All posts by BBG Al Ilmu

1239. Penjelasan Surat Al-Qolam : 4

1239. BBG Al Ilmu

Tanya:
Mohon penjelasannya tentang surat Al Qolam : 4, yang di maksud sosok Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam di sini adalah orang yang ramah seperti apa ? Lemah lembut seperti apa dan penuh kasih sayang seperti apa ?

Jawab:
Ustadz Abdussalam Busyro, Lc, حفظه الله تعالى

Allah Subhana Wata’ala memberikan pujian untuk nabinya dengan kata-kata ‘adhiim’, yang menunjukkan beliau adalah sosok yang luar biasa di depan seluruh manusia.
* Beliau adalah terbaik untuk para suami.
* Beliau terbaik dan teladan bagi para bapak.
* Beliau terbaik tatkala masih anak-anak.
* Beliau terbaik tatkala menjadi kakek.
* Beliau adalah guru yang terbaik, sangat penyantun, penyayang, beliau juga bersabda (yang artinya) :
“Aku di utus sebagai seorang guru dan pendidik.”

Beliau juga sangat lembut :
* Tidak mendholimi
* Tidak menyakiti
* Tidak menghina
* Tidak berlaku curang
* Tidak suka mengumpat
* Tidak berlaku kasar

Bahkan halusnya perangai beliau, juga ada di telapak tangannya. Ada sahabat berkata (yang artinya) : “Aku menyalami tangan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, aku dapatkan (telapak tangannya-pent) melebihi halusnya sutra.

Demikianlah di antara perilaku nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga kita di beri kemudahan dalam mencontoh sunnah-sunah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam… Aamiin

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Tanya Jawab Berbagai Persoalan

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

* Bagaimana cara menjawab salam saat sedang sholat ?

* Sedekah dari hasil usaha yang haram, apakah mendapatkan pahala sedekah?

* Bagaimana cara memberitahu suami tentang tidak bolehnya sholat di masjid yang ada kuburannya ?

* Jika kita salah menentukan arah kiblat, apakah sholatnya harus diulang ?

* Jika kita memasuki rumah kita sendiri yang tidak ada orang didalamnya atau orang-orang nya sedang dikamar, apakah kita harus mengucapkan salam ?

* Bolehkah merapikan gigi dengan behel ?

* Adakah dalilnya kita harus cium tangan ibu ?

* Bolehkah menyewakan rumah kepada non muslim ?

* Seseorang hendak umrah dibulan Romadhon dan tetap berpuasa. Pesawat berangkat jam 12 siang dari Jakarta. Apakah waktu berbukanya mengikuti waktu Indonesia atau Saudi ?

* Bolehkah kita sholat malam jam 4 pagi ?

* Bolehkah wanita duluan memberi salam kepada lelaki ?

* Doa apakah yang didahului dengan asmaul husna ?

* Bolehkah sholat tahajud berjamaah ?

* Adakah kewajiban bermaaf-maafan sebelum bulan Romadhon ?

* Bolehkah mengharapkan balasan orang atas kebaikan kita ?

* Apakah sholat awabin itu ?

* Apakah orang yang membaca Al-Quran wajib menjawab salam ?

* Adakah sholat mutlak ?

* Jika suami berpenghasilan haram, apakah istri ikut menanggung dosa ?

Simak jawabannya oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. حفظه الله تعالى

Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/soal-jawab-kitab-al-jaami-ash-shagiir-pertemuan-8.html

Beberapa Perkataan Ulama Yang Berkaitan Dengan Ke-ikhlasan

Ustadz Abu Riyadl, Lc, حفظه الله تعالى

Ya’qub berkata, “Orang yang ikhlas ialah seseorang yang menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menutupi dosa-dosanya.”

As-Suusi berkata, “Ikhlas itu tidak melihat bahwa dirinya telah ikhlas, karena barangsiapa yang melihat bahwa dirinya sudah merasa ikhlas, maka butuh untuk mengikhlaskan keikhlasannya.”

Apa yang disebutkan ini, sebuah bentuk penjernihan rasa ujub dalam sebuah perbuatan. Karena perasaan bahwa dirinya sudah ikhlas dan menganggap seperti maka hal ini sebuah bentuk rasa ujub, dan sifat ini termasuk di antara penghalang keihklasan. Sedangkan orang yang benar-benar ikhlas ialah apabila ia terhindar dari segala jenis penghalang yang ada.

Ayyub berkata, “Mengikhlaskan niat lebih berat bagi para pengamal dari keseluruhan amalan yang ada.”

Sebagian ulama berkata, “Sesaat saja seseorang bisa ikhlas, maka ia akan memperoleh keselamatan yang abadi, namun rasa ikhlas itu sangat jarang dirasakan.”

Ada seseorang berkata kepada Suhail, “Hal apakah yang paling berat bagi jiwa?”, ia menjawab, ‘Ikhlas, karena jiwa itu tidak mampu untuk meraihnya.”

Al-Fudhail berkata, “Meninggalkan suatu amalan karena malu terhadap manusia maka ini disebut riya, beramal karena manusia syirik, sedangkan ikhlas itu ialah Allah menyelamatkanmu dari kedua perbuatan tersebut.”

Iman Kepada Malaikat

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Iman kepada malaikat merupakan pokok dasar akidah seorang muslim, tidak akan sempurna iman kecuali dengan iman kepada nya. Malaikat merupakan ciptaan Allah yang wajib di imani baik secara global dan terperinci sebagai mana disebutkan dalam Al Qur`an & As Sunnah.

Allah Ta`ala menciptakan malaikat dari cahaya yang mampu merubah wujud sesuai kehendak Allah dan memiliki tugas tugas dan senantiasa taat & beribadah kepada Allah serta tidak pernah berbuat maksiat.

Jibril merupakan malaikat yang paling utama, yang memiliki enam ratus sayap, setiap sayap memenuhi langit & bumi.

Allah Ta`ala berfirman,” (Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; & (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi “.(QS An Najm 5~7)

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Aku telah melihat jibril dalam wujud aslinya, ia memiliki 600 sayap”.(HR. Ahmad)

Malaikat memiliki tugas tugas dalam ibadah, diantaranya diberikan amanah wahyu, menurunkan hujan, meniupkan arwah pada janin, mencabut nyawa, menjaga surga & neraka, menjaga gunung, daratan, lautan, menjaga manusia, peniup sangkakala, membangkitkan manusia dari alam kubur, berdiri bertasbih untuk Allah, rukuk, sujud dihadapan Allah & sebagai nya.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Langit mengeluarkan suara rintihan, & sepantasnya untuk merintih, tidaklah didapatkan sejauh empat jemari melainkan disana terdapat malaikat sujud kepada Allah “.(HR. Ahmad)

Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengkhabarkan tentang baitul makmur yang berada di langit ketujuh,”Setiap hari didatangi olh para malaikat sejumlah 70.000 malaikat, jika telah masuk maka tidak pernah kembali lagi “.(HR. Bukhari & Muslim)

Malaikat mencintai orang yang soleh & perbuatan soleh, senantiasa mendoakan orang orang yang berbuat kebaikan & mengajarkan kebajikan, ….

Salah Satu Dzikir Sebelum Tidur Yang Sering Terabaikan

Kajian

Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ، فَتَوَضَّأْ وَضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ، وَقُلْ: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، ….، فَإِنْ مُتَّ مُتَّ عَلَى الفِطْرَةِ وَإِنْ أَصْبَحْتَ أَصَبْتَ أَجْرًا فَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ “

“Jika kamu hendak tidur, berwudhulah seperti wudhu ketika shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan dan ucapkan: Allahumma aslamtu nafsii ilayka …dst. Jika kamu meninggal maka kamu mati dia atas fitrah (di atas Islam-pent), dan jika bangun pagi maka kamu mendapatkan pahala. Jadikanlah bacaan ini yang terakhir kamu ucapkan.” (HR. Bukhari 6311 – Muslim 2710)

Dzikir yang dimaksud diatas adalah sbb:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAYKA, WA WAJJAHTU WAJHII ILAYKA, WA FAWWAD-TU AMRII ILAYKA, WA ALJA’-TU DZAHRII ILAYKA, RAGHBATAN WA RAHBATAN ILAYKA.
LA MALJA-A WA LAA MANJAA MINKA ILLAA ILAYKA. AAMAN-TU BI KITAABIKAL-LA-DZII ANZALTA WA BI NABIYYIKAL-LA-DZII ARSALTA

Jangan lupa adab dan dzikir lainnya sebelum tidur sbb:

* Berwudhu

* Membaca ayat kursi

* Membaca 2 ayat terakhir surat Al Baqoroh

* Mengumpulkan kedua telapak tangan, lalu kedua telapak tangan itu ditiup dan dibacakan Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas dan mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Ini dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali.

* Membaca : BISMIKA ALLAHUMMA AMUUTU WA AHYAA

Ref:
http://www.konsultasisyariah.com/nasihat-agar-tidur-tidak-diganggu-setan/#

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiykum.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Kata Syi’ah

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Syiah mengatakan:

Cobalah jawab, mana yang harusnya lebih tahu tentang Islam yang dibawa Nabi, keluarga beliau, ataukah para sahabat beliau?! Bukankah seharusnya keluarga beliau adalah orang yang paling banyak tahu tentang Islam?!

Kita katakan:

1. Kalau kaidah ini mutlak benarnya, tentunya tidak ada kerabat Nabi -shollalohu alaihi wasallam- yang masuk neraka, namun ternyata ada, diantaranya paman beliau: Abu lahab, Abu jahal, dll.

2. Orang yang paling banyak tahu tentang Islam adalah orang yang paling banyak bersama beliau dan paling banyak mengambil ilmu dari beliau, baik dia itu keluarga beliau atau yang lainnya.

Ketika di rumah, maka keluarga yang sedang bersama beliau yang lebih tahu… Ketika di luar rumah, maka orang yang bersama beliau yang lebih tahu.

3. Keluarga beliau mencakup isteri beliau,hampir setiap hari beliau bersama isterinya, lalu mengapa mereka dicampakkan oleh kaum syiah?

4. Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- tidak membedakan dalam menyampaikan Risalah Islam, sebagaimana ditunjukkan oleh perkataan Sahabat Ali -rodhiallohu anhu-:

“Tidak ada kitab (khusus) yang kami baca, selain kitabulloh dan apa yang ada dalam lembaran ini, di dalamnya ada aturan hukum qishosh dan umur-umur onta”, lalu beliau menyebutkan beberapa hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-. [HR. Bukhori]

5. Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- lebih banyak menyampaikan Islam di luar rumah, baik di masjid beliau ataupun di tempat lain. Sehingga tidak otomatis keluarga beliau lebih tahu ilmu daripada orang lain.

6. Sebagaimana telah biasa terjadi, orang yang paling tahu tentang ilmu seseorang adalah orang yang paling banyak mengambil ilmu dari orang tersebut, dan itu tidak mengharuskan dari keluarganya.

Bahkan seringkali seorang murid kesayangan atau teman akrab seseorang lebih banyak tahu tentang ilmu orang tersbut daripada keluarganya sendiri.

7. Ajaran para Ahlul Bait tidak bertentangan dengan ajaran para Sahabat Nabi, ajaran mereka sama dan saling melengkapi, sehingga tidak perlu dipertentangkan.

Sungguh mencintai Ahlul Bait adalah tuntutan iman kita… Tapi mencintai mereka tidak mengharuskan kita meninggalkan atau membenci atau merendahkan para sahabat Nabi lainnya.

Karena mereka adalah satu generasi yang saling melengkapi dan tidak mungkin dipisahkan, wallohu a’lam.

 

1238. Apakah Sujud Sahwi Yang Dilakukan Setelah Salam Tetap Diakhiri Dengan Salam..?

1238. BBG Al Ilmu

TANYA
Saya kelebihan roka’at di sholat zhuhur, harusnya empat jadinya lima, setelah salam saya diingatin orang tentang kelebihan 1 roka’at tersebut dan dia bilang ke saya untuk sujud sahwi (2 x sujud), namun dia tidak bilang apakah salam lagi atau tidak. Pertamyaan saya, dalam kasus seperti diatas dimana sujud sahwi dilakukan setelah salam, apakah tetap baca tasyahud akhir + salam lagi atau setelah sujud yang kedua langsung salam..?

JAWAB

Jika kejadiannya seperti yang ditanyakan, yaitu kelebihan 1 roka’at, maka hendaklah ia sujud sahwi SESUDAH salam, karena untuk menghinakan setan.

Menurut Ibnu Taimiyah rohimahullah dalam Majmu’ Fatawa, tidak ada dalil sama sekali yang memerintahkan untuk tasyahud sebelum salam dalam sujud sahwi.

Sujud sahwi TETAP harus ditutup lagi dengan salam sebagaimana dalam hadits shohih riwayat Muslim.

والله أعلم بالصواب

Dijawab oleh,
Ustadz Irfan Helmi, Lc, حفظه الله تعالى

Waktu Istirahat Yang Sebenarnya Bagi Seorang Mukmin

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

» Di dalam Al-Qur’an Al-Karim Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Dan beribadahlah engkau kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (yakni kematian).” (QS. Al-Hijr: 99).

Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa setiap manusia yang hidup di dunia wajib beribadah hanya kepada Allah tanpa mengenal letih, bosan dan istirahat atau berhenti darinya. Ia wajib tabah dan sabar dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala, serta sabar dalam menjauhi dosa dan maksiat kepada-Nya sehingga kematian menjemputnya dan memutuskannya dari segala kenikmatan dan kelezatan dunia.

» Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya: “Wahai imam, kapankah waktu istirahat itu?” Beliau jawab: “(istirahat yang sesungguhnya ialah) pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.”

» Seorang penyair yang bijak mengatakan:
“Sekiranya bilamana kita telah mati lalu dibiarkan (begitu saja tanpa perhitungan dan pembalasan amal, pent), niscaya kematian itu menjadi waktu istirahat bagi setiap orang yang hidup.

Akan tetapi (kenyataannya), bilamana kita telah mati, kita akan dibangkitkan (dari alam kubur kita), dan sesudah itu kita dimintai pertanggungjawaban (oleh Allah) atas segala hal (yang pernah kita lakukan di dunia, pent).”

Maka dari itu, marilah kita bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan sisa umur kita di dunia ini dengan berbuat kebaikan dan ketaatan kepada Allah dan menjauhi setiap dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita dan memisahkan kita dengan orang-orang yang sangat kita cintai.

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 19 Agustus 2014).

Bolehkah Kita Ber-Baiat Dengan ISIS ?

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc, حفظه الله تعالى

“HARAM hukumnya. Dan subhanallah, di Indonesia sudah banyak kan yang membuat khilafah-khilafah. Semestinya ISIS berbaiat kepada kelompok di Indonesia. iya kan. Yang mengusung-usung khilafah-khilafah, itu ISIS berbaiat semestinya. Kenapa ? karena Rosul shollallahu alaihi wasallam bersabda, “Jika dibaiat 2 khalifah, maka yang terakhir harus dibunuh oleh yang pertama.” Tidak boleh ada dua khalifah didalam muka bumi.  Paham ya para ikhwah sekalian? Maka tidak boleh.

Kita ini, pemimpin kita yang sah adalah presiden kita sampai saat ini SUSILO BAMBANG YUDHOYONO hafidzahullahu taala semoga Allah subhanahu wa taala menjaga beliau, itu beliau PEMIMPIN  kita yang SAH. Kita taat kepada beliau kita mendengar perintah beliau selama memerintahkan kepada yang haq dan menjauhkan dari yang bathil. Maka saya setuju kalo seandainya ada yang berbaiat kepada ISIS itu cabut aja warga negaranya. Karena kita warga Indonesia. Pemimpin sah kita yang mempunyai wilayah, mempunyai kekuasaan, bisa memerintah, bisa menahan, bisa melarang, itu siapa ? PRESIDEN KITA. Wallahu A’lam.

Dan saya TIDAK SETUJU DIPLESETIN ISIS itu. karena ini adalah mereka membatai kaum muslim.  Subhanallah. Membantai orang-orang yang berjihad dijalan Allah orang-orang yang mukhilisn muwahiddin yang kita kenal seperti itu dan Allah subhanahu wa taala yang lebih mengetahuinya jadi jangan diplesetin. ISIS ikatan suami istri sholehah. Ini tidak benar ya…”

Silahkan menyimak ceramah beliau dengan klik:
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/rahasia-besar-dibalik-ibadah-puasa.html

Sesi tanya jawab video 3.

Hukum Adzan Bagi Wanita

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

Asy Syairozi berkata, “Dimakruhkan bagi wanita mengumandangkan azan. Namun disunnahkan mengumandangkan iqamah untuk sesama jama’ah wanita. Untuk azan terlarang karena azan itu dengan dikeraskan suaranya, sedangkan iqamah tidak demikian. Namun wanita tidaklah sah mengumandangkan azan untuk jama’ah laki-laki karena dalam masalah menjadi imam, wanita tidak sah mengimami laki-laki.” (Al Majmu’, 3: 75).