All posts by BBG Al Ilmu

Awas! Ulama’ Gadungan Di Medsos…

Di medsos, atau internet banyak sekali orang-orang yang sekilas bagaikan seorang jagoan, bahkan paling jagoan. Tanpa terkecuali dalam urusan ilmu dan dakwah, semua urusan dia komentari, dia tanggapi dan dia bahas, dan tentunya modalnya hanya “katanya” atau “menurutku”.

Namun giliran komputernya dimatikan atau koneksinya putus, nampaklah aslinya, blegak bleguk, bahkan baca Al Fatihah saja susah payah.

Waspada dan rajin rajinlah bercermin, agar anda tidak terperangkap dalam perseteruan dengan ulama’ gadungan yang banyak betebaran di medsos, dan juga tidak jadi ulama’ gadungan di medsos.

Sobat! Tahukah saudara bahwa salah satu karakter orang yang beriman ialah selalu waspada agar tidak terpleset dalam perdebatan dengan ulama’ gadungan semisal yang banyak ditemukan di medsos. Mereka sadar bahwa ilmu bukan modal untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, namun untuk mengajari orang-orang bodoh. Sehingga bila orang bodoh diajari malah mendebat, maka para ulama’ akan menyingkir.

( من طلب العلم ليماري به السفهاء أو ليباهي به العلماء أو ليصرف وجوه الناس إليه فهو في النار )

Siapapun yang menuntut ilmu untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau berbangga bangga di hadapan ulama’ atau untuk memalingkan perhatian orang lain kepadanya, maka kelak ia berada di neraka. (At Tirmizy, Ibnu Majah dll)

Para ulama’ berilmu bukan untuk diobral kepada orang orang yang tidak menghargainya, namun untuk dihadiahkan kepada orang yang menghargainya.

Para ulama’ sadar bahwa berdebat melawan orang-orang bodoh sedikit manfaatnya, banyak madharatnya dan hanya akan menyemai permusuhan di antara mereka, bahkan bentuk dari kebodohan. Karenanya, Setiap kali anda merasa geram untuk berdebat di medsos, ingat kembali sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا

Aku memberi jaminan berupa rumah di pinggiran surga, bagi orang-orang yang menjauhi perdebatan kusir walaupun ia berada pada pihak yang benar. (Abu Dawud dan lainnya)

Belum lagi, bila perdebatan ternyata tanpa anda sadari telah menjadi ajang unjuk gigi, alias mringis, atau media nyinyir alias menghina dan mengolok-olok orang lain, bukan lagi untuk menegakkan kebenaran dan mengingkari kemungkaran. Pada perbedatan yang baik, yang ada hanya dalil dan bukti, sedangkan pada perolok-olokan dipenuhi oleh ejekan, hinaan dan cemoohan, hiiih, menjijikkan.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Paradigma Yang Harus Diluruskan

Anda menang debat, belum tentu Anda yang benar.. karena bisa jadi menangnya Anda, karena lawan debat yang lemah ilmu atau lemah dalam retorika.

Ketika Anda punya dalil sangat kuat dan lawan kalah telak, bukan berarti dia akan mengikuti Anda.. karena hidayah hanya di Tangan Allah.

Saat Anda berhasil menundukkan hati mayoritas masyarakat kecil, belum tentu dakwah Anda akan aman dan lancar setelah.. karena satu penguasa bisa saja menghalangi atau mengusir Anda.

Oleh karena itu, banyaklah berdoa memohon kepada Allah, semoga dakwah tauhid dan sunnah yang Anda bawa dijaga, dimudahkan, dan diberkahi Allah ta’ala.. amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Apa Hukumnya Wanita Melihat Wajah Pria Melalui Televisi atau Melihat Secara Langsung..?

Pertanyaan di atas pernah diajukan kepada Syeikh Utsaimin -rohimahulloh-, dan beliau menjawab:

“Pandangan wanita kepada pria, tidak keluar dari dua keadaan, baik melalui layar televisi atau dengan cara lainnya.

1. Pandangan yang disertai dengan syahwat, maka ini diharamkan, karena adanya mafsadah dan fitnah di dalamnya.

2. Pandangan saja, tanpa ada syahwat dan tidak menikmati pandangan itu, maka hal ini tidak mengapa menurut pendapat yang sahih dari banyak pendapat ulama dalam masalah ini.

Pandangan seperti itu dibolehkan, karena adanya hadits yang valid dalam kitab shahihain, bahwa A’isyah -rodhiallohu anha- dahulu pernah melihat sekelompok lelaki habasyah saat mereka sedang bermain, ketika itu Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam menutupinya (*) dari mereka, dan beliau menyetujui tindakannya itu.

Dan karena para wanita biasa berjalan di pasar-pasar dan mereka biasanya melihat para lelaki meskipun para wanita itu bercadar.

Jadi, wanita itu boleh melihat pria, meskipun pria tidak boleh melihat wanita, dengan syarat tidak ada syahwat dan tidak ada fitnah.

Jika disertai adanya syahwat dan fitnah, maka pandangan itu menjadi haram, baik melalui televisi atau dengan cara lainnya.”

[Fatawa Mar’ah Muslimah 2/973]

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

(*) Mungkin maksud syeikh, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menutupi A’isyah agar tidak dilihat oleh para sahabat tapi A’isyah tetap bisa melihat mereka. (Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى)

Faidah : Satu Lagi Ucapan Ketika Mendengar Adzan…

Ketika muadzin mengucapkan dua kalimat syahadat maka pendengar mengucapkan seperti yang diucapkan muadzin.

Namun boleh juga menjawabnya dengan hanya mengucapkan: WA ANA.
Berdasarkan hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan bahwa ia duduk di atas mimbar pada hari jumat.
Ketika muadzin adzan dan mengucapkan Allahu Akbar Allahu Akbar. Muawiyah menjawab: Allahu Akbar Allahu Akbar.
Ketika muadzin mengucapkan asyhadu an laa ilaaha illallah.
Mu’awiyah menjawab: WA ANA.
Ketika muadzin mengucapkan asyhadu anna Muhammadarrosulullah.
Mu’awiyah menjawab: WA ANA.
Ketika telah selesai adzan, Mua’wiyah berkata:
“Wahai manusia sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di atas majelis ini ketika muadzin adzan menjawab seperti yang kalian dengar jawabanku tadi.” (HR Al Bukhari)

Badru Salam,  حفظه الله تعالى