All posts by BBG Al Ilmu

Hati Kita, Al Qur’an, dan Cinta Kepada Allah…

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh-:

“Jika kamu melihat seseorang perasaan dan rindunya kepada bait-bait syair, bukan kepada ayat-ayat (Allah)… kepada lantunan suara bait-bait syair, bukan kepada lantunan suara Al Qur’an,


Maka, ini diantara bukti paling kuat akan kekosongan hatinya dari kecintaan kepada Allah dan firman-Nya”

[Al-Jawabul Kafi, hal: 236].

Dan dahulu sahabat Utsman bin Affan rodhiallohu ‘anhu pernah mengatakan:

“Jika hati kalian bersih (sehat), tentu ia tidak akan pernah kenyang dengan firman Allah”

——-

Sungguh, kita perlu jujur kepada diri sendiri, sudahkah merasakan kenikmatan saat mendengar lantunan bacaan ayat-ayat Allah ?!

Itulah diantara barometer paling mudah akan bersih dan sehatnya hati kita.. dari sini kita bisa menilai tingkatan cinta kita kepada Allah ta’ala.

Sayang sebagian dari kaum muslimin, malah enggan dan malas untuk meluangkan sedikit waktunya untuk membaca Al Qur’an.. semoga keadaan kita tidak demikian.. tapi jika ini keadaan anda, maka sadarlah dan ubahlah dari sekarang.. masih ada waktu.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Hanya Detik Ini…

“Kemarin adalah sebuah pengalaman,
Hari ini adalah amal,
Dan Esok adalah angan.”
(Fudhail bin ‘Iyadh dalam Az Zuhud Al Kabiir no 475)

Saudaraku, hanya detik ini kesempatan pasti kita tuk beramal.

Belajarlah dari hari kemarin lalu gunakan hari ini dengan sebaik-baiknya!

Sedangkan esok… masih sebuah angan yang belum tentu dapat dijangkau oleh usia seorang insan.

Ibnu Umar -radhiyallahu ‘anhu- menasehati:
“Jika anda berada di sore hari, jangan menunggu waktu pagi dan jika anda berada di pagi hari, jangan menunggu waktu sore.”
(HR Bukhari 6416)

Selamat beramal shalih…

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

 

Tak Terasa Batal…

Terkadang kita merasa telah banyak berbuat baik untuk islam dan kaum muslimin..
kita merasa telah melakukan sesuatu untuk membela Allah, rasulNya dan al Qur’an..
lalu hati kita menganggap remeh orang yang tak seperti dirinya..
atau bahkan menganggap mereka lemah dan tak berguna..
tak sadar bahwa perasaan seperti ini bisa membatalkan amalnya..

Ibnul Mubaarok rahimahullah berkata :

وَلاَ أَعْلَمُ فِي الْمُصَلِّيْنَ شَيْئًا شَرٌّ مِنَ الْعُجْبِ

“Aku tidak mengetahui pada orang-orang yang sholat perkara yang lebih buruk daripada ujub” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Sy’abul Iman no 8260).

Syaikh Utsaiminin mengatakan bahwa ujub itu dapat membatalkan amal.
Perkataan beliau sepadan dengan sabda Nabi shallallahu :alaihi wasallam:

ثَلاَثُ مُهْلِكَاتٍ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri” (HR at-Thobroni dalam Al-Awshoth no 5452 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam as-shahihah no 1802)

Demikian pula sabda beliau :

لَوْ لَمْ تَكُوْنُوا تُذْنِبُوْنَ خَشِيْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبَ الْعُجْبَ

“Jika kalian tidak berdosa maka aku takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar darinya (yaitu) ujub ! ujub !” (HR Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 6868, hadits ini dinyatakan oleh Al-Munaawi bahwasanya isnadnya jayyid (baik) dalam at-Taisiir, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no 5303)

Bila kita merasa telah menjadi orang yang baik saja dianggap ujub, sebagaimana ditanyakan kepada Aisyah radliyallahu ‘anha siapakah orang yang terkena ujub, beliau menjawab: Bila ia memandang bahwa ia telah menjadi orang yang baik. (syarah jami shoghier)

Bagaimana bila disertai dengan menganggap remeh orang lain? Inilah kesombongan.

Semoga Allah melindungi kita dari ujub dan kesombongan..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Hanya di Surga Cinta Tanpa Perpisahan….

Hanya di surga cinta tanpa perpisahan….

فِي الْجَنَّةِ حُبٌ بِلاَ فِرَاقٍ

Adapun di dunia… betapapun kuat tali cinta tersebut… maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ، فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ

“Cintailah siapa yang kau kehendaki…sungguh engkau akan berpisah dengannya” (silsilah al-ahaadits as-shahihah no 831)

Cinta di dunia pasti diakhiri dengan perpisahan…
Cinta di dunia pasti diakhiri dengan kesedihan…
Jika engkau telah menjalin cinta…telah mencintai…telah jatuh cinta…telah menyayangi… maka bersiaplah suatu hari engkau akan berpisah dengannya…engkau yang meninggalkannya atau dia yang meninggalkanmu.

Tidak ada kebahagiaan dan cinta yang sempurna kecuali hanya di surga…

Firanda Andirja,  حفظه الله تعالى

Diantara Tips dan Tanda-Tanda Kebahagiaan Seorang Hamba…

Saudaraku… tentu saja tidak ada seorangpun diantara kita yang tidak mendambakan kebahagiaan, semua kita pasti ingin bahagia.

Sadarilah… bahwa kebahagiaan hakiki tidak bisa di ukur dengan harta atau wanita. Tidak sedikit yang gundah gulana dan celaka karena itu semua…

Kebahagiaan yang hakiki adanya di dalam hati yaitu :

طمأنينة النفس وانشراح الصدر

(Tenangnya jiwa dan lapangnya dada), yang merupakan anugrah Allah pemilik dan pembolak balik hati seorang hamba.

Standar Kaya Yang Benar Yang Hakiki…

ليس الغنَى عن كثرةِ العرَضِ ، ولكنَّ الغنَى غنَى النَّفسِ

“Kaya (yang hakiki) itu bukan sekedar banyaknya harta, Namun kaya yang sebenarnya adalah kaya (luasnya) hati atau jiwa”
(HR. Al Bukhori)

Untaian Nasihat Emas Imam Siatibi, rohimahullah…

TANDA DAN TIPS MENGGAPAI KEBAHAGIAAN…

قال الإمام الشاطبي رحمه الله* :

Imam As-Syatibi Rohimahullah…mengatakan:

من علامات السعادة على العبد :

Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba :

تيسير الطاعة عليه.

** Dimudahkannya dia melakukan ketaatan kepada Allah.

وموافقة السنة في أفعاله.

** Segala perbuatan atau amalnya sesuai dengan sunnah (tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam)

وصحبته لأهل الصلاح.

** Senantiasa bersahabat dengan orang-orang shalih…

وحسن أخلاقه مع الإخوان

** Senantiasa berakhlak baik kepada saudaranya…

وبذل معروفه للخلق.

** murah kebaikan kepada sesamanya…

واهتمامه للمسلمين.

** mencurahkan perhatian kepada kaum muslimin…

ومراعاته لأوقاته ».

** Senantiasa menjaga waktunya untuk yang manfaat…
 
(Lihat kitab : I’thisham 2/152)

Semoga tanda-tanda kebahagiaan itu ada pada diri kita…

Semoga Manfaat…

Abu Ismail Fachruddin Nu’man, حفظه الله تعالى
Mahad riyadhusshlihiin, Pandeglang._

Islam Yang Ori Bukan Islam Hasil Modifikasi…

Yah, apapun dalil yang dikemukakan, bila bertentangan dengan perkataan pemimpin, atau panutan, atau aliran kelompok, dengan entengnya ditinggalkan. Padahal syahadat kita adalah LAA ILAHA ILLALLAHU dan MUHAMMAD RASULULLAH.

Namun demikian mengapa menerima dalil dan meninggalkan pendapat ketua kelompok atau aturan main golongan terasa berat, sedangkan meninggalkan dalil terasa lebih ringan? Bukankah kita semua telah membaca, bahkan berkali kali firman Allah Ta’ala :

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(An Nur 51)

Sudah sepatutnya ummat Islam berbesar jiwa dengan menanggalkan segala baju dan atribut, dan kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah, sesuai pemahaman yang orisinel alias asli, yaitu pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sadarilah, bahwa sekedar mengaku beriman dan beragama Islam belum cukup sebagai bukti, bukti keislaman dan keimanan anda ialah kepatuhan anda kepada agama Islam yang orisinel dan bukan islam yang telah dimodifikasi dan dikombinasi dengan pemikiran, aliran atau budaya atau AD/ART ormas atau kelompok.

Sudah tiba saatnya ummat Islam mampu membedakan antara pemahaman seseorang terhadap Islam dengan Islam, pemahaman bisa saja salah sedangkan Islam pasti benar. Hal ini berlaku pada perorangan, kelompok semisal Ikhwanul Muslimin, Jamaahtabligh, atau Hizbuttakhrir, Partai politik atau ormas.

Sobat! Cari spare part kendaraan saja maunya yang orisinel, masak urusan agama kita mau yang KW.

Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda:

(لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِى مَا أَتَى عَلَى بَنِى إِسْرَائِيلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ، حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلاَنِيَةً، لَكَانَ فِى أُمَّتِى مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ، وَإِنَّ بَنِى إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً) قَالُوا: وَمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: (مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى)

“Suatu saat, umatku pasti mengalami nasib serupa dengan nasib yang telah menimpa Bani Israil. Tingkat keserupaannya bagaikan terompah dibanding dengan terompah (sama persis). Andaikata dari mereka ada orang yang menzinai ibunya di hadapan khalayak ramai, niscaya akan ada dari umatku orang yang melakukannya. Dan sesungguhnya Bani Israil telah terpecah-belah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan. Sedangkan umatku akan terpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan dan semua golongan akan masuk neraka, kecuali satu golongan saja. Spontan para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah satu golongan itu? Beliau menjawab: (golongan yang menetapi) ajaran yang aku amalkan bersama para sahabatku.” Riwayat At Tirmizy dan Al Hakim.

Jadi ayo, kita kaji, dan kita cari bagaimana dan seperti apa Islam yang orisinel dan jangan puas mendapatkan Islam yang KW.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Kisah Imam Syafi’i…

Muhammad bin Abdul Hakam mengisahkan:

لم يزل الشافعي يقول بقول مالك ولا يخالفه إلا كما يخالف بعض أصحابه، حتى أكثر فتيان عليه فحمله ذلك على ما وضعه على مالك، وإلا فإنه كان الدهر كله إذا سئل عن الشيء قال: هذا قول الأستاذ.

Dahulu Imam Syafii tiada henti mengikuti pendapat gurunya, yaitu Imam Malik, ia tiada pernah menyelisihi gurunya kecuali sedikit sekali sebagaimana yang dilakukan oleh murid-murid imam Malik yang lain. Hingga Fityan bin Abi As Sameh terlalu sering memperadukan ucapan As Syafii dengan ucapan gurunya yaitu Imam Malik, maka imam Syafii akhirnya sengaja menulis kritikan dan bantahan kepada imam Malik. Adapun sebelumnya, beliau bila ditanya tentang sesuatu, beliau menjawab: ini adalah pendapat Ustadzku. (Tartiibul Masaalik 385)

Dalam versi lain beliau berkata:

إنما رجعت إلى أقوالي الجديدة لأني لما دخلت مصر بلغني أن بالمغرب قلنسوة من قلانس مالك يستسقي بها الغيث فخفت أن يتمادى الزمان ويعتقد فيه ما أعتقد في المسيح فأظهرت خلافه ليعلم الناس أنه أمام مجتهد يخطىء ويصيب

Alasan aku merubah mazhabku ke mazhab yang baru ini, karena ketka aku tiba di negri Mesir, sampai kepadaku satu kabar bahwa di negri Maroko terdapat salah satu peci milik Imam Malik, yang dikeramatkan, digunakan untuk meminta hujan. Karena itu aku kawatir, bila berkepanjangan, akan ada orang yang mengkultuskannya, dan meyakini pada diri beliau seperti kaykinan orang-orang Nashara pada diri Al Masih putra Maryam. Aku sengaja menampak perselisihanku kepada beliau agar semua orang sadar bahwa Imam Malik adalah seorang Imam Mujtahid (manusia biasa) yang bisa salah dan juga bisa benar. (Al Waafi Bil Wafiyaat 1/177)

Subahanallah, betapa besar keteguhan Imam As Syafii dalam menjaga kemurnian tauhid dan manhaj ummat Islam kala itu. Beliau sama sekali tidak bermaksud merendahkan atau menuduh gurunya, namun sebaliknya beliaulah simbol murid yang berbakti kepada guru, meneruskan perjuangan gurunya, walaupun menurut orang-orang yang telah diselimuti oleh fanatik buta, beliau adalah murid durhaka, sampai sampai kala itu ada sebagian murid Imam Malik yang berdoa agar Imam Syafi segera dicabut nyawanya. Dan tatkala info perihal doa salah seorang yang fanatik kepada Imam Malik ini sampai ke telinga Imam Syafii, maka beliau meresponnya dengan melantunkan satu bait sayir:

تَمَنَّى رِجَالٌ أَنْ أَمُوتَ وَإِنْ أَمُتْ * فَتِلْكَ سَبِيْلٌ لَسْتُ فِيْهَا بِأَوْحَدِ
فَقُلْ لِلَّذِي يَبْغِي خِلاَفَ الَّذِي مَضَى * تَهَيَّأْ لأُخْرَى مِثْلِهَا فَكَأَن قَدِ
وَقَدْ عَلِمُوا لَوْ يَنْفَعُ العِلْمُ عِنْدَهُمْ * لَئِنْ مِتُّ مَا الدَّاعِي عَلَيَّ بِمُخْلَدِ

Ada sebagian lelaki yang mengharap agar aku mati, dan kalaupun aku benar-benar mati.
Kematian adalah satu jalan yang aku tempuh bukan seorang diri.
Katakan kepada orang yang mengharap suatu hal yang berbeda dari yang telah terjadi.
Bersiaplah engkau menghadapi kematian serupa yang pasti menghampiri.
Mereka juga tahu, andai ilmu yang mereka ikuti.
Andai aku mati, maka orang yang mendoakan kematian padaku tiada mungkin hidup abadi.

Subahanallah! Ya Allah rahmatilah mereka semua, dan wariskanlah ilmu mereka kepada kami. Amiin

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Keberkahan ILMU AGAMA Yang Tiada Duanya

Syeikh Abdurrahman Assa’di rohimahulloh berkata,

“Kebaikan apakah yang lebih agung daripada kebaikan ilmu (agama)..?! Semua kebaikan akan terhenti kecuali kebaikan ilmu (agama), nasehat, dan arahan.

Setiap masalah ilmu yang diambil faedahnya dari seseorang, baik satu masalah atau lebih, sehingga orang yang mempelajarinya atau orang lain mendapat manfaat darinya; sesungguhnya itu adalah kebaikan-kebaikan yang pahala akan terus mengalir kepada pemilik faedah ilmu tersebut.

Ada seorang sahabat yang mengabarkan kepadaku, dia berfatwa pada suatu permasalah faraidh (ilmu waris) di saat syeikhnya sudah meninggal, lalu dia bermimpi melihat syeiknya mengatakan di dalam kuburnya: ‘permasalahan ini yang kamu telah berfatwa tentangnya, pahalanya telah sampai kepadaku..’

Dan ini adalah perkara yang sudah maklum dalam syariat: (sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits): ‘Barangsiapa memberikan contoh kebaikan, maka baginya pahala dari amalannya dan pahala dari orang-orang yang mengamalkannya hingga hari kiamat..’

Jika amal-amal yang lain terhenti oleh kematian, maka para ulama kebaikannya akan semakin bertambah setiapkali arahannya dimanfaatkan..”

[Alfatawa Assi’diyyah, hal: 73].

——-

MasyaAllah… betapa besarnya pahala para ulama… para penyebar ilmu agama.. dan orang-orang yang ngeshare status-status kebaikan sehingga diambil manfaatnya oleh orang lain.. semoga kita semua mendapatkan pahala yang agung ini, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Mengapa Pemimpin Kami Non-Muslim…

Tadi pagi di kajian masjid Tanah Kusir ada pertanyaan:
Ustadz di jakarta ini kaum muslimin jumlahnya mayoritas. Kok bisa pemimpinnya non muslim ya?

Saya jawab bahwa itu mungkin karena kaum muslimin di jakarta banyak yang belum faham tentang al Qur’an, hadits dan fatawa para ulama. Banyak yang tidak peduli keselamatan aqidah dan agama. Banyak yang menilai sebatas kenikmatan duniawi.

Imam Ath Turtusyi berkata,
“Aku selalu mendengar ucapan orang orang yang mengatakan: “Perbuatan kalian menentukan siapa pemimpin kalian. Sebagaimana kalian berada pada suatu keadaan, maka demikianlah keadaan pemimpin kalian. Sampai aku dapati sebuah ayat yang semakna dengan perkataan tersebut, yaitu firman Allah Ta’ala:

وكذلك نولى بعض الظالمين بعضا بما كانوا يكسبون

“Demikianlah kami menjadikan untuk orang orang yang zalim itu pemimpin dari orang orang zalim juga disebab perbuatan (dosa dosa mereka).” (Al An’am: 129)

Maka yang kamu ingkari di zamanmu tersebut adalah akibat kerusakan perbuatanmu.”
(Sirojul Muluk hal. 197).

Maka dari itu, bila kita ingin mendapat pemimpin yang shalih dan baik, perbaikilah setiap individu kaum muslimin dengan berdakwah kepada ilmu dan amal.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى