Category Archives: Abu Yahya Badrusalam
Tafsir 25: Tafsir Al Humazah
Bekas Yang Tidak Hilang
Ust. Badru Salam LC, حفظه الله تعالى
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Khaulah berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila darah (haidh) tidak bisa hilang?” Beliau bersabda: “Cukup untukmu air dan tidak berpengaruh bekasnya”. HR Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh al Bani.
Fawaid hadits:
1. Wajibnya mencuci darah haidh yang mengenai baju dan badan.
2. Kewajiban mencucinya adalah dengan air.
3. Apabila baju telah dicuci namun masih tersisa bekasnya, maka tidak berpengaruh.
4. Islam adalah agama yang mudah, tidak memberikan beban kecuali sesuai dengan kemampuan.
5. Badan wanita haidh dan keringatnya adalah suci.
– – – – – •(*)•- – – – –
Tafsir 24: Tafsir Al Fiil
Suka Diingatkan
Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى
Ibnu qudamah rahimahullah berkata..
Kaum salaf terdahulu..
Merasa senang bila ada yang mengingatkan kesalahan mereka..
Sedangkan kita di zaman ini..
Yang paling kita benci adalah orang yang mengingatkan kesalahan kita..
Ini adalah tanda lemahnya iman..
(Mukhtashar Minhajul Qashidin hal. 147)..
Itulah fenomena zaman..
Kritikan yang membangun dianggap mencari cari kesalahan..
Bahkan dianggap pemecah belah..
Seakan orang bebas melakukan apa yang ia pandang baik..
Padahal kebaikan adalah yang dipandang oleh syariat..
Seorang yang ikhlas..
Lebih mementingkan kebenaran dari harga diri..
Karena kebenaran adalah barang cariannya..
Seorang yang berjiwa taslim..
Segera rujuk dari kesalahannya..
Ia menerima kritikan dengan jiwa yang lapang..
Dadanya tidak merasa panas menerimanya..
Bahkan medo’akan orang yang mengingatkan kesalahannya..
Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan kesalahanku..
Namun itu berat..
Kecuali untuk yang berjiwa besar..
– – – – – •(*)•- – – – –
Tafsir 23: Tafsir Al Quraisy
Bejana Allah
Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda..
” إِنَّ للَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي الأَرْضِ آنِيَةً ، وَأَحَبُّ آنِيَةِ اللَّهِ إِلَيْهِ مَا رَقَّ وَصَفَا ، وَآنِيَةُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ قُلُوبُ الْعِبَادِ الصَّالِحِينَ
“Sesungguhnya Allah memiliki bejana-bejana di bumi ini..
Bejana-Nya yang paling Allah cintai adalah..
Yang paling lembut dan paling bening..
Bejana-bejana Allah di bumi itu adalah hati hamba hamba-Nya yang shalih.
(HR Ahmad).
Dengan apakah bejana itu akan kita penuhi..
Bila bejana itu telah dipenuhi cinta dunia..
Tak ada lagi tempat untuk cinta akhirat..
Oleh: Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى
– – – – – •(*)•- – – – –
Tafsir 20-21-22: Tafsir Al-Maa’uun
Tafsir 20:
Tafsir 21:
Tafsir 22: