All posts by BBG Al Ilmu

953. Bolehkah Berpuasa Pada Hari Kelahirannya ?

953. BBG Al Ilmu – 111

Tanya:
Bolehkah seseorang puasa pada hari kelahirannya ?, misalnya : hari rabu….karena ada pendapat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam puasa pada hari kelahirannya yaitu hari senin.

Jawab:
Puasa di hari kelahiran tidak ada sunnahnya kecuali apa yang dilakukan Rosul صلى الله عليه وسلم yaitu bolehnya kita berpuasa di hari senin, kamis, puasa 3 hari setiap bulan (yaumul biidh tanggal 13, 14, 15) dll. Adapun puasa2 yang tidak ada contohnya maka tidak boleh kita lakukan.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

952. Hukum Membayar Pajak

952. BBG Al Ilmu – 139

Tanya:
Bagaimana Hukum Pajak dan Bagaimana dengan si pembayar pajak ? Karena kita selalu dpaksa bayar pajak dalam bertransaksi dan saat menerima penghasilan ?

Jawab:
Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله

Seorang muslim mempunyai kewajiban untuk taat kepada pemerintah, diantaranya. adalah dengan membayar pajak.
والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Keikhlasan Pun Sangat Membutuhkan Kesabaran

{Ust Firanda Andirja MA}

1) Sabar untuk mengikhlaskan niat dan membersihkannya dari riya’ dan tujuan duniawi tatkala sebelum beramal dan juga tatkala sedang beramal.

Jangan pernah membohongi diri, dengan menyatakan saya sedang berjuang di jalan Allah akan tetapi ternyata ada udang di balik batu.

Jika engkau membohongi dirimu, yang sekaligus berarti engkau membohongi Allah dan publik maka suatu saat Allah akan memunculkan udangmu tersebut dihadapan publik……. maka berhati-hatilah…!

2) setelah beramal harus sabar agar amalan tersebut tidak dirusak oleh ujub dan takabbur yang sewaktu waktu timbul karena kekaguman terhadap amalan tersebut atau merasa jasa dan peranmu yang besar sehingga jadilah engkau merasa sok “penting”. Padahal semua keberhasilanmu datangnya dari Allah semata

3) sabar untuk menyembunyikan amalan tersebut dan tidak menampakannya kepada orang lain, karena pahala amalan yg tersembunyi lebih besar. Inipun butuh kesabaran yang besar, karena jiwa selalu ingin menceritakan amalannya kepada orang lain agar dihargai dan dihormati

4) jika engkau berbuat baik kepada orang lain maka bersabarlah dengan menjaga keikhlasanmu dengan tdk marah tatkala air susumu dengan air tuba oleh orang yang kau bantu. Karena sesungguhnya engkau tdk mengarapkan “balas jasa”nya dan tidak pula ucapan “terima kasih”nya. Akan tetapi engkau hanya mengharapkan wajah Allah

Allah berfirman:
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

Setelah itu Allah berfirman :
وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, (QS Al-Insan 9, 12)

———– (*) ———–

Edisi PEMILU: Melek Terhadap Sejarah Islam

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Kisah sejarah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabanya sering kita dengar dan kitaelajari. Namun demikian hingga saat ini kita belum mampu memetik seluruh pelajaran penting darinya.

Diantara kisah perjalanan dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersama sahabatnya yang pasti telah anda pelajari, ialah kisah hijrah sebagian sahabat ke negri Habasyah.

Saya yakin, anda sepenuhnya memahami bahwa negri habasyah adalah negri kafir, namun demikian, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan sebagian sahabatnya untuk berhijrah ke sana. Ada satu alasan penting yang melatar belakangi keputusan beliau ini, yaitu adanya kepastian hukum dan perlindungan bagi setiap orang tinggal di negri tersebut.

Rasulullah shallallahi alaihi wa sallam bersabda:

“لو خرجتم إلى أرض الحبشة، فإن بها ملكا لا يظلم عنده أحد، وهي أرض صدق، حتى يجعل الله لكم فرجا مما أنتم فيه”

Ada baik ya jikalau kalian pergi ke negri Habasyah, karena di negri itu dipimpin oleh seorang raja yang menegakkan keadilan, sehingga tidak seorangpun dianiaya di sana. Negri itu adalah negri yang dipimpin dengan kejujuran. Kalian untuk sementara tinggal di sana hingga saatnya nanti Allah memberikan jalan keluar bagi kalian dari kondisi yang menghimpit kalian. ( Ahmad dan lainnya)

Walau negri itu negri kafir, dan Islam melarang ummatnya untuk tinggal apalagi hijrah ke negri kafir, namun demikian pada saat itu negri Habasyah adalah pilihan pahit teringan bagi banyak sahabat dibanding bertahan hidup di negri Makkah.

Bertahan hidup di negri Makkah artinya menanggung derita, siksa dan intimidasi yang sangat berat untuk dipikul oleh kebanyakan sahabat. Sedangkan berhijrah ke negri Habasyah juga pilihan pahit, karena hidup di negri orang kafir, berpotensi mengancam keutuhan agama para sahabat. Dan telah terbukti salah seorang dari kaum muslimin yaitu ubaidillah bin Jahesy tidak kuasa menahan godaan hingga akhirnya ia murtad dan masuk ke agama nasrani.

Petaka yang menimpa Ubaidillah bin jahesy ini membuktikan bahwa keberadaan para sahabat di Habasyah adalah satu pilihan pahit namun tidak sepahit bila mereka bertahan di kota Makkah.

Kisah di atas menjadi pelajaran kita untuk menghadapi kondisi serupa. Misalnya di saat pemilu ini. Menggunakan hak pilih adalah pilihan pahit namun tidak sepahit bila tokoh tokoh syi’ah dan antek antek kaum kafir memenangkan pemilu dan memimpin negri ini.

Sobat! Berpikir cerdas dan bersikap kesatria adalah bagian dari karakter ummat Islam. Mengedepankan dalil dan nalar sehat adalah sikap bijak dibanding sekedar mengikuti hawa nafsu dan emosi diri. 

Ditulis oleh Ustadz Muhamad Arifin Badri . حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜 ✽ 〜- – – – – –

Edisi PEMILU: Renungan Sebelum Mencoblos

Ust. Firanda, حفظه الله

1) Bukanlah yang terbaik menjelaskan bolehnya nyoblos dalam pemilu (karena bolehnya nyoblos telah difatwakan oleh banyak ulama besar), akan tetapi yang lebih baik adalah penjelasan manakah pilihan partai atau caleg yang terbaik. Ini butuh perjuangan dan kerja keras, serta pandangan yang tajam dari para pakar.
Karena inti dari fatwa para ulama adalah ارتكاب أخف الضررين

“Menempuh yang mudorotnya terkecil” bukan bebas memilih…, maka butuh perjuangan untuk menentukan mana yang mudorotnya terkecil.

2) Jika hak milih digunakan untuk nyoblos partai atau caleg yang kurang baik, maka malah akan merugikan islam dan bangsa…
Memaksakan orang awam yang tidak bisa memilah milih untuk menyoblos adalah memaksa dia untuk beramal tanpa ilmu dan membabi buta…

3) Mengajari orang-orang awam untuk menilai juga merupakan pembebanan mereka dengan perkara yang berat, karena bahan penilaian mereka adalah tv, koran, dan internet. Sementara media-media informasi فيه ما فيه

Hal ini juga mengaharuskan mereka untuk menyita waktu yang banyak dalam melaksanakan penelitian tersebut, terlebih lagi jumlah partai yang hendak dipilih banyak.

Memang perkaranya lebih ringan dan lebih mudah tatkala memilih person daripada partai yang isinya heterogen

4) lebih sulit lagi kenyataan yang telah terjadi yaitu munculnya “tokoh yang baik” dari partai yang dianggap tidak baik, demikian juga sebaliknya

5) Suatu partai yang mengharamkan golput sementara “sentimen” jika partainya tidak dipilih sama saja dengan menyatakan “wajib hukumnya untuk memilih partaiku, jika tidak maka berdosa”!!

6) Kita tetap berharap partai yang islami atau yang terwarnai islam, bukan partai yang terbuka dan bertekad untuk tidak menegakkan syari’at. Apakah jika partai terbuka tersebut menang maka “syi’ah” akan ditolaknya? Ataukah dijadikan teman sebagaimana ada calegnya yang syiah dan ada juga yang nonmuslim?

Konsekuensi dari “keterbukaan” maka semuanya bisa jadi teman dan tidak boleh memusuhi siapapun!!

wallahu a’lam

7) jangan lupa untuk terus beribadah dan berdoa serta meningkatkan takwa dan tauhid masing masing, karena apapun kondisi yang terjadi ketakwaanlah yang menyelamatkan kita dan negeri ini.

Intinya yang dibutuhkan sekarang adalah mencari partai atau caleg yang terbaik sebagai bentuk pengamalan fatwa para ulama, karena jika tdk bisa ditentukan mana yang terbaik maka pada hakekatnya fatwa para ulama tersebut tdk bisa diterapkan !!
Setelah itu berusaha mensosialisasikannya…
dan sungguh hal ini membutuhkan riset khusus…

Jika saudara anda akhirnya memilih “diam dan tidak ikut-ikutan” maka janganlah cela dia, jika anda mencelanya maka berilah solusi partai terbaik jaminan anda… Jika anda tdk bisa menjamin maka jangan paksa saudara anda untuk melakukan hal yang meragukannya..

Demikian juga sebaliknya, jika saudara anda bersikeras untuk mencoblos -berdasarkan riset dan penilitian yang bisa ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah- maka hargailah ijtihad dan perjuangannya
Semoga Allah memberikan pimpinan yang terbaik bagi negeri kita

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Munafik, Manis Lisannya Bengis Perilakunya

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Saya yakin, diantara orang yang anda benci ialah orang-orang Munafik. Namun, bagaimanakah anda dapat mengenali mereka?

Jawabannya, sederhana sekali, kenali mereka dari ciri cirinya. Dan diantara ciri menonjol orang orang munafik ialah lisannya yang terdengar begitu manis, namun ternyata perilakunya bengis, ingkar janji, khianat, dan bangga bila musuh musuh anda (orang orang kafir) berjaya sedangkan orang orang Islam tersingkirkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

آية المنافق ثلاث: إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا اؤتمن خان

Indikator orang munafik ada tiga:
1. Bila ia berbicara, maka ia berdusta.

2. Bila ia berjanji maka ia mengingkarinya (tidak menepatinya).

3. Dan bila diberi kepercayaan (amanah) maka ia berkhianat. (Muttafaqun ‘Alaih)

Sobat, hari hari ini adalah hari hari kampanye, betapa manisnya janji para caleg dan capres. Namun apakah anda mempercayai semua janji janji mereka? Ataukah hati nurani anda berkata: aaah, sekarang janji, paling paling besok juga ingkar janji dan korupsi untuk mencari ganti rugi.

Bahkan, betapa banyak figur yang kemarin telah berjanji dan kini telah terbukti ingkar janji, walau demikian dengan tanpa malu kini mereka kembali mengobral janji.

Lebih parah lagi, kemaren sebagian mereka telah terbukti membuka jalan untuk orang kafir dan kini kembali berusaha membuka jalan untuk orang kafir. Walau demikian betapa banyak dari saudara kita ummat Islam hingga saat ini belum juga mapu berfikir. Semua itu akibat dari manisnya janji walau akhirnya kembali diingkari.

Oleh: Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri dgn sedikit penambahan nomer urut oleh admin

-muslim.or.id-

Renungan Hati

Ust. Djazuli, حفظه الله

Saudaraku!

Luangkan waktu di saat sunyi & senyap untuk banyak merenung..!

Sebab ia salah satu obat lalai & pongah..

Semoga apa yang saya sajikan ini, menghantarkan anda kepada renungan yang cukup dalam nan hikmat

Berkata Fudhail,

Saudaraku! Yang Allah inginkan darimu hanyalah keikhlasanmu..

Siapapun yang bisa menjaga keikhlasan hatinya, maka Allah akan memastikan hubungan yang harmonis antara dirinya & Robnya hingga relasi dirinya dengan manusia..

Seseorang yang mampu menjaga kejernihan hatinya dengan keikhlasan, maka akan Allah pancarkan cahaya kewibawaan pada wajahnya & untaian2 hikmah pada lisannya..

Seorang yang ikhlas tidak akan pernah melihat kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia selalu berusaha menutup ‘aibnya..

Seseorang yang selalu merasakan adanya keikhlasan dalam sanubarinya, sebenarnya keikhlasannya tersebut semu & bias..
Jami’ulum wal hikam (70)

Ketahuilah wahai saudaraku! Orang yang benar ikhlas2 itu tidak akan pernah memperhatikan keikhlasan didlm hatinya, justru ia lebih malu kepada Allah, banyak berserah diri & berbaik sangka kepada-Nya..

Ya Allah jagalah keikhlasan hati kami!

– – – – – •(*)•- – – – –

Dimana Ayah Nabi صلى الله عليه و سلم ?

Fuad Baraba’, حفظه الله

Ikhwan fillah karena banyaknya pertanyaan yang menanyakan tentang keberadaan ayah Nabi صلى الله عليه و سلم apakah masuk surga atau neraka?

Berikut fatwa Syeikh Utsaimin tentang dimana ayah Nabi صلى الله عليه و سلم :

أولاً ليس عليك إثم في هذا السؤال، لكن هذا السؤال ليس من الأسئلة التي يستحسن أن يسأل عنها لأنه لا فائدة منها إطلاقاً

Pertama, anda tidak berdosa dengan pertanyaan ini, akan tetapi pertanyaan ini bukan termasuk pertanyaan yang baik untuk ditanyakan, karena pertanyaan ini tidak ada manfaatnya sedikitpun

ولكن بعد السؤال عنها لابد من الجواب

Akan tetapi setelah ditanyakan maka harus dijawab

فيقال إن أبا النبي صلى الله عليه وسلم مات على الكفر وهو في النار

Baca selanjutnya di link berikut: http://wp.me/sPlcC-1260

Fuad Hamzah Baraba’ حفظه الله تعالى

Berlindung Dari Pemimpin Yang Bodoh Dan Kekanak-kanakan

Ust. Syafiq Basalamah, حفظه الله

Akhi ukhti…

Pesta pemilu sebentar lagi akan dimulai

Hiruk pikuk para ambisius mulai terdengar

Semua sibuk berebut, bak sekelompok kawanan anjing yang memperebutkan bangkai…

Missi dan targetnya berbeda-beda, TAPI PASTI KEDUDUKAN

Sebagian melupakan agamanya dalam mewujudkan angan-angan dan impiannya

LUPA AKHLAK DAN KERABATNYA

Bagaimana sikap rakyat yang dibikin kebingungan

(SISTEM DEMOKRASI BUKAN DARI ISLAM, MAKA MEMBINGUNGKAN)

Memilih tak memilih sama saja, kata sebagian mereka

Semuanya tetap, Semuanya hanya obral janji

Palsu dan gombal, sebagian pesimis dengan realita yang ada

Dalam kondisi seperti, ingatlah, bahwa kekuasaan itu hanya milik Allah

DIA YANG MEMILIKINYA, DIA MEMBERIKAN KEPADA SIAPA YANG DIKEHENDAKINYA, DIA MENCABUT DARI SIAPA YANG DIMAUINYA

DITANGANNYA SEGALA KEBAIKAN

Berarti kepadanya meminta pemimpin

Kepadanya memohon penguasa yang baik

Kepadanya memohon perlindungan agar dijauhkan dari pemimpin-pemimpin yang dhalim

berdoalah seperti yang diamalkan oleh ABU HURAIRAH

ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN IMRATISSHIBYAN WAS SUFAHA’

“YAA ALLAH AKU BERLINDUNG KEPADAMU DARI DIPIMPIN OLEH PEMIMPIN YG MASIH KANAK-KANAK (KEKANAK-KANAKAN) DAN ORANG-ORANG YG BODOH

TAPI JANGAN LUPA DENGAN FIRMAN ALLAH:

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Demikianlah kami jadikan sebagaian orang zalim sebagai pemimpin bagi orang zalim yg lain, disebabkan perbuatan maksiat yg telah mereka lakukan.” ( Al-An’am: 129).

“Sebagaimana kondisi kalian, maka seperti itulah pemimpin yang akan mengatur kalian. Pemimpin kalian itu sesuai dengan amal kalian.”

MAKA Jangan mengharapkan buah anggur, bila yang kau tanam adalah onak dan duri

JANGAN MENGHARAPKAN IKAN EMAS BILA KAU MEMANCING DI KOLAM BUAYA

Mengharap pemimpin yang muslim, baik dan jujur, selain berdoa harus dibalut dengan usaha memperbaiki rakyat yang merekalah basis utama para pemimpin

Mengharap pemimpin yg muslim, baik dan jujur, selain berdoa harus dibalut dengan usaha memperbaiki rakyat yg merekalah basis utama para pemimpin

Perbaikilah iman, Tauhid dan Ibadah ummat

Bersihkan negeri dari segala bentum kesyirikan, niscaya negeri bersih dari korupsi dengan izin Allah

BUMI INI MILIK ALLAH, DIA MEWARISKAN KEPADA HAMBA-HAMBA YANG DIKEHENDAKINYA, DAN AKHIR YANG BAIK ADALAH UNTUK ORANG-ORANG YANG BERTAQWA

ingatlah pesan Nabi Musa kepada kaumnya:

“Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini milik Allah, Dia memberikannya kepada siapa saja hamba yg dikehendaki-Nya. Dan akhir yang baik adalah bagi orang-orang yg bertakwa” (QS. Al-A’raf:128)

TETAP OPTIMIS DAN BERUSAHA MEMPERBAIKI DENGAN BERBALUT DOA YANG TULUS

– – – – – •(*)•- – – – –
– – – – – •(*)•- – – – –