All posts by BBG Al Ilmu

Diantara Keutamaan Kalimat Subhaanallah Dan Alhamdulillah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam  bersabda,

– bersuci itu separuh dari iman,
– ucapan ALHAMDULILLAH (segala puji bagi Allah) itu memenuhi timbangan
– ucapan SUBHANALLAH (Mahasuci Allah) dan ALHAMDULILLAH (segala puji bagi Allah), keduanya memenuhi antara langit dan bumi
– sholat adalah cahaya,
– sedekah adalah bukti keimanan,
– kesabaran adalah sinar,
– Alqur’an adalah hujjah yang membelamu atau hujjah yang melawanmu.
– setiap pagi manusia menjual dirinya, ada yang untuk menyelamatkan dirinya (dari api neraka) atau membinasakan dirinya (dalam api neraka).

(HR. Muslim, no. 223)

======
ARTIKEL TERKAIT

Keutamaan 4 Kalimat Mulia

Diantara Do’a Dan Dzikir Saat Mengalami Kesedihan Dan Kesulitan

Diantara do’a dan dzikir yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam saat menghadapi kesedihan dan kesulitan, seperti yang terkait dengan :

– musibah banjir bandang,
– tanah longsor,
– kehilangan orang yang dicintai,
– kehilangan harta benda,
– ekonomi,
– penyakit,
– masalah rumah tangga, dll qoddarallah wa maa syaa-a fa’al.

jangan lupa salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan :

● memuji Allah dengan nama nama-Nya yang Agung (contoh) : yaa Hayyu yaa Qoyyuum – (Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri dan Maha Mengurus makhluk-Nya)

● lalu membaca sholawat di awal, di tengah dan di akhir do’a (contoh) : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a

Dua Perkara Penting Untuk Dipahami Ketika Berdo’a

Bedakan antara berdo’a agar diberikan sesuatu dengan SEGERA, dengan sikap TERGESA-GESA dalam do’a.

=======

a. Berdo’a agar diberikan sesuatu dengan segera dibolehkan, karena disebutkan dalam do’a Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- ketika meminta hujan (istisqo’):

اللهم اسقنا غيثا مغيثا، مريئا مريعا، نافعا غير ضار، عاجلا غير آجل

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang memberikan pertolongan, hujan yang baik dan menyuburkan, hujan yang membawa manfaat dan tidak membawa mudorot; yang Engkau SEGERAKAN datangnya dan tidak Engkau tunda (HR. Abu Dawud 1169, shohih)

Ini dibolehkan karena masuk dalam sikap berharap akan kemurahan Allah ta’ala, dan itu bukan termasuk sikap tergesa-gesa dalam do’a yang dicela.

b. Adapun tergesa-gesa dalam do’a yang tercela adalah merasa :
– do’a lambat dikabulkan,
– tidak senang kepada Allah (atas belum dikabulkannya do’a),
– meragukan kemurahan dan kedermawanan-Nya, serta
– mengeluh karena keinginan belum terwujud.

Dan Allah ‘Azza wa Jalla tidak meridhoi hati hamba-Nya yang beriman kepada-Nya menjadi sempit dan berputus asa karena hal itu.

Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- telah bersabda,

لا يزَالُ يُسْتَجَابُ لِلعَبْدِ مَا لَم يدعُ بإِثمٍ، أَوْ قَطِيعةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتعْجِلْ قِيلَ: يَا رسُولَ اللَّهِ مَا الاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ: قَدْ دعَوْتُ، وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَم أَرَ يَسْتَجِيبُ لي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْد ذَلِكَ، ويَدَعُ الدُّعَاءَ

“Do’a seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, asalkan ia tidak berdo’a untuk suatu dosa atau untuk memutuskan hubungan kekerabatan, selama ia tidak tergesa-gesa..”

Ada yang bertanya: “Wahai Rosulullah, apa itu tergesa-gesa..?”

Beliau menjawab: “Yaitu ia mengatakan, ‘Aku sudah berdo’a dan berdo’a, namun aku tidak melihat (do’aku) dikabulkan..’ Maka ia pun merasa lemah (putus harapan) karenanya dan meninggalkan do’a..” (HR. Muslim 2735).

Semoga bisa dipahami dengan baik dan Allah berkahi, amin.


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

=======
ARTIKEL TERKAIT

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

Jangan Menyebarkan Hadits Palsu Tentang Amalan Khusus Di Bulan Rojab

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku .. barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka..”

(HR. Al Bukhari no 1291, Muslim no 4)

● Al Imam Ibnu Qoyyim al Jauziyyah rohimahullahu Ta’ala berkata,

“Dan semua hadits yang berbicara tentang puasa Rojab dan sholat pada sebagian malamnya adalah
dusta yang diada-adakan..”

(Al-Manaarul Muniif, 96)

● Al Hafizh Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Tentang puasa, tidak ada satu pun hadits shohih dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam atau sahabatnya tentang keutamaan puasa Rojab secara khusus..”

(Lathoif al-Maarif – 140)

● Al Hafizh Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Adapun tentang sholat, tidak ada hadits yang shohih tentang sholat tertentu yang dilakukan pada bulan Rojab. Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan sholat roghoib pada malam Jum’at pertama bulan Rojab adalah bohong, batil dan tidak sah..”

(Lathoif al-Maarif – 140)

Kepo

Ada orang Arab badui bertanya kepada Imam Asy Sya’biy rohimahullah, ‘apakah Iblis punya istri..?’

(Asy Sya’biy) : ‘punya..’

(Arab badui) : ‘mana dalilnya..?’

(Asy Sya’biy) : yaitu firman Allah, ‘apakah kamu menjadikan iblis dan keturunannya sebagai tandingan selain-Ku..?’ (Al Kahfi: 50)

(Arab badui) : ‘siapa nama istrinya..?’

(Asy Sya’bi) : ‘aku tidak menghadiri pernikahannya..’

(Siyar A’laam Nubala 4/312)


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Screenshot

Bukan Sekedar Melaksanakan Ketaatan

Alllah ‘Azza wa Jalla berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُبۡطِلُواْ صَدَقَٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ

“Wahai orang orang yang beriman ! janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima)..” (Qs Al Baqoroh – 264)

● Ibnu Qoyyim al Jauziyyah rohimahullah menjelaskan,

فليس الشأن الإتيان بالطاعة إنما الشأن في حفظها مما يبطلها

Yang terpenting bukanlah sekedar melaksanakan ketaatan .. tetapi yang terpenting (harus selalu diperhatikan) adalah menjaga amalan tersebut dari hal-hal yang dapat menggugurkannya.

(‘Uddah ash-Shoobiriin – 66)

Tiga Perkara

‘Umar bin al-Khattab rodhiyallahu ‘anhu berkata,

إن مما يصفِّي ودادَ أخيك أن تبدأه بالسلام
إذا لقيته، وأن تدعوه بأحب الأسماء إليه، وأن توسع له في المجلس.

Sesungguhnya diantara perkara yang dapat memurnikan kecintaan terhadap saudaramu ialah :
– engkau memulai dengan mengucapkan salam ketika bertemu dengannya,
– engkau memanggilnya dengan nama yang paling ia cintai, dan
– engkau melapangkan tempat duduk untuknya ketika berada di majelis ilmu.

(Bahjatul Majalis – Ibnu Abdil Barr – 1/hal. 43)

Meninggalkan Takwa Menjadi Penyebab Tertutupnya Pintu Rezeki

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka sangkanya..” (Qs Ath Tholaq: 2-3)

● Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu menjelaskan tentang makna Takwa,

“Bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa adalah mentaati-Nya sehingga kita :
– tidak berbuat maksiat kepada-Nya,
– tidak menentang-Nya,
– tidak membangkang kepada-Nya, tapi kita mentaati Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian :
– mengingat Allah dan tidak melupakan-Nya,
– kita terus dzikir, selalu ingat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak melupakan-Nya,
– juga selalu bersyukur kepada Allah dan tidak kufur kepada-Nya..”

(Tafsir Ibnu Mas’ud, 2/651)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan,

“Kesulitan yang menimpa seseorang sering kali terlihat dalam urusan-urusannya yang menjadi serba sulit. Setiap kali ia mencoba menghadapi suatu perkara, ia mendapati jalannya tertutup atau penuh hambatan.

📌 Sebagaimana orang yang  bertakwa kepada Allah akan dimudahkan dalam urusannya, maka siapa yang meninggalkan takwa akan mendapati urusannya menjadi sulit. Rezeki hanya akan mengalir ketika seseorang menjauhi segala bentuk maksiat..!

Sungguh mengherankan..! Bagaimana seorang hamba bisa merasakan bahwa pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup baginya, serta jalannya terasa penuh kesulitan, namun ia tidak menyadari dari mana asal kesulitan itu datang..”

(Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa‘, hlm. 85-86)

Apakah Kalimat Yang Diucapkan Saat Marah Bisa Menjadi Do’a..?

simak audio penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

لَا تَدْعُوْا عَلَى أَنْفًسِكُمْ ، وَلَا تَدْعًوْا عَلَى أَوْلَادِكُمْ ، وَلَا تَدْعُوْا عَلَى خَدَمِكُمْ ، وَلَا تَدْعُوْا عَلَى أَمْوَالِكُمْ ، لَا تُوَافِقُوْا مِنَ اللهِ سَاعَةَ نَيْلٍ فِيْهَا عَطَاءٌ فَيُسْتَجَابَ لَكُمْ

– janganlah mendo’akan kejelekan bagi diri kalian,
– janganlah kalian mendo’akan kejelekan kepada anak-anak,
– janganlah mendo’akan kejelekan kepada pembantu kalian,
– janganlah pula mendo’akan kejelekan kepada harta-harta kalian.

Bisa jadi tatkala do’a kejelekan itu diucapkan, saat itu merupakan waktu dikabulkannya do’a oleh Allah.

(HR. Muslim no. 3009 dari sahabat mulia Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu)