All posts by BBG Al Ilmu

Apakah Kalimat Yang Diucapkan Saat Marah Bisa Menjadi Do’a..?

simak audio penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

لَا تَدْعُوْا عَلَى أَنْفًسِكُمْ ، وَلَا تَدْعًوْا عَلَى أَوْلَادِكُمْ ، وَلَا تَدْعُوْا عَلَى خَدَمِكُمْ ، وَلَا تَدْعُوْا عَلَى أَمْوَالِكُمْ ، لَا تُوَافِقُوْا مِنَ اللهِ سَاعَةَ نَيْلٍ فِيْهَا عَطَاءٌ فَيُسْتَجَابَ لَكُمْ

– janganlah mendo’akan kejelekan bagi diri kalian,
– janganlah kalian mendo’akan kejelekan kepada anak-anak,
– janganlah mendo’akan kejelekan kepada pembantu kalian,
– janganlah pula mendo’akan kejelekan kepada harta-harta kalian.

Bisa jadi tatkala do’a kejelekan itu diucapkan, saat itu merupakan waktu dikabulkannya do’a oleh Allah.

(HR. Muslim no. 3009 dari sahabat mulia Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu)

Akibat Bermusuhan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari SENIN dan KAMIS .. setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun, maka dia akan diampuni dosanya, kecuali seseorang yang bermusuhan dengan saudaranya, maka dikatakan, “tangguhkanlah dua orang ini sampai mereka berdamai..” (HR. Muslim XVI / 123)

● Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,

الأعمال تعرض على الرب عز وجل كل إثنين وكل خميس إلا رجلين بينهما شحناء وفي قلوبهما شيء من الكراهية والعداوة فإنه يقال: (أنظرا هذين حتى يصطلحا). ولذلك ينبغي للإنسان أن يحاول ألا يكون في قلبه غل على أحد من المسلمين، حتى لو أن النفس الأمارة بالسوء قالت له: إن فلانا فعل كذا وفعل كذا وقال كذا، يجب أن يمحو ذلك من قلبه وأن يكون قلبه نظيفا بالنسبة لإخوانه المسلمين.

Setiap amalan kebaikan akan dihadapkan kepada Robb ‘Azza wa Jalla setiap hari SENIN dan KAMIS kecuali bagi dua orang yang ada :
– di antara keduanya permusuhan, dan
– di dalam hati mereka terdapat kebencian serta permusuhan.

Dan akan dikatakan, ‘Tundalah amalan mereka berdua ini sampai keduanya berdamai..’ (sebagaimana disebutkan dalam hadits).

Oleh karena itu, semestinya bagi seseorang hamba untuk berusaha agar tidak ada di dalam hatinya kedengkian kepada seorang pun dari muslimin, walaupun jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan ini berbisik kepadanya, ‘Sesungguhnya si anu telah berbuat demikian dan demikian, telah berkata demikian..’!!

Maka wajib baginya untuk segera menghapus bisikan tersebut dari hatinya, dan hatinya bersih dari kebencian terhadap saudara-saudaranya sesama muslim.

(Silsilah Al-Liqo’ asy-Syahri 36/26)

Diantara Hikmah Dirahasiakannya Akhir Dari Kehidupan Seorang Hamba

Al-Imam Ibnul Mulaqqin rohimahullah menjelaskan,

وفي تغييب الله عن عباده خواتم أعمالهم، حكمة بالغة، وتدبير لطيف، وذلك أنه لو علم أحد خاتمة عمله، لدخل الإعجاب والكسل من علم أنه يختم له بالإيمان، ومن علم أنه يختم له بالكفر يزداد غيًّا وطغيانًا وكفرًا؛ فاستأثر الله بعلم ذلك؛ ليكون العباد بين خوف ورجاء، فلا يعجب المطيع لله بعمله، ولا ييأس العاصي من رحمته؛ ليقع الكل تحت الذل والخضوع لله تعالى والافتقار إليه.

Dan pada rahasia Allah tentang bagaimana hamba menutup umurnya, terdapat hikmah yang mendalam dan ketetapan yang lembut.

Yang demikian karena jikalau seorang hamba mengetahui bagaimana akhir umurnya kelak, maka sifat ujub (berbangga diri) dan malas akan masuk ke dalam hatinya, karena dia tahu bahwa akhir hidupnya di atas keimanan (sehingga ia akan sombong dan malas dari ibadah).

Dan begitu pun jika dia tahu bahwa ia akan menutup usianya dengan kekufuran, maka akan semakin bertambah kesesatan, kedurhakaan, dan kekafirannya.

Oleh karena itu, Allah menyimpan pengetahuan tentang akhir amal hamba hamba-Nya, agar mereka tetap dalam keadaan takut dan berharap.

Sehingga orang yang taat tidak akan sombong dengan amalnya .. dan seorang pendosa tidak akan putus asa dari rahmat-Nya.

Agar semua hamba tetap dalam keadaan tunduk dan patuh kepada Allah ta’ala, serta mengakui kelemahan dan ketergantungan mereka kepada-Nya.

(At-Taudhih lis Syarhil Jaami’ as-Shohih – 29/550)

Perbanyak Mengucapkan Sholawat Dan Salam Setiap Saat .. Setiap Hari .. Terutama Di Malam Jum’at Dan Di Hari Jum’at

dengan izin Allah, setiap sholawat dan salam yang kita ucapkan akan disampaikan oleh para malaikat kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam ..

1. MANUSIA PERTAMA MASUK KE SURGA

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

”Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Lalu aku minta dibukakan. Maka penjaga pintu Surga berkata, ‘siapakah engkau..?’

Lalu aku jawab, ’aku Muhammad’.

Lantas malaikat tersebut berkata, ’aku diperintahkan dengan sebab engkau .. aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelum engkau’..”

(HR. Muslim)

2. PEMILIK TELAGA MULIA DAN TERBESAR DI AKHERAT

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Telagaku  :
– (panjangnya) perjalanan satu bulan,
– airnya lebih putih dari susu,
– wanginya lebih wangi dari misk (minyak kesturi),
– cahayanya seperti bintang-bintang di langit.

Barangsiapa yang minum darinya niscaya ia tidak akan pernah merasa haus selama-lamanya..”

(HR. Al Bukhori no. 6579 dan Muslim no. 2292)

● Dalam riwayat lainnya, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya kadar (ukuran) telagaku adalah seperti jarak di antara Aylah dan Shon’a dari Yaman .. dan sesungguhnya di dalamnya terdapat teko-teko sejumlah bintang bintang di langit..”

(HR. Al Bukhori no. 6580 dan Muslim no. 2303)

3. PEMBERI SYAFA’AT DENGAN IZIN ALLAH

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam pernah ditanya, “siapakah orang yang paling bahagia dengan syafa’atmu pada hari Kiamat..?”

Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, “yang paling bahagia dengan syafa’atku pada hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaahaa illallaah dengan ikhlas dari hatinya atau dirinya..”

(HR Al Bukhori no. 99)

📌 Maka perbanyaklah bersholawat kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam setiap hari .. setiap saat .. terutama di malam Jum’at dan di hari Jum’at .. bisa ucapkan berulang ulang : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad ..

Kedudukan Amalan “Mengajarkan Ilmu” Kepada Orang Lain

Sebagian orang enggan mengajarkan ilmu agama yang Allah titipkan kepadanya .. macem macem alasannya :
– aku bukan siapa siapa,
– belum pantas,
– dapat apa,
– dapat berapa,
– kecewa dengan manusia,
dan masih banyak lagi alasan lainnya.

Sungguh, alasan alasan itu hanya merugikan dirinya saja .. karena ilmu agama tidaklah membutuhkan dirinya, dia yang sangat membutuhkan pahala menyebarkan ilmu agama.

Lihatlah bagaimana kedudukan amalan mengajarkan ilmu agama ini di mata ulama besar dari generasi salaf Abdullah bin al Mubarak -rohimahullah-:

قيل لعبد الله بن المبارك : لو قيل لك لم يبق من عمرك إلا يوم، ما كنت صانعا؟ قال: كنت أعلم الناس

Abdullah bin al-Mubarak pernah ditanya, ‘Seandainya dikatakan kepadamu bahwa umurmu tinggal satu hari saja, apa yang akan engkau lakukan..?’

Beliau menjawab, ‘Aku akan mengajarkan ilmu kepada manusia..’

[Al-Madkhal Ilas Sunanil Kubra, hal: 473]

Kalau bukan karena besarnya pahala mengajarkan ilmu, tentu beliau tidak akan mengatakan seperti itu.

Ingat, mengajarkan ilmu tidak harus ada banyak ilmu dulu .. Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda (yang artinya): “sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat..” [HR. Al Bukhari 3461].

Semoga Allah mudahkan bagi kita, dan Allah berkahi amalan kita, amin.


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Masih Ulang Tahun..?

Ulang tahun .. disamping tidak pernah dicontohkan oleh para Nabi dan manusia manusia terbaik di ummat ini, kebahagiaan di dalamnya sangat tidak selaras dengan keadaan manusia yang sedih bila mendekati kematiannya.

Makna ini telah disinggung dalam bait syair berikut ini:

إنا لنفرح بالأيام نقطعُها 🔘 وكلُّ يومٍ مضى يُدني من الأجل
فاعمل لنفسكَ قبلَ الموتِ مُجتهدًا 🔘 فإنما الربحُ والخُسران في العملِ

sungguh kita bergembira dengan hari hari yang kita lalui..
padahal sebenarnya setiap hari yang berlalu mendekatkan kita kepada kematian..

maka bersungguh-sungguh lah dalam beramal untuk dirimu sebelum matimu..
karena sesungguhnya untung rugi yang sebenarnya hanyalah pada amalan..

Semoga Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan .. dan mewafatkan dalam keadaan husnul khotimah, aamiin


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Sikap Memaafkan Yang Dicintai Allah

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rohimahullah berkata,

العفو الذي يحبه الله هو الذي فيه إصلاح لأن الله اشترط ذلك في العفو فقال(فمن عفا وأصلح فأجره على الله)أي كان عفوه مشتملاً على الإصلاح.

Sikap memaafkan yang dicintai oleh Allah adalah memaafkan yang disertai dengan ishlah (memperbaiki hubungan).

Karena Allah mensyaratkan hal itu dalam firman-Nya yang artinya: ‘Siapa yang memaafkan dan ishlah (memperbaiki hubungan) maka kepada Allah pahalanya..’ Artinya memaafkannya disertai dengan memperbaiki hubungan.

(Syarah Kitab Tauhid 2/278)