All posts by BBG Al Ilmu

Tak Perlu Khawatir Dengan Rezeki…

Ustadz M Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Rezeki kita sudah diatur dan sudah ditentukan. Kita tetap berikhtiar. Namun tetap ketentuan rezeki kita sudah ada yang mengatur. So, tak perlu khawatir akan rezeki.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Dalam hadits lainnya disebutkan,

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ اكْتُبْ. فَقَالَ مَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبِ الْقَدَرَ مَا كَانَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الأَبَدِ

“Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah ‘arsy, air dan angin) adalah qalam (pena), kemudian Allah berfirman, “Tulislah”. Pena berkata, “Apa yang harus aku tulis”. Allah berfirman, “Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya.” (HR. Tirmidzi no. 2155. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ibnul Qayyim berkata,

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.” (Al Fawaid, hal. 94, terbitan Maktabah Ar Rusyd, tahqiq: Salim bin ‘Ied Al Hilali)

Masihkah kita khawatir dengan rezeki?

Ingatlah, rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 553)

Ref: http://rumaysho.com/aqidah/tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki-10276

Beli Motor Bekas…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Di sekitar anda mungkin saja banyak betebaran toko toko dengan sebutan MOKAS alias “motor bekas”.

Menurut hemat anda, bila anda memiliki uang yang cukup, manakah yang lebih baik membeli motor baru atau “mokas”, Apalagi “mokas” tukang ojek?

Dan kalaupun uang anda cekak, sehingga hanya bisa beli “mokas” maka mungkinkah anda memilih “mokas” tukang ojek, atau memilih “mokas” orang kantoran, apalagi bila anda mengetahui bahwa mesin “mokas” tukang ojek sudah rusak? Akankah mulusnya bodi “mokas” tukang ojek mampu memikat anda sedangkan anda menyadari bahwa mesinnya bobrok?

Sobat! Perihal “mokas” ini adalah ilustrasi sederhana bagi calon pasangan anda. Bila dalam urusan motor saja anda tidak sudi untuk terperdaya oleh bodi “mokas” tukang ojek yang aduhai namun mesinnya bobrok. Akan tetapi mengapa dalam urusan pasangan hidup anda lebih mementingkan bodi yang aduhai dan mengabaikan mesin yang bobrok?

Wanita yang rela di”coba” sebelum dimiliki, senang digandeng atau dibonceng sebelum dimiliki walaupun bodinya menggoda namun terbukti mesinnya “bobrok”. Mungkinkah bodinya yang dipoles dan didempul mampu menjadikan anda buta mata akan bobrok akhlaq dan moralnya?

Wanita yang rela diperlakukan seperti taster, dicoba dulu sebelum dimiliki, semisal yang terjadi pada malam valentinday. Setelah dicoba dan ternyata kurang cocok maka segera diletakkan dan dicampakkan, bagaikan “mokas” tukang ojek atau parfum taster.

Relakah anda, atau keluarga anda diperlakukan semacam itu?

Sobat, mungkin anda berkata, valentin day telah berlalu, mengapa baru saat ini berbicara? Mengapa bukan kemarin sebelum hari valentin day?

Sobat! Ketahuilah biasanya penyesalan itu terjadi setelah anda terbentur atau menjadi korban, atau paling kurang mulai ada indikasi anda akan merugi atau menjadi korban. Madapun kemarin, maka janji manis dan impian indah bisa jadi membutakan mata banyak orang. Apalagi urusan valentin day adalah urusan cinta dan urusan cinta itu biasanya menjadikan anda buta mata.

Karena itu, saya merasa saat inilah yang lebih potensi anda mendengarkan saran atau nasehat. Mengapa karena anda telah melihat korban berjatuhan atau barang kali anda telah merasakan betapa getirnya berada pada kondisi terancam atau berada di pinggir jurang.

Sebelum terlambat, jangan pernah rela diperlakukan bagaikan “mokas” apalagi “mokas tukang ojek

Dengki Yang Terpuji…

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

Al-Hasad yang artinya iri hati dan dengki adalah salah satu penyakit hati yang sering menimpa kebanyakan manusia. Hasad hukumnya HARAM, bahkan ia merupakan salah satu dosa besar yang membinasakan pelakunya di dunia dan akhirat.

Al-Hasad memiliki bahaya yang banyak, diantaranya adalah sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di dalam sebuah hadits yang shohih berikut ini:

(Iyyaakum wa al-hasada, fa inna al-hasada ya’kulu al-hasanaati kama ta’kulu an-naaro al-hathoba)

Artinya: “Waspadalah engkau dari sifat hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu menggerogoti amal-amal kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.”

Namun, di sana terdapat hasad yang terpuji, dan pelakunya tidak tercela dan tidak berdosa. Hasad terpuji tersebut sebagaimana diterangkan di dalam hadits shohih berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَتهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ,وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ القُرْآنَ فَهُوَ يَقُوْمُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh hasad kecuali dalam dua perkara (yaitu):

(1) Seseorang yang Allah berikan harta kepadanya, lalu ia infakkan sebagiannya (di jalan Allah, pent) pada waktu-waktu malam dan siang hari.

(2)Dan seseorang yang Allah karuniakan Al-Qur’an kepadanya, lalu ia menegakkannya (membaca dan mengamalkannya, pent) di waktu-waktu malam dan siang hari.” (Hadits SHOHIH. imam Muslim dlm Shohihnya).

Akhirnya, kita memohon kepada Allah agar melindungi kita semua dari dari sifat hasad dan sifat-sifat lainnya yang tercela dan terlaknat. Dan semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang berakhlaq mulia kepada Allah dan kepada sesama makhluk.