All posts by BBG Al Ilmu

MUTIARA SALAF : Ucapan Yang Indah

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Sesungguhnya manusia telah memperindah ucapan..

siapa yang perkataannya sesuai dengan kelakuannya..
ia telah mendapatkan keberuntungannya..

dan siapa yang perkataannya tidak sesuai dengan kelakuannya..
ia akan merendahkan dirinya..

(Jami’ Bayanil ‘Ilmi 2/9)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Renungan Senja

Musibah itu ketika mengetahui aib dan kekurangan diri, tapi kita tidak peduli dan tidak berusaha memperbaiki diri.

Abdullah Ibnul Mubarok rohimahullah berkata,

ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ اﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﺗﻘﺼﻴﺮاً ﺛﻢ ﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ ﻭﻻ ﻳﺤﺰﻥ ﻋﻠﻴﻪ

“Diantara musibah yang paling besar adalah seseorang menyadari akan kekurangannya pada dirinya namun ia tidak peduli dan tidak bersedih karenanya..”

(Syu’abul Iman, 867)

Karena mukmin seharusnya belomba-lomba dalam kebaikan..

Dengan memperbaiki diri dan beramal sholih..
Ia selalu muhasabah adakah kekurangan pada diri dan amalnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kelembutan Di Rumah Tanda Kebahagian

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ إِذَا ارَادَ بِاهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِم الرِّفْقَ

“Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga maka Allah akan memasukan kelembutan kepada mereka..”

(HR Ahmad dan dishohikan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 523)

Renungkanlah kondisi rumah tanggamu..

jika selalu dipenuhi dengan suara keras, lantang, kekasaran..
bentakan, pukulan terhadap anak-anak..
jeritan anak-anakmu..
mengangkat suara di hadapan suami…

Maka Ketahuilah, engkau sedang jauh dari kebaikan..

Segera rubahlah sikapmu.. perbaiki kondisi rumahmu, penuhi dengan senyuman, kelembutan, niscaya Allah menebar kebaikan dalam keluargamu..

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/9908

Hanya Meminta Dunia

Allah Ta’ala berfirman:

فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Diantara manusia ada yang berkata, ‘Wahai Robb kami berikanlah kepada kami dunia..’ sementara tiada bagian baginya di akherat..” (QS Al Baqarah: 200)

Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas berkata menafsirkan ayat tersebut :
“Ada kaum arab yang apabila wukuf berdo’a, ‘Ya Allah jadikanlah tahun ini banyak hujan, tetumbuhan dan binatang ternak beranak pinak..’ Namun mereka tidak meminta akherat sama sekali. Lalu Allah turunkan ayat tersebut..

Kemudian datanglah kaum mukminin berdo’a : ‘Robbanaa aatina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar..’
Maka Allah memuji orang yang meminta dunia dan akherat..”

(Tafsir Ibnu Katsir)

Saat dunia lebih besar di hati kita..
Maka kita lebih banyak meminta dunia daripada kebaikan akherat..
Padahal akherat lebih baik dan lebih kekal..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى