All posts by BBG Al Ilmu

Adab Menjaga Ucapan

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan bagaimana seharusnya seorang muslim menjaga kata-katanya. Beliau rohimahullah berkata,

Menjaganya, berarti :
– tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak bermanfaat,
– tidak berbicara melainkan dengan sesuatu yang ia harapkan keuntungan dan faedah darinya.

Jika ia hendak berkata-kata, ia amati :
– apakah kata-kata itu ada manfaat dan faedahnya atau tidak..? Jika tidak, maka hendaknya ia menahannya.

Jika ia mendapati ada manfaatnya, ia amati lagi :
– apakah ada kata-kata yang lebih memberi keuntungan dari yang akan dikatakannya..? Maka hendaklah ia tidak melewatkannya.

(Ad Daa wa Ad Dawaa’ hal. 225)

SELESAI : Wakaf 4 Sumur Bor & Pembangunan Tempat Wudhu

SABTU PAGI – 1 NOVEMBER / 10 JUMADAL UULA

Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah, kemudian partisipasi para muhsinin dan muhsinah, kami sudahi program wakaf kali ini.

Rekening khusus wakaf tetap terbuka dan dana yang masuk setelah ini akan dialokasikan untuk program wakaf sumur berikutnya insyaa Allah .. kami ucapkan jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin dan muhsinah, semoga Allah memberikan balasan pahala jariyah yang melimpah.

===============================

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 7480009996
a/n : AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

———————————-
1️⃣  Sumur Bor : Dusun Batu Jalik, Ds Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Jumlah terdampak : +/- 30 kk/150 jiwa, Sumber air masyarakat saat ini adalah dari aliran air irigasi yang tidak layak dikonsumsi karena sudah tercemar oleh sampah dan kotoran hewan.
===================
2️⃣  Sumur Bor : Dusun Cemara Karang Tengah, Ds Dasan Geres, Lombok Barat. Sumber air masyarakat dari sumur gali tradisional yang debit airnya sangat kecil bahkan beberapa diantaranya mengering saat kemarau. Sumur bor ini insyaa Allah akan berada di lahan TPQ Sunnah Misbahul Ilmi (50 santri) sehingga airnya bisa dimanfaatkan oleh para santri dan juga oleh sekitar 600 warga yang tinggal di sekitar TPQ.
===================
3️⃣  Sumur Bor : Pondok Tahfizh, Dusun Siwiraya, Jerowaru, Lombok Timur. Jumlah santri terdampak : 100 jiwa. Sumber air saat ini tidak lagi mencukupi kebutuhan air para santri untuk wudhu, minum dll. Kondisi air yang terbatas kerap menyebabkan para santri mengantri sehingga terlambat sholat dan masuk kelas. 
===================
4️⃣  Sumur Bor : Pondok Pesantren Nur Syahril, Dusun Montong Mas, Sakra Timur, Lombok Timur. Jumlah santri terdampak : 200 jiwa. Sumber air saat ini dari pamdes namun alirannya kerap tersendat, sedangkan yang dari sumur gali tradisional, debit airnya kecil dan mengering saat kemarau, sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar para santri. 

====
CATATAN : Ke 4 sumur bor di atas akan dilengkapi dengan mesin pompa, toren, tower, kwh listrik, jaringan pipa  dan filter air insyaa Allah. Semoga Allah mudahkan.

===================
5️⃣ Pembangunan Tempat Wudhu Masjid Assunnah Sulaiman Fauzan Al Fauzan, Aikmel, Lombok Timur – (Wakaf Tahap 2) .. berikut adalah kondisi tempat wudhu dan toilet yang sudah tidak memadai dengan jumlah jama’ah dan santri yang meningkat.

=======
6️⃣
– Tangki air Musholla, Selong, Lombok Timur
– Bak air + pipa hdpe 100 meter, Ds Lengkukun, Lombok Utara
– Pendingin udara TPQ assunnah Mufida, Lombok Timur

———————————————–

Rosulullah shollallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..” (HR. Muslim no. 1893)

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Mengapa Kita Harus Terus Bersholawat Untuk Rosulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam..?

As-Sakhowi -rohimahullah- mengatakan,

“مِن أوجَبِ شُعَبِ الإيمان: الصلاةُ على النَّبِي ﷺ؛ مَحَبَّةً له، وأداءً لِحَقِّه، وَتَوْقِيراً له وتعظيماً. وَالمُوَاظَبَةُ عليها مِن باب أداءِ شُكْرِهِ ﷺ؛ وَشُكْرُهُ وَاجِبٌ، لِمَا عَظُمَ مِنْهُ مِنَ الإنعام، فإنَّهُ سبب نجاتِنا من الجَحِيم، ودخولِنا في دار النَّعِيم”.

Diantara cabang iman yang paling wajib adalah bersholawat kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, sebagai :
– bentuk cinta kepada beliau,
– menunaikan hak beliau,
– serta penghormatan dan pengagungan terhadap beliau.

Senantiasa bersholawat untuk beliau merupakan bentuk rasa syukur kepada beliau shollallahu ‘alayhi wasallam, dan bersyukur kepada beliau adalah kewajiban, karena begitu besarnya kebaikan yang beliau berikan. Beliaulah sebab selamatnya kita dari neraka, dan masuknya kita ke dalam (surga) negeri kenikmatan.

(Al-Qoulul Badi’ – hal 84)


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Segala Sesuatu Akan Ada Akibatnya

Luqman Al-Hakim pernah berkata kepada putranya,

يا بنيّ، مَن رَحِمَ يُرْحَم، ومَن يصمِت يسلَم، ومَن يفعلِ الخير يَغْنَم، ومَن يَفْعَلِ الشَّرَّ يأثم، ومَن لَم يملك لسانه يندم

Wahai putraku,

– barangsiapa yang menyayangi, maka ia akan disayangi,
– barangsiapa yang diam, maka ia akan selamat,
– barangsiapa yang melakukan kebaikan, maka ia akan beruntung,
– barangsiapa melakukan keburukan, maka ia berdosa, dan
– barangsiapa yang tidak menjaga lisannya, maka ia akan menyesal.

(Bahru ad-Dumu’, hlm. 152)

Diantara Kunci Kunci Kebaikan

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

‏ارض بما قسم الله لك تكن أغنى الناس،
أد ما افترض الله عليك تكن أعبد الناس،
اجتنب ما حرم الله عليك تكن من أورع الناس.

– ridholah dengan pembagian dari Allah untukmu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling berkecukupan.

– kerjakan apa yang Allah wajibkan atasmu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya.

– jauhilah apa yang Allah haramkan atasmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling waro’

( Az-Zuhd, karya Abu Dawud, no. 139 )

Melupakan Kekeliruan Orang Lain

Al Imam Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“ما يزال التغافل عن الزلات من أرقى شيم الكرام، فإن الناس مجبولون على الزلات والأخطاء

Senantiasa melupakan kekeliruan merupakan perangai tertinggi orang yang mulia. Karena manusia memang difitrahkan bisa tergelincir dan keliru.

فإن إهتم المرء بكل زلة وخطيئة
تعب وأتعب غيره

Maka jika seseorang selalu menyibukkan diri dengan ketergelinciran dan kekeliruan (orang lain), ia akan capek sendiri dan menyusahkan orang lain.

والعاقل الذكي من لا يدقق في كل صغيرة وكبيرة مع أهله وأحبابه وأصحابه وجيرانه

Maka orang yang berakal dan cerdas adalah orang yang tidak meneliti setiap (kekeliruan) yang kecil dan yang besar pada :
– keluarganya,
– orang-orang yang ia cintai,
– para sahabatnya dan tetangganya.

Itu sebabnya, Imam Ahmad bin Hambal rohimahullah berkata,

تسعة أعشار حسن الخلق في التغافل “.

Sembilan per-sepuluh akhlak yang baik ada dalam melupakan kekeliruan saudaranya.

(Tahdzib al-Kamal – 19/370)

Untaian Nasehat

Al Fudhail bin Iyaadh rohimahullahu ta’ala berkata,

 تزينت للناس ، وتصنعت لهم ، وتهيأت لهم ، ولم تزل ترائي حتى عرفوك ، فقالوا : رجل صالح ، فقضوا لك الحوائج ، ووسعوا لك في المجلس وعظموك ، خيبة لك ، ما أسوأ حالك إن كان هذا شأنك !

 إن قدرت أن لا تعرف فافعل ، وما عليك أن لا تعرف ، وما عليك إن لم يثن عليك ، وما عليك أن تكون مذموما عند الناس إذا كنت عند الله محمودا.

– engkau berhias untuk mendapat pujian dari manusia,
– engkau bersandiwara untuk mereka,
– engkau mempersiapkan diri untuk mereka,
– engkau selalu berbuat riya sampai akhirnya engkau terkenal dikalangan mereka.

sampai akhirnya mereka pun mengatakan, ‘ini adalah seorang yang sholeh..’, sehingga mereka pun :
– memenuhi semua kebutuhanmu,
– melapangkan tempat duduk untukmu, dan
– mereka mengagungkan dirimu.

maka celaka engkau..!! Sungguh buruk sekali dirimu bila demikian keadaannya.

bila engkau mampu untuk tidak dikenal maka lakukanlah..!!

– tiada dosa bagimu bila engkau tidak terkenal,
– tiada dosa bagimu bila engkau tidak dipuji, dan
– tiada dosa bagimu bila engkau dicela oleh manusia namun engkau terpuji disisi Allah.

(At-Tawwabiin – Ibnu Qudamah -7)

Hakikat Cinta Karena Allah

Al Imam Sufyan ats-Tsauri rohimahullah berkata,

“إذ أحببت الرجل في الله، ثم أحدث في الإسلام فلم تبغضه عليه فلم تحبه في الله”

Apabila engkau mencintai seseorang karena Allah ‘azza wa jalla, lantas dia melakukan kebid’ahan dalam Islam dan ternyata engkau tidak membencinya karena (bid’ahnya itu) sesungguhnya engkau tidak mencintainya karena Allah ‘azza wa jalla.

(Al Hilyah – 7/34)

Jangan Putus Asa Dan Jangan Tertipu

Abu Bakar Ash-Shiddiq -rodhiyallahu ‘anhu- berkata,

Sungguh Allah bisa mengampuni dosa-dosa besar, maka jangan sampai kalian putus asa karenanya.

Sebaliknya Allah bisa mengadzab seseorang karena dosa-dosa kecil, maka jangan sampai kalian tertipu dengannya.

(Syarh Al Bukhori Li Ibn Al Batthol – 19/267)


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى