All posts by BBG Al Ilmu

Pojok Infaq…

Donasi Wakaf Lantai Masjid Yayasan Risalah Islam

Bismillah,

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631)

“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mushaf Alquran yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau shadaqah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sehat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi).

“Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar.” (HR. Muslim)

Cukuplah dari ketiga hadist tersebut diatas menjadi pengingat kita, bahwa investasi akhirat dg amal jariyah sangat kita butuhkan nantinya di akhirat kelak, salah satunya dengan Membangun Masjid.

Tempat terpancar syiar Islam dan iman, kebersamaan kaum muslimin dalam sholat jamaah, tempat untuk mengagungkan asma Allah dalam sujud dan ruku’, madrasah bagi kaum muslimin dengan majlis-majlis ilmu di dalamnya.

Alhamdulillah berkat rahmat dan karunia Allah Ta’ala semata, Dakwah Sunnah di Kudus semakin berkembang dan semakin besar, Hal ini ditandai dengan jumlah kajian sunnah dan jamaah semakin bertambah.

Untuk itu Yayasan Risalah Islam membutuhkan dan sedang *Membangun Masjid Menara Iman* di Desa Gondang Manis, Kec Bae, Kudus, sebagaimana fungsinya, masjid ini, membutuhkan proses pengerjaan untuk pemasangan lantai dan tembok menggunakan bahan granit.

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut *Yayasan Risalah Islam* membuka *Donasi Wakaf Lantai Masjid Menara Iman* adapun Luasan yang akan kerjakan lantai dasar dan lantai satu serta tembok seluas 1.070m2 seharga Rp.150rb/m2 sudah termasuk biaya pemasangan.

Alhamdulillah sejauh ini donasi telah mencapai Rp. – / lantai seluas -m2, yang artinya kami masih menunggu 1.070 donatur lagi.

Donasi bisa disalurkan ke:

Bank Syariah Mandiri, cab.Kudus, no rek: 7080723177 a/n Yayasan Risalah Islam (Kode ATM Bersama: 451)

format konfirmasi
nama*jumlah transfer*luas lantai* WakafLantai
contoh:

Akmad Danardi*900rb*6 m2*WakafLantai
kirim konfirmasi ke 

WA/SMS: 089628222285 

Telegram : yrisalahislam

FB : risalahislam.or.id

Line : risalahislam

BB : 5D2A64E4
jika tidak konfirmasi akan dimasukkan ke donasi umum Yayasan Risalah Islam
Laporan Donasi harian: http://bit.ly/2dKqh4Z
Ttd, 

Akhmad Danardi, ST.

08974322234

_Ketua Yayasan Risalah Islam_
Jika tidak mampu membantu dana, antum bisa menyebarkan pesan ini, semoga tetap akan mjd jariyah yg tdk akan terputus pahalanya
Masjid ini akan dikelola oleh Yayasan Risalah Islam, dan Ustadz Musyaffa’ Addariny, Lc., MA. sbg salah satu dewan pembinanya

Sifat Fitnah…

Sifat fitnah : 

1. Ia terlihat indah di awalnya.

Sufyan bin Uyainah berkata dari Kholaf bin Hausyab: Dahulu mereka suka membawakan sya’ir ini di saat terjadi fitnah:

الحرب أول ما تكون فتية

perang (fitnah) itu di awalnya bagaikan gadis

تسعى بزينتها لكل جهول

yang memperlihatkan kecantikannya bagi orang yang bodoh
حتى إذا استعلت وشب ضرامها

Sehingga ketika fitnah telah menyala dan menjadi besar
ولت عجوزا غير ذات حليل

Ia berubah menjadi janda yang tua

شمطاء ينكر لونها وتغيرت

Rambutnya memutih dan warna kulitnya berubah

مكروهة للشم والتقبيل

baunya tak enak dan tidak enak dicium.
(Shahih Bukhari)

Fitnah di awalnya terlihat indah dan cantik, menggunakan nama nama yang indah atas nama amar ma’ruf nahi munkar atau lainnya. Sehingga orang orang yang tak berilmu tertipu dengannya.

2. Fitnah menghilangkan akal lelaki yang cerdas.

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Aku mengkhawatirkan fitnah atas kalian bagaikan asap. hati seseorang mati padanya sebagaimana mati badannya.” (Kitab Fitan karya Nu’aim bin Hammad no 117)

Karena fitnah itu diberikan slogan-slogan yang mentereng sehingga akalpun hilang dan yang berbicara adalah perasaan dan emosi.

3. Ia amat cepat menjadi besar sehingga sulit dipadamkan.

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
“Fitnah apabila telah menyala membuat lemah orang orang yang berakal untuk mencegah orang orang yang lemah akalnya.” (Minhajussunnah 4/343)

Maka berhati hatilah saudaraku dari fitnah..
jangan dahulukan perasaan dan emosi..
tanyalah para ulama kibaar sebelum bersikap..
Lihatlah dengan hati yang bening dan ilmu yang dalam..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Macam-Macam Mursal Dilihat Dari Kekuatannya…

1. Mursal shahabat. ini adalah hujjah. karena shahabat tidak mengambil kecuali dari shahabat lagi sedangkan para shahabat semuanya adil.

2. Mursal Kibaar Tabi’in seperti Mursal Sa’id bin Musayyib.

3. Mursal Tabi’in yang tidak meriwayatkan kecuali dari perawi yang tsiqoh. Seperti Mursal Muhammad bin Sirin.

4. Mursal tabi’in pertengahan yang tidak meriwayatkan kecuali dari perawi yang tsiqoh seperti mursal Atho bin Robah.

5. Mursal Tabi’in kecil. Ini adalah mursal yang paling lemah.

Yang dapat dijadikan hujjah adalah mursal shahabat. Kemudian di bawahnya mursal kibaar tabi’in. ia bisa diterima bila ada qorinah yang menguatkannya. Adapun yang lainnya adalah lemah.

Wallahu a’lam

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Baca artikel terkait sebelumnya : Hadits Mursal…

Tanda Tanda Takut Kepada Allah

Abu Laits As Samarqondi rohimahullah berkata,

“Tanda takut kepada Allah itu akan tampak pada tujuh perkara:

1. Lisannya. Ia tak berani berdusta, berghibah, mengadu domba. ia selalu berdzikir kepada Allah.

2. Hatinya. Rasa takut mengeluarkan kedengkian dan permusuhan dari hati. Dan penyakit penyakit hati lainnya.

3. Matanya. Ia tak mau melihat yang diharamkan oleh Allah.

4. Perutnya. Ia tak memasukkan ke dalam perutnya sesuatu yang haram.

5. Tangannya. Ia tak menggunakannya untuk yang haram tapi ia gunakan untuk ketaatan.

6. Kakinya. Ia tak melangkahkan kakinya ke tempat maksiat. Namun ia langkahkan untuk ketaatan.

7. Ketaatannya. Ia jadikan ketaatannya benar benar ikhlas mengharapkan wajah-Nya semata..”

(Tanbihul Ghofilin hal. 256)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Air Penyejuk Jiwa, Penaung di Alam Baka dan Pemadam Api Neraka…

Saudaraku…. Ketahuilah di tubuh kita ada air yang sangat suci yang bisa menyelamatkan kita di dunia dan di alam baka…

Air ini sumbernya adalah hati yang suci dan jiwa yang bersih… Dan sangat sulit keluar dari hati yang keras dan kotor…

AIR MATA CINTA DAN TAKUT KEPADA ALLAH… itulah air yang dimaksud… Air yang keluar dari mata yang menangis karena Allah…

SIMAKLAH… KABAR GEMBIRA DARI KEKASIH KITA..

MEREKA TIDAK AKAN TERSENTUH API NERAKA…

عينان لا تمسَّهما النارُ أبدًا : عينٌ بكت من خشيةِ اللهِ ، و عينٌ باتت تحرسُ في سبيلِ اللهِ

“Dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka selama-lamanya… Mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga di jalan Allah “
(Shahih.Shahihul jami’ no 4113)

MEREKA DINGIN DENGAN NAUNGAN ALLAH DI PADANG MAHSYAR…

سبعةٌ يُظِلُّهمُ اللهُ في ظِلِّه يومَ لا ظِلَّ إلا ظِلُّه : (منهم) ورجلٌ ذَكَر اللهَ خاليًا، ففاضَتْ عيناه .

“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya… Diantara mereka : seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian lalu bercucurlah air matanya…” (HR. Imam Bukhori)

SUBHANALLAH… Sungguh mereka orang yang diberikan ni’mat besar oleh Allah.. Mereka menyerupai para Nabi dan orang-orang shalih pilihan Allah..

(أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩)

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.”
[Surat Maryam 58]

SAUDARAKU…

** sudahkah air suci itu membasahi pelupuk mata dan pipimu..

** sudahkah di tahun ini atau di bulan ini atau pekan ini atau di hari ini kita air itu memancar dan tertetes dari matamu…

** ataukah hatimu sangat gersang dan keras karena noda, dosa dan ambisi dunia… Sehingga begitu sulitnya keluar dari pelupuk matamu…
Laa haula walaa quwwata illa billah…

MENANGISLAH KARENA TIDAK PERNAH MENANGIS KARENA CINTA DAN TAKUT KEPADA ALLAH…

Semoga Manfaat…

Abu Ismail Fachruddin Nu’man,  حفظه الله تعالى 
Mahad Riyadhusshalihiin. Pandeglang

Isbal boleh bila tidak sombong..??

Dari Amru bin Syariid ia berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang lelaki menyeret sarungnya. Maka Nabi mengejarnya dan bersabda:

ارفع إزارك واتق الله

Angkat kainmu dan bertakwalah kepada Allah.
ia berkata, “Kedua betisku kurus dan dua lututku beradu.”

Nabi bersabda:

ارفع إزارك فإن كل خلق الله عز وجل حسن

Angkat kainmu karena semua ciptaan Allah Azza wajalla itu bagus.
Semenjak itu orang tersebut memakai sarungnya sampai pertengahan betis.”

(HR Ahmad 4/390 dengan sanad shahih)

Renungilah hadits ini..
Orang tersebut memakai kain melebihi mata kakinya bukan karena sombong..
tapi karena malu terlihat cacatnya..
tapi Nabi tetap menyuruhnya untuk mengangkatnya..

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Orang Yang Lebih GEMBIRA Dan Lebih BUTUH Terhadap Pahala Sedekah

Seandainya ‘orang yang bersedekah’ sadar bahwa sedekahnya itu SAMPAI di tangan Allah sebelum sampai ke tangan si miskin, tentunya orang yang memberi akan lebih GEMBIRA dengan pemberiannya daripada orang yang mengambil pemberian.

Seandainya ‘orang yang memberi’ mengetahui bahwa dia itu BUTUH terhadap pahala sedekahnya melebihi kebutuhan si miskin terhadap sedekahnya, tentunya tangannya menjadi lebih RINGAN dalam memberi daripada tangan si miskin dalam menerima pemberiannya.

Seandainya ‘orang yang memberi’ mengetahui bahwa MANFAAT sedekahnya untuk dirinya jauh lebih besar daripada manfaat sedekah itu untuk si miskin, tentunya dia ingin MEMPERBANYAK sedekahnya melebihi keinginan si miskin untuk mendapatkan pemberian yang banyak.

Mari bantu orang yang membutuhkan di sekitar kita…

Kita selalu semangat dalam mencari harta dan berpikir bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas… maka harusnya kita juga semangat dan berpikir demikian dalam masalah pahala, bahkan harusnya lebih semangat lagi, wallohul musta’an…

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى