Badru Salam, حفظه الله تعالى
Apakah di zaman sekarang ini kita masih ada kesempatan untuk masuk dalam kelompok manusia yang dimasukkan ke dalam Surga tanpa di hisab ?
Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Apakah di zaman sekarang ini kita masih ada kesempatan untuk masuk dalam kelompok manusia yang dimasukkan ke dalam Surga tanpa di hisab ?
Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Sebuah hadits yang indah..
selayaknya untuk kita pelajari..
عن عبد الله بن مسعود قال:
قال النبي صلى الله عليه وسلم :” إن الله قسم بينكم أخلاقكم كما قسم بينكم أرزاقكم وإن الله يعطي الدنيا من يحب ومن لايحب ولايعطي الإيمان إلا من أحب فمن ضن بالمال أن ينفقه وخاف العدو أن يجاهده وهاب الليل أن يكابده فليكثر من قول سبحان الله [ والحمد لله ] ولاإله إلا الله والله أكبر ” .
Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata..
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda..
“Sesungguhnya Allah membagi bagikan akhlak kepada kalian sebagaimana membagi bagikan rezeki..
Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai..
dan tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang Dia cintai..
Barang siapa yang merasa bakhil untuk menginfakkan hartanya..
atau merasa pengecut untuk menjihadi musuh..
atau merasa lemah untuk melewati malam dengan ibadah..
hendaklah ia memperbanyak ucapan..
subhanallah..
walhamdulillah..
wa laa ilaaha illallah..
wallahu Akbar..
(HR Ibnu Abi Syaibah.. dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam silsilah shahihah 6/688)
dalam riwayat lain ada tambahan..
‘karena ia adalah kalimat pendahuluan..
yang menjauhkan dan menjaga dari keburukan..
dan ia adalah al baqiyat ash shalihat..’
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
Hatim Al Ashom berkata:
Jangan tertipu dengan tempat yang suci..
Tidak ada tempat yang lebih suci dari surga..
Namun nabi Adam berbuat kesalahan di dalamnya..
Jangan tertipu dengan banyaknya ibadah..
karena Iblis tadinya ahli ibadah..
tapi ia melakukan perbuatan yang nista..
Jangan tertipu dengan banyaknya ilmu..
karena Bal’am bin ba’ura diberi ilmu yang dalam..
tetapi ia lepas darinya..
padahal ia mengetahui nama yang paling agung..
Jangan tertipu karena berteman dengan orang orang shalih..
karena tidak ada yang lebih shalih dari Rasulullah..
tetapi kaum munafiqin tidak beriman walaupun bertemu dengan Nabi..
Badru Salam, حفظه الله تعالى
# 3 Amalan yang Diperbincangkan para Malaikat #
——————————————————
Al-Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ahuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَتَانِي اللَّيْلَةَ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِي أَحْسَنِ صُوْرَةٍ قَالَ: أَحْسَبُهُ، قَالَ: فِي الْمَنَامِ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ هَلْ تَدْرِي فِيْمَ يَخْتَصِمُ الْمَلأُ اْلأَعْلَى؟ قَالَ: قُلْتُ: لاَ، قَالَ: فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا بَيْنَ ثَدْيَيَّ، أَوْ قَالَ: فِي نَحْرِي، فَعَلِمْتُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ، قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، هَلْ تَدْرِي فِيْمَ يَخْتَصِمُ الْمَلأُ اْلأَعْلَى، قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ فِي الْكَفاَّرَاتِ وَالْكَفَّارَاتُ الْمَكْثُ فِي الْمَسَاجِدِ بَعْدَ الصَّلَوَاتِ وَالْمَشْيُ عَلَى اْلأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ وَإِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ فِي الْمَكَارِهِ وَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ عَاشَ بِخَيْرٍ وَمَاتَ بِخَيْرٍ وَكَانَ مِنْ خَطِيْئَتِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.”
‘Malam tadi Rabb-ku datang kepadaku dalam bentuk yang paling indah, aku menyangka bahwa itu terjadi di dalam mimpi. Kemudian Dia berfirman kepadaku, ‘Wahai Muhammad, apakah engkau tahu apa yang menjadi bahan pembicaraan para Malaikat ?’
Aku menjawab, ‘Aku tidak tahu.’
Lalu Allah meletakkan tangan-Nya di antara kedua pundakku, sehingga aku merasakan dingin di dada atau di dekat tenggorokan, maka aku tahu apa yang ada di langit dan bumi.
Allah berfirman, ‘Wahai Muhammad, tahukah engkau apa yang menjadi bahan pembicaraan para Malaikat?’
Aku menjawab, ‘Ya, aku tahu. Mereka membicarakan al-kafarat.’
Al-kafarat itu adalah
*** berdiam di masjid setelah shalat,
*** melangkahkan kaki menuju shalat berjama’ah, dan
*** menyempurnakan wudhu’ dalam keadaan yang sangat dingin.
Barangsiapa yang melakukannya, maka ia akan hidup dengan baik dan wafat dengan baik pula, ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari di mana ia dilahirkan dari (rahim) ibunya.”
[Jaami’ at-Tirmidzi bab Tafsiir al-Qur-aan ‘an Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam surat Shaad (IV/173-174 no. 3233 dengan diringkas). Syaikh al-Albani berkata: “Hadits ini shahih.” (Shahiih Sunan at-Tirmidzi II/ 98 dan Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib I/194)]
subhanallah..
orang selalu pergi ke masjid dijamin hidupnya dalam keadaan baik, wafatnya pun dalam keadaan baik.
siapakah yang tidak ingin wafat dalam keadaan baik ??
Imam bu Dawud rahimahullah meriwayatkan dari Abu Umamah radhiallahu anhu, dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda:
“Ada tiga golongan yang semuanya dijamin oleh Allah Ta’ala, yaitu
*** orang yang keluar untuk berperang di jalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala dan ghanimah, kemudian
*** orang yang pergi ke masjid, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala, dan
*** orang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka ia dijamin oleh Allah.” (HR. Abu Dawud, di shahihkan oleh syaikh al Albani).
dijamin oleh Allah ??
luar biasa..
lebih dari jaminan hari tua..
atau jaminan asuransi kesehatan..
atau jaminan jaminan dunia lainnya..
karena itu tak menjamin surga..
harapan seorang mukmin adalah mendapat jaminan dari Allah..
pencipta alam semesta..
Badru Salam, حفظه الله تعالى.
Dari Abu Hurairah -ia memarfu’kannya- berkata:
“Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya..
mungkin suatu hari nanti, kamu akan membencinya..
Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya..
mungkin suatu hari kamu akan mencintainya..”
(Dikeluarkan oleh At Tirmidzi no 1997 dengan sanad yang shahih).
maksudnya..
janganlah kita mencintai seseorang atau membencinya secara berlebihan..
karena mungkin suatu hari nanti kita malah kebalikannya..
ketika seseorang mencintai sesuatu secara berlebihan..
lalu orang yang ia cintai tersebut melakukan sesuatu yang tak sesuai harapannya..
terkadang malah berubah menjadi kebencian..
kecuali bila cinta dan bencinya karena Allah..
itulah sekuat sekuat tali iman..
Ada sebuah kaidah yang perlu kita cermati dalam sifat sifat Allah..
yaitu: Bahwa pembicaraan sebagian sifat adalah cabang dari sifat lainnya..
maksudnya..
tidak ada bedanya antara sifat satu dengan sifat lainnya..
semua wajib diimani sesuai dengan keagungan Allah..
kaum asy’ariyah hanya mengimani 20 sifat saja dan menolak sifat lainnya. dengan alasan bahwa 20 sifat itu yang bisa diterima oleh akal..
mereka menolak sifat marah, benci, karena menurut mereka itu mustahil bagi Allah..
Padahal dalam al quran, Allah menyatakan murka kepada orang orang yang kafir kepadaNya.
Mereka mengatakan bahwa marah itu adalah mendidihnya darah di hati..
ini tidak mungkin bagi Allah, karena itu sifat makhluk.
padahal kaum asy’ariyah meyakini Allah mempunyai sifat irodah.
kita bertanya tanya, bukankah irodah juga sifat makhluk..?
bila mereka berkata, “Kami menetapkan irodah bagi Allah sesuai dengan keagungan Allah dan tidak menyerupai irodah makhluk..”
kita berkata, “Demikian pula kami mengimani sifat marah bagi Allah sesuai dengan keagungan Allah dan tidak sama dengan marahnya makhluk..”
maka imanilah semua sifat Allah sesuai keagungan Allah tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk..
wallahu a’lam
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Abdullah bin Ahmad bin hanbal rohimahumallah berkata kepada ayahnya, ‘Ayah, berilah aku nasehat..’
Beliau berkata, ‘wahai anakku, selalu lah berniat kebaikan .. karena kamu selalu di atas kebaikan selama kamu berniat kebaikan..’
(Al Adab asy-Syar’iyah Ibnul Muflih).
Agar niat kita selalu baik..
maka jagalah pikiran kita..
karena kata Ibnul Qoyyim rohimahullah,
‘pikiran adalah asal segala kebaikan..
dan asal segala keburukan..’
orang yang pikirannya selalu dalam kebaikan..
akan melahirkan niat niat untuk berbuat baik..
dari niat itu akan menimbulkan amal..
demikian pula orang yang pikirannya selalu dalam keburukan..
akan menimbulkan niat yang buruk dan amal yang buruk..
yukk jaga pikiran..
agar terjaga niat dan amal..
📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Di sebagian masjid, terkadang kita lihat ada orang sholat sendiri di belakang shoff, padahal shoff di depannya masih kosong…
padahal disebutkan dalam hadits Wabishoh bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang lelaki sholat di belakang shoff sendirian. maka beliau menyuruhnya untuk mengulangi sholatnya. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Dalam hadits lain, Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang yang sholat sendirian di belakang shoff:
استقبل صلاتك، فإنه لا صلاة لمنفرد خلف الصف
“Ulangi sholatmu, karena tidak sah sholat orang berdiri sendirian di belakang shoff..” (HR Ahmad)
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa orang tersebut tidak sah sholatnya dan wajib mengulanginya kembali. Itulah pendapat yang paling kuat dari pendapat para ulama.
terkecuali, bila shoff yang di depannya telah penuh, maka ia boleh sholat sendirian di belakang shoff.
tidak boleh ia menarik seseorang di depannya karena hadits tentangnya adalah dhoif dan juga dapat mengakibatkan kekosongan shoff.
wallahu a’lam
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : ikuti terus Telegram Channel kami di https://telegram.me/bbg_alilmu
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :