All posts by BBG Al Ilmu

805. Menghentikan Shalat Sunnah ketika Iqamat dikumandangkan

805. BBG Al Ilmu – 111

Tanya:
Bagaimana hukum menghentikan sholat sunah waktu iqomah dikumandangkan. Karena dia dibilang haram menghentikannya, dilanjutkan saja tapi dipercepat.

Jawab:
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika iqamat telah dikumandangkan, maka tak ada shalat selain shalat wajib.” (HR. Muslim no.710).

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi/Al Lajnah Ad Daaimah pernah ditanya:
“Apabila iqomat dikumandangkan sedangkan ada seseorang yang masih melaksanakan shalat sunnah dua raka’at atau tahiyatul masjid. Apakah ia menghentikan shalatnya supaya bisa melaksanakan shalat fardhu bersama jama’ah? Apabila jawabannya wajib menghentikan, apakah melakukan salam ketika menghentikan shalatnya, ataukah menghentikannya tanpa salam?

Mereka menjawab:
Pendapat yang tepat dari dua pendapat ulama’ adalah ia menghentikan pelaksanaan shalat itu. Ia tidak perlu melakukan salam untuk berhenti (dari shalat itu). Ia hendaknya langsung bergabung dengan imam. Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 7/315 no.7347
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://islam-qa.com/en/33582

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

804. Mengapa Bacaan Dalam Sholat Maghrib, ‘Isya dan Shubuh Dikeraskan ?

804. BBG Al Ilmu – 75

Tanya:
Kenapa sholat yang di keraskan suaranya hanya magrib isya dan subuh sedangkan dzuhur dan ashar tidak ?

Jawab:
Dalam tata cara ibadah kepada Allah, kita wajib mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita membaca pelan atau keras di shalat-shalat tertentu dimana beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dengan pelan atau keras.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَلُّوْا كَمَا رَأَيْْتُمُوْنِيْ أُصَلِّي

“Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad. Lihat Irwaul Ghalil no: 213)

Ketika diajukan pertanyaan serupa, Syaikh Bin Baz rahimahullah menjawab :

“Wallahu a’lam alasan mengapa diajarkan untuk membaca keras-keras dalam shalat-shalat tersebut (Maghrib, ‘Isya dan Shubuh). Alasan yang paling mungkin – dan Wallahu a’lam – adalah bahwa pada malam hari dan pada saat shalat Fajar , orang lebih mungkin memperoleh manfaat dari bacaan yang dilakukan dengan keras, karena kurangnya gangguan dari sekitar mereka daripada pada saat Zhuhr dan ‘ Ashar”

(Majmu ‘ Fatawa al – Syaikh Ibnu Baaz (11/ 122).

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://islam-qa.com/en/67672

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

803. Shahihkah Hadits Yang Mengatakan Bahwa Dunia Diciptakan Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ?

803. BBG Al Ilmu – 323

Tanya:
Ditempat kami (Madura) sering para muballigh menyampaikan hadits atau ayat yang bunyinya sbb : Jika tidak karena engkau (Muhammad), maka tidak aku ciptakan dunia dan seisinya.

Jawab:
Apa yang disampaikan itu bukan dari ayat maupun hadits shahih. Pernayataan itu merupakan bagian dari aqidah yang digagas kaum Sufi yaitu “Nur Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”.
Pernyataan itu batil dan tidak memiliki bukti (dasar) dari al-Qur`ân maupun Hadits Nabi yang shahih.

Syaikh Bin Baz rahimahullah mengatakan:
“(Pernyataan) bahwa dunia diciptakan karena (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kalau tidak ada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dunia tidak akan pernah ada, juga tidak akan diciptakan makhluk (lainnya), ini merupakan kebatilan, tidak ada asalnya, ini perkataan yang rusak. Allâh Azza wa Jalla menciptakan dunia agar Dia dikenal, diketahui dan diibadahi (oleh makhluk, manusia). Allâh Azza wa Jalla menciptakan dunia dan seluruh makhluk agar dikenal melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya, kekuasaan dan ilmu-Nya, agar ibadahi, tidak ada sekutu bagi-nya, bukan karena (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , (Nabi) Nuh Alaihissalam, ataupun (Nabi) Isa Alaihissallam maupun karena nabi lainnya. Allâh menciptakan seluruh makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya. Allâh berfirman (yang artinya):

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku [ad-Dzâriyât/ 51:56]

Di sini, Allâh Azza wa Jalla menjelaskan bahwa Dia menciptakan mereka agar beribadah kepada-Nya, bukan karena Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/3643/slash/0/dunia-diciptakan-karena-nur-cahaya-nabi-muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

802. Amalan Apa Yang Menjauhkan Kita Dari Siksa Api Neraka ?

802. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Hal-hal atau ibadah apa yang bisa membuat kita terjauh dan diharamkan dari siksaan api neraka manapun ?

Jawab:
Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

Amalan yang paling menjauhkan kita dari siksa neraka adalah bertauhid dan menjauhi syirik.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

801. Perlukah Tajwid Ketika Berdo’a ?

801. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Ketika kita berdo’a atau brdzikir itu hukum tajwidnya dipakai tidak?

Jawab:
Ust. Fuad Baraba’, حفظه الله

Aturan tajwid berlaku untuk bacaan Al Qur’an, namun belum pernah mengetahui bahwa doa harus juga mengikuti aturan tajwid.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

800. Adakah Manusia Sebelum Nabi Adam ‘Alaihissalam ?

800. BBG Al Ilmu – 207

Tanya:
Apakah sewaktu nabi Adam diturunkan ke dunia ini dan sebagai rasul Allah, sudah ada manusia lain sebagai umat ?

Jawab:
Tidak ada di dalam Al Qur’an maupun hadits yang menunjukkan bahwa telah ada manusia di Bumi sebelum Nabi Adam ‘Alaihis Salam.

Sumber:
www.islam-qa.com/en/72470

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

799. Tj Tata Cara Shalat Istikharah

799. BBG Al Ilmu – 81

Tanya:
Bagaimana tata cara sholat istikharah yang dicontohkan oleh rasulullah? Terkait waktu, bacaan dan doanya.

Jawab:
Shalat istikhoroh boleh dilakukan kapan saja baik itu setelah shalat tahiyatul masjid, setelah shalat rawatib, setelah shalat tahajud, setelah shalat Dhuha dan shalat lainnya.(Fiqhud Du’aa, Syaikh Musthofa Al ‘Adawi, hal. 167).

Bahkan jika shalat istikhoroh dilakukan dengan niat shalat sunnah rawatib atau shalat tahajjud atau shalat sunnah lainnya, lalu berdoa istikhoroh setelah itu, maka itu juga dibolehkan. Artinya di sini, dia mengerjakan shalat rawatib satu niat dengan shalat istikhoroh.

Do’a Istikharah:
“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih”

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2934-panduan-shalat-istikhoroh.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Untukmu Wahai Para Suami

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai para suami, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:

1. Apa yang memberatkanmu-wahai hamba ALLAH untuk tersenyum dihadapan isterimu ketika engkau masuk menemuinya, agar engkau mendapatkan ganjaran dari ALLAH Ta’ala.

2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah (ceria) ketika engkau menjumpai isteri dan anak-anakmu yang telah menanti dirimu dirumah!! Agar engkau mendapatkan pahala.

3. Apa sulitnya apabila engkau masuk kedalam rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna, yaitu : assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”, agar dirimu mendapatkan 30 kebaikan?!!.

4. Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmua agak sedikit dipaksakan?!!.

5. Apakah yang menyusahkanmu-wahai para suami, apabila dirimu berdoa kepada ALLAH, dengan do’a: “Ya ALLAH, perbaikilah istriku dan curahkan keberkahan padanya”.

6. Tahukah kamu (wahai para suami) bahwa ucapan yang lembut merupakan shadaqah?!!.

7. Apa yang memberatkanmu untuk memberikan hadiah (oleh-oleh) untuk isteri dan anak-anakmu, ketika dirimu pulang dari safar?

8. Wahai para suami, luangkanlah waktumu untuk menemani isterimu, anak-anakmu mengajarkan dan membaca alqur’an padanya, atau menghadiri majelis-majelis ilmu yang mengajarkan alqur’an dan sunnah menurut pemhaman para sahabat.

9. Tahukah engkau wahai para suami, bahwa bersetubuh akan mendatangkan ganjaran dari ALLAH, sebagaimana Nabi bersabda: Diantara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan isteri-isteri kalian. (Silsilah shahihah: 441)

Semoga memberikan manfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

Untukmu Wahai Para Istri

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai para istri, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:

1. Apakah menyulitkanmu jika dirimu menemui suamimu ketika dia masuk kerumahmu, engkau menyambutnya dengan wajah yang ceria , manis dan penuh senyuman?!!

Wahai para istri,

2. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala disisi ALLAH Ta’ala. Ingat! ALLAH itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian untuknya!
Bercelaklah!
Berpakaianlah yang terindah dengan busana yang bagus yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu.
Ingatlah para istri!
Janganlah sekali-kali engkau bermuka masam dan cemberut dihadapannya.

3. Jadilah engkau wahai istri yang selalu memiliki sifat lapang dada, tenang, bersahaja, ramah dan senantiasa mengingat ALLAH didalam segala keadaan.

4. Didiklah buah hatimu dengan baik dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, janganlah kebencianmu kepada anak-anakmu membuatmu tidak berlaku adil kepadanya, penuhilah rumahmu dengan, tasbih,takbir, tahmid dan tahlil serta perbanyaklah membaca alqur’an, khususnya surah albaqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaithan.

5.Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkan dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkan kembali dia tentang keutamaan berinfaq serta janganlah engkau melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tuanya.

6. Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu dan semua kaum muslimin dan berdoalah selalu agar diberikan keturuna yang shaleh dan shalehah agar dirimu memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semoga memberikan manfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

BEBERAPA DOSA YANG TERKENA ADZAB KUBUR

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Ikhwan dan akhwat sekalian yang berada diatas hidayah dan rahmat ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Pada pagi ini saya akan membawa beberapa dosa dan ma’siyat yang menjadi sebab seseorang diazab dalam kuburnya, dan hadits ini juga sebagai hujjah bagi orang-orang yang mendustai tentang azab kubur.

Kami jelaskan seperti ini agar senantiasa kita menjauhkan perbuatan tersebut dan kita senantiasa istighfar dan bertaubat atas setiap perbuatan dosa dan ma’siyat yang kita lakukan.

Dianatara perbuatan dosa dan ma’siyat yang terkena azab kubur, ialah:

1.Adapun orang pertama yang 
engkau datangi, ia dipecah 
kepalanya dengan batu, maka 
sesungguhnya itulah orang yang 
mengambil 
al-Quran lalu menyisihkannya (meremehkan) yakni menolak
nya sesudah mengerti isi dan 
maknanya-, juga itulah orang 
yang tidur -yakni lalai-dari melakukan 
shalat-shalat yang diwajibkan.

2. Orang yang engkau 
datangi, ia sedang dipotong-potong ujung mulutnya sampai ke 
tengkuknya dan dari lobang 
hidung sampai ketengkuknya 
dan juga dari matanya sampai 
ketengkuknya itu ialah orang-orang yang pergi dari rumahnya 
lalu membuat kata-kata dusta dengan kedustaan 
yang sampai mencapai ke 
segala penjuru.

3. Ada kaum lelaki dan perempuan telanjang berada dalam bangunan yang menyerupai tungku. Tiba-tiba datanglah api dari bawah mereka. Mereka adalah para pezina lelaki dan perempuan.

4.Adapun orang lelaki yang 
Engkau datangi sedang 
berenang dalam sungai dan 
dilempari batu di mulutnya itu 
ialah pemakan riba.

5.Adapun orang yang sebagian 
mukanya bagus dan sebagian 
lagi buruk, maka mereka itu 
ialah orang-orang yang mencampur-adukkan antara amal 
perbuatanyang shalih sedang yang lainnya jelek, tetapi Allah telah 
memberikan pengampunan 
kepada mereka itu.” ( Ringkasan hadits bukhary 1386, hadits ini sangat panjang).

Semoga memberikan manfaat untuk kita.

Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –