All posts by BBG Al Ilmu

Teman Yang Baik…

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata:

“Diantara nikmat yang agung yang Allah berikan kepada hambaNya yang mukmin..
Diberikan teman yang shalih..
Dan sanksi Allah untuk hambaNya adalah diberikan teman yang buruk..

Teman yang baik menyampaikan ia kepada derajat yang tinggi..
Dan teman yang buruk menyampaikannya kepada derajat yang paling rendah..

Teman yang shalih memberikan ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, dan amal yang saleh..
Sedangkan teman yang buruk menghalangi itu semua..

Allah Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا * يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا * لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Pada hari orang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Andaikan aku dahulu mengambil jalan Rasul. Aduh andaikan aku tidak menjadikan si fulan sebagai temanku. Sungguh, ia telah menyesatkan aku dari peringatan setelah ia datang kepadaku. Dan setan itu selalu ingin merendahkan manusia.” (Al Furqon: 27-29).

(Bahjatu qulubil abror hal 189).

Badru Salam, حفظه الله تعالى

 

da180513

 

#COVID_19 : Musibah Menghapus Dosa

Akhi, ukhti…

Tatkala kita mengetahui besarnya jumlah utang kita
Dan kita mengetahui pula bahwa jumlah aset kita tidak cukup untuk melunasinya
Bahkan kalau kita mempekerjakan diri kita dan keluarga kita untuk menebus hutang
Maka kita tergolong orang yang bangkrut, pailit.

Sekarang coba bayangkan, dalam setiap harinya, berapa banyak dosa yang kita lakukan.. 
Kita tidak pernah menghitungnya, kalau amal kebajikan insyaAllah dihitung..

sebagian tidak merasa berbuat dosa, karena memang ia tidak mengetahui mana yang dosa dan mana yang bukan…

Lepas dari semua itu, Allah, Ar Rahman Ar Rahiem…
Yang Maha mengetahui dengan segala kekurangan hambanya, telah membuat suatu sistem pelunasan dosa yang sangat indah…
Yaitu, dengan menurunkan berbagai macam musibah

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى
حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih , kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari no.5641 dan Muslim no. 2573)

Jadi yang lagi sakit, pada hakekatnya dia sedang melunasi hutang-hutangnya
Maka tiada kata yang lebih pantas diucapkan pada waktu itu kecuali bersyukur kepada Allah

Salah satu ulama’ salaf berkata:

لولا مصائب الدنيا لوردنا الآخرة مفلسين

“Andai kata bukan karena musibah-musibah dunia, niscaya kita akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut”.

Bagi akhi ukhti yang sedang dapat musibah…
saatnya menjadikan musibah itu sebagai ladang pelunasan dosa…
Dengan menata hati
Bersabar
Meridhoi takdir Ilahi
Bersyukur kepada Rabbi

Selamat mengamalkan

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Cara Beribadah Dengan Nama Allah – AL QOHHAAR

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

Daftar Isi Lengkap… Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Jika Seorang Sahabat Mencintaimu Karena Allah…

Dia tidak akan suka mendengar cerita-ceritamu tentang maksiat-maksiat yang kau lakukan di masa lalu…

Seorang sahabat mencintaimu karena Allah, berarti karena agamamu, shalatmu, ibadahmu, keshalihan yang SEKARANG ia lihat pada dirimu.

Karenanya, simpan saja masa lalu dan maksiat itu. Biarkan sahabatmu tidak pernah tahu.

Ingat pula sabda Rasulullah:
“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (seseorang berbuat dosa kemudian menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya -pen).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (salah satunya) Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
__________________
Muflih Safitra,

Turunkan Kaca Mobil Antum Akhi, Ukhti…

Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amal seorang mukmin melebihi akhlak yang baik sebagaimana dalam hadits riwayat Tirmidzi.

Di antara akhlak yang baik, perlu kita perhatikan dan amalkan, adalah menurunkan kaca mobil ketika melewati pejalan kaki sambil memberi salam kepada mereka.
Misalnya:
Saat mengantar anak ke sekolah
Melewati rumah tetangga yang orangnya ada di luar rumah
Melintasi orang yang berjalan ke masjid
dll.

Adab ini, jika diterapkan akan:
* Mendatangkan cinta sesama mukmin
* Mempererat ukhuwwah di antara kaum muslimin
* Mengikis kesombongan pada diri pengendara mobil
* Menepis suuzhan yang dibisikkan setan di hati pejalan kaki
* Mengembangkan senyum di bibir pejalan kaki
* Memberi kesan baik bagi pengemban dakwah sunnah
* Menebarkan keramahan seorang muslim/ah terkhusus untuk yang berjenggot, tidak isbal dan bercadar (sunnah zhahirah yang di sisi sebagian orang terkesan menakutkan)
* Memperberat timbangan kebaikan di sisi pengendara jika dia memahami dan bermaksud mengamalkan hadits ini:

يسلم الراكب على الماشي والماشي على القاعد والقليل على الكثير

“Hendaknya yang berkendaraan memberi salam kepada pejalan kaki, begitu juga pejalan kaki kepada yang duduk dan yang sedikit kepada yang banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mari kita budayakan.
Ini sunnah loh, ikhwan…
____________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى