All posts by BBG Al Ilmu

Menutupi Kebenaran

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, washolatu wassalamu ala’ Rosulillah, wa ba’du ;

Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanyalah menelan api neraka kedalam perutnya, dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka, dan mereka akan mendapat adzab yang sangat pedih “. QS Al-Baqoroh 174.

Berkata Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu, “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang Allah turunkan dari Al-Kitab, mereka adalah kaum yahudi yang menyembunyikan sifat Nabi Muhammad shallallahu ‘alihi wa sallam yang termaktub dan tertulis dalam kitab-kitab mereka melalui tangan-tangan mereka, yang didalamnya merupakan persaksian kerasulan dan kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka menyembunyikan ini agar tidak lenyap kewibawaan dan kepemimpinan mereka dihadapan orang-orang arab, yang terbiasa memberikan upeti dan hadiah untuk para yahudi, maka mereka takut dan khawatir jika menampakkan berita ini, para manusia akan mengikuti ajaran baru tersebut dan meninggalkan mereka, sehingga mereka menyembunyikan akan hal ini agar tetap mendapat upeti dari kalangan arab, maka sekelumit dunia yang rendah ini mereka rela mempertaruhkan agama dan petunjuk al-hak, sehingga mereka merugi didunia dan akhirat.

Adapun didunia Allah Ta’ala menampakkan pada umat manusia atas benarnya kenabian dan kerosulan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan aneka mukjizat hingga beriman lah para manusia dan menjadi pengikut setia Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapun diakhirat sesungguhnya apa yang mereka masukkan kedalam perut adalah bara api yang menyala-nyala, dan akan mendapat kehinaan dan kerendahan bahkan mendapat adzab yang pedih.

View

Ancaman Keras Bagi Laki-Laki Muslim Yang Meninggalkan Sholat Jum’at

Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله تعالى

Bismillah.

Seorang laki-laki muslim yang telah memenuhi syarat-syarat wajibnya sholat Jumat (seperti berakal, baligh, mukim, sehat/mampu menghadirinya), jika ia meninggalkan sholat Jumat dengan sengaja tanpa alasan atau penghalang yang syar’i, maka ia terkena beberapa ancaman keras dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya:

1. Allah ta’ala akan mengunci mati hati mereka dari memperoleh hidayah dan kebaikan, serta ia tergolong dalam barisan orang-orang yang lalai.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertekad kuat untuk membakar rumah orang yang meninggalkan sholat Jumat dengan sengaja tanpa alasan syar’i.

3. Orang yang tidak sholat Jumat akan dicatat Allah ta’ala dalam golongan orang munafik.

Diantara hadits-hadits shohih yang menunjukkan ancaman tersebut adalah sebagai berikut:

** Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yg artinya): “Sungguh hendaknya orang-orang itu berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at, atau (kalau tidak maka) Allah ta’ala akan mengunci hati-hati mereka, kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai. (HR. Muslim)

** Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pula (yg artinya): “Sunguh saya bertekad untuk memerintahkan seseorang mengimami shalat bagi manusia, kemudian saya bakar rumah orang-orang yang meninggalkan (shalat) Jum’at.” (HR. Muslim)

** Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pula (yg artinya): “Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa udzur, maka dia tercatat sebagai golongan orang-orang munafik.” (HR. Ath-Thabarani dalam
Al-Mu’jam Al-Kabir I/170, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu. Lihat Shohih Al-Jami’ Ash-Shoghir).

Demikian ancaman keras bagi setiap laki-laki muslim yang meninggalkan sholat Jumat dengan sengaja tanpa alasan syar’i.

»BBG Majlis Hadits, room Bening Hati.

View

Agama Jadi Bahan Lawakan Di Stand Up Comedy

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Kita tahu bahwasanya stand up comedy adalah ajang untuk menunjukkan siapakah yang paling lucu dan yang paling jago dalam membuat perut penonton mules. Namun bermunculan belakangan ini lawakan yang berbau SARA karena melecehkan ajaran-ajaran Islam. Bahkan yang melecehkan menamakan dirinya Ustadz. Dalam lawakannya gerakan shalat dilecehkan. Ia juga menyebutkan salah satu surat dalam Al Qur’an yaitu surat Al Ikhlas -yang disebut tsulutsul Qur’an (mengandung sepertiga Al Qur’an)-, dilecehkan dengan menyatakan bahwa surat tersebut dapat mengusir kucing.

Setiap yang mendengarnya tertawa cekikikan.

Namun sangat disayangkan kenapa popularitas dicari dengan cara melecehkan ayat-ayat Allah padahal si pelawak berpecis dan berpakaian muslim?

Yang kami sayangkan dari perilaku ustadz gadungan ini adalah melecehkan ayat Al Qur’an, beda halnya jika guyonannya tidak bawa-bawa agama. Padahal mempermainkan ayat Allah supaya buat orang lain tertawa dapat terkena ayat berikut.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.”  (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 2315)

Bayangkan lagi jika yang jadi bahan lawakan adalah surat dalam Al Qur’an, apalagi surat yang mulia seperti surat Al Ikhlas. Bagaimana jadinya?

Selengkapnya:

http://rumaysho.com/jalan-kebenaran/agama-jadi-bahan-lawakan-di-stand-up-comedy-7778

M. Abduh Tuasikal,
Pengasuh Rumaysho.Com

View

Bersihkan Jiwa Anda Dengan Wudhu

Ust. DR. Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Tatkala berwudhu, seseorang membersihkan anggota badannya. Saat itu pula, Allah mengeluarkan dosa-dosanya bersama mengalirnya air hingga tetesan terakhir dari air wudhunya.

Tatkala ia keluar dari tempat wudhu, iapun keluar dalam keadaan BERSIH DARI DOSA.

Anggota badan yang terkena air wudhu, kelak Allah akan menjadikannya BERCAHAYA.

Tidaklah seorang muslim yang bermalam dalam keadaan berdzikir dan SUCI, kemudian dimalam hari ia bangun dan memohon kebaikan, kecuali PASTI ALLAH KABULKAN.

Seseorang yang berwudhu dan berdoa sebelum tidur, kemudian dia meninggal saat ia tidur itu, maka ia MENINGGAL DALAM KEADAAN FITRAH.

Simak penjelasan Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA حفظه الله تعالى tentang keutamaan wudhu yang lainnya.

Klik:
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/suci-dalam-debu—.html

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Wanita

Ust. DR. Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Akhiiii…

Wanita dicipta dari tulang rusuk.

Ia tidak dicipta dari tulang kaki
agar kau tidak menjadikannya alas kaki, menghina dan mencacinya…

Ia tidak dicipta dari tulang tangan
agar kau tahu bahwa dia bukan alat untuk melaksanakan segala keinginanmu dan menuruti semua nafsumu…

Ia tidak diciptakan dari tulang kepala agar ia tidak sombong dan merasa selalu di atas…

Namun ia dicipta dari tulang rusuk
agar ia selalu ada di sampingmu
selalu ada dalam suka dukamu menemani…

Ia berada di bawah lenganmu
agar engkau selalu menjaga dan melindunginya…

Pada sejatinya tanganmu bukanlah untuk memukul rusukmu sendiri…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّ الْمَرْأََةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ …ِ

“Berwasiatlah kalian dengan kebaikan kepada para wanita (para istri), karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk….” (HR. Bukhari dan Muslim).

View

Buah Kejujuran Dan Kedustaan

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga اللّـﮧ memberikan kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

Dari Abdulloh bin Mas’ud ~rodhiyallohu ‘anhu~, ia berkata : Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلىَ البِرِّ وَإِنَّ البرَّ يَهْدِيْ إِلىَ الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتىَّ يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِيْقاً, وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهِدِى إِلىَ الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إِلىَ النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيتَحَرَّى الكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذاباً

“Kalian harus berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu akan menunjukkan kepada kebaikan dan sungguh kebaikan itu akan menunjukkan jalan ke Surga. Dan seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha dalam kejujuran hingga ia dicatat di sisi اللّـﮧ sebagai orang-orang yang jujur.

Dan hati-hatilah kalian dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada perbuatan buruk dan sesungguhnya keburukan akan menunjukkan jalan ke Neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta dan berusaha dalam kedustaan hingga ia dicatat di sisi اللّـﮧ sebagai seorang pendusta.” [HSR. Muslim no. 6586]

Demikian dapat disampaikan.

Semoga اللّـﮧ menjadikan penulis dan pembacanya termasuk orang-orang yang gemar berlaku jujur dan tercatat sebagai orang-orang yang jujur di sisi-Nya.. Dan semoga اللّـﮧ menjauhkan kita dari berdusta apalagi tercatat sebagai pendusta di sisi-Nya.

∕̴Ɩαмîîη Ƴαα ƦõввαƖ ‘∕̴ƖαƖαмîîη

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad
بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُمْ

View

Bulan Ramadhan Segera Datang

Syaikh Abdurrozaq Al-Badr, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, wa sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du;

Sesungguhnya umat islam seluruhnya sebentar lagi dalam beberapa hari ke depan akan menyambut kedatangan tamu istimewa yang mulia, yang setiap jiwa merasa rindu padanya, tamu yang didambakan dan disegani dalam setiap hati manusia, semua berharap dapat meraihnya, mendapatkan keberkahan, kebaikan yang terkandung di dalamnya, yaitu bulan yang penuh dihiasi dengan ketaatan, mendekatkan diri pada Allah, bulan ampunan dan permohonan ampun, bulan tilawah Al-Qur’an, bulan berpuasa, bulan mendirikan sholat malam, bulan yang dipenuhi dzikir, do’a, istighfar, bulan kasih dan sayang dan kebaikan, terkandung di dalamnya barokah dan keberuntungan, yaitu bulan yang suci penuh berkah yang Allah khususkan dengan aneka ibadah yang memiliki banyak kelebihan dari bulan-bulan lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu senantiasa memberikan kabar gembira dengan kedatangan bulan mulia ini, menjelaskan keutamaan dan fadhilah di dalamnya, serta menganjurkan agar bersungguh-sungguh dan ijtihad melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dengan sanad yang jayyid, dari sahabat Anas ibnu Malik radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ini adalah bulan Romadhon telah datang kepada kalian, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka dan para syetan dibelenggu”.

Di dalam sunan Tirmidzi dan lainnya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika datang hari pertama dari bulan romadhon maka dibelenggu para syetan dan jin-jin durhaka dan ditutup pintu-pintu neraka dan tidak terbuka satu pintupun, dan dibuka pintu-pintu surga maka tidak tertutup satu pun, dan diseru dengan suara lantang,

‘Wahai pelaku-pelaku kebaikan, datanglah, wahai pelaku-pelaku keburukan, berhentilah’, dan Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari siksa neraka, dan hal itu pada setiap malamnya’.”

View

Persatuan Dan Perpecahan

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, washolatu wassalamu ala’ Rosulillah, wa ba’du;

Sesungguhnya diantara prinsip akidah Ahlussunnah wal Jama’ah adalah persatuan dan kasih sayang diatas Al-Hak dan kebenaran, Allah Ta’ala berfirman,” Dan berpegang teguhlah kalian diatas tali (agama ) Allah dan janganlah bercerai-berai  dan ingatlah nikmat Allah kepada mu, tatkala kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah persatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi saling bersaudara “. QS Ali Imron 103.

Dan Allah mencela perpecahan sebagaimana firman-Nya, “Dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan, setiap golongan bangga dengan apa yang ada pada golongannya “. QS Ar-Rum 31-32.

Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Sallallahu alihi wa sallam ,” Sesungguhnya Allah meridhoi tiga perkara, yaitu agar kalian menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu, dan agar kalian berpegang erat dengan tali (agama) Allah dan tidak bercerai-berai “.HR Muslim.

Syariat Islam menganjurkan agar besatu didalam kebenaran, berlemah lembut serta bekerja sama didalamnya, sebagaimana Allah berfirman, “Dan tolong-menolonglah kalian dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan “. QS Al-Ma’idah 2.

Maka disini sepantasnya untuk diperhatikan :
* Syariat agama tidak menganjurkan semata-mata persatuan, akan tetapi dengan rambu jika berada diatas Al-hak dan kebenaran, sehingga tidak dibenarkan apabila bersatu dalam melakukan keburukan dan kejahatan, kemungkaran, perkara haram, dan perbuatan syahwat dan syubhat seperti minum arak dan perbuatan bid’ah nya kaum sufi dalam dzikir yang bid’ah.

*  Bersatu nya badan secara dhohir dengan adanya perbedaan akidah adalah tercela dalam pandangan syariat, sebagaimana Allah mencela orang yahudi dalam firman-Nya ,

,”Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat, kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka berpecah-belah, yang demikiyan dikarenakan mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti.” QS Al-Hasyr 14.

*  Syariat Islam tidak mencela perpecahan secara muthlak, jika yang berpisah dan ditinggalkan adalah kebathilan maka ini adalah terpuji secara syariat, sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Bukhary didalam adabul-mufrod, dari sahabat Mikdad radhiyallahu ‘anhu, berkata tentang Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Nabi datang dengan membawa furkon, yang memisah antara kebenaran dan kebathilan, memisah antara ayah dan anak nya.”

*  Amar makruf dan nahi mungkar bukanlah sarana pemecah belah yang tercela, dikarenakan syariat yang menganjurkan untuk persatuan juga memerintahkan agar beramar makruf nahi munkar, Allah Ta’ala berfirman, “Kalian (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh berbuat baik dan mencegah berbuat mungkar dan beriman kepada Allah.” QS Ali-Imron 110.

Bahkan menjalankan amar makruf nahi mungkar merupakan sebab tegaknya persatuan diatas kebenaran, maka barang siapa mengingkari kemungkaran kepada suatu kaum yang sedang berbuat munkar, sesungguhnya ia merupakan penyeru persatuan diatas kebenaran. Dan yang semisal ini adalah memberikan tahdzir kepada orang yang menyeleweng dari kalangan pelaku bid’ah.

View

Antara Kematian Dan Sikap Kita

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Kematian adalah perkara yang sangat diyakini sekaligus sangat diragukan oleh manusia….semua orang meyakini bahwa dirinya pasti akan mati cepat atau lambat…akan tetapi ternyata perbuatan dan tingkah laku banyak orang yang tenggelam dalam dunia dan terjerumus dalam kemaksiatan menunjukan bahwa mereka sangat ragu akan datangnya kematian.

Apakah kita termasuk orang yang meyakini ataukah yang meragukannya??!! jawabannya terletak pada amal perbuatan kita…..

Semoga Allah menjadikan kita orang yang yakin dengan datangnya kematian sehingga menjadikan kita untuk terus bersabar dalam beramal sholeh dan meninggalkan kemaksiatan…aaamiiin

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Uukh Panasnya !

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

Akhir-akhir ini, terik matahari begitu menyengat, badan bercucuran keringat, dan dedauan mulai mengering.

Namun, di balik itu semua ada satu pertanyaan yang melintas di pikiran saya sore ini; matahari yang begitu panas, kok tidak pernah aus, atau meleleh sehingga lelehannya netes ke dunia, padahal letak matahari ada di atas sana? Kebayang deh, andai matahari meleleh lalu menetes ke bumi, kira-kira seperti apa jadinya.

Sobat, menurut hemat anda, apa yang menjadikan matahari tidak meleleh dan tidak menetes ke bumi ? Dan siapakah yang menjaganya sehingga tidak meleleh dan tidak pula meledak, atau meleleh ke bumi ?

Mungkin bagi anda yang cerdas, apalagi yang hobi membaca berbagai penelitian dan analisa ilmuan, ada berbagai jawaban. Namun yang pasti bagi saya ada satu jawaban yang pasti benar pula, semua itu adalah kuasa Allah Azza wa Jalla. Andai urusan matahari diserahkan kepada manusia, niscaya ummat manusia telah binasa sejak dahulu kala.

Dialah Allah Yang telah mengatur segalanya sehingga tidak terjadi kekacaaun sebelum waktu yang telah Ia tentukan, yaitu hari kiyamat. Kala itu matahari akan digulung, dan berakhirlah kehidupan dunia.

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

“Bila matahari telah digulung.” (At takwir 1)

Maha Suci Allah, yang telah menciptakan segala sesuatu dengan bijak dan membawa hikmah bagi ummat manusia.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View