All posts by BBG Al Ilmu

818. Bolehkah Menjual Barang Milik Penyewa Yang Pergi Dan Tidak Membayar Sewa ?

818. BBG Al Ilmu – 417

Tanya:
Ada seseorang menyewa apartemen kami, seharusnya sewa sudah harus dia bayarkan kekami saat kunci diserahkan. Sudah 3 bulan berlalu setiap ditagih selalu memberikan alasan belum bisa bayar. Pada akhir bulan ketiga (masa sewa habis) sipenyewa pergi dan tidak pernah bisa dihubungi, tetapi dia meninggalkan barang2nya di apartemen kami. Bolehkah kita menyita barang2 miliknya sebagai ganti rugi sewa tersebut? (kesalahan kami tidak ada perjanjian secara tertulis, dan kami tidak punya alamatnya/KTP). Mohon jawabannya. Sampai sejauhmana kami boleh memanfaatkan barang2 miliknya ?

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Boleh, ambil yang seharga dengan biaya sewa.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

817. Uban Di Usia Muda

817. BBG Al Ilmu – 33

Tanya:
Terkait pembahasan tentang mencabut uban, kalo ubannya itu karena kelainan pertumbuhan rambut bagamana ustadz? Belum waktunya tumbuh uban, tapi pada umur 20 tahun sudah beruban. Apakah masuk dalam kategori “cahaya” juga atau tidak ?

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Iya termasuk.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

816. Apa Sebab Yang Menghalangi Hati Dari Allah ?

816. BBG Al Ilmu – 55

Tanya:
Apa penyebab-penyebab yang menjadi penghalang antara hati dengan ALLAH ?

Jawab:
Ust. Djazuli, حفظه الله

Penghalang terbesar hati dari Allah adalah cinta Dunia, sedangkan pembahagia hati terbesar adalah ridho kepada Allah.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Arti Sebuah Nama

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Nama adalah identitas diri, namun di sadari atau tidak nama juga sebuah inspirasi. Setiap orang biasanya terinspirasi secara alami oleh nama dirinya.

Karena itu dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa merubah nama sahabat-sahabat beliau yang kurang baik.

Said bin Musayyib mengisahkan bahwa suatu hari kakeknya yang bernama (Hazan) datang menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Setibanya di hadapan Nabi, beliau bertanya: Siapakah namamu?

Ia menjawab: Namaku Hazan (Duka atau Susah).

Spontan Nabi bersabda: Aku rubah namamu menjadi Sahel (Mudah).

Namun sungguh mengejutkan, sahabat Hazan menjawab: Aku tidak akan merubah nama yang telah diberikan oleh ayahku.

Said bin Musayyib menuturkan: Kesusahan dan duka tiada pernah sirna dari keluarga kami. (HR. Bukhari)

Pikirkan dan kenalilah nama diri anda sobat, bila telah baik maka bersyukur dan bila ternyata kandungan artinya kurang baik, maka akan lebih baik bila anda menggantinya dengan yang baik.

Anda akui atau tidak, nama mengandung sebuah inspirasi, dan pemilik nama biasanya akan mendapatkan bagian dari kandungan namanya sendiri.

Betapa banyak orang yang namanya buruk dan keburukan senantiasa terpancar darinya. Misalnya nama: gelap, maka biasanya kegelapan nampak dari wajah dan perilakunya.

Mendung, maka biasanya perilaku dan kepribadiannya juga bak mendung, gelap dan perilakunyapun mencerminkan kegelapan.

Bagus maka biasanya kepribadian dan perilakunya juga memancarkan kebagusan.

Anwar, mencerminkan akan cahaya dan kecerahan, dan demikian seterusnya.

Memahami nama dan kandungan artinya ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih pasangan hidup atau yang serupa, jangan pilih pasangan hidup yang namanya mencerminkan kegelapan, semisal yang bernama awan, mendung, petir, malam, atau yang serupa.

¤ By: Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri ¤

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah pada tanggal 26 Januari 2014 di salah satu majlis ta’lim memberikan pengarahan kepada para suami. Dalam muqaddimahnya Beliau mengatakan:
Tujuan menikah itu indah, dan semua mengharapkan pernikahan itu indah.
Allah jalla Jalaluhu mengatakan tentang tujuan pernikahan ini dalam firmannya di surat ar-Rum ayat 21

Namun ternyata air laut tidak selalu tenang, kadangkala seorang istri /seorang wanita menikah berharap kebahagiaan, tapi ternyata pernikahannya membawa petaka.

Seorang wanita yang menikah dengan seorang lelaki berharap membangun sebuah surga di rumahnya, akan tetapi ternyata rumahnya menjadi neraka.
Detik-detik timer bom waktu itu terus bergulir dan berputar
Sampai tatkala datang masa 0 Booom (meledak)…..
Rumah yang dibangun hancur berkeping-keping dikarenakan kebahagiaan itu sudah hilang dari rumah itu…

Permasalahan yang silih berganti…
Kegundahan yang tiada henti…
Keharmonisan yang telah mati…
Cinta yang hilang dari hati…
Kasih sayang telah berganti…
Derita yang pedih dan nyeri…

Kemana wanita itu harus pergi? Kemana?
Kadang kala dia berkata
“Andai aku tidak menikah dengannya”

Mungkin sebagian dari saudari-saudari kita, tatkala kapal yang ditungganginya sudah tidak lagi layak untuk ditempati, ia kadangkala berkata: Andai aku tidak menikah dengannya

Berandai-andai bukanlah jalan atau solusi, bahkan ia membuka pintu setan

Tapi sudahlah, yang terjadi haruslah dihadapi dengan berusaha, berikhtiar, berupaya dan berdoa kepada Rabbi serta menata hati…

Silahkan menyimak kelanjutan ceramah dan arahan Beliau yang berharga di salamdakwah.com di link http://salamdakwah.com/videos-detail/andai-aku-tidak-menikah-dengannya–.html (PC) atau http://m.salamdakwah.com/videos-detail/andai-aku-tidak-menikah-dengannya–.html (Mobile)

Semoga bermanfaat

Walau Punya Emas Sepenuh Bumi …

Ust. M A Tuasikal, حفظه الله

Kata Ibnu Katsir:

Seandainya ada yg datang pada hari kiamat dengan harta emas sepenuh bumi dan semisalnya, itu tidak bisa jadi tebusan untuk menyelamatkannya dari siksa neraka.

• Tafsir Ibnu Katsir, 7: 180, surat Al Hadiid: 15 •

Semoga Allah menyelamatkan kita dari siksa neraka yang pedih.

Rumaysho.Com

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Beramal Karena Wanita

Ust. M A Tuasikal, حفظه الله

Sayang sekali jika ada yang beramal karena wanita, berhijrah karena wanita, atau secara umum beramal karena cari dunia semata.
Amalnya jadi sia-sia.

Ada yang sampai dinamakan Muhajir Ummu Qois karena ia berhijrah hanya untuk menikahi Ummu Qois.

Beda halnya kalau niatannya sudah berusaha ikhlas dalam beribadah, namun Allah beri juga balasan dunia. Ini Beda dengan bahasan di atas.

Intinya, marilah kita luruskan niat kita supaya murni menghadap ridho Allah dalam setiap ibadah. Jangan buat Amal sholeh kita jadi sia-sia karena niatan yang tidak ikhlas.

– – – – – •(*)•- – – – –

815. Hibah Yang Tidak Merata Ke Anak

815. BBG Al Ilmu – 357

Tanya:
Saya sulung dari 4 saudara
Adik saya 3 orang perempuan semua. Semasa orang tua saya masih hidup, mereka tidak pernah berbicara harta yang beliau punya. Harta yang ditinggalkan berupa 3 rumah dan sudah ditempati 3 adik saya tadi sejak orangtua masih hidup.

Adik saya yang ke 2 dan 3 berujar bahwa dia pernah diwasiatkan almarhum ibu saya rumah yang sekarang mereka tempati untuk mereka masing2. Rumah ke 3 (rumah tinggal orang tua ketika masih hiup) ditempati adik bungsu saya.

Ada juga 2 bidang tanah. Adik yang bungsu bilang bahwa pernah diwasiatkan almarhumah ibu untuk ambil 1 bidang lahan, kemudian lahan yang 1 lagi almarhum bapak saya sudah membagi untuk 4 orang anaknya masing2 1 kavling.

Apakah sah menurut agama wasiat ibu ke adik2 saya, sementara saya tidak menyaksikannya saat pemberian tersebut. Mohon pencerahannya.

Jawab:
Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله

Perlu kita ketahui bahwa dalam ilmu waris ada istilah wasiat ada juga hibah. Wasiat tidak ada/tidak boleh diberikan ke ahli waris.

Harta yang diberikan oleh orangtua saat masih hidup namanya Hibah, yang mana Hibah ini boleh diberikan kesiapapun baik keluarga atau bukan dengan nominal harta hibah itu bebas dan boleh dalam bentuk apapun dan tidak ada batasan jumlahnya.

NAMUN jika hibah ini kepada anak anaknya, maka hibah harus adil dan dibagi rata kepada setiap anak baik anak laki maupun anak perempuan. Tidak membeda bedakan dalam jumlah pemberian, dan aqad serah terima terjadi diwaktu itu juga, maka perpindahan kepemilikannya harus waktu itu juga.

Harta Warisan yang ada bisa di taksir atau dijual. Kemudian di bagi sesuai syariat.
Yaitu anak perempuan dapat 1 bagian, dan anak laki2nya dapat 2 bagian

Sekiranya tidak di jual, maka bisa di taksir dan ahli waris yang mau terus menempatinya bisa membayar kepada ahli waris yang lain.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

814. Bagaimana Nabi ‘Isa ‘Alaihissalam Diangkat Ke Langit ?

814. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bagamana Nabi Isa ‘alayhissalam di angkat ke langit ? dalam keadaan hidup atau mati ? karena surat aali imron ayat 55 Dan an Nissa ayat 158 sepertinya Ada perbedaan ?

Jawab:
Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله

Nabi Isa ‘Alaihissalam diangkat oleh Allah Subhaanahu Wata’ala dalam keadaan ditidurkan dan orang tidur merupakan mati kecil. Nabi Isa ‘Alaihissalam diangkat oleh Allah Subhaanahu Wata’ala ke langit sesudah ada salah satu siswanya siap untuk mendapatkan ujian dengan diserupakan dengan wajah Nabi Isa ‘Alaihissalam. Nabi Isa ‘Alaihissalam tidak wafat, tidak pula dibunuh atau bahkan disalib seperti yang disangkakan oleh orang2 yahudi.

Allah Subhaanahu wata’ala memberikan penjelasan bahwasanya mereka orang2 yahudi yang berselisih terkait apakah mereka berhasil membunuh Nabi Isa ‘Alaihissalam, dengan 4 pernyataan :

1. Keraguan

2. Mereka tidak memiliki ilmu

3. Yang mereka lakukan hanya berdasarkan praduga dan prasangka

4. Mereka tidak yakin kalau mereka berhasil membunuh Nabi Isa ‘Alaihissalam

Al Imam Nawawi menyebutkan dalam Kitab Shohih Muslim, beliau mengatakan bahwa Nabi Isa ‘Alaihissalam diangkat oleh Allah karena sebagai wujud di ijabahinya doa beliau karena beliau menginginkan menjadi bagian dari umat Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam. Nabi Isa ‘alaihissalam akan turun karena ada hikmah dibaliknya:

1. Beliau akan membunuh dajjal

2. Mematahkan salib

3. Membunuh babi

4. Meniadakan jizyah (upeti yang dibayar oleh non muslim tatkala hidup dibawah naungan kaum muslimin)

5. Karena tidak ada yang pantas orang yang meninggal kecuali kembali ke bumi dan Nabi Isa ‘alaihissalam diangkat oleh Allah dan akan kembali ke bumi (wafat di bumi).
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

813. Imam Maghrib Kelebihan Raka’at

813. BBG Al Ilmu – 199

Tanya:
Sewaktu sholat magrib ana terlambat dan mendapati imam sedang berdiri pada raka’at kedua, selanjutnya pada tahyat akhir imam mungkin lupa dan langsung berdiri, dan telah berdiri sempurna hingga sholat magrib tersebut terjadi 4 raka’at. Jadi ana sebagai makmum telah melaksanakan sholat magrib tersebut tiga raka’at, apakah ana harus berdiri sholat lagi atau cukup dan salam?

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Bilangan rakaat antum sudah cukup dan ikuti salam imam. Tidak perlu menambah rakaat lagi.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶