All posts by BBG Al Ilmu

SUNNAH Yang Terlupakan – Sholat 4 Roka’at Setelah Sholat ‘Isya

‘Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Siapa yang sholat (sunnah) empat roka’at setelah (Sholat) Isya’, maka empat roka’at tersebut seperti keutamaannya EMPAT ROKA’ATNYA malam Laitul Qodar..” (HR Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf no 7273. Sanadnya shahih).

‘Aisyah rodliyallahu ‘anha berkata, “EMPAT roka’at setelah (Sholat) Isya’, sebanding dengan yang semisal EMPAT ROKA’AT TERSEBUT pada malam Lailatul Qodar..” (HR Ibnu Abi Syaibah no 7274. Sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim).

‘Abdullah bin Mas’ud rodliyallahu ‘anhu berkata,“Siapa yang sholat (sunnah) empat roka’at setelah (sholat) Isya’, dia tidak memisah roka’at-roka’at tersebut dengan salam, maka empat roka’at tersebut sebanding dengan yang semisal EMPAT ROKA’AT TERSEBUT pada MALAM LAYLATUL QODAR..” (HR Ibnu Abi Syaibah no 7275. Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim).

Walaupun semuanya mauquf..
Namun dihukumi marfu’..

Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Aku pernah menginap di rumah bibiku maimunah bintu Al Harits istri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam.. Maka Nabi sholat Isya, lalu pulang ke rumahnya dan sholat empat roka’at. Lalu beliaupun tidur..” (HR Al Bukhari no 117 dan 665).

Hadits-hadits di atas kuat sanadnya, dan bisa dijadikan sandaran amalan -wallohu a’lam

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
ARTIKEL TERKAIT

Penjelasan Lebih Lanjut Terkait Shalat Sunnah 4 Raka’at Setelah ‘Isya

Sholat Sunnah Setelah ‘Isya Yang Nilainya Sama Dengan Sholat Sunnah Di Malam Laylatul Qodr…

Ikhlas Dalam Berdakwah…

Ikhlas dalam berdakwah… adalah ketika engkau mengajak kepada yang haq, bukan kepada dirimu.

=======

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

Merupakan sesuatu yang penting, bahwa jangan sampai seseorang senang perkataannya diterima oleh manusia karena itu perkataannya, tapi harusnya dia senang jika manusia menerima perkataannya -jika dia melihat itu yang haq- karena itu yang haq, bukan karena itu perkataannya.

Begitupula sebaliknya, jangan sampai dia sedih jika orang-orang menolak perkataannya karena itu perkataannya, karena jika demikian, dia berarti mengajak orang-orang untuk mengikuti dirinya. Tapi harusnya dia sedih orang-orang menolaknya karena yang ditolak itu yang haq.

Dengan ini, keikhlasan akan terwujud. Makanya ikhlas itu memang sulit sekali, namun apabila seseorang menghadap Allah dengan arah yang benar dan di atas jalan yang lurus, maka Allah akan membantu dan memudahkannya dalam mewujudkannya.”

[Al-Qoulul Mufid 1/123]

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Ketika Kita Tidak Mengetahui Manhaj dan Aqidah Ustadz Pengisi Kajian

Hampir setiap hari kita menerima informasi mengenai kajian-kajian yang disebut sebagai Kajian Sunnah, dan banyak dari kita yang langsung copas dan menyebarkannya kembali meskipun tidak mengenal siapa dan apa manhaj dan aqidah pengisi kajiannya… Mari kita simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله berikut ini :

Bagaimana Pencatatan Suatu Amalan…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.