All posts by BBG Al Ilmu

Keadaan Manusia Di Kuburnya

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

حال العبد في القبر كحال القلب في الصدر، نعيماً وعذاباً، وسجناً وانطلاقاً.

“Keadaan hamba di kuburnya seperti keadaan hati di dadanya, dalam kenikmatan, adzab, penjara dan kebebasan..” (Zaadul Ma’ad)

● Allah berfirman:

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُۗ (٥)

Dan tahukah kamu apakah (neraka) Huthomah itu..?
(Q.S. Al-Humazah ayat 5)

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ (٦)

(Yaitu) api (adzab) Allah yang dinyalakan,
(Q.S. Al-Humazah ayat 6)

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ (٧)

yang (membakar) sampai ke hati.
(Q.S. Al-Humazah ayat 7)

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ (٨)

Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,
(Q.S. Al-Humazah ayat 8)

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ (٩)

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
(Q.S. Al-Humazah ayat 9)

=======

Keadaan manusia di kuburnya mengikuti keadaan hatinya saat hidup di dunia..

Hati yang luas dengan iman dan takwa, diberikan keluasan di alam kuburnya..

Sedangkan hati yang tertutup rapat dari menerima hidayah..
Terikat oleh hawa nafsu dan syahwat..
Ia pun akan di masukkan dalam tempat yang sempit dan tertutup dalam jahannam.
Dalam keadaan diikat di tiang tiang..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Do’a Untuk Negeri

DO’A UNTUK NEGERI

رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa..”

(QS Al-Baqoroh [2]: 126)

Nikmat aman adalah sesuatu yang patut kita selalu syukuri, suatu hal yang amat berharga, dimana kita bisa beribadah kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dengan tenang dan aman, semoga Indonesia selalu Allah jaga dan selalu dalam lingkup Rahmat-Nya, Aamiin.

courtesy of ma’had syathiby
FB/IG/YT : @syathibyid

MUTIARA SALAF : Menghancurkan Berhala Yang Ada Di Dalam Hati

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

التوحيد والهوى متضادان، فإن الهوى صنم ولكل عبد صنم في قلبه بحسب هواه، وإنما بعث رسله لكسر الأصنام وعبادة الله وحده لاشريك له، وليس مراد الله سبحانه كسر الأصنام المجسدة وترك الأصنام التي في القلب، بل المراد كسرها من القلب أولاً

Tauhid dan hawa nafsu itu saling bertentangan. Karena hawa nafsu adalah berhala yang ada di hati.

Setiap hamba memiliki berhala di hatinya sesuai dengan kekuatan hawa nafsunya. Allah mengutus para rosul untuk menghancurkan berhala dan agar beribadah kepada Allah saja.

Yang diinginkan oleh Allah bukan semata menghancurkan berhala yang nyata dan meninggalkan berhala yang ada di hati. Namun yang pertama kali dihancurkan adalah berhala yang ada di hati..”

(Raudhotul Muhibbin hal 643)

Allah Ta’ala berfirman,

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ (٢٣)

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya .. Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)..?! Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran..?!”

(Q.S. Al-Jasiyah ayat 23)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

SELESAI : Wakaf Pengaliran Sungai + Sumur + Musholla

RABU SORE  –  29 AL MUHARROM / 16 AGUSTUS

alhamdulillah.. alladzii bini’matihi tatimmush-shoolihaat.. dengan pertolongan Allah, kami SUDAHI program wakaf kali ini..
.
➡➡ Rekening terus terbuka insyaa Allah untuk menampung program wakaf berikutnya (bulan Shofar 1445 hijriyah) yaitu pembuatan beberapa fasilitas air bersih seperti sumur bor, pengaliran sungai dan depot air minum RO. 

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum kepada para muhsinin/muhsinah yang telah dengan ikhlas karena Allah berpartisipasi dengan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah dan naungan kelak dihari dimana tiada naungan selain naungan Allah Ta’ala..

===============================

alhamdulilah, terbuka kembali program wakaf di awal bulan Al Muharrom 1445, yaitu :

  • Pengadaan 4 fasilitas air bersih, terdiri dari 1 sumur bor, 1 jaringan pipa sepanjang +/- 7.5 Km (7,500 meter) mengalirkan air bersih ke dua dusun, dan 2 unit depot air minum untuk 2 ma’had
  • Pembangunan 1 musholla

Untuk berpartisipasi, silahkan :

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

==================================

alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣
Orang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣
Mengalirkan sungai
3️⃣
Menggali sumur
4️⃣
Menanamkan kurma
5️⃣
Membangun masjid
6️⃣
Mewariskan mushaf atau
7️⃣
Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

===================================

1️⃣ Mengalirkan Sungai (TAHAP 1) – Jaringan Pipa Air Bersih dari sumber air menuju 2 Dusun : Dusun Batu Cangku dan Dusun Rinayang, Suela, Lombok Timur

Jumlah warga di ke 2 dusun mencapai 800 KK (3 ribu jiwa lebih), dan saat ini mengalami kekurangan air bersih. Warga mengalirkan air dari jaringan pipa PAMDES yang dipasang oleh pemerintah desa namun pipanya tidak memadai sehingga debit air yang sampai ke masyarakat sangatlah kecil. Oleh karena itu pemerintah desa mengajukan bantuan pipa wakaf agar bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Dalam berita terakhir, kecamatan Suela (lokasi 2 dusun di atas) adalah salah satu dari 8 kecamatan yang qoddarallah mengalami krisis air bersih di musim kemarau saat ini . ref : https://www.google.com/amp/s/lombokpost.jawapos.com/selong/03/06/2023/bpbd-lotim-mulai-antisipasi-krisis-air-bersih-di-puncak-musim-kemarau/amp/

Mayoritas warga bermata pencaharian petani tradisional dan buruh tani dengan tingkat kemampuan ekonomi menengah kebawah.  Alhamdulillah Sebagian warga sudah aktif di kajian sunnah, bahkan sudah ada masjid sunnah dan juga kajian rutin,

Panjang jaringan pipa yang dibutuhkan untuk mengalirkan air bersih dari sumbernya ke 2 dusun tsb, termasuk jaringan pipa di dalam 2 dusun, mencapai sekitar 7.570 meter (+/- 7.5 KM) dengan pipa Induk berdiameter 3 inc sepanjang 5.480 meter dengan jenis pipa HDPE PN10 SDR17 merk rucika, dan pipa 2 inc sepanjang +/- 2.090 meter dengan jenis pipa PVC SNI merk rucika.

Semoga Allah memberikan kemudahan pelaksanaannya, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli.

===================================

2️⃣ Sumur Bor : Darul Qur’an, Mangkung, Praya Barat, Lombok Tengah. Dikelola oleh asaatidz ahlus sunnah bermanhaj salaf. Saat ini, sumber air berasal dari sumur galian milik warga sekitar yang mana debit airnya surut saat musim panas sehingga menyulitkan sekitar 80 siswa dan pengajar dalam menjalankan kegiatan ibadah. 

Sumur bor ini akan dilengkapi insyaa Allah dengan mesin sumur, toren, menara toren dan filter, semoga Allah memberikan kemudahan pelaksanaannya, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok

===================================
.
3️⃣ DUA unit Depot Air Minum untuk memenuhi kebutuhan air minum lebih dari 1,600 santri dan pengajar di 2 ma’had tahfizh di lombok timur (TAHAP 2). Berikut (gambar ke 3) adalah contoh depot air minum.


===================================

4️⃣ Pembangunan Musholla di desa Sembalun. TAHAP 2

Semoga Allah memberikan kemudahan pembangunannya, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok

===============================

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

=========

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah.
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Rosulullah shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

 

MUTIARA SALAF : Saat Berjumpa Dengan Saudaramu Dan Keluargamu

Sahabat Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan pesan kepadaku,

لا تحقرن من المعرف شيئا ولو أن تلقى أخاك بوجه طَلْقٍ

“Jangan meremehkan satu pun perbuatan yang ma’ruf (baik), walau sekadar menampakkan wajah nan berseri saat bertemu saudaramu..”

(HR. Muslim, no. 2626)

● Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rohimahullah menjelaskan bahwa,

“Yang dimaksud dengan ‘BI-WAJHIN THOLQIN’ yaitu wajah yang menyenangkan. Bukan wajah yang masam dan muram. Menampakkan wajah yang menggembirakan merupakan sedekah.

Hendaklah perlihatkan wajah yang menggembirakan, wajah nan berseri terhadap saudaramu. Bukan wajah yang muram, masam, kusam. Kecuali terhadap orang yang pantas mendapatkan penyikapan ‘hajr’ (karena alasan syar’i harus dijauhi), maka ini perkaranya lain.

Akan tetapi, manakala engkau berjumpa saudaramu sesama muslim dan bersua dengan keluargamu, hendaklah perlihatkan wajah nan baik, berseri-seri lagi menyenangkan.

Sampaikan tutur kata yang santun, suguhkan sikap penerimaan yang elok. Semua perbuatan tersebut merupakan bentuk sedekah..”

(Syarhu Riyaadhi ash-Sholihin, 1/272)

MUTIARA SALAF : Haramnya Menggunjing Pemimpin

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rohimahullah berkata,

إذا اغتبت الأمير أو الوزير أو الملك معناها أنك تشحن قلوب الرعية على ولاتهم، هذا سبب لنشر الفوضى بين الناس وتمزقهم، واليوم يكون رميا بالكلام، وغدًا يكون رميا بالسهام

“Jika engkau menggunjing pemimpin, atau menteri, atau raja, artinya engkau membangkitkan kemarahan hati rakyat terhadap pemerintah mereka. Hal ini akan menyebabkan tersebarnya kekacauan di tengah masyarakat dan memecah belah mereka.

Boleh jadi hari ini serangan dilakukan dengan ucapan, sedangkan besok (suatu saat) serangan dilakukan dengan panah (mengangkat senjata)..”

(Syarh Riyadhush Sholihin, jilid 6 hal. 105)

Larangan Untuk Berburuk Sangka Dan Tajassus – 3

● Allah Ta’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain..”

( Al-Hujurat/49 : 12 )

TAJASSUS adalah : mencari-cari kesalahan atau kejelekan orang lain

● Abu Hatim bin Hibban Al-Busti (Ibnu Hibban) rohimahullah berkata,

”Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri.

Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tentram dan tidak akan merasa capai.

Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya.

Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya..”

( Roudhotul ‘Uqola – 131 )

Hendaknya Kita Selalu Berniat Kepada Kebaikan

Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar menulis surat kepada ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz, rohimahumullah,

كتب سالم بن عبدالله بن عمر لعمر بن عبدالعزيز رحمهم
الله:
*”فإن نويت الحقّ وأردته أعانك الله عليه، وأتاح لك عمالاً، وأتاك بهم من حيث لاتحتسب، فإن عون الله على قدر النيّة، فمن تمت نيته في الخير تم عون الله له، ومن قصرت نيته قصر من العون بقدر ما قصر منه. والسلام”*

“Apabila kamu berniat kebenaran dan menginginkannya, maka Allah akan membantumu kepadanya dan memberimu orang orang yang akan membantumu kepadanya.

Karena bantuan Allah itu sesuai niatmu. Siapa yang berniat kepada kebaikan maka Allah akan membantunya .. dan siapa yang kurang niatnya kepada kebaikan maka berkurang juga bantuan Allah sesuai kekurangan niatnya..”

(Az Zuhud – Imam Ahmad bin Hanbal,)

Menjaga niat adalah perkara yang tak mudah..
Namun pengaruhnya amat besar dalam kehidupan..

Seseorang akan berbuat sesuai dengan niatnya..
Siapa yang niatnya lurus maka akan menimbulkan perbuatan yang baik..

Sebaliknya perbuatan perbuatan yang buruk..
Adalah Akibat niat niat yang buruk..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Larangan Untuk Berburuk Sangka Dan Tajassus – 2

Tajassus adalah : mencari-cari kesalahan atau kejelekan orang lain

● Allah Ta’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain..”

( Al-Hujurat/49 : 12 )

● Abu Qilabah rohimahullah berkata,

”Jika sampai kepadamu berita tentang tindakan saudaramu yang tidak engkau sukai, maka berusahalah mencari alasan (berbaik sangka) kepadanya semampumu..

Jika engkau tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah pada dirimu sendiri, ”Mungkin saudaraku itu mempunyai alasan yang tidak aku ketahui..”

( Hilyatul Auliya – 2/285 )

Larangan Untuk Berburuk Sangka Dan Tajassus – 1

Tajassus adalah : mencari-cari kesalahan atau kejelekan orang lain

● Allah Ta’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain..”

( Al-Hujurat/49 : 12 )

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan..

Janganlah kalian :
– saling mencari berita kejelekan orang lain,
– saling memata-matai,
– saling mendengki,
– saling membelakangi, dan
– saling membenci.

Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara..”

( HR. Bukhari no. 6064 dan Muslim no. 2563 )