All posts by BBG Al Ilmu

MUTIARA SALAF : Sebagian Dari Adab Bermasyarakat

Maimun bin Mihran rohimahullah mengisahkan,

جاء رجل إلى سلمان الفارسي، فقال: أوصني

Seorang lelaki mendatangi Salman al-Farisi rodhiyallahu ‘anhu seraya berkata, Berilah aku wasiat..!

Salman mengatakan,

لا تكلم

Jangan berbicara..!

Lelaki itu menjawab,

لا يستطيع من عاش في الناس أن لا يتكلم

Seseorang yang hidup di tengah-tengah manusia tidak mampu untuk tidak berbicara.

Salman berkata,

فإن تكلمت، فتكلم بحق أو اسكت

Jika engkau berbicara, bicaralah dengan kebenaran, atau (jika tidak maka) diamlah.

Lelaki itu berkata,

زدني

Tambahlah wasiat untukku..!

Salman berkata,

لا تغضب

Jangan marah..!

Lelaki itu berkata,

إنه ليغشاني ما لا أملكه

Sungguh, aku diliputi (emosi) yang tidak bisa aku kuasai

Salman berkata,

فإن غضبت فأمسك لسانك ويدك

Kalau engkau marah, tahanlah (kendalikanlah) lisan dan tanganmu.

Lelaki itu berkata,

زدني

Tambah lagi untukku..!

Salman berkata,

لا تلابس الناس

Jangan engkau bergaul dengan manusia..!

Si lelaki menjawab,

لا يستطيع من عاش في الناس أن لا يلابسهم

Orang yang hidup bersama manusia tidak mungkin tidak bergaul dengan mereka.

Salman berkata,

فإن لابستهم، فاصدق الحديث وأد الأمانة

Jika engkau bergaul dengan mereka, jujurlah dalam berucap dan tunaikanlah amanat.

(Shifatu ash-Shofwah 1/259)

HADITS : Tiga Bentuk Pengabulan Sebuah Do’a

Dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إثْمٌ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ؛ إِلاَّ أَعْطَاهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا. قَالُوا: إذًا نُكْثِرُ. قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ

“Tidaklah seorang muslim berdo’a dengan sesuatu pun, selama (do’anya) tidak mengandung dosa atau memutus silaturahmi, kecuali Alah akan memberinya salah satu dari tiga hal:

– disegerakan baginya pengabulannya,

– atau disimpan baginya di akhirat,

– atau dihindarkan darinya bencana atau keburukan yang semisal dengannya.”

(Ketika mendengar hadits ini) para sahabat bertanya, “Kalau demikian (yakni setiap orang yang berdo’a pasti akan mendapatkan salah satu dari tiga hal tersebut), kami akan memperbanyak do’a..”

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Sungguh, pengabulan Allah subhanahu wa ta’ala lebih banyak daripada do’a kalian..”

(HR. Ahmad no. 11133)
Hadits ini dinilai hasan shohih oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih at-Targhib wa at-Tarhib no. 1633

ARTIKEL TERKAIT
Tiga Perkara Penting Untuk Diingat Agar Kita Langgeng Dalam Berdo’a

HADITS : Balasan Bagi Mereka Yang Rutin Membaca Alqur’an

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Akan datang orang yang suka membaca Alqur’an di Hari Kiamat kelak, lalu Alqur’an berkata, ‘Yaa Robbii, hiasilah dia..’ kemudian orang itu dihiasi dengan mahkota karomah (kemuliaan)..

Lalu Alqur’an berkata, ‘Yaa Robbii, tambahkan lagi untuknya..’ maka ia dihiasi dengan pakaian (perhiasan) karomah..

Kemudian ia berkata lagi, ‘Yaa Robbii, ridhoilah ia..’ maka Allah pun meridhoinya. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Bacalah dan naiklah..’ untuk setiap ayat, ia ditambahkan (balasan) satu kebaikan..”

(HR. at-Tirmidzi)

mari kita baca Alqur’an setiap hari..

Mudah Bosan Adalah Akhlak Tercela

Amru bin Al Ash rodhiyallahu ‘anhu berkata,

لا أَمَلُّ ثوبي ما وسعني،
ولا أملُّ زوجتي ما أحسنت عِشرتِي،
ولا أملُّ دابٌَتِي ما حملتني،
إن الملال من سيء الأخلاق.

Sesungguhnya :
– aku tidak bosan dengan bajuku selama masih mencukupiku,
– aku tidak bosan dengan istriku selama ia masih mau menemaniku,
– aku tidak bosan dengan kendaraanku selama ia masih bisa membawaku.

Sesungguhnya mudah bosan itu adalah akhlak tercela.

(Tarikh Damsyiq 183/46)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kebebasan Yang Hakiki

Syaikh Sholih Fauzan hafizhohullah berkata,

« الحرية الصحيحة في طاعة الله،
وليست الحرية بإتباع الهوى والشهوات هذه عبودية للهوى وليست حرية ».

“Kebebasan yang benar adalah bebas untuk mentaati Allah. Bukan bebas untuk mengikuti hawa nafsu dan syahwat. Ini namanya menghambakan diri kepada hawa nafsu bukan kebebasan..”

الإجابات الفاصلة صـ ( 23 )

Di hari kiamat..
Orang yang berusaha mentaati Allah dan melawan hawa nafsu dan syahwat..
Diberikan kenikmatan yang abadi..
Itulah kebebasan dari penjara dunia..

Sedangkan pengikut hawa nafsu dan syahwat..
Ia merasa bebas di dunia..
Sedangkan di akherat ia dipenjara dalam neraka..

Allah berfirman,

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ

“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang..”

(Al Humazah: 8-9)

Akibat mereka tak mau diikat oleh ikatan Allah..
Lebih senang diikat oleh ikatan hawa nafsu dan syahwat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Pohon Yang Buahnya Adalah Kerugian Dan Penyesalan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

تﺎﻣاﺪﻨﻟاو ﻰﻠﻋ ﺪﺒﻌﻟا ، ﻲﻫو ةﺮﺠﺷ ﺎﻫﺮﻤﺛ ناﺮﺴﺨﻟا ﻦﻴﺴﻟا ، فﻮﺳو ، ﻰﺴﻋو ، ﻞﻌﻟو : ﻰﻬﻓ ﺮﺿأ ءﻲﺷ

– saya akan melakukannya..
– nanti akan saya kerjakan..
– mungkin saja saya lakukan nanti..
– semoga akan saya lakukan..
(kata-kata yang menunjukan kemalasan dan menunda-nunda)

Kata-kata seperti ini sangat memberi kemudhorotan kepada seorang hamba. Kata-kata ini merupakan sebuah pohon yang buahnya adalah kerugian dan penyesalan-penyesalan.

(Madaarijus Saalikiin 1/470)

Janganlah Menjadi Orang Yang Beribadah Kepada Allah Di Tepi Jurang

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kesenangan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata..” (Al Hajj: 11)

Terkait ayat di atas, seorang tabi’in yang bernama Abdurrahman bin Zaid bin Aslam rohimahumullah berkata,

هو المنافق ، إن صلحت له دنياه أقام على العبادة ، وإن فسدت عليه دنياه وتغيرت ، انقلب فلا يقيم على العبادة إلا لما صلح من دنياه ، فإن أصابته فتنة أو شدة أو اختبار أو ضيق ، ترك دينه ورجع إلى الكفر .

“Ia adalah munafik. Jika dunianya baik maka ia menegakkan ibadah dengan benar. Jika dunianya berkurang ia pun berubah.

Ia tidak menegakkan ibadah kecuali yang menguntungkan dunianya. Jika ia ditimpa fitnah atau bencana atau ujian atau kesempitan rezeki ia tinggalkan agamanya dan kembali kepada kekufuran..”

(Tafsir Ath Thobari)

Kita berlindung kepada Allah dari melaksanakan ubudiyah kepada Allah saat senang saja..
Namun kita beribadah kepada-Nya di setiap keadaan.. baik senang maupun susah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Istighfar Dan Taubat Adalah Solusi

Ar-Robi’ Ibnu Shobih rohimahullah menceritakan,

– Seorang lelaki mengadukan problem kemarau kepada al-Hasan al-Bahsri. Ia pun memberi bimbingan, “Istighfarlah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala..”, ucapnya.

– Yang lain datang mengeluhkan kemiskinannya. “Istighfarlah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala..”, kata al-Hasan.

– Orang lain lagi datang seraya berkata kepada al-Hasan, “Mohon berdo’alah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala, agar Dia memberi rezeki seorang anak untukku..” Al-Hasan menjawab, “Istighfarlah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala..”

– Yang lain lagi mengeluhkan keringnya kebun-kebun. “Istighfarlah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala..”, kata al-Hasan.

Kami pun bertanya kepada al-Hasan, “Beberapa orang telah mendatangimu dengan pengaduan yang berbeda-beda, tetapi engkau menyuruh mereka semua agar beristighfar..”

Al-Hasan menjawab, “Aku tidak berfatwa dari pikiranku sendiri. Sungguh, Allah subhaanahu wa ta’ala, berfirman dalam surah Nuh,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارً – ١٠ يُّرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارً – ١١ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرً – ١٢

“Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Robb kalian, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya dengan begitu Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan berturut-turut dan memperbanyak harta dan anak-anak kalian serta mengadakan untuk kalian kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai untuk kalian..” (Nuh: 10-12)

(Tafsir al-Qurthubi, 18/302-303)

Apa Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Membantu Saudara Kita Di Palestina..?

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara kita di PALESTINA..?

=====

1. Mendoakan mereka dengan do’a-do’a kebaikan .. dan mendoakan musuh-musuh mereka dengan do’a-do’a keburukan.

Sebagaimana ada perang fisik, ada juga perang do’a.

2. Memberikan bantuan donasi sesuai kemampuan masing-masing.

Dan pilihlah lembaga yang tepercaya untuk menyalurkan donasi tersebut.

3. Meninggalkan produk-produk yang hasilnya digunakan untuk menguatkan musuh-musuh Islam.

Bila kita melakukannya karena niat yang mulia, maka ini tentu akan mendatangkan pahala.

Ingat lakukan untuk diri sendiri, silahkan dorong orang lain untuk hal ini, tapi jangan sampai memaksa orang lain melakukannya.

4. Ramaikan medsos dengan pesan-pesan yang bisa memberikan maslahat besar bagi saudara-saudara kita di Palestina.

5. Bagi yang punya kedudukan, bisa memanfaatkan kedudukannya untuk kebaikan saudara kita di sana.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0hANejUXY4LybZEqaFiB7x7uxwTKMXi9ur9ewFcZNURvjZTh2F5qGtd9Q4vTXu9xSl&id=100003147806078&sfnsn=wiwspmo&mibextid=RUbZ1f