All posts by BBG Al Ilmu

Cara Beribadah Dengan Sifat Allah – AL ‘ILMU

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Tikus Mati Di Lumbung Padi…

Pepatah ini mungkin pernah anda ucapkan, atau paling kurang anda dengarkan.

Sobat, andai tikus bisa bercerita atau minimal menuliskan perasaannya. Kira kira apa dan bagaimana perasaannya di saat menghadapi ajal di lumbung padi, yang penuh dengan “sumber penghidupan” ?

Namun sayangnya tikus tidak dapat bercerita atau menuliskan pengalamannya. Karena itu izinkan saya bertanya kepada anda, andai anda yang mengalami hal tersebut. Ajal menjemput ditempat yang selama ini anda duga menjadi “sumber penghidupan”. Kira kira apa dan bagaimana perasaan anda ? Pesan atau wasiat apa yang hendak anda sampaikan kepada orang di sekitar anda ?

Sobat, ketahuilah bahwa dunia beserta isinya inilah tak ubahnya bak lumbung padi itu. Dunia tempat anda hidup ini, barang kali telah mencuri simpati anda, sehingga anda terperdaya. Anda bejuang, banting tulang, peras keringat, pergi pagi pulang petang, semua itu demi meluaskan “lumbung padi” anda. Namun toh demikian, cepat atau lambat, ajal pasti menjemput anda, walaupun anda sedang menikmati kekayaan dunia yang anda kumpulkan.

Bisa jadi ajal menjemput anda di saat anda menyantap makanan lezat atau meneguk minuman segar nan bergizi atau minuman suplemen, atau bisa pula ketika anda sedang asyik bercumbu rayu dengan bidadari pujaan hati anda. Bila ajal benar benar telah menjemput maka semua kilau dan gemerlap dunia kan sirna. Di depan mata anda hanya terbentang dua jalan; jalan ke surga dan jalan ke neraka.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Kalian semua telah dilalaikan oleh perlombaan memperbanyak harta kekayaan

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Hingga tiba saatnya nanti ketika kalian masuk ke dalam kuburan. ( At Takatsur 1-2)

Sobat! Silahkan anda memilih, akankah suatu saat nanti anda meninggal dengan mengenaskan karena ternyata kekayaan dunia yang anda puja tidak dapat melindungi anda. Ataukah anda memilih untuk menghadapi kematian dngan senyuman bahagia yang terkulum di bibir, karena anda mendapat kabar gembira bahwa anda segera memulai perjalanan abadi di alam surga.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

Wahai jiwa yang damai ( mutmainnah)

ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

Kembalilah engkau kepada Tuhanmu dalam keadaan ridho dan diridhoi.

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

Masuklah engkau ke dalam barisan hamba-hamba-Ku.

وَادْخُلِي جَنَّتِي

Dan silahkan engkau masuk ke dalam surga-Ku.
( Al Fajer 27-30)

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan yang mendapatkan kabar gembira ini ketika ajal menjemput kami. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Istri Antum Sulit Diajak Ngaji (Belajar Agama)…?

Ikhwan yang dirahmati Allah,

Selamat, jika di rumah antum ada istri yang shalihah. Jika tidak, maka siapa tahu istri sepertinya bisa jadi ladang pahala dakwah, jika antum bersabar untuk membuatnya berubah seperti yang antum minta.

Mungkin antum merasa sudah mulai putus asa menasehatinya. Tapi ada baiknya antum tidak hanya menilai dirinya saja. Bisa jadi rupanya cara antum mengajaknya yang belum ‘asik’ dan lebih banyak marahnya ketimbang menyenangkan hatinya.

Ana ingin berbagi beberapa tips untuk antum ajak istri ngaji alias belajar agama. Siapa tahu antum bisa praktekkan & berhasil mengubah dirinya. Kalau nanti berhasil, jangan lupa doakan ana ya…
Tipsnya:

1⃣ Ajak kajian ke asatidzah yang komitmen dengan sunnah dan penyampaiannya tetap asik dan seru untuk orang-orang ‘baru mau coba-coba’. Ana tidak berani sebut nama ustadznya, karena itu juga kadang tergantung selera.
Tujuan: Biar dia mau datang lagi di pertemuan berikutnya.

2⃣ Ajak istri ke kajian yang materinya kekinian, mudah diterima & bisa langsung diterapkan sepulang dari sana.
Tujuan: Mengubah mindsetnya bahwa belajar agama itu ya begitu-begitu saja.

3⃣ Cari teman lamanya yang sudah lebih dahulu ngaji, seperti teman kecil, teman gaul, atau teman SMA, lalu hubungkan ke dia.
Tujuan: Agar istri antum yakin, belajar agama itu akan bikin dia jadi baik, seperti teman-temannya. Mungkin berikutnya antum pun tidak akan susah payah mengajaknya, karena di kajian nanti dia ingin belajar agama sambil ketemu teman lama.

4⃣ Minta Ustadz atau ikhwan yang punya istri ramah, agar istri mereka mengajak istri antum kenalan, ngobrol, bercanda, duduk bersama, pakai baju kembaran berdua, dll.
Tujuan: Agar istri antum tahu, DIA TAK SENDIRI.

5⃣ Rangkaikan agenda jalan-jalan, makan bareng, quality/family time, sebelum atau sesudah kajian.
Tujuan: Membuat perjalanan ke majelis ilmu asik dan menyenangkan.

6⃣ Nyatakan padanya “AKU AJAK KAMU KE KAJIAN KARENA AKU INGIN KITA TETAP SUAMI ISTRI DI SURGA NANTI, SAYANG…”
Tujuan: Menyentuhnya tepat di hatinya.

7⃣ Doakan dia. Jangan pernah mengeluhkan tentangnya, jika doa antum pun belum pernah ada.
Tujuan: Agar dia mendapat hidayah-Nya.

Jika ada istri yang tanya bagaimana tips untuk suaminya, maka jawabannya tinggal diganti posisi saja.

Share ke ikhwan yang sekiranya membutuhkan, supaya jadi pahala kita bersama.

Muflih Safitra, حفظه الله تعالى

Termasuk Orang Yang Manakah Anda…?

Akhi/Ukhti

Bila memandang sebuah gelas yang berisikan air setengahnya maka sebagian orang akan berkata “setengah kosong” dan sebagian lagi berucap “setengah isi”

termasuk orang yang manakah anda ?

Bila yang pertama, maka ini sebuah indikasi bahwa anda adalah orang yang hidup dengan kacamata pesimis, selalu memandang kepada kekurangan, dan biasanya orang yang seperti itu, hidupnya senantiasa berbalut kesusahan dan bermantel kesengsaraan karena dirinya lupa memandang kepada isi yang terdapat di gelas tersebut, walaupun hanya separuh

adapun insan yang berkata “setengah isi” maka ini salah satu petunjuk bahwa dia adalah orang yang optimis, karena ia memandang lewat kacamata isi ia tidak terlalu peduli dengan setengahnya kosong karena bagaimanapun gelas itu ada isinya dan ia berucap “Alhamdulillah masih ada isinya”

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Beribadah Dengan Nama dan Sifat Allah : Muqoddimah

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH…

Dahsyatnya Adzan

1. LEHERNYA PALING PANJANG DI HARI KIAMAT

Dari Muawiyah rodhiyallahu ‘anhu, katanya, Aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الْمُؤَذِّنِينَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat nanti.” (HR. Muslim No. 387, Ibnu Majah No. 725, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 777, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2789, Ahmad No. 1681, Abu Ya’la No. 7384, 7388, Al Qudha’i dalam Musnadnya No. 235, Abu ‘Uwanah No. 971, 973, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah, 2/277, No. 415, dll)

2. SEMUA MAKHLUK YANG MENDENGAR ADZAN AKAN MENJADI SAKSI BAGI MUADZIN PADA HARI KIAMAT

Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallahu ‘anhu, dia berkata kepada seorang laki-laki:

إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الغَنَمَ وَالبَادِيَةَ، فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ، أَوْ بَادِيَتِكَ، فَأَذَّنْتَ بِالصَّلاَةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ، فَإِنَّهُ: «لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ المُؤَذِّنِ، جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ»، قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Aku perhatikan kamu ini orang yang suka menggembala dan berkelana, maka jika kamu sedang menggembala kambingmu atau sedang berkelana maka adzanlah kamu dengan adzan seperti adzan sholat, tinggikan suaramu dengan adzan karena sesungguhnya semua yang mendengarkan adzan, baik dari golongan jin dan manusia dan apa pun saja, mereka akan menjadi saksi bagi si muadzin ada hari kiamat nanti. Abu Sa’id berkata: Aku mendengar hal ini dari Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam..” (HR. Al Bukhari No. 609)

3. AKAN DIAMPUNI DOSANYA SEPANJANG SUARANYA DAN SEMUA YANG MENDENGARKAN ADZAN DI BUMI AKAN MENDO’AKAN AMPUN BAGINYA

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ، مَدَى صَوْتِهِ، وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ، رَطْبٍ، وَيَابِسٍ، وَشَاهِدُ الصَّلَاةِ، يُكْتَبُ لَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ حَسَنَةً، وَيُكَفَّرُ عَنْهُ مَا بَيْنَهُمَا

“Bagi muadzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan akan memohonkan ampun baginya semua benda yang basah dan kering, dan orang menghadiri sholat berjamaah akan dicatat baginya 25 kebaikan dan akan dihapus kesalahan di antara keduanya (antara adzan dan sholatnya, pen).” (HR. Ibnu Majah No. 724, Abu Daud No. 515, dengan lafazh: “dan akan menjadi saksi baginya semua benda yang basah dan kering …”, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2794, dll)

Hadits ini dishohihkan oleh Ibnu As Sakkan. (Lihat At Talkhish Al Habir, 1/367), Syaikh Syu’aib Al Arnauth (Ta’liq Musnad Ahmad, 10/337), juga Syaikh Al Albani dalam berbagai kitabnya. (Shahih Abi Daud, Shahihul Jami’, Tsamar Al Mustathab, At Ta’liqaat Al Hisaan)

Apa maksud “dosanya akan diampuni sepanjang suaranya”? Berikut ini keterangannya:

قَالَ الْخَطَّابِيُّ: وَفِيهِ وَجْهٌ آخَرُ وَهُوَ أَنَّهُ كَلَامُ تَمْثِيلٍ وَتَشْبِيهٍ، يُرِيدُ أَنَّ الْمَكَانَ الَّذِي يَنْتَهِي إِلَيْهِ الصَّوْتُ لَوْ يُقَدَّرُ أَنْ يَكوُنَ مَا بَيْنَ أَقْصَاهُ وَبَيْنَ مَقَامِهِ الَّذِي هُوَ فِيهِ ذُنُوبُهُ تَمْلَأُ تِلْكَ الْمَسَافَةَ غَفَرَهَا اللَّهُ.

Berkata Al Khaththabi rohimahullah:  “pada kalimat ini ada makna yang lain, ini adalah ucapan tasybih dan tamtsil, maknanya adalah bahwa sepanjang tempat yang dicapai oleh suaranya sampai akhir, yang seandainya dosa-dosa dia sepenuh antara ujung terjauh dari suaranya sampai tempat dia berdiri, maka Allah akan mengampuni semuanya.” (Ittihaf Al Khairah, 1/475)

4. NABI SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM MENDO’AKAN IMAM SHOLAT DAN PARA MUADZIN

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, berkata Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam:

الْإِمَامُ ضَامِنٌ، وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ، اللهُمَّ أَرْشِدِ الْأَئِمَّةَ، وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ

“Imam adalah penanggung jawab, muadzin adalah pembawa amanat, Ya Allah berikanlah bimbingan kepada para imam, dan ampunilah dosa para muadzin..” (HR. At Tirmidzi No. 207, Abu Daud No. 517, Ahmad No. 7169, Abu Daud Ath Thayalisi No. 2526, Abu Ya’la No 4562, dll)

Hadits ini dishohihkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah, Syaikh Salim Husein Asad, SyaikAl-Fawaid:
Syuaib Al Arnauth, Syaikh Al Albani, Syaikh Muhammad Mushthafa Al A’zhami, dan lainnya, dan dihasankan oleh Imam Zainuddin Al ‘Iraqi dalam Takhrijul Ihya.

Maka, kebahagiaan besar bagi para muadzin, Anda didoakan ampunan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

5. SURGA BAGI PARA MUADZIN

Bergembiralah para muadzin dengan berita ini. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir rodhiyallahu ‘anhu,bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ رَاعِي غَنَمٍ فِي رَأْسِ شَظِيَّةِ الْجَبَلِ يُؤَذِّنُ بِالصَّلَاةِ وَيُصَلِّي، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلَاةَ يَخَافُ مِنِّي، قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

Dari Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً، وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً

“Barang siapa adzan selama dua belas tahun maka wajib baginya mendapatkan surga, dan dengan adzannya itu dicatat baginya setiap hari enam puluh kebaikan, dan setiap iqomah yang dia lakukan dia mendapatkan tiga puluh kebaikan..” (HR. Ibnu Majah No. 728, Al Bazzar No. 5933, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2795, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Awsath No. 8733, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah No. 418)

Hadits ini dishohihkan oleh Imam Al Bushiri. (Mishbah Az Zujaajah, 1/92), Imam Ali Al Qari. (Mirqah Al Mafaatih, 2/572), Syaikh Al Albani. (Ash Shahihah No 42, Al Misykah No. 678).

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Pernikahan adalah suatu perjanjian besar
suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki – laki
yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersama dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya

Namun realitanya berapa banyak perempuan yang harapannya hanya mimpi kebahagiaan menguap seperti embun segar ketika disapa mentari pagi

Hari – harinya bak neraka yang panas dan membakar hati, KDRT sudah menjadi santapannya sepanjang hari.
Mawar yang indah ini hidup dibumi yang kering kerontang tanpa air yang menyirami

Sudah saatnya seorang suami memahami tabiat seorang istri
Jangan biarkan air matanya menetes dipipi
Jadikanlah ia perhiasan indah yang dimiliki
Jangan sampai terbetik di hatinya “andai aku tidak menikah dengannya”

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Terbuai Oleh Hawa Nafsu Dan Bisikan Jahat

Akhi..Ukhti…

Yang kau lakukan sekarang, dengan membaca coretan ini, adalah salah satu langkah untuk tidak terlaknat
Menjadi orang yang Alim atau Muta’alim

Jangan percaya dengan jeritan – jeritan palsu
Rayuan – rayuan gombal
Bukalah lebar – lebar matamu dalam memandang dunia ini
iya fana dan pasti sirna

Bacalah firman Allah Jalla Jalaaluh :

ا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” (Fathir : 5)

Banyak yang menjadi korban penipuan dunia..
mereka adalah korban human Tarafficking tanpa sadar
mereka tersenyum, bergembira saat ini, namun tatkala tersingkap hakikat penipuan tersebut, pada saatnya nasi sudah menjadi bubur dan tiada lagi jalan untuk memperbaiki
hanya menggigit jari penuh penyesalan tiada henti..

Dan pelaku human trafficking itu adalah iblis dengan segala instasi dan jaringannya

Namun iblis tidak mau disalahkan, karena sebelum semua itu terjadi dia telah menjelaskan hakikat perdagangannya..
Dia tidak pernah memaksa bahkan sampai mengancam
Dia hanya berbual dan berdusta, berjanji tidak pernah ditepati, namun semua itu telah jelas termaktub dalam draft perjanjian antara iblis dan manusia

maka pada hari pengadilan kelak, ia akan berpidato dengan suara lantang dengan penuh ketegasan, menyingkap tabir yang pada hakikatnya tidak pernah dia tutup tutupi, tapi manusia saja yang menutup telinلa dan mata hatinya karena terbuai oleh hawa nafsu dan bisikan jahat…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Membedakan Antara Istilah Khalifah, Raja, Amir, Sultan, dst.. Benarkah Demikian..?

Banyak orang membedakan antara istilah khalifah, raja, amir, sultan, dst.. benarkah demikian?

Syeikh Shaleh Al-Ushoimi -hafizhahulloh-, seorang anggota haiah kibar ulama mengatakan:

“Amir adalah nama untuk orang yang mengurusi urusan manusia dalam hal kekuasaan dan hukum.
Ada beberapa nama lain untuk makna ini, dia bisa disebut hakim, sultan, khalifah, dan imam. Nama-nama ini meskipun berbeda-beda, tapi maknanya sama. Nama-nama tersebut dalam syariat dipakai sebagai julukan untuk setiap orang yang mengurusi urusan manusia dalam pengaturan kekuasaan dan hukum.

Dan termasuk KESALAHAN, persangkaan bahwa nama khalifah itu (hanya) untuk orang yang mengumpulkan seluruh manusia dalam kekuasaannya, bahwa hanya dia yang berhak dibaiat secara syar’i, bahwa tidak ada baiat kecuali untuk seorang khalifah!

Karena istilah khalifah dalam syariat dan bahasa adalah julukan untuk setiap orang yang mengurusi urusan makhluk dalam hal hukum (kekuasaan), baik mereka (yang berada di bawahnya) itu seluruh kaum muslimin, atau sebagiannya. Dia dinamakan khalifah (penerus), karena dia meneruskan kekuasaan orang sebelumnya.

Maka siapapun yang telah sah kekuasaannya atas kaum muslimin, untuk semua kaum muslimin (di seluruh dunia) atau hanya di sebagian negeri; dia bisa disebut sebagai khalifah, karena dia telah didahului oleh orang sebelumnya yang mendahuluinya (dalam kekuasaan).

Dia juga -sebagaimana telah disebutkan tadi- disebut sebagai amir, hakim, sultan, dan imam. Nama-nama ini memiliki konsekuensi kewajiban yang sama dalam syariat, karena maknanya sama, yaitu orang yang mengurusi urusan manusia dalam hal kekuasaan dan hukum. Maka seorang yang hari ini disebut malik (raja) atau sultan atau amir, dia adalah khalifah secara syariat dan urf (pandangan masyarakat)…

Sunnahnya orang yang menjadi pengatur (tertinggi) urusan seluruh kaum muslimin itu satu orang, namun apabila sunnah ini tidak bisa ditegakkan, maka tetap sah kekuasaan setiap orang yang telah diakui kekuasaan dan hukumnya di negeri yang dikuasainya.

Dan inilah yang terjadi di tengah-tengah kaum muslimin berabad-abad lamanya, dari sejak abad pertama (Islam) hingga sekarang ini. Dan telah ada IJMA’ (dari para ulama Islam) akan sahnya kekuasaan mereka, meskipun wilayah mereka terpisah-pisah. Ijma’ para ulama Islam dalam masalah ini telah disebutkan oleh sekelompok ulama, diantara mereka adalah Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab, dan beberapa ulama yang lainnya.”

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=RmgbSCEqc-Y

Silahkan dishare… semoga bermanfaat…

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى