All posts by BBG Al Ilmu

WAKTU Seperti PEDANG

Banyak yang sering berkata, “Aku nggak ada waktu.. !”
seakan-akan mereka di dalam sebuah kesibukan yang sangat bermanfaat..
akan tetapi kenyataannya ternyata masih banyak waktu kosong mereka..

Di lain pihak.. banyak pula yang ingin “Membunuh waktu…”
karena waktu mereka yang sangat terbuang-buang..
mereka bingung mau diapain waktu tersebut..?!

Waktu itu ibarat pedang bermata ganda, bisa mendatangkan kebahagiaanmu dan bisa pula menjadi bumerang yang mendatangkan kesengsaraanmu.

● Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah menyebutkan sebuah perkataan:

الْوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلْتَهَا بِالْحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ

“Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan..” (Dinukil oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah dalam kitabnya Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109 dan Madaarijus Saalikiin 3/129).

Jika facebook tidak kau gunakan untuk bertakwa kepada Allah maka akan kau gunakan untuk bermaksiat…!

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

“Waktu seseorang itulah hakekat umurnya, dialah penentu kehidupan abadinya (di kemudian hari), apakah dalam kenikmatan abadi ataukah dalam kehidupan sengsara dalam adzab abadi yang pedih…

Waktu berlalu lebih cepat dari aliran awan. Maka siapa saja yang waktunya dihabiskan untuk Allah dan karena Allah maka waktu itulah hakekat umur dan kehidupannya. Adapun selain itu (jika waktunya tidak dihabiskan untuk dan karena Allah) maka waktu tersebut pada hakekatnya bukanlah termasuk kehidupannya, akan tetapi kehidupannya laksana ibarat kehidupan hewan.

Jika ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan syahwat, serta angan-angan yang batil, dan waktu yang terbaiknya adalah yang ia gunakan untuk tidur dan nganggur maka matinya orang yang seperti ini lebih baik dari pada hidupnya..” (Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109)

Jika umur seseorang 60 tahun, dan setiap hari tidur 8 jam (1/3 waktunya), serta dikurangi masa kecil hingga baligh/dewasa (sekitar 15 tahun) maka hakekat umurnya yang bisa ia gunakan untuk beraktifitas hanya tinggal 60-20-15 = 25 tahun.

Lantas dari 25 tahun tersebut berapa yang digunakan untuk bermain, bersenda gurau, bermaksiat..?! Jika dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk beribadah..?!

Sungguh aneh jika seseorang merasa “nggak ada waktu.. terlalu sibuk..” untuk bisa membaca al-Qur’an setiap hari seperempat atau setengah jam, atau tidak ada waktu untuk sholat dhuha lima menit..

Akan tetapi…. ternyata waktunya sangat luang –bahkan bisa berjam-jam- untuk main game atau facebookan.. atau ketawa-ketiwi untuk WhatsApp-an, dengan para sahabat.. para group..?!

● Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَنْ تَزُوْلَ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتىَّ يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: عَنْ عُمرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ ؟ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ ؟….

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya tentang 4 perkara (diantaranya) :
tentang umurnya, kemana ia habiskan..?
tentang masa mudanya, kemana ia habiskan..?”

Penulis,
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Tidur Sebelum Sholat ‘Isya Hukumnya…

Pertanyaan dari seorang ibu yang melaksanakan sholat 5 waktu di rumahnya, dan beliau bertanya kapankah batas waktu sholat Isya..?

Simak jawaban Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

Waktu malam dalam Islam dihitung dari shalat Maghrib hingga waktu Shubuh. Sehingga pertengahan malam, jika Maghrib misalnya jam 6 sore dan Shubuh jam 4 pagi, kira-kira jam 11 malam

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

KTT Wudhu : Apakah Wudhu Batal Bila Tertidur..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Simak artikel terkait (KLIK Link dibawah ini) :
DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Mengakhirkan Shalat ‘Isya Bagi Wanita…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

Waktu malam dalam Islam dihitung dari shalat Maghrib hingga waktu Shubuh. Sehingga pertengahan malam, jika Maghrib misalnya jam 6 sore dan Shubuh jam 4 pagi, kira-kira jam 11 malam

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da081016-1720

Heran…

Yahya bin Mu’adz رحمه الله تعالى berkata:

عجبت لمن يحزن على نقصان ماله
كيف لايحزن على نقصان عمره

“Aku heran terhadap orang yang sedih
atas hartanya yang berkurang…
bagaimana bisa dia tidak bersedih atas
umurnya
yang mulai berkurang..?

(Sifah As-Shofwah)

4 GOLONGAN MANUSIA PENGHANCUR ISLAM…

Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah menuturkan :

قال محمد بن الفضل: ذهاب الإسلام على يدي أربعة أصناف من الناس:

Imam Muhammad bin al-Fadl berkata: Lenyapnya agama Islam di tangan empat golongan manusia :

○صنف لا يعملون بما يعلمون،

1.  Golongan yang tidak mau mengamalkan sesuatu yang sudah diketahuinya,

○و صنف يعملون بما لا يعلمون،

2.  Golongan yang mengamalkan sesuatu yang tidak diketahuinya,

○و صنف لا يعملون ولا يعلمون،

3.  Golongan yang tidak beramal dan tidak mengetahui tentang Islam,

○و صنف يمنعون الناس من التعلم.

4.  Golongan yang menghalangi umat manusia untuk mempelajari Islam.

قلت-أي بن القيم-:

Aku berkata (Ibnu Qayyim):

●الصنف الأول: من له علم بلا عمل؛ فهو أضر شيء على العامة؛ فإنه حجة لهم في كل نقيصة و مبخسة.

GOLONGAN KE-1, orang yang punya ilmu tanpa amal, dia sosok paling berbahaya buat awwam, ia menjadi hujjah (pembenaran) buat mereka pada setiap kelemahan dan keburukan mereka.

●الصنف الثاني: العابد الجاهل؛ فإن الناس يحسنون الظن به لعبادته و صلاحه فيقتدون به على جهله.
و هذان الصنفان هما اللذان ذكرهما بعض السلف في قوله:《احذروا فتنة العالم الفاجر و العابد الجاهل فإن فتنتهما فتنة لكل مفتون》؛ فإن الناس إنما يقتدون بعلمائهم و عبادهم، فإذا كان العلماء فجرة و العباد جهلة عمت المصيبة بهما و عظمت الفتنة على الخاصة و العامة.

GOLONGAN KE-2, ahli ibadah yang jahil, sedangkan umat manusia berprasangka baik kepadanya karena ketekunan ibadah dan kesalehannya, mereka menjadikannya sebagai panutan padahal ia berada dalam kebodohan.

Kedua golongan tersebut, sebagian ulama salaf memperingatkan: Waspadalah terhadap fitnah ahli ilmu yang bejat dan ahli ibadah yang bodoh, karena fitnah keduanya adalah biang segala fitnah. Karena umat manusia senantiasa meneladani ahli ilmu dan ahli ibadah. Bila ahli ilmu bejat dan ahli ibadah bodoh maka musibah akan merata dan fitnah akan merajalela pada kalangan khusus dan umum.

●و الصنف الثالث: الذين لا علم لهم و لا عمل؛ و إنما هم كالأنعام السائمة.

GOLONGAN KE-3, mereka yang tidak punya ilmu dan tidak punya amal, sehingga mereka laksana hewan ternak.

●و الصنف الرابع: نواب إبليس في الأرض؛ و هم الذين يثبطون الناس عن طلب العلم و التفقه في الدين ؛ فهؤلاء أضر عليهم من شياطين الجن؛ فإنهم يحولون بين القلوب و بين هدى الله و طريقه .

GOLONGAN KE-4, mereka para agen iblis di muka bumi, mereka membuat umat manusia berat melangkah untuk menuntut ilmu dan memahami agama, bahkan mereka lebih berbahaya ketimbang setan dari kalangan jin, karena mereka menjauhkan hati mereka dari hidayah Allah dan jalanNya.

مفتاح دار السعادة :490/1

Penterjemah :
Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

9 TIPS MENGGAPAI CINTA SUAMI…

1. Buatlah sesuatu yang paling dicintai suamimu meskipun Anda tidak menyukainya, selagi tidak dilarang dalam agama.

2. Katakanlah kepada suami bahwa dia adalah orang yang paling dicintai dalam hidup setelah Allah dan RasulNya.

3. Jangan mengenakan pakaian kesayanganmu bila pakaian itu kurang berkenan di hati suamimu, karena dia yang paling sering melihatnya.

4. Jangan mengenakan parfum yang kurang disukai suamimu, karena dia yang paling sering mencium aromanya.

5. Katakanlah kepada suamimu bahwa penampilan suamimu sangat menarik dan menawan di mata Anda.

6. Biarkan suamimu sesekali menghirup udara bebas bersama teman-temannya, karena istri yang baik dan mencintai suami senantiasa percaya dan tidak menaruh curiga.

7. Sekali waktu berikanlah hadiah kepada suamimu dengan suatu yang menarik hatinya.

8. Walau tidak rutin dan hanya dengan telpon, hubungilah orang tua atau famili suami tercinta.

9. Jangan turuti bisikan nafsu cemburu karena pasti akan memperkeruh suasana hidupmu bahkan bisa menjadi pintu pecahnya bahtera rumah tangga.

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى