Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Melihatnya Membuat Ingat Allah…

Badru Salam, حفظه الله تعالى.

Dalam sebuah hadits disebutkan..

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَلا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ ؟ ” , قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ! قَالَ : ” الَّذِينَ إِذَا رُءُوا ذُكِرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ” . ثُمَّ قَالَ : ” أَلا أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمْ ؟ ” , قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ! قَالَ : ” الْمَشَّاؤُونَ بِالنَّمِيمَةِ ، الْمُفَرِّقُونَ بَيْنَ الأَحِبَّةِ ، الْبَاغُونَ الْبُرَءاءَ الْعَنَتَ ” .

Dari Asma bintu Yazid ia berkata..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Maukah aku kabarkan kepada kalian orang yang terbaik ?
Mereka berkata, “Mau wahai Rasulullah..
Beliau bersabda, “Yaitu orang orang yang apabila dilihat, membuat ingat kepada Allah..
Beliau bersabda, “Maukah aku beritahu siapa orang terburuk ?
Mereka berkata, “Mau wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda, “Yaitu orang yang berjalan mengadu domba..
menceraikan orang orang yang saling mencintai..
dan menyusahkan orang yang tak berdosa..
HR Ahmad..
dihasankan oleh Syaikh Al Albani.

itulah sebaik baiknya manusia..
melihatnya membuat ingat Allah..
karena ketaqwaan dan istiqomahnya..
karena ibadah dan ketaatannya..
dan selalu tunduk kepada perintahNya..
sifat mereka tawadlu dan rendah hati..
baju mereka dihiasi sunnah..
lisan mereka memancarkan hikmah..
bahagialah..
orang yang diberikan teman seperti itu..

Penumpangnya Setan…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Dari Uqbah bin Amir radliyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من راكب يخلو في مسيره بالله وذكره إلا ردفه ملك، ولا يخلو بشعر ونحوه إلا كان ردفه شيطان

“Pengendara yang dalam perjalanannya karena Allah dan disertai dzikir maka yang menjadi penumpangnya adalah malaikat.
Sedangkan pengendara yang perjalanannya disertai nyanyian atau sejenisnya, maka yang menjadi penumpangnya adalah syetan.”

(HR Thabrani dalam al mu’jamul kabiir no 895. dihasankan oleh syaikh Al Albani dalam shahih jami no 5706.)

image

Marah Karena Siapa…?

Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan..
Bahwa sekuat kuat tali iman adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah..

Demikian seharusnya kita..
Semuanya karena Allah..
Bukan karena kepentingan pribadi..
Atau kepentingan orang lain..
Atau karena mengagumi seseorang..

Terkadang..
Seseorang mengagumi seorang ustadz..
Atau kiyai atau ajengan..
Lalu ia marah karena ustadznya..
Ia benci kepada orang yang tidak disukai ustadznya..
Sampai ada yang berkata..
Saya dikeluarkan dari grup..
Hanya karena tidak mengikuti keinginan ustadz fulan..

Ingatlah..
Seseorang tidak akan ditanya mengapa menyelisihi ustadz..
Tapi akan ditanya mengapa menyelisihi rosul..
Sedangkan ustadz bukan nabi bukan rosul..

Jangan sampai kekaguman kita pada seseorang..
Membuat kita cinta dan benci karenanya..
Tetapi..
Hendaknya cinta dan benci kita karena Allah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Waktu Itu Di Mall…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

(Maaf cuma copas)

seorang wanita berhijab syar’i tengah tergopoh gopoh sambil menggendong anaknya mengikuti suaminya yang melangkah dengan cepat menuju rak rak sepatu dan sandal.. dengan ucapan yang cukup keras suaminya berkata, “cepet pilih sandal sana. Jangan pakai lama ya!”
beberapa pengunjung dan pramuniaga sempat menoleh heran ke arah si suami..
kemudian si istri sibuk memilih milih sandal masih sambil menggendong anaknya… belum sampai 15 menit kembali suaminya berkata keras, kali ini terdengar seperti teriakan.. “kamu ini lama banget sih?! milih sandal aja makan waktu lama!!” tanpa menghiraukan istrinya yang terpaku dan tatapan orang² si suami ngeloyor pergi begitu saja meninggalkan sang istri dan anaknya..
Subhanallaah…
dibalik cadarnya.. mata cantik itu akhirnya meneteskan airmatanya.. sungguh tidak tega saya.. hati saya bergetar.. 
“mba, bukan maksud saya membuat suami menunggu lama.. saya hanya ingin beli sandal yang paling murah agar tidak membebani suami… tadi dijalan waktu jalan bareng suami sandal saya putus mba.. saya jalan sambil menggendong anak dan membawa bawaan dua tas berat.. suami tidak mau membantu tapi jalannya cepat sekali.. akhirnya sandal saya putus mba..”
dia terisak… dan hati saya pun ikut retak.. walaupun bukan saya yang mengalaminya…
si istri adalah teman baik saya.. dan saya tahu bahwa suaminya bukanlah orang yang tidak mampu tapi sangat mampu (kaya).. namun betapa qanaahnya sang istri.. 
Maa syaa Allaah..
~~~~~~~~~~

Mungkin banyak diantara kita yang terheran-heran.. mengapa lelaki yang sudah bertahun tahun mengaji.. namun akhlaknya bisa sedemikian buruk pada istrinya..
tidak jarang sering cerita² seperti itu menghampiri saya..
ada yang suaminya rajin sholat 5 waktu di masjid dan rajin mengkhatamkan Al-Qur’an tetapi menyelingkuhi istri..
ada yang suaminya rajin ibadahnya tetapi ketika marah istri ditinggal ditengah daerah tambak dan persawahan yang si istripun tak tahu jalan pulang..
dan masih banyak lagi..

jawabannya hanya satu… ibadah dan ilmu yang diperoleh dari majelis ta’lim atau pengajian, tidak sampai merasuk ke hati.. tidak sampai meresap pada jiwa.. yang sejatinya ilmu itu menumbuhkan rasa takut kepada Allaah… semakin rajin ibadahnya semakin baik akhlaknya..
namun ilmu hanyalah menjadi sebuah teori dan hafalan.. dan ibadahnya tidak masuk ke relung hati dan jiwanya..
~~~~~~~~~

Genggamlah tangan istrimu..
jagalah tiap langkahnya..
karena engkau memiliki tanggung jawab dalam membimbing dan menuntunnya ke arah yang lebih baik..

Jangan justru engkau tepis tangannya..
jangan justru kau hempaskan perasaannya..
sehingga hatinya terluka dan menangis..

Baarakallaahufiikum^^

Catatan :
untuk yang belum menikah jangan mudah tertipu penampilan… akan tetapi carilah yang penampilan dan akhlaknya sesuai sunnah Nabi.. yang berusaha mengamalkan ilmu buah dari majelis ta’lim walaupun dia bukan ustadz… ^__^

karena ukuran shalih dan tidak shalih seorang lelaki bukan diukur dari dia ustadz atau bukan.. hafalannnya banyak atau sedikit.. lulusan pondok atau bukan.. tetapi dari semangatnya belajar ilmu agama, kemudian mengamalkannya.. dan engkau akan bisa melihatnya dari akhlaknya ^__^

berbakti pada orangtuanya, sayang pada saudaranya sesama muslim, terjaga lisannya, dan tidak bermudah²an dengan wanita yang tak halal baginya^^

**Hanifa Ari Ummu Irhabiy**

Ikut Imam Itu Begini

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْخَطْمِيِّ الأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه قَالَ : حَدَّثَنِي الْبَرَاءُ – وَهُوَ غَيْرُ كَذُوبٍ – قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إذَا قَالَ : سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ : لَمْ يَحْنِ أَحَدٌ مِنَّا ظَهْرَهُ حَتَّى يَقَعَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سَاجِدًا , ثُمَّ نَقَعُ سُجُودًا بَعْدَهُ .

Dari Abdullah bin Zaid Al Khothmi al Anshoriy rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata..

“bercerita kepadaku Al Baroo dan ia bukan seorang pendusta..

Adalah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam..
apabila telah mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah..’
tidak ada seorang pun dari kami yang membungkukan punggungnya..
sampai Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sujud..
lalu kamipun turun untuk sujud..”

(HR Bukhari)

inilah tata cara mengikuti imam..

terkadang kita melihat di banyak masjid..
sebatas imam mengucapkan takbir..
makmum segera bergerak..
sehingga terkadang mendahului imam..
atau berbarengan gerakannya dengan imam..

padahal perbuatan seperti itu dilarang..
maka..
jadilah makmum yang sesuai sunnah..
agar mendapat pahala yang sempurna..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Merutinkan Baca Surat Al Mulk dan Surat As Sajdah Di Setiap Malam

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Apakah Do’a Hanya Dalam Sujud Terakhir Saja..? Dan Siapakah Yang Diperbolehkan Berdo’a Dalam Bahasa Lain Selain Arab..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى   berikut ini

(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…

Nasib Umat Akhir Zaman…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

عن عبد الله بن عمرو قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
«إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا، وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلاءٌ، وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا، وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا، وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ مُهْلِكَتِي، ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ، فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ هَذِهِ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ، وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ، فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْ

Sesungguhnya tidak ada seorangpun Nabi sebelumku..
kecuali telah menunjukkan umatnya kepada semua kebaikan yang ia ketahui untuk mereka..
dan memperingatkan semua keburukan yang ia ketahui untuk mereka..
dan sesungguhnya umat ini dijadikan keselamatannya di generasi awalnya..
dan kelak generasi akhirnya akan ditimpa bala dan perkara yang kalian ingkari..
kemudian datanglah fitnah..
yang menjadikan fitnah sebelumnya terasa ringan dibandingkan fitnah setelahnya..
datang fitnah..
maka mukmin berkata: “Ini yang akan membinasakan (agamaku)”.
lalu fitnah itu pergi..
kemudian datang lagi fitnah yang lain..
Mukmin kembali berkata, “Ini yang membinasakan (agamaku)”.
Barang siapa yang ingin diselamatkan dari api Neraka..
dan dimasukkan ke dalam Surga..
hendaklah kematian mendatanginya dalam keadaan ia beriman kepada Allah dan hari akherat..
dan hendaklah ia bergaul dengan manusia..
sebagaimana ia suka untuk diperlakukan dengannya..
HR Muslim no 4191.

itulah akhi pengabaran dari Nabi..
yang membuat merinding dan khawatir..
akankah kita selamat dari fitnah akhir zaman..
Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah berdoa..
Ya Allah.. Apabila Engkau menghendaki fitnah melanda suatu kaum..
wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terfitnah..
HR Ahmad..