All posts by BBG Al Ilmu

812. Terlambat Shalat Shubuh

812. BBG Al Ilmu – 441

Tanya:
Jika kita bangun shubuhnya kesiangan jam 11 atau jam sekian, trus kita belum sholat subuh, apakah kita boleh sholat shubuh ?

Jawab:
Dalam kondisi ketiduran, atau kelupaan, kemudian baru sadar setelah waktu shalat selesai, maka dia diwajibkan untuk segera melaksanakan shalat setelah sadar. Dalil ketentuan ini adalah hadis dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang kelupaan shalat atau tertidur sehingga terlewat waktu shalat maka penebusnya adalah dia segera shalat ketika ia ingat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Disebutkan dalam hadis yang lain bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan suatu perjalanan bersama para shahabat. Di malam harinya, mereka singgah di sebuah tempat untuk beristirahat. Namun mereka kesiangan dan yang pertama bangun adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sinar matahari.

Kemudian, beliau berwudhu dan beliau memerintahkan agar azan dikumandangkan. Lalu, beliau melaksanakan shalat qabliyah subuh, kemudian beliau perintahkan agar seseorang beriqamah, dan beliau melaksanakan shalat subuh berjemaah. Para sahabatpun saling berbisik, ‘Apa penebus untuk kesalahan yang kita lakukan karena telat shalat?’ Mendengar komentar mereka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya ketiduran bukan termasuk menyia-nyiakan shalat. Yang disebut menyia-nyiakan shalat adalah mereka yang menunda shalat, hingga masuk waktu shalat berikutnya. Siapa yang ketiduran hingg telat shalat maka hendaknya dia laksanakan ketika bangun…” (HR. Muslim)

Namun perlu diingat, makna hadis ini tidak berlaku untuk orang yang sengaja tidur ketika datang waktu shalat, dan tidak bangun sampai waktu shalat selesai. Kemudian dia beralasan ketiduran, padahal tidak ada usaha darinya untuk bangun ketika waktu shalat.
والله أعلم بالصواب
Sumber;
http://www.konsultasisyariah.com/enam-catatan-tentang-qadha-shalat/#

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

811. Bolehkah Tidur Dengan Saudara/Teman Laki Dalam Satu Selimut ?

811. BBG Al Ilmu – 319

Tanya:
Apakah benar kita gak boleh tidur 1 selimut dengan laki2 (seperti kakak atau teman), apakah ada hadits yang melarangnya ?

Jawab:
Ust Fuad Baraba’ Lc

Benar, tidak boleh tidur satu selimut:

أبي سعيد عن أبيه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل ولا تنظر المرأة إلى عورة المرأة ولا يفضي الرجل إلى الرجل في الثوب الواحد ولا تفضي المرأة إلى المرأة في الثوب الواحد)

Dari Abu Said Al-Khudri dari bapaknya bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Janganlah pria melihat aurat pria yang lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita yang lain, dan janganlah pria berkumpul dengan pria lain dalam satu selimut, dan janganlah wanita berkumpul dengan wanita lain dalam satu selimut”. (HR. Muslim dan at-Tirmidzi).
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

810. Bolehkah Berjualan Alat Musik ?

810. BBG Al Ilmu – 423

Tanya:
Saya mau tanya.. Rasulullah menyuruh kita mencari rizki dan menafkahi keluarga dengan cara Bekerja dan berniaga yang halal dan tayiban. Yang saya mau tanyakan, bila saya berniaga di bidang peralatan Musik seperti Gitar dan juga di bidang Pakaian2 clothing Band2 Luar bagaimana? Sedangkan barang2 tersebut jauh dari syariat islam? Mohon pencerahannya.

Jawab:
Ust. Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

Ya bekerja di tempat tersebut tidak boleh, karena membantu kemaksiatan, coba anda mencari pekrjaan lain, Insya Allah, Allah berikan keberkahan.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

809. Seputar Pembagian Harta Waris

809. BBG Al Ilmu – 199

Tanya:
Mau tanya soal bagi waris hasil penjualan rumah waris orang tua laki2, 1.Bagaimanakah cara bagi warisnya kepada istri, anak2 (semua anak perempuan)

2. Sehubungan semua anak perempuan, apakah saudara orang tua juga mendapatkan hak dari hasil penjualan rumah waris tersebut diatas?
* ahli waris:
Istri mayyit 1 orang, Anak mayyit 4 org (semua perempuan), orang tua mayyit sudah meninggal semua, jumlah saudara mayyit yang masih hidup (laki2 3, perempuan 1)

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Dihitung total harta is mayyit:
– dikurangi hutang, jika ada
– dikurangi wasiat, jika ada
– dikurangi biaya pemakaman

Sisanya dibagi sbb:
– Istri 1/8
– anak anak pr 2/3 bagi rata
– sisanya untuk saudara kandung mayyit yang laki-laki dan perempuan dengan perbandingan 2:1 (laki 2 kali lipat perempuan).

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

807. Apakah Masa Iddah itu ?

807. BBG Al Ilmu – 385

Tanya:
Apa yang di maksud masa idah bagi istri, lalu apakah boleh berhubungan suami istri pada masa idah itu?

Jawab:
Dalam Kifayatul Akhyar (hal. 391), yang dimaksud ‘iddah adalah masa waktu terhitung di mana wanita menunggu untuk mengetahui kosongnya rahim, di mana pengetahuan ini diperoleh dengan kelahiran, atau dengan hitungan bulan atau dengan perhitungan quru’ (suci).

Al Qodhi’ Abu Syuja’ dalam matannya membagi ‘iddah pada wanita dilihat dari sisi wanita yang diceraikan menjadi: (1) wanita yang ditinggal mati suami, (2) wanita yang tidak ditinggal mati suami. Pertanyaan antum berkaitan dengan nomer 2.

Menyetubuhi istri pada masa ‘iddah adalah salah satu bentuk rujuk. namun perlu diperhatikan bahwa rujuk pada masa ‘iddah hanya berlaku bagi Talak Roj’iy (setelah talak pertama dan talak kedua).

Sedangkan untuk talak ketiga (Talak Ba-in), maka haram bagi suaminya untuk rujuk kembali sampai mantan istrinya menikah dengan pria lain dengan nikah yang sah (disyaratkan agar suami kedua menyetubuhi istrinya sehingga dikatakan sah).

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca:
http://rumaysho.com/keluarga/risalah-talak-8-talak-dan-kembali-rujuk-2432

http://rumaysho.com/keluarga/risalah-talak-15-masa-iddah-bagi-wanita-yang-ditalak-3084

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

806. Bolehkah Menerima Bingkisan Natal ?

806. BBG Al Ilmu – 307

Tanya:
Bagaimana sikap kita apa bila ada tetangga/saudara yang memberi bingkisan natal kepada keluarga kita ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله
Bingkisan tersebut tidak di terima, katakan bahwa anda orang islam yang tidak ikut perayaan natal, jika terlanjur di terima maka di buang saja, tidak dimanfaatkan/tidak di sedekahkan.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Syirik Moderat

Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Allah سبحانه وتعالى berfirman ,” Katakanlah,’ Terangkan kepadaku jika siksa Allah datang kepadamu, atau hari kiyamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru tuhan selain Allah, jika kamu termasuk orang yg benar!”. (Sekali kali tidak), hanya kpd-Nya (Allah) kamu minta pertolongan, jika Dia menghendaki maka Dia menghilangkan kesusahan yg kamu mohonkan kpd-Nya, dan kamu tinggalkan apa yg kamu persekutukan (dengan Allah). QS Al-An’am 40-41.

Berkata Al-Ala’mah Taqiyuddin Al Hilaly rohimahullah ,” Ayat ini memiliki kandungan makna bahwa kaum musyrikin di masa Nabi صلى الله عليه وسلم mereka menyekutukan Allah dlm ibadah diwaktu longgar disaat bergelimang kenikmatan, adapun dikala susah, sedih, terjepit, mereka tidak menyeru kecuali hanya kepada Allah semata, agar diberikan pertolongan Allah atas kesusahan mereka, karena mereka yakin dengan sebenar-benar yakin dan mengetahui ajaran sebelum mereka dari agama Ibrohim dan Ismail, bahwa syirik,kufur adalah ajaran yg menyeleweng yg tdk diridhoi Allah سبحانه وتعالى , dan tuhan yg mereka sembah walaupun malaikat, nabi, orang saleh, tdk mampu mengentaskan mereka dari kesusahan. Maka dari itu mereka berdoa dg ikhlas dan murni hanya kepada Allah disaat itu, akan tetapi jikala selamat dan longgar, mereka kembali menyekutukan Allah سبحانه وتعالى.

Adapun musyrikin dimasa kini, umat moderat zaman sekarang, mereka menyekutukan Allah baik di waktu longgar dan sempit, suka dan duka, bahkan mereka begitu khusyuk berbuat syirik disaat genting. Tidak inggat kepada Allah sama sekali. Jika engkau bersumpah seribu kali atas nama Allah سبحانه وتعالى mereka tidak takut dan gentar lagi percaya, akan tetapi jika bersumpah menyebut nama tokoh tarekat tertentu mereka akan takut dan percaya. Mereka lebih takut dan berharap kpd makhluk dari pada kepada Allah.

Dikisahkan ada suatu kelompok mereka bepergian dg bahtera di atas lautan, tiba-tiba bahtera tersebut oling dan molai tengelam sedikit demi sedikit. Maka para penumpang kapal tersebut molai berteriak beristighostah menyeru nama wali-wali yg mereka yakini dapat menolong mereka. Dan di bahtera tersebut ada seorang tua salafy yg hanya terdiam. Maka penumpang lainya meneriaki,’ hai orang tua kenapa kamu hanya diam saja! Tidak kah tau keadaan kita sedang genting! Tidakkah kamu beristighotsyah!!”. Maka orang tua tersebut berteriak ,” Aku memohon kepada Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Esa agar menengelamkan kaliyan dan kita semua !!”. Maka orang-orang marah dan mengatakan,’ apa kamu tdk takut Allah kalau dikabulkan doa mu !!’. Maka dijawab ; ” kaliyan berhak untuk ditengelamkan Allah, karena kaliyan berpaling dari berdoa kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan kaliyan menyeru para wali yg tdk membawa manfaat dan mudhorot!!”.(Sabilul Rosyad 1 / 329)

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

KEUTAMAAN MEMBACA TASBIH (SUBHANALLAH WABIHAMDIH)

Ust. M Wasitho, حفظه الله

Tanya:
Assalamu’alaikum. Ustadz, Apakah benar barangsiapa membaca Subhaanallaahi wabihamdihi 100 kali setiap hari,maka dosanya di ampuni walaupun sebanyak buih di laut?

Jawab:
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillah. Iya, benar. Keutamaan membaca tasbih 100 kali setiap hari sebagaimana disebutkan dlm pertanyaan diatas. Hal ini berdasarkan hadits-hadits shohih berikut ini:

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang mengucapkan: SUBHANALLAHI WABIHAMDIH (Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) sehari 100 (seratus) kali, maka
kesalahan-kesalahannya akan diampuni (Allah) walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Imam Al-Bukhari no. 5926 dan Muslim no. 2691).

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

Artinya: “Barang siapa yang ketika pagi dan sore membaca: SUBHANALLAHI WABIHAMDIH (Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) sebanyak 100 (seratus) kali, maka pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang
akan mendatangkan amalan yang lebih utama daripada apa yang dia
datangkan. Kecuali orang yang juga mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.” (HR. Muslim no. 2692).

CATATAN:
» Yang patut kita ketahui, bahwa keutamaan membaca tasbih tsb hanya diperoleh bagi setiap muslim dan muslimah yang meninggal dunia dalam keadaan mentauhidkan Allah. Yakni hanya beribadah kpd Allah dan tidak pernah berbuat syirik dan
kufur kepada-Nya sedikit pun semasa hidupnya di dunia. Dan kalaupun ia pernah berbuat syirik n
kufur kpd Allah, hanya saja ia telah bertaubat darinya dengan taubat nasuha sebelum ia meninggal dunia.

» Para ulama Ahlus Sunnah juga menjelaskan bahwa yang dihapus n diampuni oleh Allah dengan sebab bacaan tasbih maupun amal sholih lainnya hanyalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka tidaklah dihapus n diampuni oleh Allah dengan kecuali dengan taubat nasuha. Wallahu a’lam bish-showab. wabillahi at-taufiq. (Klaten, 26 Januari 2014)

– – – – – •(*)•- – – – –

808. Apa Saja Yang Boleh Kita Lakukan Dengan Mushaf ?

808. BBG Al Ilmu – 427

Tanya:
Saya dulu memakai mushaf Indonesia untuk membaca alquran dan menghatamkannya seringkali, karena tidak ada terjemahannya, maka saya membeli mushaf baru (Al-Kamil, Darus Sunnah) sekalian saya bawa untuk kajian, pertanyaanya, bagaimana yang harus saya lakukan terhadap Alquran lama saya dimana dulu sering saya pakai ?

Jawab:
Jika mushaf masih dalam kondisi baik sebaiknya diberikan ke pihak yang membutuhkannya. Ini merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang mana pahalanya akan terus mengalir meskipun si pemberi wakaf sudah wafat.

Jika mushaf dalam kondisi rusak, ada bebarapa cara yang dijelaskan ulama, yaitu dengan menguburnya di tempat yang terlindungi (bukan tempat kotor dan tidak boleh diinjak), atau membakarnya sebagaimana dilakukan oleh Khalifah Utsman radhiyallahu ‘anhu, setelah beliau menerbitkan mushaf induk ‘Al-Imam’, beliau memerintahkan untuk membakar semua catatan mushaf yang dimiliki semua sahabat. Semua ini dilakukan Utsman untuk menghindari perpecahan di kalangan umat islam yang tidak memahami perbedaan cara bacaan Alquran.

Yang ketiga adalah dengan cara menyobek dan memusnahkannya dengan alat penghancur. Ini cara yang lebih mudah dimana kertas dimasukkan dan terpotong kecil-kecil dimana kata-kata Al-Qur’an tidak mungkin kembali dan hurufnya tidak mungkin terbaca. Dan ini bersih dan terjaga tidak perlu banyak usaha sebagaimana kondisi dalam pembakaran atau dikuburkan.

Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan:

“Menghancurkan mushaf harus sampai lembut, sehingga hancur semua kata dan huruf. Dan ini sulit, kecuali jika ada alat untuk menghancurkan yang lembut, sehingga tidak ada lagi tulisan hurup yang tersisa…” (Fatawa Nur ala ad-Darbi, 2:384).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://islamqa.info/id/114932

http://www.konsultasisyariah.com/cara-membuang-mushaf-alquran-yang-tidak-terpakai/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

KEBEBASAN WANITA EMANSIPASI GENDER

Ust. Syafiq Basalamah, حفظه الله

AKHI UKHTI
itulah beberapa slogan yang dilontarkan oleh kelompok2 yang mengatasnamakan kaum wanita

Mereka menuduh bahwa wanita muslimah dibelenggu Dipenjara

Sehingga mereka ingin menyelamatkan kaum wanita
menjadi hero

namun pada hakekatnya

yang mereka inginkan bukanlah kebebasan wanita

tapi KEBEBASAN UNTUK BISA MENIKMATI WANITA

yang selama ini dilindungi dengan kasih sayang ARRAHMAN
dibalut dengan selendang kehormatan dan kasih sayang

ukhti muslimah
sudah saatnya memandang segala sesuatu dengan kaca mata yang benar

MOGA ALLAH MEMBIMBING KITA KE JALAN KEBENARAN

– – – – – •(*)•- – – – –