All posts by BBG Al Ilmu

ISIS Salah Siapa ?

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sobat! Tema tentang ISIS (Islamic State Of Iraq And Syria) atau Negara Islam Irak dan Syam (Siria) kini benar benar menjadi perhatian dunia. Bak bola liar, siapapun bisa memanfaatkan isu ISIS untuk mencela atau menuduh atau bertindak.

Pada kesempatan ini saya tidak ingin mengupas siapa dan mengapa ISIS ada, namun saya ingin mengajak anda untuk merenungkan: siapakah yang bertanggung jawab atas menyebarnya gerakan dan paham ISIS?

Banyak kalangan dengan rame rame mengarahkan telunjuknya kepada ummat Islam secara umum, dan kaum berjenggot lagi bercelana cingkrang secara khusus. Mereka beranggapan bahwa masyarakat dengan penampilan semacam itulah yang paling bertanggung jawab atas menyebarnya paham ISIS.

Sobat ! Di negara demokrasi yang menganut kebebasan berpendapat dan berserikat seperti negri kita tercinta ini, mustahil bagi siapapun dapat membatasi masyarakat dari berpendapat dan bersikap. Semua pihak merasa berwenang untuk berpendapat dan bahkan bersikap, sampaipun dalam hal yang sejatinya mereka sendiri tidak memahaminya.

Sekali lagi, saya tidak ingin memaksakan pendapat tentang siapa dan apa itu ISIS, namun saya ingin mengajak anda untuk berpikir, siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas menyebarnya gerakan ISIS. Karena menelusuri siapa dan bagaimana gerakan ISIS pastilah memancing perdebatan panjang.

Sahabatku! Izinkan saya membuat satu ilustrasi sederhana bagi masalah ISIS ini. Kalau anda adalah seorang ayah atau ibu, lalu suatu saat dikejutkan dengan putra anda yang telah kecanduan narkoba. Dalam kondisi seperti ini, siapakah yang bertanggung jawab atas penyimpangan putra anda?

Mungkinkah anda akan berkata: ini gara gara teman-temannya para pecandu narkoba?

Ataukah anda akan berkata: Ini gara gara anak saya memang terlahir dengan bakat kecanduan narkoba?

Ataukah anda akan berkata: dasar anak-anak muda, yang seperti itulah kelakuannya, semua pemuda pastilah pecandu narkoba?

Ataukah anda akan berkata: anakku kecanduan narkoba karena polisi tidak memberantas nerkoba?

Ataukah anda akan berkata: ini karena para kiyai, atau Departemen Agama tidak giat memerangi penyebaran narkoba?

Atau mungkinkah anda berkata: ini karena sekolah anak saya tidak membentengi anak saya dari para penjaja narkoba?

Dan akhirnya anda berkesimpulan: apapun yang dilakukan oleh anak saya adalah sepenuhnya kesalahan orang lain, sedangkan saya sebagai orang tua sepenuhnya bebas dari segala tanggung jawab atas kesalahannya?

Dan selanjutnya, yang berkewajiban mengobati perilaku menyimpang putra anda adalah orang lain, sedangkan anda tetap bersikap acuh tak acuh serta terus mengarahkan telunjuk anda kepada orang lain.

Sahabat! Menurut hemat anda, siapakah yang bertanggung jawab atas terjeratnya sebagian pemuda kita oleh paham ISIS?, menurut hemat anda tanggung jawab siapa?

Apakah sepenuhnya tanggung jawab para kiyai, guru ngaji, dan juru dakwah yang salah mengasuh?

Ataukah Departeman Pendidikan yang tidak mampu memberikan pendidikan yang baik?

Ataukah Departemen Agama yang tidak mampu membina keagamaan masyarakat?

Ataukah kepolisian yang tidak mampu menangkal menyusupnya oknum pembawa paham ISIS?

Ataukah para orang tua yang gagal mendidik anak anaknya?

Ataukah Departemen Sosial yang gagal membina kehidupan sosial masyarakat?

Bayangkan bila masing masing pihak di atas rajin mengambing hitamkan pihak lain dan cuci tangan sebersih-bersihnya dari tanggung jawab yang ia pikul, mungkinkah permasalahan ISIS atau lainnya dapat diselesaikan?

Menurut hemat saya: masalah ISIS atau permasalahan lainnya yang dihadapi oleh bangsa kita adalah tanggung jawab kita bersama. Sudah saatnya kita, bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan bahu membahu berkarya dan membangun bangsa, bukan malah centang berentang karena saling tuding dan saling menyalahkan.

Begini Teladan Salafus Shalih Dalam Menundukkan Pandangan Kepada Wanita

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc, حفظه الله تعالى

طلب داود بن عبد الله بعض أمراء البصرة فلجأ إلى رجل من اصحابه وكان منزله أقصى البصرة. وكان الرجل غيورا فأنزله منزلة وكانت له امراة يقال لها زرقاء وكانت جميلة فخرج الرجل في حاجة وأوصاها أن تلطفه وتخدمه فلما قدم الرجل قال له كيف رايت الزرقاء وكيف كان لطفها بك قال من الزرقاء قال أم منزلك قال ما أدري أزرقاء هي أم كحلاء فأتاها زوجها فتناولها وقال أوصيتك بداود أن تلطفيه وتخدميه فلم تفعلي قالت أوصيتني برجل أعمى والله ما رفع طرفه إلي

“Daud bin ‘Abdillah mencari sebagian pejabat Bashrah. Dia pun pergi kepada seorang sahabatnya yang tempat tinggalnya di ujung Bashrah. Ia seorang yang pencemburu. Maka sahabatnya Daud tersebut memperlakukan Daud sesuai dengan kedudukannya.

Sahabatnya tersebut punya seorang istri cantik yang biasa dipanggil Zarqa’. (Setelah menyambut Daud) sahabatnya tadi keluar sebentar untuk suatu keperluan. Ia berpesan kepada istrinya supaya bersikap ramah dan berkhidmat kepada tamunya (yaitu Daud).

Ketika orang itu datang, ia bertanya kepada Daud, “Bagaimana kamu menilai Zarqa’ dan bagaimana keramahannya kepadamu?”

Daud balik bertanya, “Siapakah Zarqa’?”

Ia menjawab, “Nyonya rumah yang kamu singgahi ini!”

Daud mengatakan, “Aku tidak mengetahui apakah Zarqa’ ataukah Kahla.”

Maka, orang itu pun mendatangi Zarqa’ lalu memarahinya dan mengatakan, “Aku berpesan kepadamu supaya bersikap ramah kepada Daud dan berkhidmat kepadanya, tetapi kamu tidak melakukan demikian?”.

Zarqa’ menjawab, “(Suamiku) engkau berpesan kepadaku supaya berkhidmat kepada orang yang ‘buta’. Demi Allah, ia tidak mengangkat pandangannya kepadaku sedikit pun”

(dari kitab Dzammul Hawa, 89)

Ref:
https://www.facebook.com/muslimah.or.id/posts/10154538792955195

1240. Pengajian Berpaham Takfiri

1240. BBG Al Ilmu – 55

Tanya:
Ada teman mengajak saya mengikuti pengajian tentang Tauhid dengan memakai buku Muhammad Quthub (adik sayyid quthub). Pertanyaannya apakah muhammad quthb ini mashabnya ahlusunnah atau salaf ?? Kami takut salah pemahaman.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Muhammad quthub dan saudara nya memiliki manhaj yang menyimpang dari pemahaman salaf, banyak ulama yang telah meluruskan paham nya yang memiliki akidah pengkafiran terhadap rakyat dan penguasa. Bisa dikata ia berpemahaman takfiri mengadopsi dari kelompok khowarij yang wajib untuk dijauhi.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Al Qur’an Al Adhim

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dengan membawa Al~Qur`an yang di jadikan hujjah bagi seluruh umat manusia.
Sehingga orang-orang arab yang ahli dalam bahasa arab mengakui bahwa Al~Qur`an merupakan mukjizat yang di berikan Allah Ta`ala.

Berkata Al~Walid Ibnul Mughiroh, ” Sungguh demi Allah, didalam bacaan Al Qur`an terdapat rasa manis lagi menenangkan jiwa, menentramkan hati, alangkah indahnya apa yang di lantunkan oleh Nabi ini “.

Al~Qur`an merupakan cahaya yang menerangi kegelapan, memberikan hidayah bagi kesesatan, obat bagi jiwa yang sakit, menghidupkan hati yang mati, barang siapa yang berpegang teguh dengan nya pasti akan mendapatkan penjagaan, barang siapa yang berkata dengan nya pasti akan benar, dan barang siapa yang berhukum dengan nya akan adil, akan menuntun kedalam jalan yang lurus.

Allah Ta`ala mengkisahkan para jin yang mendengarkan bacaan Al Qur`an, “Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami “. (QS Al Jinn 1~2).

Membaca Al Qur`an dan mentadaburi isi dan kandungan didalamnya serta mengamalkan nya akan memberikan pencerahan dan kemuliaan.

Abu Dzar radhiyallahu`anhu berkata, “Wahai Rasulullah, berikan wasiat kepada kami, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya engkau memperbanyak membaca Al Qur`an, sesungguhnya Al Qur`an merupakan cahaya bagimu dimuka bumi dan simpanan pahala untukmu di langit “. (HR. Ibnu Hibban).

Sebaik baik manusia adalah seorang yang membaca Al Qur`an dan mengajarkan nya, sebagai mana yang dilakukan oleh Abu Abdurrahman As~Sulamy ………

Bolehkah Mengirim Hadiah Ke Kerabat Yang Sudah Wafat Dan Bolehkah Mengirim Bacaan Ayat Al Qur’an Untuk Mayyit ?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعال

(1) Bila kita ingin mengirim hadiah bagi orangtua dan suami yang sudah wafat, apakah ada tuntunannya ? bila iya, amalan apa saja yang  bisa dilakukan ?

(2) Apakah Sholat 2 Raka’at Fajar sama dengan sholat sunnah qobliya shubuh ?

(3) Apakah kiriman bacaan ayat Al Qur’an akan sampai ke mayyit ?

Simak jawabannya Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعال  berikut ini :

Bolehkah Menggiatkan Silaturahim Dengan Niat Agar Diperpanjang Umur Dan Dimudahkan Rezeki Oleh Allah Ta’ala..?

Bolehkah kita menggiatkan silaturahim dengan niat agar dipanjangkan umur dan dimudahkan rezeki oleh Allah Ta’ala dan apakah ini bertentangan dengan firman Allah dalam surat Hud 15-16 ?

Simak jawaban Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى  berikut ini:

 

Apakah Allah Mencintaiku..?

Pertanyaan yang merayuku untuk introspeksi.. Kucoba membuka Al Qur’an..

● Kudapati Allah mencintai orang orang yang sabar..
kulihat diriku.. ah betapa sedikitnya kesabaranku..

● Kudapati Allah mencintai orang orang yang berjihad..
ku lihat diriku.. amat lemah untuk melawan nafsuku..
kurang kesungguhanku untuk selalu menaatiNya..

● Kudapati Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.. apalagi ini.. teramat jauh diriku dari derajat ihsan..
hatiku gundah..

Tak ada tanda pada diriku bahwa Allah mencintaiku.. Kucoba kembali membaca Al Qur’an..

● Kudapati Allah mencintai orang orang yang suka bertaubat..
aku segera merenung..
mungkin ayat ini untukku dan yang sepertiku..

Segera lisanku berucap..
Astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
Astaghfirullah wa atuubu ilaihi..

Semoga ini membuat Allah mencintai diriku..

Ya Robb.. ampuni dosaku..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Lupa Doakan Yang Terbaik Untuk Presidenmu

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام

“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”
Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.”
(Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya’ At Turots Al ‘Iroqiy)

Seandainya…

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Seandainya Syaikh Albani rahimahullah hidup saat ini….

Beliau pernah berkata :
“Penyakit anak muda sekarang adalah begitu mereka mulai merasa punya suatu ilmu yang sebelumnya mereka tidak ketahui, maka merekapun mengangkat kepala mereka (merasa tinggi), mereka merasa telah menguasai semuanya, maka merekapun diliputi dengan penyakit ujub dan terpedayalah mereka.

Kita kawatir mereka terkena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :
“Tiga perkara yang membinasakan :
* kikir yang ditaati,
* hawa nafsu yang diikuti, dan
* ujub nya seseorang dengan pemikirannya….”

Ini diucapkan oleh syaikh Albani sebelum ada dunia FB dan WA, lantas bagaimana jika syaikh Albani melihat kondisi para ahli copas di FB, yang begitu berani protes, kritik, menampilkan pendapat, bangga dengan pemikirannya, dll? Tanpa hati-hati..,dan tanpa menimbang maslahat dan mudorot, apa yang ada di benaknya langsung jadi status…

Sempatkan Baca Tafsir Walau Satu Ayat

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

” قراءة آيةٍ بتفكر وتفهم, خيرٌ من قراءة ختمة بغير تدبرٍ وتفهم”.

“Membaca satu ayat dengan tafakur/tadabbur serta berusaha untuk memahaminya lebih baik dari pada mengkhatamkan al-Quran tanpa tadabbur dan pemahaman.”