All posts by BBG Al Ilmu

1244. Bolehkah Usaha Membuat Kue Ulang Tahun ?

1244. BBG Al Ilmu

Tanya:
Teman saya punya Bisnis ushaha makanan, kalau temannya mengajak dia untuk membuat perayaan ulangtahun, bagaimana ustadz ?

Jawab:
Ustadz Djazuli, Lc, حفظه الله تعالى

Tidak boleh. Kalau ikut membuat akan turut berdosa.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Cahaya Anggota Badan Bekas Wudhu

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ubun-ubun, tangan dan kaki mereka bercahaya karena bekas wudlu”. Siapa yang mau memanjangkan cahaya di ubunnya, silahkan dia lakukan”. (HR Bukhari dan Muslim).

Fawaid hadits:
1. Keutamaan wudlu.

2. Bekas air wudlu akan memancarkan cahaya pada anggota wudlu, dan itu keistimewaan yang agung yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Syaikhul Islam berkata: “Wudlu adalah diantara keistimewaan umat ini, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yang shahih.

3. Ketaatan kepada Allah adalah sebab kebahagiaan dan kesuksesan.

4. Tidak disunnahkan dalam mencuci tangan dan kaki untuk melebihi siku-siku dan mata kaki.
Karena ayat dan hadits-hadits hanya menunjukkan kepada hal itu.

Adapun lafadz: “Siapa yang mau memanjangkan cahaya di ubunnya, silahkan dia lakukan”.
Adalah mudroj (*) dari perkataan abu Hurairah.

Wallahu a’lam.

(*) Mudroj: Perkataan yang diucapkan oleh selain Nabi yang ditulis bergandengan dengan Hadits Nabi. Sehingga dapat dikira sebagai bagian dari hadis. Umumnya berasal dari perawi hadisnya, baik itu sahabat ataupun yang dibawahnya, diucapkan untuk menafsirkan, menjelaskan atau melengkapi maksud kata tertentu dalam lafal hadis.

Asas Pendidikan Islam

Ust. Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Diantara metode pendidikan umat yang banyak disampaikan dan ditempuh oleh para ulama adalah tashfiyah dan tarbiyah.

** TASHFIYAH adalah membersikan umat dari noda syubhat dan penyimpangan yang mengotori kemurniaan ajaran islam, sehingga menghalangi umat dari pemahaman yang benar.

Lihatlah Nabi. Beliau mendidik kaum muslimin dengan membersihkan aqidah dari noda-noda kesyirikan orang-orang jahiliyah. Memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, Tauhid dan syirik. Hingga jelaslah perbedaan keyakinan antara mukmin dan kafir.

Demikian pula para salafus sholeh dan para ulama. Mereka berjihad dalam memerangi berbagai syubhat dan penyimpangan dengan segala kemampuan yang mereka miliki. Memperingatkan umat dari bahaya pemahaman sekte-sekte menyimpang.

Sehingga tak jarang, mereka harus berurusan dan menanggung resiko dari banyak orang yang memiliki pemahaman menyimpang.

** TARBIYAH adalah mendidik generasi islam dengan ajaran dan pemahaman yang benar, sebagaimana dipahami oleh para sahabat nabi, generasi terbaik umat ini.

Ibarat bercocok tanam, maka tashfiyah adalah membersihkan tanah dari rumput dan membersikan tanaman dari hama. Sedangkan tarbiyah, adalah menyirami tanaman dan memberikan pupuk yang cukup kualitas dan kuantitasnya. Dengan demikian, maka akan tumbuh tanaman yang subur dan membuahkan hasil yang maksimal.

Simak penjelasan lengkap, asas tarbiyah islamiyah bersama Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/asas-tarbiyyah-islamiyah.html

Bukan Alasan…

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Akhi ukhti…

Kita adalah makhluk yang penuh keterbatasan…

Sering lupa, salah dan alpa…
Banyak kekurangan di sana dan di sini…

Ada sebagian yang membiarkan kekurangannya terus bertambah, dan kesalahannya terus bertumpuk…

Dengan dalih, dia adalah manusia biasa yang penuh keterbatasan…

Ketahuilah, bahwa kita memang tidak sempurna…
Kita tidak mungkin bisa sama 100% dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Tapi itu bukan alasan untuk membiarkan kekurangan dan kesalahan…
Karena kita diperintahkan untuk mendekati kepada kesempurnaan…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

))سَدِّدوَقَارِبُوا((

“Berusahalah berbuat benar dan mendekat kepada kebenaran.” HR. Bukhari

Ibnul Qayyim menyimpulkan rahasia kesempurnaan manusia: 

كمال الإنسان بهمة ترقيه وعلم يبصره ويهديه.

“Kesempurnaan manusia itu tergantung pada (dua hal) 

1- semangat yang mengangkatnya 

2- ilmu yang menerangi jalannya dan memberikan petunjuk”. 

Jadi ilmu saja tidak cukup, berapa banyak yang berilmu namun karena semangatnya yang loyo, iyapun menjadi cemoohan orang, 

“Banyak dalilnya tapi amalnya tidak ada” 
Ibarat pohon yang tidak berbuah

Sebagaimana semangat tanpa ilmu, membuat sebagian beramal dan berbuat sesuatu yang mengantarkan pada kekurangan…

Seperti pencari kayu di malam hari tanpa pelita penerang, kadang dia memungut ular yang dikiranya kayu, sehingga membinasakan dirinya sendiri…

Jadi butuh ilmu
Dan semangat…

Barakallahu fiek…

1243. Bolehkah Membayar Zakat Dengan Menggadaikan Emas ?

1243. BBG Al Ilmu – 385b

Tanya:
Bolehkah membayar zakat dengan cara menggadaikan sebagian emas yang kita miliki untuk membayar zakat dengan hasil uang gadai tersebut ?

Jawab:
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Boleh, asalkan tidak ada ribanya (yang timbul dari proses gadai emas).

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Hukum Tidur Terlentang

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Dari ‘Abbad bin Tamim, dari pamannya bahwa ia pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur terlentang di masjid dalam keadaan meletakkan satu kaki di atas lainnya. (HR. Bukhari no. 475 dan Muslim no. 2100).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menerangkan, “Yang lebih afdhol adalah tidur pada sisi kanan. Sedangkan tidur tengkurap adalah tidur yang tidak pantas kecuali dalam keadaan butuh. Sedangkan tidur dalam keadaan terlentang adalah tidak mengapa selama menjaga aurat tidak terbuka. Namun jika khawatir akan tersingkapnya aurat yaitu ketika mengangkat kedua kaki dan tidak memakai celana di bagian dalam jubah misalnya, maka itu tidaklah pantas. Namun kalau aman, maka tidaklah mengapa.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 346).

Baca selengkapnya :
http://rumaysho.com/umum/hukum-tidur-terlentang-8541

Doa Meminta Ilmu Yang Bermanfaat

Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله تعالى

Nabi صلى الله عليه و سلم berdoa setiap pagi, dengan doa:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

— Allahumma Inniy As-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan —

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima“. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni).

Dan juga Nabi صلى الله عليه و سلم berdoa, dengan doa:

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي, وَعَلِّمْنِيْ مَايَنْفَعُنِيْ, وَ زِدْنِيْ عِلْمًا

— Allahumman-fa’niy bimaa ‘allamtaniy maa yanfa’uniy, wa ziniy ‘ilman —

“Ya Allah, berilah manfaat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku, Dan tambahkanlah ilmu kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi:3599, dan Ibnu Majah:251, 3833).

Doa Berlindung Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ, وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَ مِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

— Allahumma inniy a’udzubika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabu lahaa —

“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim:2722, an-Nasa’i VIII/260).

Inilah Ustadz Ahlus Sunnah Yang Terbaik

Ustadz M Wasitho, MA, حفظه الله تعالى
 
قال يوسف بن الحسين: سألت ذا النون المصري رضي الله عنه عند مفارقتي له: من أجالس؟ قال: عليك بصحبة من تذكرك الله رؤيته، وتقع هيبته في باطنك، ويزيد في عملك منطقه، ويزهدك في الدنيا عمله، ولا تعص الله ما دمت في قربه، يعظك بلسان حاله، ولا يعظك بلسان مقاله.

» Yusuf bin Al-Husain rahimahullah menceritakan: Aku bertanya kepada Dzun Nun Al-Mishri radhiyallahu ‘anhu tatkala perpisahanku dengannya; “Kepada siapakah aku duduk (berteman) dan belajar?” Beliau menjawab; “Hendaknya kamu duduk bersama orang yang dengan melihatnya akan mengingatkan dirimu kepada Allah. Kamu memiliki rasa segan kepadanya di dalam hatimu. Orang yang pembicaraannya bisa menambah ilmumu. Orang yang tingkah lakunya membuatmu semakin zuhud kepada dunia. Bahkan, kamu pun tidak mau bermaksiat kepada Allah selama kamu sedang berada di sisinya. Dia memberikan nasehat kepadamu dengan perbuatannya, dan tidak menasehatimu dengan ucapannya semata.” (Lihat Al-Muntakhob Min Kitab az-Zuhdi wa Ar-Roqoo’iq, karya Al-Khothib Al-Baghdadi, hal. 71-72).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Semoga kita semakin pandai dan berhati-hati dalam memilih guru/ustadz dan teman dekat.

Para Nabi Dan Para Rosul

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah mengutus para nabi dan rasul pada setiap umat dan kaum agar memberikan petunjuk hidayah hingga mengentaskan mereka dari kesesatan menuju jalan keselamatan, kebahagiaan, dan jalan kebenaran.

Tiada jalan yang dapat menghantarkan kepada keselamatan melainkan hanya dengan cara mengikuti petunjuk para nabi dan rasul serta mengimani mereka.

Allah Ta`ala telah menyebutkan di dalam Al Qur`an dua puluh lima nabi dan rasul.

Dan disebutkan dalam As Sunnah, berkata abu Dzar Al Ghifari, ia bertanya kepada nabi sallallahu alaihi wa sallam, Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul?, maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam menjawab, ” Tiga ratus sekian belas rasul, jumlah yang amat banyak “.(HR. Ahmad).

Para nabi dan rasul merupakan manusia yang paling baik hatinya, amal perbuatannya, akhlaknya, paling banyak ilmunya, paling santun tingkah laku nya dan paling sempurna ibadah nya.

Allah Ta`ala berfirman mensifati akhlak para nabi, ” Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak. Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa. Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali “. (QS. Maryam 12~15).

Allah Ta`ala berfirman, “Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka…….