Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Tiada Hari Tanpa Do’a

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Banyak berdoa adalah sebab datangnya ampunan. Seorang hamba menyadari kefaqiran dirinya dihadapan Rabb pemilik Alam Raya. Diapun merasa butuh kepada Allah. Semakin hamba banyak berdoa, Allah semakin cinta. Sebaliknya, semakin hamba enggan untuk berdoa, Allahpun semakin murka.

Sepantasnya seorang muslim lebih semangat berdoa melebihi semangat dikabulkannya doa itu sendiri. Dia terus berdoa dan berdoa. Ia puji Allah manakala doanya terkabulkan. Dan manakala Allah belum mengabulkan doanya, iapun terus berdoa dan tak kenal putus asa.

Tidak ada doa yang sia-sia. Disaat seseorang berdoa namun belum Allah kabulkan, maka ingatlah bahwa Allah maha Adil dan maha Tahu yang terbaik bagi hambanya.

Ada tiga keadaan orang yang berdoa. Allah berikan apa yang dia minta atau Allah simpan doanya di surga  atau Allah selamatkan dia dari mara bahaya.

Lantas, masihkah kita enggan berdoa ?  Simak penjelasan Ust Abu Yahya Badrusalam,Lc.

Klik:
http://salamdakwah.com/videos-detail/seri-arbain-annawawiyah-hadits-42.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Ketika Sedang Sakit

Pernah sakit..?
Ketika kita sakit keras..
Pasti yang kita pikirkan adalah bagaimana kesembuhan sakit yang sedang diderita..

Tak terpikirkan di pikiran kita tentang sakit yang diderita orang lain..

Demikianlah seharusnya..

Kita lebih memikirkan kekurangan sendiri..
Dan tak sibuk memikirkan kekurangan orang lain..

Imam Asy Syafii rohimahullah bersya’ir:

المرء إن كان عاقلا ورعا أشغله عن عيوب غيره ﻭﺭﻋﻪ
كما العليل السقيم أشغله عن وجع الناس كلهم وجعه

“Apabila seseorang waro’ dan berakal..
Waro’nya menyibukkan ia dari memikirkan aib orang lain..
Sebagaimana orang yang sakit..
Sakitnya membuat ia tak memikirkan sakit orang lain..”

)Waro’: Meninggalkan apa-apa yang dikhawatirkan bahayanya di akhirat)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Kerusakan Ummatku

Ust. Badru Salam LC, حفظه الله تعالى

عقبة بن عامر الجهني قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : هلاك أمتي في الكتاب واللبن قالوا يا رسول الله ما الكتاب واللبن قال يتعلمون القرآن فيتأولونه على غير ما انزل الله عز و جل ويحبون اللبن فيدعون الجماعات والجمع ويبدون

Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir Al Juhaniy berkata,
“Saya mendengar Rasulullahi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Kehancuran umatku di karenakan Al Kitab dan susu.”
Mereka bertanya, “Wahai Rasulullaah ada apa dengan Al Kitab dan susu?” beliau menjawab, “Mereka mempelajari Al Qur’an lalu menta`wil-nya dengan sesuatu yang tidak di turunkan oleh Allaah ‘azza wa jalla. Dan mereka memerah susu, lalu mereka meninggalkan shalat jama’ah dan jum’at, karena pergi ke desa (untuk memerah susu).”
(Musnad Ahmad 4/155 No. 17451, Musnad Abu Ya’la 3/285 No. 1746, Al Ma’rifah wat Taariikh Al Fasawiy 2/293).

Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata: Sanadnya Hasan, dan dihasankan juga oleh Syaikh Al Bani dalam As Silsilah Ash Shahiihah 6/277 No. 2778.

Padahal al qur’an adalah hidayah..
Namun menjadi kebinasaan ketika difahami sembarangan..

Padahal susu adalah berkah..
Namun menjadi kebinasaan ketika menjadikan kita lalai dari ketaatan..

Ya Allah.. Jadikan Al Qur’an sebagai hidayah bagi kami..

Luruskan pemahaman kami..
dan jangan Engkau lalaikan hati kami karena sibuk mengejar dunia..
Amin..

– – – – – •(*)•- – – – –

Embun Pagi

Oleh Ust. Badrusalam LC, حفظه الله
Setiap pagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca Subhanallah wa bihamdihi 100x..

Ucapan yang agung.. Menggugurkan dosa walaupun sebanyak buih di lautan..

Subhanallah dan alhamdulillah memenuhi apa yang ada di langit dan di bumi..

Sebelum beliau wafat..Beliau diperintahkan oleh Allah..Untuk memperbanyak ucapan:
Subhanallah wabihamdih astaghfirullah wa atuubu ilaihi..

suatu pagi..Shofiyyah bintu Huyaiyy berdzikir kepada kepada Allah..Semenjak shubuh sampai siang..

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya..Aku membaca kalimat yang lebih baik dari yang kamu baca dari pagi sampai siang..Yaitu: Subhanallahi Wabihamdihi ‘Adada Kholqihi
Waridlaa Nafsihi
Wa Zinata ‘Arsyihi
Wa Midaada Kalimaatihi..

– – – – – •(*)•- – – – –

Zhann – Prasangka

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Rasulullah pernah bersabda,
 
”إياكم والظن فإن الظن أكذب الحديث”

”Jauhilah olehmu berprasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta.”
(Muttafaqun ‘alaihi).

Sufyan ats-Tsauri -rahimahullah- pernah mengatakan: “Prasangka (zhann) ada dua macam: Yang berdosa dan tidak berdosa.

Prasangka yang berdosa yaitu ketika seseorang memiliki dugaan kemudian ia mengucapkannya.

Sedangkan yang tidak berdosa yaitu ketika seseorang mempunyai dugaan namun ia tidak mengungkapkannya.

– – – – – •(*)•- – – – –

Lebih Mulia Dari Khalifah

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Khalifah Harus Ar Rasyid bertanya kepada Yahya bin Aktsam, “Apa kedudukan yang paling mulia?”

Yahya: “Jabatan yang engkau duduki wahai amirul mukminin.”

Khalifah: “Apakah kamu mengetahui ada jabatan yang lebih tinggi dariku?”

Yahya: “Tidak.”

Khalifah: “Tetapi saya mengetahuinya.. Seorang yang berada dalam halaqoh dan berkata, “Haddatsana fulan dari fulan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda…

Yahya: “Ya amirul mukminin, apakah itu lebih tinggi? Sementara engkau adalah keturunan anak paman Rasulullah dan pemimpin kaum muslimin?”

Khalifah: “Ya, itu lebih tinggi karena namanya selalu beriringan dengan nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak akan mati selamanya. Sedangkan nama kami akan mati dan hilang dan para ulama itu akan senantiasa harum selama lamanya.”

(Al Adab Asy Syar’iyah karya ibnul muflih 2/138)

– – – – – •(*)•- – – – –