orang orang tersebut”

(Adab Syar’iyyah karya Ibnu Muflih al Hanbali 1/379)

Aris Munandar,  حفظه الله تعالى