All posts by BBG Al Ilmu

Tentang Malaikat Pencatat Amalan…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits Ke-7…

Hadits ke-7

عن حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي اللهُ عنهما : أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ , فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إنَائِهِ , فَغَسَلَهُمَا ثَلاثَ مَرَّاتٍ ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الْوَضُوءِ , ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاثاً , وَيَدَيْهِ إلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاثًا , ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ , ثُمَّ غَسَلَ كِلْتَا رِجْلَيْهِ ثَلاثًا , ثُمَّ قَالَ : رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ، وَقَالَ : مَنْ تَوَضّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا , ثُم صَلَّى رَكْعَتَيْنِ , لا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبه

“Dari Humran maula (bekas budak) Utsman bin Affan ra. Bahwasanya Utsman meminta diambilkan air wudhu kemudian dia menuangkan air dari bejana ke atas kedua telapak tangannya lalu membasuh keduanya tiga kali. Kemudian dia memasukkan tangan kanannya ke air wudlu lalu berkumur-kumur dan beristinsaq (menghirup air ke hidung) serta ber-istintsar (mengeluarkan air yang dihirup ke hidung). Kemudian dia membasuh wajahnya tiga kali. Kemudian dia membasuh kedua tangannya hingga siku tiga kali. Kemudian dia mengusap kepalanya. Kemudian dia membasuh kedua kakinya hingga mata kaki tiga kali. Kemudian Utsman berkata: Aku melihat Rasulullah saw dulu berwudhu seperti wudluku tadi. Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian sholat dua raka’at dalam keadaan tidak terlintas pikiran apapun (dalam urusan keduniaan) di dalam benaknya; niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.”
(HR Bukhari no 164 dan Muslim no 226)

Fawaid hadits:
1. Disunnahkan mencuci dua tangan tiga kali sebelum berwudlu di luar bejana.

2. Disunnahkan menggunakan tangan kanan ketika mengambil air wudlu untuk mencuci anggota wudlu.

3. Air musta’mal adalah suci dan mensucikan. karena Utsman memasukkan tangannya ke dalam bejana untuk mengambil air wudlu.

4. Disyari’atkan berkumur kumur, istinsyaq dan istintsar. Pendapat yang kuat adalah hukumnya wajib karena adanya perintah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.

5. Disunnahkan mencuci anggota wudlu tiga kali kecuali kepala maka cukup sekali atas pendapat yang kuat.

6. Tidak disunnahkan mencuci tangan melebihi siku siku dan kaki melebihi mata kaki karena ayat hanya menyebutkan hanya sampai itu, demikian juga kebanyakan shahabat yang mengceritakan wudlu Nabi.

8. Wajib tertib ketika mencuci anggota wudlu.

9. Disunnahkan sholat setelah wudlu dengan penuh kekhusyuan.

10. Kewajiban berwudlu mengikuti tata cara wudlu Nabi shallallahu alaihi wasallam.

11. Pahala yang disebutkan dalam hadits tersebut bagi yang berwudlu dan sholat setelahnya dua rokaat.

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Fawaid Umdatul Ahkam : Hadits Ke 6

Senjata Paling Menakutkan; Senjata Adu Domba…

Sepantasnya kita sebagai kaum muslimin sadar akan hal ini.

Jika kita ringkas, ada empat generasi persenjataan dlm perang, dan orang barat sekarang memanfaatkan senjata generasi keempat.

Generasi pertama: perang dengan senjata pedang.
Generasi kedua: perang dengan senjata api.. dengannya menjadi sama antara penakut dan pemberani.
Generasi ketiga: perang dengan senjata nuklir, senjata pembunuh masal.
Generasi keempat: perang dengan senjata adu domba.

Yakni menjadikan musuh memerangi dirinya dengan dirinya, dengan memanfaatkan para pengkhianat, para penyusup, dan mata-mata. Juga dengan menyuburkan dan mempertentangkan perbedaan paham dan akidah.

Sekarang orang barat berperang dengan tanpa biaya sama sekali.. musuh dibuat membunuh dirinya sendiri.. bahkan musuh dibuat membayar biaya persenjataan untuk membunuh dirinya kepada mereka.. lebih parah lagi, seringkali musuh itu meminta agar mereka ikut membantu membunuh saudaranya dan mereka menolaknya.

Meskipun sangat sulit melawan gerakan mereka ini, namun tidak ada salahnya kita mulai sadar dan waspada terhadap semua ini.

Ingatlah, bagaimana Suria hancur dengan membenturkan kekuatan ahlussunnah dengan syiah.. begitupula di negeri Yaman.. di Mesir dan Libia mundur dengan membenturkan penguasa dengan rakyatnya.. dan sekarang mereka ingin membenturkan kekuatan ahlussunnah dengan kekuatan shufiyah dengan diadakannya muktamar shufiyah di negara checnya belum lama ini.

Begitu pula di negara kita tercinta Indonesia, sudah mulai banyak kita lihat pembenturan antara kaum muslimin satu dengan yang lainnya.. bahkan akhir-akhir ini banyak pengadaan kajian dihalang-halangi.. padahal kalau mereka ingin bersaing dengan sehat, seharusnya mereka bisa berlomba-lomba dalam kebaikan, misalnya dengan mengadakan kajian-kajian tandingan dengan undangan yang lebih banyak.. dengan demikian kajian-kajian akan semakin banyak dan kaum muslimin akan semakin tercerahkan.

Wahai kaum muslimin.. sadarlah dan bersatulah.. hilangkanlah perbedaan-perbedaan itu dengan diskusi dan saling memahami satu sama lain.. tentunya tidak ada dari kalian yang ingin Islam musnah ataupun lemah.. kembalikanlah semua perbedaan kepada dua sumber agama; Alquran dan Sunnah Nabi -shallallahu alaihi wasallam- sebagaimana Allah perintahkan, [QS. Annisa: 59].

Semoga Allah menjaga Islam dan kaum muslimin, serta memperperbaiki dan menguatkan keadaan mereka, amin.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Tentang Malaikat Munkar dan Nakir

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Tidak Takutkah Engkau..?

Engkau bertaubat dari dosa-dosa saat sakitmu.
Lalu engkau kembali kepada dosa itu saat sembuhmu.

Padahal betapa banyak Dia menyelamatkanmu dari bahaya.
Dan betapa banyak Dia telah menghilangkan darimu malapetaka.

Tidak takutkah engkau, kematian mendatangimu.
Sedang kamu sedang terlena dalam dosa-dosamu ?!

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits Ke 6

Hadits ke-6:

عن أبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عنهُ أنَّ رَسُولَ للهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم قالَ: ((إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعًا)).
ولِمسلمٍ ((أُولاَهُنَّ بِالتُّرَابِ)).

“Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Apabila anjing minum dari bejana salah seorang darimu maka hendaklah ia mencucinya tujuh kali. Dalam riwayat Muslim: yang pertama dengan tanah.”

ولهُ في حديثِ عبدِ اللهِ بنِ مُغَفَّلٍ، أنَّ رَسُولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم قالَ: ((إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ في الإِنَاءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعًا، وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ بِالتُّرَابِ)).

Dan Muslim juga meriwayatkan dari hadits Abdullah bin Mughoffal: “Apabila anjing menjilat air di bejana salah seorang darimu maka cucilah tujuh kali dan kedelapan campur dengan tanah.”

Fawaid hadits:
1. Beratnya najis anjing. Oleh karena itu ia najis walaupun tidak tampak bekasnya. Ini adalah pendapat jumhur.

2. Wajibnya mencuci bejana yang airnya dijilat anjing. Dan yang utama dengan tanah pada cucian yang pertama karena itulah riwayat yang paling kuat. Juga jika menggunakan tanah dikali yg kedelapan akan mengharuskan mencucinya kesembilan kali atau lebih.

3. Imam syafii berpendapat bahwa anjing itu najis. Sebab bila air liurnya najis maka kotorannya pun najis.

4. Hadits ini umum untuk seluruh anjing. Sebagian ulama berkata: dikecualikan darinya anjing yang boleh dipelihara untuk berburu atau keperluan. Karena bila wajib dicuci akan mendatangkan kesulitan.

5. Keagungan syariat islam. Dimana di zaman ini para ilmuwan menemukan mikroba dalam air liur anjing yang tidak dapat dibersih oleh air saja. Tapi harus dengan tanah. Ini menunjukkan mukjizat yang agung akan kebenaran syariat Allah dan bahwa Nabi tidak berbicara dari hawa nafsunya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Fawaid Umdatul Ahkaam : Hadits ke 5

10 Hari Yang Begitu Dicinta

“Tidak ada sebuah hari pun dimana amal shalih lebih dicintai oleh ALLAH melebihi amal shalih yang dikerjakan di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.”, tegas Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.
Para shahabat pun bertanya:
“Wahai Rasulullah, apakah tidak juga jihad fi sabilillah?”
Beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjawab:
“Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang pergi berjihad membawa jiwa dan hartanya dan ia tidak pernah pulang kembali ke kampung halamannya (mati syahid).”
(HR. Bukhari 969)

10 hari yang istimewa.
Sebuah prime time beramal shalih.
Dan sadarkah kita, jarak kita dan meraka begitu dekat?
Hari-hari terbaik ini hanya terpisah beberapa puluh jam saja dengan diri kita.

Mari bersiap untuk menyambutnya.
Mari berikan jamuan terbaik.
Mintalah pertolongan kepada ALLAH agar memaksimalkan 10 hari ini.
Tambahkanlah lagi porsi istighfar dan taubat agar dosa dan khilaf kita tidak menjadi batu sandungan kita di 10 hari ini.

Semoga ALLAH memberikan taufiq kepada kita untuk menyambutnya dan memaksimalkannya.

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله