Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Lebih Mulia Dari Ka’bah

By Ustadz Badrussalam, LC.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat ka’bah, lalu bersabda:
مرحبا بك من بيت ما أعظمك و أعظم حرمتك وللمؤمن أعظم حرمة عندالله منك إن الله حرم منك واحدة وحرم من المؤمن ثلاثا دمه وماله وأن يظن به ظن السوء
“Selamat bagimu wahai rumah..
Betapa agungnya dirimu..
Dan agung kehormatanmu..
Namun..
Mukmin lebih agung kehormatannya darimu..
Karena Allah mengharamkan darimu satu saja..
Sedangkan mukmin, Allah haramkan darinya tiga:..
Hartanya..
Darahnya..
Dan agar tidak berburuk sangka kepadanya..

(HR Al Baihaqi dalam Syu’abul iman no 6706. Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam silsilah shahihah no 3420).

Renungan Suriah

Ust. Badrusalam Lc

Subhanallah..!!
Sungguh keji & kejam..
Perbuatan kaum syi’ah di suriah sana..
Akal & fitrah mana yg bisa menerima kenyataan ini..
Dada terasa geram menahan amarah..
Hati terasa panas bergolak..
Ingin rasanya membalas dengan balasan yang setimpal..
Namun.. Ku tak mampu berbuat apa-apa..
Hanya do’a yang terucap..
Ya Rabb.. Tolonglah hamba-hambaMu di sana..
Hancurkan musuh-musuhMu..

Saudaraku..
Kemarahan.. Geram.. & hati yang panas..
Terkadang menjadikan emosi kita mudah terpancing..
Terlebih bila mereka bertingkah menyebalkan..
Di negeri kita ini..
Keadaan seperti ini terkadang tidak menguntungkan..
Sikap arogan kita telah ditunggu olh mereka..
Agar memojokkan kita & memburukkan citra dakwah..
BC tentang kekejaman suriah disebar..
Mengobarkan api kemarahan..
sementara Robbuna Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman..

وإذا جاءهم أمر من الأمن أو الخوف أذاعوا به ولو ردوه إلى الرسول و إلى أولى الأمر منهم لعلمه الذين يستنبطونه منكم

“Apabila datang kepada mereka perkara dari keamanan atau ketakutan, mereka segera menyebarkannya. Kalaulah mereka kembalikan urusan itu kepada rosul & ulil amri (ulama) diantara mereka, tentu akan tahulah orang-orang yang mampu istinbath diantara kamu.” (An Nisaa: 83).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata:
“Ini adalah pelajaran dari Allah untuk hamba-hambaNya..
Selayaknya, bila datang berita penting yg berhubungan dengan kemashlahatan umum..
Yang berhubungan dengan keamanan atau rasa takut berupa musibah yg menimpa mereka..
Agar berhati-hati & jangan segera menyebarkannya..
Hendaklah mereka mengembalikannya kepada rasul & ulil amri..
Yaitu para ahli ilmu, akal, nasehat & kedewasaan..
Bila mereka memandang mashlahat untuk menyebarkannya..
Silahkan disebarkan..
Bila tidak.. Maka jangan disebarkan..
(Taisiir al kariimirrahman hal 154).

Berhati-hatilah saudaraku..
Dada boleh panas..
Tapi akal tetap tenang & terbimbing dgn ilmu..
Barakallahu fiikum

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Istighfar

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

“Berbahagialah orang yang mendapatkan dalam buku catatan amalnya istighfar yang banyak.” (HR Ibnu Majah, shahih).

Astaghfirullah..
Wa atuubu ilaihi..

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Shaum Yang Paling Utama

Ust. Badrusalam Lc

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Siapakah orang yang paling besar pahala puasanya?” Beliau bersabda, “Yang paling banyak berdzikir kepada Allah padanya.” (HR Ahmad dan Ath Thabrani).

Ibnu Qayyim berkata, “Yang paling besar pahalanya dalam setiap amal adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah pada amalan tersebut.” (Al Wabil ash shayyib hal 9).

———————————————

Shodaqoh

Ust. Badrusalam Lc

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam semakin dermawan di bulan Ramadlan..
Diantara alasannya: puasa adalah perisai dari api Neraka..
Shodaqoh pemadam dosa dan kesalahan..
Bila itu digabungkan..
Menjadi kekuatan dahsyat untuk menyelamatkan diri dari api Neraka..

———————————————

Tadabbur Ayat

Dalam surat Al Hujurot: 12, Allah Ta’ala melarang berburuk sangka..
Setelah itu melarang tajassus mencari-cari kesalahan..
Lalu melarang ghibah..
Karena asal gibah adalah tajassus..
Dan asal tajassus dari berburuk sangka..

Lihatlah..
Bagaimana suudzan menjerumuskan kepada dua dosa besar..
Ketika kita menyapa teman dan ia tidak memberi respon..
Dugaan buruk muncul di hati..
Lalu setan mengingatkan kesalahan-kesalahannya..
Akhirnya ghibah..

Berapa banyak pertengkaran terjadi..
Hubungan kekerabatan retak..
Dua teman saling menjauh..
Akibat berburuk sangka..

Husnudzan adalah obat mujarrab..
Kita berkata di hati, “Mungkin ia sedang banyak pikiran..
Mungkin ia tidak mendengar tadi..
Mungkin.. Dan mungkin..
Memberi kepadanya seribu alasan..
Karena seorang muslim adalah pemberi maaf..
Bukan pencari kesalahan..

Ust Abu Yahya Badru Salam Lc.

Untuk Siapa

Ust. Badrusalam Lc

Allah Ta’la berfirman:
إن أحسنتم أحسنتم لأنفسكم وإن أسأتم فلها
“Jika kalian berbuat ihsan, maka itu untuk kalian. Dan jika kalian berbuat buruk, itupun untuk kalian juga.” (Al Israa: 7).

Amal sholeh tidak menguntungkan Allah..
Maksiat hamba pun tidak merugikan Allah..
Disana ada manusia yang sengaja memaksiati Allah..
Ia tak mau shalat..
Tidak berpuasa ramadlan..
Ia menyangka telah merugikan Rabbnya..
Padahal..
Kemaksiatan itu merugikan dirinya sendiri..

Sebaliknya..
Disana ada orang yang bangga dengan ketaatannya..
Ia merasa mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah..
Ia memandang telah berjasa kepada Allah..
Dengan membela agamaNya..
Dengan ketaatan dan amalan shalih..
Ia pun menjadi angkuh karenanya..
Padahal..
Kalau bukan karena Allah yang memberinya kekuatan..
Tentu ia akan tersesat jalan..

Saudaraku..
ketaatan yang menimbulkan keangkuhan..
Lebih buruk dari pada maksiat yang menimbulkan taubat dan ketundukan..

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Hadits Dhoif – Allahumma Laka Shumtu…

#Haditsnya dlo’if mas..#

Hari gini masih pake doa Allahumma laka shumtu…
Haditsnya dlo’if mas..
Di dalam sanadnya ada dua cacat:
Terputus dan ada perawi yang majhul..
Itupun lafadznya cuma: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu..
Nggak pake wa bika aamantu..
Nggak juga pake birohmatika yaa arhamarrohimin..
Itu asli ditambah tambah..

Inga..
Do’a itu ibadah..
Jangan menentukan do’a untuk waktu tertentu..
Kecuali dengan dalil..
Ngapain kita disibukkan sama hadits lemah..
Kan masih ada yang hasan..
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ibnu ‘Umar..
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka mengucapkan:
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
“Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahalanya insya Allah.”

Ikut Ulil Amri

Ust. Badrusalam LC

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الصوم يوم تصومون والفطر يوم تفطرون والأضحى يوم تضحون
“Berpuasa pada hari kalian berpuasa, ber iedul fithri pada hari kalian ber iedul fithri, dan ber’iedul adlha pada hari kalian ber’iedul adlha.” (HR At Tirmidzi).

Imam At Tirmidzi berkata, “Sebagian ahli ilmu menafsirkan hadits ini. Mereka berkata, “Maksudnya adalah berpuasa dan ber’iedul fithri bersama jama’ah (ulil amri) dan kebanyakan manusia.”

Imam As Sindi dalam hasyiyah ibnu Majah berkata, “Ini menunjukkan bahwa urusan ini diserahkan kepada ulil amri dan individu-individu manusia tidak boleh ikut campur dalam masalah ini.”

Demikian pula yang dikatakan oleh imam Imam Ash Shan’ani dalam kitab Subulussalam. Syaikhul Islam ibnu Taimiyah dalam majmu’ fatawa, ibnu qayyim dan para ulama muhaqqiqin lainnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يصلون لكم فإن أصابوا فلكم ولهم و إن أخطؤوا فلكم وعليهم.
“Mereka (para imam) shalat mengimami kalian; jika shalatnya benar, kalian mendapat pahala, dan mereka pun mendapat pahala. Bila shalatnya salah, kalian dapat pahala, mereka mendapat dosa.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Jadi..
Bila ulil amri salah..
Merekalah yang menanggung dosanya..

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Imsak ?

Ust. Badrusalam Lc

Kata orang, “Imsak itu untuk kehati-hatian saja..
Agar tidak bersahur ketika fajar menyingsing..
Apa betul alasan itu?..
Coba perhatikan hadits ini:
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda..
إذا سمعتم النداء والكأس على يد أحدكم فلا يضعه حتى يقضيه منه
“Apabila kalian mendengar adzan, sementara gelas berada di tangan, maka janganlah ia meletakkannya sampai menyelesaikan hajatnya.”

Hadits ini membatalkan imsak sampai ke akar-akarnya..
Perhatikan juga kaidah berikut:
الأصل بقاء ما كان على ما كان
“Pada asalnya tetap pada keadaan sebelumnya.”
Pada asalnya malam masih ada..
Sampai jelas masuknya waktu fajar..
bila ada yang makan sahur dengan dugaan waktu sahur masih ada..
Ternyata fajar sudah masuk..
Maka puasanya sah berdasarkan kaidah itu..
Kaidah ini juga membatalkan imsak..

Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullahu berkata..
Termasuk bid’ah yang mungkar..
Yang terjadi di zaman ini..
Mematikan lampu-lampu sebagai tanda haramnya makan dan minum..
Bagi orang yang ingin berpuasa..
Dengan alasan kehati-hatian dalam ibadah..
(Fathul Baari 4/199).

Tampak jelas..
Bahwa imsak bukan sunnah..