Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Hilangkan Kesombongan Anda

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Sehebat apapun manusia, dia bukan apa-apa. Dia hanyalah seorang hamba. Ia tercipta dari setetes air yang hina. Ia makan dan minum dari rizki yang Allah berikan kepadanya. Allahpun berikan sedikit tambahan agar dia semakin bersyukur atas karuniaNya dan semakin berbuat baik kepada saudaranya sesama hamba.

Namun, manusia terkadang lupa. Dia menjadi sombong dan berbangga dihadapan sesama hamba. Merasa dirinya besar dan menganggap remeh saudaranya. Akhirnya iapun sombong kepada Rabbnya. na’udzubillahi min dzalik.

Kesombongan adalah selendang Allah. Tidak ada seorangpun yang mengambilnya, kecuali Allah murka kepadanya. Allahpun mengharamkan surga bagi orang yang ada kesombongan dihatinya meskipun hanya sebesar biji sawi.

Jadi, hilangkan kesombongan Anda atau Allah haramkan surga bagi Anda !

Simak penjelasan lengkap Ust Badrusalam,Lc tentang kesombongan.

Klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/kesombongan-menghalangi-hidayah.html

Yang Paling Dicintai Oleh Allah

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Orang yang paling Allah cintai adalah yang paling bermanfaat untuk manusia..

Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang di masukkan ke hati muslim..

Aku berjalan bersama seorang saudara untuk kebutuhannya, lebih aku sukai dari pada I’tikaf di masjidku sebulan lamanya…

Siapa yang menahan amarahnya, maka Allah akan tutupi aibnya..

Siapa yang menahan kemurkaannya, padahal ia mampu melaksanakannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan pengharapan pada hari kiamat..

Siapa yang berjalan untuk kebutuhan saudaranya sampai terpenuhi, maka Allah akan kokohkan kakinya di hari banyak kaki tergelincir (dalam api Neraka)..

(Shahih tharghib)

Itulah islam..
Selalu menyuruh pemeluknya untuk berjiwa sosial..

Bukan hanya memikirkan kesenangan pribadi..
Islam mendidik untuk berjiwa mulia..

Bukan jiwa yang kerdil yang hanya mengharapkan bantuan manusia..

– – – – – •(*)•- – – – –

Sumpah Terbanyak

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Tahukah kita..
Dalam surat apa Allah bersumpah yang paling banyak..
Surat Asy Syamsu..
Sebelas kali sumpah..
1. Demi matahari
2. Dan demi waktu dluha..
3. Demi bulan apabila mengiringinya..
4. Demi siang apabila menampakkannya..
5. Demi malam apabila menutupinya..
6. Demi langit..
7. Dan demi pembangunannya..
8. Demi bumi..
9. Dan demi penghamparannya..
10. Demi jiwa..
11. Dan demi penyempurnaannya..

Untuk apa Allah bersumpah sebanyak itu..
Pastilah karena sesuatu yang besar..
“Sungguh telah beruntung orang yang menyucikan jiwanya..
Untuk inilah Allah bersumpah..

Bukankah tujuan ibadah adalah untuk penyucian jiwa..
Bahkan..
Pada hari kiamat..
Harta dan anak-anak tidak bermanfaat..
Kecuali yang membawa hati yang selamat..

Para shahabat terdahulu..
Lebih memperhatikan kesucian hati..
Karena..
Buat apa badan yang kuat dan tegap..
Bila hati rapuh..
Tak ada takwa dan rasa takut..
Tak ada sabar dan tawakal..
Tak ada cinta dan berharap kepada Allah..

Kekuatan yang hakiki adalah kekuatan hati..

Demikianlah Ittiba’

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Imam Al Harowi dalam kitabnya: Dzammul kalaam bercerita:
“Abdullah bin Al Mubarok pernah tersesat dalam suatu perjalanan..
Dan telah sampai kepada beliau sebuah hadits..
Bahwa siapa yang darurat tersesat di jalan..
Hendaklah ia menyeru, “Wahai hamba-hamba Allah.. Bantu aku..!
Maka aku segera melihat ke buku untuk memeriksa sanadnya..

Al Harowi berkata mengomentari kisah tersebut, “Beliau tidak mau berdo’a dengan do’a yang belum ia ketahui sanadnya..

Syaikh Al AlBani berkata, “Demikianlah seharusnya ittiba’.”
(Silsilah dla’ifah 2/109).

Marah Rahmat

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ya Allah, sesungguhnya Muhammad hanyalah manusia.
Ia marah sebagaimana manusia lainnya marah.
Sesungguhnya aku telah mengambil perjanjian di sisiMu.
Dan Engkau tidak menjadikanku mengingkari janji itu..
Maka..
Mukmin mana saja yang pernah aku sakiti..
Atau aku mencacinya..
Atau aku mencambuknya..
Jadikanlah ia sebagai penebus dosanya..
Dan sebagai taqorrub yang mendekatnya kepadaMu pada hari kiamat..
(HR Muslim).

Ini menunjukkan..
Semua shahabat yang pernah Nabi caci, atau sakiti..
Menjadi keutamaan untuknya pada hari kiamat..
Termasuk padanya Mu’awiyah bin Abi Sufyan..
Semoga Allah meridlainya..

Syaikh Abdurrahman Al Mu’allimi rahimahullah berkata:
“Hikmahnya..
Bahwa pengingkaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada seorang shahabat..
Hanya sebatas mengingkari dan mengajarkan adab..
Bukan memvonis dan menghukumi..
(At Tankiil 1/52).

Andaikan Aku Tak Berfatwa

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Al Qo’nabi rahimahullah berkata:
“Aku masuk kepada imam Malik bin Anas yang sedang sakit.

Aku ucapkan salam kemudian duduk.

Aku melihat ia menangis.

Aku berkata, “Wahai abu abdillah, apa yang membuatmu menangis?”

Ia bekata, “Wahai ibnu Qo’nab.. Bagaimana aku tidak menangis..
Siapa yang lebih berhak menangis dariku..

Demi Allah..

Andaikan setiap masalah yang aku berfatwa dengan ro’yuku..
Aku dipukul dengan cambuk pada setiap masalah itu..
Padahal aku punya keluasan pada perkara itu..
Andai aku tidak berfatwa dengan ro’yuku..
(Ilmu ushul bida’ hal 186).

Malu rasanya..
Bila imam Malik bin Anas menangis karena itu..

Sementara semua tahu keilmuan beliau..

Bagaimana dengan saya..
Yang ilmunya tak sampai sekuku beliau..

Allahummaghfirlii dzunuubii..

Sentuhan Sore

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Sore adalah waktu yang mulia..
Allah bersumpah dengan waktu ashar..
Wal ‘ashri.. Demi waktu ashar..
Ibnu Abbas berkata, “Al ‘Ashri adalah suatu saat dari bagian siang.”

Nabi Adam di ciptakan oleh Allah sore hari jum’at..
Sumpah li’an disyari’atkan di sore hari ba’da ashar..

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam orang yang bersumpah dusta di sore hari..

Bahwa ia tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak dilihat, tidak disucikan dan baginya adzab yang pedih..

Para shahabat memandang waktu sore lebih mulia dari waktu pagi..

Sore hari arafah Allah turun ke langit dunia..

Membanggakan jama’ah haji di hadapan malaikat-malaikatNya..

Sore hari..

Moga kita diberikan kebaikannya..

– – – – – •(*)•- – – – –

Embun Pagi

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Setiap pagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca subhanallah wa bihamdihi 100x..
Ucapan yang agung..
Menggugurkan dosa walaupun sebanyak buih di lautan..
Subhanallah dan alhamdulillah memenuhi apa yang ada di langit dan di bumi..
Sebelum beliau wafat..
Beliau diperintahkan oleh Allah..
Untuk memperbanyak ucapan subhanallah wabihamdih astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
suatu pagi..
Shofiyyah bintu Huyaiyy berdzikir kepada kepada Allah..
Semenjak shubuh sampai siang..
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya..
Aku membaca kalimat yang lebih baik dari yang kamu baca dari pagi sampai siang..
Yaitu subhanallahi wabihamdihi ‘adada kholqihi waridlaa nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midaada kalimaatihi..

– – – – – •(*)•- – – – –

Lezatnya Ibadah Ada Pada 3 Amalan

قال الحسن البصري رحمه الله : ” تفقدوا الحلاوة في ثلاثة أشياء : في الصلاة وفي الذكر ، وفي قراءة القرآن ، فإن وجدتم .. وإلا فاعلموا أن الباب مغلق ” ..
Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:”Carilah kelezatan pada tiga: pada sholat, dzikir dan membaca alqur’an.” Jika kalian menemukan kelezatan padanya (maka itu kebaikan). Jika tidak, berarti pintu masih tertutup. ” (Hilyah auliya 4/318).

Sedih Yang Indah

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Kesedihan..

Bukan sesuatu yang diperintahkan oleh Allah..

Tidak juga diperintahkan oleh RasulNya..

Karena kesedihan tidak akan memberi solusi kehidupan..
Namun hati bersedih ketika musibah menyapa..
Sebagaimana dahulu Nabi shallallahu’alaihi wasallam berlinang air matanya..

Ketika memangku anaknya yang bernama Ibrahim yang sedang menuju kematian..

Ia adalah air mata kasih sayang..
Air mata perpisahan.. Namun lisan tetap berucap kebaikan..
Nun di sana..

Ada kesedihan yang lebih indah..
Kesedihan yang memberikan keimanan.. Ketawadlu’an..
Dan ketaqwaan hati..

Ia adalah Sedih akan dosa dan kesalahan..
Sedih ketika terluput dari ketaatan..

Demi Allah..!!
Hanya seorang mukmin yang merasakan kesedihan ini..

Sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi yang mulia..
Sabdanya, “Siapa yang merasa gembira dengan amal kebaikannya dan merasa bersedih dari amal keburukannya maka ia seorang mukmin.”
Itulah sedih yang indah..

Sedih yang membawa kepada kenikmatan yang abadi..

Dan keamanan di negeri akhirat..
Ya Rabb..

Berikan kami rahmat-Mu..