Silahkan save gambar di bawah yang ukurannya sudah disesuaikan dengan DP BBM.
All posts by BBG Al Ilmu
Renungan Bagi Para Suami Dan Calon Suami…
Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى
Suatu hari Malik bin Dinar melihat seorang laki-laki yang buruk sekali sholatnya.
Diapun berkata: “Sungguh aku amat kasihan terhadap keluarganya.
Lantas seseorang bertanya kepadanya, “Yang buruk adalah sholat orang ini, mengapa engkau justru mengkwatirkan keluarganya..?
Malik bin Dinar menjawab: “Dia orang tertua ditengah-tengah keluarganya dari dialah keluarganya akan belajar”.
(Al Hilyah: 2/384)
Catatan:
Sebelum menikah kebanyakan pria sibuk mempersiapkan kemapanan lahiriah saja, sangat sedikit yang memperhatikan KEMAPANAN BATINIYAH. Padahal seharusnya dia mempersiapkan diri baik secara lahiriyah maupun batiniyah. Sebab dia bukan saja sebagi suami untuk istrinya ataupun Ayah bagi anak-anaknya. Tapi dia adalah nahkoda, murabbi, pendidik dan cermin hidup bagi keluarganya, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrowi.
Orang Baik Bukan Berarti Bebas Cobaan
Jika Anda telah berusaha mendekat kepada Allah dan sesuai Sunnah Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bukan berarti UJIAN, cobaan, dan musibah tidak akan menimpa.
Jika sudah demikian, lalu ujian musibah menimpa, maka tetaplah teguh, dan BERBAIK SANGKALAH kepada Allah. Ingat selalu firman-Nya:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, ‘kami telah beriman’ TANPA diuji..?!
Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah benar-benar tahu orang-orang yang tulus dan orang-orang yang dusta..” [Al-Ankabut: 2-3].
Ingat pula Sabda Nabi -shollallohu alaihi wa sallam-:
“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang yang paling baik (setelahnya), lalu orang yang paling baik (setelahnya).
Maka siapa yang agamanya berbobot, cobaannya juga berat. Siapa yang agamanya lemah, cobaannya juga ringan.
Dan sungguh seseorang akan terus ditimpa cobaan, hingga dia berjalan di tengah-tengah manusia tanpa dosa sedikitpun..” [Shohihul Jami: 993].
Jangan lupa juga perkataan Syeikh Abdul Qodir Jaelani -rohimahulloh-:
“Wahai anak kecilku, sungguh musibah itu datang BUKAN untuk membinasakanmu, namun dia datang untuk menguji kesabaran dan imanmu.
Wahai anak kecilku, cobaan itu (ibarat) hewan buas, dan hewan buas itu tidak mau memangsa bangkai”. [Zadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim, 4/178].
Oleh karena itu, semakin tinggi agama kita, semakin kita butuh berdoa untuk keteguhan iman kita, sebagaimana dicontohkan Nabi -shollallohu alaihi wasallam.
Ummu Salamah -isteri beliau- mengatakan: Dahulu doa Nabi -shollallohu alaihi wa sallam- yang paling banyak adalah:
يا مقلب القلوب, ثبت قلبي على دينك
“Wahai Yang membolak-balikkan hati, TEGUHKANLAH hatiku di atas agamaMu..” [HR. Tirmidzi: 3522, disahihkan oleh Syeikh Albani].
Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Apakah Tawadhu Amalan Badan Atau Amalan Hati ?
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Ada yang mengartikan Tawadhu dengan rendah diri dan ada pula yang mengartikan Tawadhu dengan rendah hati ? manakah yang benar ? dan apakah pintu Tawadhu itu ?
Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Memuji Istri Meskipun Pujian Tersebut Tidak Ada Pada Istri, Bolehkah ?
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dalam rangka menyenangkan istri, bolehkah kita memujinya dengan sesuatu yang belum tentu ada pada dirinya ?
Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Tidak sempurna perbuatan baik kecuali…
Bersama Yang Ia Cintai…
Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..
“Seseorang itu bersama yang ia cintai..”
HR Muslim..
Coba tanya..
Selama ini siapa yang kita cintai dan idolakan..
Karena cinta berpengaruh kepada tingkah laku dan keinginan..
Mencintai pemain bola misalnya..
akan menimbulkan keinginan menyerupai dia..
dalam gaya dan tata cara..
Mencintai ulama..
menimbulkan ketaatan..
dan keinginan untuk menyerupai mereka..
Itu di dunia..
Di akhirat ia akan dikumpulkan bersama yang ia cintai..
kalau idolanya fir’aun..
ya lumayan.. berkumpul bersama fir’aun..
makanya..
jangan sepelekan masalah cinta..
Itu berpengaruh untuk dunia dan akhirat kita..
Jika Ada Yang Mengaku Bertemu Nabi Khidlir ‘Alaihissalam… Jangan Dipercaya!
Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
Syeikhul Islam -rohimahulloh- mengatakan:
“JIN juga banyak mendatangi manusia di beberapa tempat, dan mengatakan bahwa dia adalah Khidhir, sehingga orang itu meyakini bahwa memang itu Khidlir, padahal dia hanyalah jin.
Oleh karena itu, setan tidak berani mengatakan kepada seorangpun dari SAHABAT NABI bahwa dia itu Khidhir, dan tidak seorangpun dari sahabat Nabi mengatakan bahwa saya telah melihat Khidhir. Namun hal ini hanya terjadi setelah zaman sahabat, dan semakin akhir zamannya, semakin banyak kejadiannya.
Bahkan jin biasa mendatangi kaum yahudi dan nasrani, dan mengatakan bahwa dia Khidhir. Sehingga kaum yahudi punya sinagok yang dikenal dengan Sinagok Khidhir, begitu pula banyak gereja kaum nasrani dikunjungi oleh Khidhir ini.
Dan Khidir yang mendatangi orang ini berbeda dengan khidhir yang mendatangi orang itu, oleh karenanya diantara mereka ada yang mengatakan bahwa setiap wali itu memiliki Khidhir (sendiri-sendiri), padahal sebenarnya itu hanyalah JIN yang bersamanya”.
[Kitab: Annubuwwat, Syeikhul Islam, hal: 1056-1058].
Syeikhul Islam -rohimahulloh- juga mengatakan:
“Tidak ada Sahabat Nabi yang mengatakan bahwa dia didatangi oleh Khidhir, karena sesungguhnya Khidhir (yang bersama) Musa telah WAFAT…
Dan Khidhir yang banyak mendatangi manusia, itu hanyalah jin yang menyerupakan dirinya dengan rupa manusia, atau manusia pendusta.
Dan tidak mungkin itu malaikat dengan perkataannya “saya adalah Khidir”, karena malaikat itu tidak akan berdusta, tapi yang berdusta hanyalah jin dan manusia… dan Para Sahabat Nabi itu LEBIH ALIM untuk digoda dengan tipuan semacam ini”.
[Majumu’ul Fatawa 1/249].
Hutang… Oh Hutang…
Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى
Dari Muhammad bin Abdullah bin Jahsy radliyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam duduk ketika diletakkan Jenazah, lalu beliau mendongakkan kepalanya ke atas, kemudian menundukkannya, dan meletakkan tangannya di jidatnya seraya bersabda,
“Subhanallah! Subhanallah! Perkara yang berat apakah yang diturunkan!”
Kami merasa takut dan kamipun diam.
Keesokan harinya aku berkatanya kepada beliau, “Apakah perkara yang berat yang turun itu?”
Beliau bersabda, “Tentang hutang, demi Dzat yang diriku di tanganNya..
Kalaulah seseorang terbunuh di jalan Allah kemudian hidup lagi kemudian terbunuh lagi kemudian hidup lagi kemudian terbunuh lagi sementara ia mempunyai hutang, IA TIDAK DAPAT MASUK SURGA SAMPAI HUTANGNYA TERBAYAR.”
HR An Nasai.
(Shahih Targhib no 1804).
Kenikmatan Dari Allah — Bolehkah Kita Menceritakannya Kepada Orang Lain ?
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Apakah boleh kita menceritakan kepada orang lain akan kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita?
Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

