All posts by BBG Al Ilmu

Menyambut Gerhana Matahari Dengan Meriah …?

Gegap gempita, riuh riang & pesta pora menyambut momentum gerhana matahari seakan gerhana matahari adalah berkah dan rejeki.

Betulkah demikian dahulu Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam tatkala mendapatkan momentum serupa beliau tidak menyambutnya dengan pesta apalagi menganggapnya sebagai ajang wisata yang patut dipromosikan atau dimeriahkan.

Dahulu nabi sallallahu ‘alaihi wasallam begitu takut dan khawatir dengan gerhana matahari beliau beralasan bahwa gerhana bukanlah rejeki atau wisata akan tetapi gerhana matahari adalah ancaman dan peringatan bahwa Allah kuasa menjadikan matahari tidak lagi berputar tidak lagi bersinar tidak lagi berjalan namun berhenti di tempat atau bisa pula menjadikan perjalanan matahari dan bulan terus beriringan sehingga gelap gulita .

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

الشمس والقمر أيتان من ايات الله يخوف الله بهما عباده لا تنكسفان لموت أحد ولا لحياته فأذا رايتم شيئا من ذلك فازعوا الى الصلاة

“Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda keesaan Allah dengan keduanya Allah memberi peringatan kepada hamba-hambanya keduanya tidak akan mengalami gerhana hanya karena kematian seseorang atau terlahirnya seseorang jika kalian mendapatkan gerhana maka segera tegakkanlah sholat.”

Sobat masihkah anda ingin menyambut gerhana matahari karena ingin berwisata Menikmati keindahan gerhana selanjutnya selfi sana dan Selfi sini ataukah anda ingin menjadikan momentum gerhana matahari total  sebagai  momentum bermuhasabah mengasah rasa takut; khawatir dan iman anda kepada kuasa Allah & selanjutnya memperbanyak do’a kepada Allah?

Astaghfirullahalazim. astaghfirullahalazim.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Islam Memerintahkan Untuk Menundukkan Pandangan…

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah berfirman, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menundukkan pandangan dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30)

Dan lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 31)

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, “Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka mereka hendaklah memalingkan pandangannya dengan segera.”

Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, “Firman Allah (yang artinya) ‘Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”

(Rumayshocom)
Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Sholat GERHANA…

Tanggal 9 Maret 2016, Gerhana Matahari in-syaa Allah diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Banyak pihak sibuk mempersiapkan acara-acara dari menonton gerhana, tarian, wisata kuliner, dll… Namun sepertinya banyak kaum Muslimin yang lupa bahwa ada sunnah yang berkaitan dengan fenomena alam Gerhana yakni SHOLAT KHUSUF.

Catatan:  JIKA di suatu daerah TIDAK NAMPAK GERHANA, maka TIDAK ADA KEHARUSAN melaksanakan shalat gerhana. Karena SHALAT GERHANA gerhana ini HANYA DIHARUSKAN BAGI SIAPA SAJA YANG MELIHATNYA. Tata caranya adalah sebagai berikut :

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Gerhana adalah peristiwa tertutupnya cahaya sinar baik matahari atau bulan dikarenakan sebab yang tidak biasa terjadi. Dalam agama islam hal ini dinamakan khusyuf, dengan huruf kho` dan kaf .

Terjadinya gerhana merupakan kekuasaan Allah Ta`ala semata, dalam rangka agar para hamba takut dan kembali kepada Nya, sebagai mana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan ayat dan tanda dari tanda kebesaran Allah Ta`ala, tidaklah terjadi suatu gerhana dikarenakan wafat atau hidup nya seseorang, akan tetapi Allah Ta`ala menakuti para hamba Nya dengan keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sholat gerhana adalah WAJIB menurut pendapat yang ditegaskan oleh Abu Awwanah dalam kitab shohih nya, sebagai mana diriwayatkan pula dari imam Abu Hanifah, dan imam Malik memberlakukan sebagai mana hukum sholat jumat, dan pendapat ini dikuatkan oleh imam Ibnu Qoyyim, serta di rojihkan Syeikh Muhammad bin sholih Al Utsaimin rohimahullahu, dikarenakan Nabi sallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan agar melaksanakan sholat ini dan Nabi keluar dari rumah dalam keadaan takut dan khawatir seraya bergegas menuju masjid.

Adapun waktu pelaksanaan sholat gerhana dimulai disaat terjadinya gerhana hingga selesai gerhana, sebagai mana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, “Jikalau kalian melihat sesuatu dari gerhana maka lakukanlah sholat hingga gerhana tersebut menghilang.” (HR. Muslim).

Tata cara mengerjakan sholat gerhana yaitu dengan :

1. Melakukan sholat dua rakaat,

2. Dalam rakaat pertama dengan membaca Al Fatihah dan surat panjang dan mengeraskan bacaan, baik terjadi gerhana disiang maupun malam hari,

3. Kemudian rukuk dengan waktu yang panjang,

4. Kemudian bangkit dari rukuk dan kembali membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang, akan tetapi lebih pendek dari bacaan surat yang pertama,

5. Kemudian rukuk yang panjang dan bangkit dari rukuk,

6. Kemudian sujud dengan dua kali sujud yang panjang dan duduk di antara dua sujud, dan

7. Bangkit menuju rakaat kedua melakukan seperti dalam rakaat pertama dengan membaca bacaan panjang dan kemudian melakukan duduk tahiyat membaca tasyahud dan salam.

Sebagai mana hal ini diriwayatkan oleh sahabat Jabir radhiyallahu`anhu yang tercantum dalam shohih Muslim.

Dan di sunnahkan bagi imam agar memberikan mauidzoh kepada para manusia setelah mengerjakan sholat gerhana, memperingatkan kepada mereka agar tidak lalai dan tertipu dengan kehidupan dunia dan urusan urusan nya, dan menganjurkan agar banyak ber istighfar dan taubat dan doa, sebagai mana diriwayatkan dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam dalam sabda nya, ” Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan tanda kebesaran Allah Ta`ala, tidak terjadi lantaran hidup dan mati nya seseorang, jikalau kalian menjumpai gerhana maka berdoa lah kepada Allah Ta`ala dan perbanyaklah bertakbir, sholat dan bersedekah.”(HR. Bukhari).

Jikalau telah selesai sholat gerhana namun belum selesai gerhana maka tidak dianjurkan untuk mengulang sholat gerhana, akan tetapi memperbanyak dzikir dan berdoa, sebagai mana pula jikalau gerhana telah selesai tatkala mengerjakan sholat maka tidak boleh memutus dan menghentikan sholat, akan tetapi menyempurnakan sholat nya hingga selesai. ( Al Fikih Al Mayassar 131).

Dan juga jangan lewatkan video tata cara Sholat Gerhana Bulan yang dilakukan di Masjidil Haram pada 2011 silam, sholat di-Imami oleh Syaikh Abdullah Awad Al Juhany, حفظه الله تعالى

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Infaq Di Pagi Hari…

Di antara orang-orang yang mendapatkan do’a dari para Malaikat adalah orang-orang yang selalu berinfak di jalan kebaikan, dan di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah:

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.

‘Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lainnya berkata: ‘Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir.’

image

Untuk Anda Yang Sedang Lelah Dan Hilang Arah

Untuk anda yang sedang lelah dan hilang arah..
==========

Hidup ini adalah PERJALANAN PANJANG, dan sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-: “Perjalanan panjang adalah potongan dari adzab..” [HR. Bukhori dan Muslim]

Sehingga wajar bila di tengah perjalanan itu akan banyak cobaan, musibah, rintangan, hilang arah, lelah, bingung, dan seterusnya..

Oleh karenanya, bila Anda merasa bingung, lelah, tidak punya arah… maka berhentilah sejenak, istirahatkan diri, dan fokuslah untuk menguatkan diri dahulu, agar Anda menjadi kuat kembali, dan bisa meneruskan kembali sisa perjalanan Anda..

Fokuslah ketika itu untuk mendekatkan diri kepada Allah, niscaya Allah akan menguatkan jiwa dan raga Anda.. Perbanyak dzikir, sholat, berdoa, membaca Alquran, dan ketaatan lainnya..

Atau bila masih bingung, fokuskan diri Anda untuk membasahi lidah Anda dengan DZIKIR, yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, sampai Anda kuat kembali..

Dan acuhkan untuk sementara urusan dengan manusia, kecuali yang darurat saja.. Karena saat Anda lelah atau lemah, Anda harus meringankan dan menurunkan beban di pundak Anda untuk sementara waktu, hingga Anda kuat kembali mengangkatnya dan berjalan lagi..

Ingatkan diri..
bahwa kita hidup di dunia bukan di surga, maka jangan harap ada kebahagiaan murni dan abadi..
sebaliknya dunia ini juga bukan neraka, maka tidak mungkin ada kesedihan dan kesengsaraan yang murni dan abadi..

Kebahagiaan dan kesedihan akan datang silih berganti, maka jangan sampai goyah dalam langkah perjalanan panjang Anda menuju surga..

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, amin.

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Andakah Orang Yang Paling Baik Itu…?

Disaat anda melihat dan mengetahui kesalahan orang lain barangkali Anda berkata: iih Kok demikian sih, keterlaluan sekali.

Namun ketika Anda menyadari telah terjerumus dalam dosa dan kesalahan, betapa sering anda merasa bahwa kesalahan itu kecil & terlalu banyak orang yang kesalahannya jauh lebih besar.

Di saat yang sama barangkali anda merasa telah memiliki cadangan pahala dan janji Atau jaminan masuk surga.

Sobat! Sadarkah Anda bahwa cara berpikir seperti di atas adalah wujud dari kesombongan?

Betapa indahnya andai anda berpikir sebaliknya .

Ketika anda terjerembab dalam dosa dan kesalahan, anda merasa bahwa anda adalah orang yang paling banyak dosanya & dan paling sedikit amal ibadahnya.

Sedangkan tatkala anda melihat Saudara anda terjerumus dalam dosa, Alangkah indahnya bila anda berusaha berhusnudzon dengan berkata : Aaah bisa jadi ia tidak sadar atau tidak mengetahui bahwa itu adalah dosa.

Atau paling kurang Anda mengira bahwa ia memiliki banyak persediaan pahala yang cukup untuk menebus dosa-dosa nya, atau memiliki amalan yang tidak Anda ketahui yang dapat menjadi tebusan dosa-dosanya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى