All posts by BBG Al Ilmu

Suami Ibu Sulit Diajak Ngaji (Belajar Agama)..?

COBA CARA INI…
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Ibu yang dirahmati Allah,
Selamat, jika di rumah ibu ada suami yang shalih. Jika tidak, maka siapa tahu suami ibu bisa jadi ladang pahala dakwah, jika ibu bersabar untuk membuatnya berubah seperti yang ibu minta.

Mungkin ibu merasa sudah mulai putus asa menasehatinya. Tapi ada baiknya ibu tidak hanya menilai dirinya saja. Bisa jadi rupanya cara ibu mengajaknya yang belum ‘asik’ dan lebih banyak marahnya ketimbang menyenangkan hatinya.

Ana ingin berbagi beberapa tips untuk ibu ajak suami ngaji alias belajar agama. Siapa tahu ibu bisa praktekkan & berhasil mengubah dirinya. Kalau nanti berhasil, jangan lupa doakan ana ya…

Tipsnya:

1⃣ Ajak kajian ke asatidzah yang komitmen dengan sunnah dan penyampaiannya tetap asik dan seru untuk orang-orang ‘baru mau coba-coba’. Ana tidak berani sebut nama ustadznya, karena itu juga kadang tergantung selera.
Tujuan: Biar dia mau datang lagi di pertemuan berikutnya.

2⃣ Ajak suami ke kajian yang materinya kekinian, mudah diterima & bisa langsung diterapkan sepulang dari sana.
Tujuan: Mengubah mindsetnya bahwa belajar agama itu ya begitu-begitu saja.

3⃣ Cari teman lamanya yang sudah lebih dahulu ngaji, seperti teman kecil, teman gaul, atau teman SMA, lalu hubungkan ke dia.
Tujuan: Agar suami ibu yakin, belajar agama itu akan bikin dia jadi baik, seperti teman-temannya. Mungkin berikutnya ibu pun tidak akan susah payah mengajaknya, karena di kajian nanti dia ingin belajar agama sambil ketemu teman lama.

4⃣ Minta Ustadz atau ikhwan yang ramah (lewat istri mereka), agar mereka mengajak suami ibu kenalan, ngobrol, bercanda, duduk bersama, pakai baju kembaran, dll.
Tujuan: Agar suami ibu tahu, DIA TAK SENDIRI.

5⃣ Rangkaikan agenda jalan-jalan, makan bareng, quality/family time, sebelum atau sesudah kajian.
Tujuan: Membuat perjalanan ke majelis ilmu asik dan menyenangkan.

6⃣ Nyatakan padanya “AKU AJAK KAMU KE KAJIAN KARENA AKU INGIN KITA TETAP SUAMI ISTRI DI SURGA NANTI, SAYANG…”
Tujuan: Menggugahnya tepat di hatinya.

7⃣ Doakan dia. Jangan pernah mengeluhkan tentangnya, jika doa ibu pun belum pernah ada.
Tujuan: Agar dia mendapat hidayah-Nya.

?Jika ada suami yang tanya bagaimana tips untuk istrinya, maka jawabannya tinggal diganti posisi saja.
?Share ke ibu-ibu yang sekiranya membutuhkan, supaya jadi pahala kita bersama.
_________________________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى

Kiat Merasa Lezat Membaca Ayat…

Sobat, bisa jadi anda senasib dengan saya, betapa sering membaca Al Qur’an namun ayat ayat yang anda baca terasa hampa dan hambar. Seakan semuanya hanya berlalu di lisan, sedangkan jiwa atau hati tetap saja tertutup bahkan sekedar terketuk saja tidak.

Mengkhatamkan Al Qur’an berkali-kali, namun tetap saja iman tidak bertambah, amal tetap malas, dan akhlaq tetap saja buruk.

Padahal setiap orang yang benar benar beriman, setiap kali dibacakan atau membaca Al Qur’an, jiwa mereka terguncang, hati mereka bergetar, dan semangat mereka untuk beramal berkobar-kobar. Allah Taala berfirman:

ِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.” (Al Anfaal 2)

Anda menyadari bahwa saat ini diri atau tepatnya jiwa anda sedang sakit ? Anda mau obatnya ?

Mudah kok, dan tentu saja murah, obatnya ada pada ayat ketiga dan keempat dari surat Al Anfaal:

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ {3} أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“(yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (Al Anfaal 3-4)

Dan untuk menyempurnakan kesembuhan jiwa anda, maka setiap kali anda membaca ayat Al Qur’an, ajak jiwa anda untuk ikut membaca, bukan hanya lisan anda. Hadirkan jiwa anda, pusatkan pikiran anda pada ayat ayat yang anda baca, apalagi bila anda memahami artinya, maka camkan dan renungkan maknanya, niscaya iman segera merasuk ke dalam jiwa anda dan semangat beramalpun berkobar. Karena ketahuilah bahwa hanya orang-orang yang demikian itu yang dapat mengambil peringatan dari Al Qur’an: Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Qaaf 37)

Selamat mencoba, semoga bertambah iman dan bertambah semangat anda untuk beramal lillah Azza wa Jalla.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Sedikit Yang Pandai Bersyukur…

(وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ‌)

“Dan sedikit dari hambaku yang pandai bersyukur”

Rutinitas nikmat Allah ini akan dirasakan besarnya ketika rutinitas itu berhenti contoh : “kita tiap hari bisa menggerakkan tangan kita suatu hari kita tabrakan, dan tangan kita tidak bisa bergerak, sebulan di rumah sakit, sebulan kemudian teman kita ada yang berkunjung bertanya :
Assalamualaikum
Wa’alaiukum salam
“Gimana kondisi antum” ?
Yang sakit ini mengatakan : “Alhamdulillah, saya sudah bisa menggerakkan jari telunjuk saya”

Bisa menggerakkan jari telunjuk dia mengatakan Alhamdulillah, puluhan tahun jari telunjukmu bisa bergerak tapi engkau tidak merasakan itu nikmat ?

Orang yang kena struk, awal kena struk dia harus berhari – hari diterapi , setelah melakukan terapi sebulan dan bisa jalan walaupun bisa maju satu langkah saja dia mengucapkan “Alhamdulillah” jika ditanya bagaimana keadaan ibu? “dia mengatakan “Alhamdulillah saya sudah bisa berjalan dua langkah” ribuan langkah engkau telah lakukan dan mana syukurmu terhadap Allah Jalla Jalaaluh?

Tiap hari kita makan suatu saat ketika perut kita tidak bisa mencerna makanan karena kena maag, kita bingung cari obat ke dokter kemana mana, subahanallah itu nikmat yang Allah berikan yang harus kita syukuri.

Banyak nikmat Allah yang tiap hari kita rasakan namun kita belum mensyukuri…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Perkataan Ini Nampak Bijak, Tapi Sebenarnya SYUBHAT Yang Mudah Dikoyak…

Berkata sebagian orang:
** Karena dianggap bid’ah, peringatan hari besar Islam ditiadakan. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara hari besar orang kafir, seperti paskah, kenaikan Yesus, dll.

** Karena dianggap bid’ah, spanduk acara Maulid ditiadakan. Yang tersisa hanyalah spanduk-spanduk Natalan.

** Karena dianggap bid’ah, segala bentuk keramaian yang berbau Islam, seperti rebanaan di masjid, lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dari speaker masjid, dihilangkan. Akhirnya yang tersisa adalah lonceng gereja dan nyanyian-nyanyian kristiani.

Berpikirlah bijak.

JAWABAN:
Bid’ah itu memang dilarang dalam syari’at. Bid’ah itu diwanti-wanti oleh Nabi untuk dijauhi dalam berbagai kesempatan khutbah Jum’at, bahkan saat khutbah nikah.
Artinya ya bid’ah itu dilarang.

Tidak bermakna kalau sesuatu itu dilarang, lalu tersisa yang tidak sesuai keinginan, lantas yang dilarang berubah dibolehkan.

Sangat simple memahaminya…
Menyontek saat ujian dilarang.
Jika yang tersisa hanya anak-anak kurang cerdas yang tinggal kelas, apa orangtua mereka pantas berdemo agar sekolah mengubah aturan ujian, dan nyontek jadi dibolehkan?

Berpikirlah bijak. Jangan lupa berpikir cerdas juga.
_________________________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى

Orang Bodoh Mentahzir Orang Berilmu, Bukan Hal Baru…

Suatu hari Imam Syafii bersenandung dengan beberapa bait-bait sya’ir:

ومنزلة السفيه من الفقيه
كمنزلة الفقيه من السفيه
فهذا زاهد في قرب هذا
وهذا فيه أزهد منه فيه
إذا غلب الشقاء على سفيه
تنطع في مخالفة الفقيه

“Kedudukan orang pandir di hadapan ulama’
serupa dengan kedudukan ulama’ di hadapan orang pandir.
Orang pandir merasa tiada perlu mendekat kepada ulama’
dan ulama’ lebih tidak perlu tuk mendekat kepada orang pandir.
Bila sial telah kelewat batas pada diri orang pandir.
ia kan memaksakan diri untuk slalu menyelisihi ulama’.”

Ya demikianlah bumbunya kehidupan, orang pandir merasa rugi bila berdekatan dengan orang berilmu, padahal sejatinya yang paling sering merugi atau susah tuh ulama’ bila hidup dekat dekat dengan orang pandir.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Aplikasi Android BBG AL ILMU…

Bismillahirrahmannirrahim…

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Yuk download aplikasi BBG AL ILMU ke dalam androidmu…

Aplikasi ini berisi kajian berupa tulisan, audio/video, poster dakwah, dll, juga ada beberapa katagori khusus yang kami siapkan (drop down menu), diantaranya:
– Bagaimana Beribadah Dengan Nama dan Sifat Allah (audio)
– Kaidah Ushul Fiqih
– Ilmu hadits, dll

yang in-syaa Allah bermanfaat bagi penuntut ilmu.

Yuk di download dan di share ke teman, shahabat dan handai taulan kita di

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bbg.alilmu

Semoga Bermanfaat.. Jangan lupa di share yah.

Dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Yang ini ya Icon-nya… (Surau Intermedia)

Cara Beribadah Dengan Sifat Allah – AL BASHOR

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Cara Beribadah Dengan Sifat Allah – AL IROODAH

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Agar Kehidupan Suami Istri Baik Dunia Akhirat

Agar kehidupan suami istri baik dunia akhirat, maka harusnya suami menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga dan memimpin istri dan anak-anaknya untuk menjalankan syariat-Nya sebaik mungkin.

======

“Tidak diragukan lagi, bahwa ketaatan seorang istri kepada suaminya adalah kewajiban, seorang istri dalam berinteraksi dengan suaminya harus taat dan menerima, dia harus mengalah, menunduk kepadanya. Sebaliknya harusnya seorang suami tidak menunduk kepada istrinya, harusnya bukan dia yang merendah, karena pada yang demikian ada banyak mafsadah.

Para qodhi (hakim) yang membicarakan kasus-kasus taatnya suami kepada istri, dan dominasi istri atas suami sebagai efek (negatif) darinya; pada akhirnya si istri tersebut malah tidak puas dengan suami yang selalu taat kepadanya.

Suami yang berinteraksi dengan beragam kebaikan untuk istri, tapi istri membuatnya taat kepada apapun yang diinginkannya; pada akhirnya istri itu malah membenci suami yang demikian.

Karena wanita itu tabiatnya butuh kepada seorang yang mengaturnya, jika seorang suami melakukan tugas ini kepadanya, mendidiknya dengan tegas, dan dia berjalan bersamanya pada hal-hal yang diperintahkan Allah -jalla wa’ala-, maka sungguh akhir yang baik akan didapatkan oleh keduanya..”

[Sumber: kaset dengan judul Al-Asalib Asy-Syar’iyyah fit Ta’amul Ma’an Nas, menit 31, detik 44]

———

Ingatlah selalu firman Allah ta’ala yang artinya:

“Teman-teman akrab pada hari (kiamat) itu, sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa..”
[Az-Zukhruf:67].

Dan temasuk diantara teman akrab adalah suami dengan istrinya, dan ayah dengan anaknya.

Ingat juga firman Allah yang artinya:

“Pada hari (kiamat), ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya..” [Abasa: 34-36]

Mereka lari dari orang-orang terdekatnya, karena takut melihat banyaknya hak dan kewajiban yang belum ditunaikan kepada mereka, wallahu a’lam.

Oleh karenanya, marilah kita berusaha menunaikan kewajiban kita sebagai suami dan ayah sebaik mungkin, karena kita akan mempertanggung-jawabkan itu di hadapan Allah azza wajall..

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى