Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Shaum Yang Paling Utama

Ust. Badrusalam Lc

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Siapakah orang yang paling besar pahala puasanya?” Beliau bersabda, “Yang paling banyak berdzikir kepada Allah padanya.” (HR Ahmad dan Ath Thabrani).

Ibnu Qayyim berkata, “Yang paling besar pahalanya dalam setiap amal adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah pada amalan tersebut.” (Al Wabil ash shayyib hal 9).

———————————————

Shodaqoh

Ust. Badrusalam Lc

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam semakin dermawan di bulan Ramadlan..
Diantara alasannya: puasa adalah perisai dari api Neraka..
Shodaqoh pemadam dosa dan kesalahan..
Bila itu digabungkan..
Menjadi kekuatan dahsyat untuk menyelamatkan diri dari api Neraka..

———————————————

Tadabbur Ayat

Dalam surat Al Hujurot: 12, Allah Ta’ala melarang berburuk sangka..
Setelah itu melarang tajassus mencari-cari kesalahan..
Lalu melarang ghibah..
Karena asal gibah adalah tajassus..
Dan asal tajassus dari berburuk sangka..

Lihatlah..
Bagaimana suudzan menjerumuskan kepada dua dosa besar..
Ketika kita menyapa teman dan ia tidak memberi respon..
Dugaan buruk muncul di hati..
Lalu setan mengingatkan kesalahan-kesalahannya..
Akhirnya ghibah..

Berapa banyak pertengkaran terjadi..
Hubungan kekerabatan retak..
Dua teman saling menjauh..
Akibat berburuk sangka..

Husnudzan adalah obat mujarrab..
Kita berkata di hati, “Mungkin ia sedang banyak pikiran..
Mungkin ia tidak mendengar tadi..
Mungkin.. Dan mungkin..
Memberi kepadanya seribu alasan..
Karena seorang muslim adalah pemberi maaf..
Bukan pencari kesalahan..

Ust Abu Yahya Badru Salam Lc.

Untuk Siapa

Ust. Badrusalam Lc

Allah Ta’la berfirman:
إن أحسنتم أحسنتم لأنفسكم وإن أسأتم فلها
“Jika kalian berbuat ihsan, maka itu untuk kalian. Dan jika kalian berbuat buruk, itupun untuk kalian juga.” (Al Israa: 7).

Amal sholeh tidak menguntungkan Allah..
Maksiat hamba pun tidak merugikan Allah..
Disana ada manusia yang sengaja memaksiati Allah..
Ia tak mau shalat..
Tidak berpuasa ramadlan..
Ia menyangka telah merugikan Rabbnya..
Padahal..
Kemaksiatan itu merugikan dirinya sendiri..

Sebaliknya..
Disana ada orang yang bangga dengan ketaatannya..
Ia merasa mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah..
Ia memandang telah berjasa kepada Allah..
Dengan membela agamaNya..
Dengan ketaatan dan amalan shalih..
Ia pun menjadi angkuh karenanya..
Padahal..
Kalau bukan karena Allah yang memberinya kekuatan..
Tentu ia akan tersesat jalan..

Saudaraku..
ketaatan yang menimbulkan keangkuhan..
Lebih buruk dari pada maksiat yang menimbulkan taubat dan ketundukan..

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Hadits Dhoif – Allahumma Laka Shumtu…

#Haditsnya dlo’if mas..#

Hari gini masih pake doa Allahumma laka shumtu…
Haditsnya dlo’if mas..
Di dalam sanadnya ada dua cacat:
Terputus dan ada perawi yang majhul..
Itupun lafadznya cuma: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu..
Nggak pake wa bika aamantu..
Nggak juga pake birohmatika yaa arhamarrohimin..
Itu asli ditambah tambah..

Inga..
Do’a itu ibadah..
Jangan menentukan do’a untuk waktu tertentu..
Kecuali dengan dalil..
Ngapain kita disibukkan sama hadits lemah..
Kan masih ada yang hasan..
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ibnu ‘Umar..
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka mengucapkan:
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
“Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahalanya insya Allah.”

Ikut Ulil Amri

Ust. Badrusalam LC

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الصوم يوم تصومون والفطر يوم تفطرون والأضحى يوم تضحون
“Berpuasa pada hari kalian berpuasa, ber iedul fithri pada hari kalian ber iedul fithri, dan ber’iedul adlha pada hari kalian ber’iedul adlha.” (HR At Tirmidzi).

Imam At Tirmidzi berkata, “Sebagian ahli ilmu menafsirkan hadits ini. Mereka berkata, “Maksudnya adalah berpuasa dan ber’iedul fithri bersama jama’ah (ulil amri) dan kebanyakan manusia.”

Imam As Sindi dalam hasyiyah ibnu Majah berkata, “Ini menunjukkan bahwa urusan ini diserahkan kepada ulil amri dan individu-individu manusia tidak boleh ikut campur dalam masalah ini.”

Demikian pula yang dikatakan oleh imam Imam Ash Shan’ani dalam kitab Subulussalam. Syaikhul Islam ibnu Taimiyah dalam majmu’ fatawa, ibnu qayyim dan para ulama muhaqqiqin lainnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يصلون لكم فإن أصابوا فلكم ولهم و إن أخطؤوا فلكم وعليهم.
“Mereka (para imam) shalat mengimami kalian; jika shalatnya benar, kalian mendapat pahala, dan mereka pun mendapat pahala. Bila shalatnya salah, kalian dapat pahala, mereka mendapat dosa.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Jadi..
Bila ulil amri salah..
Merekalah yang menanggung dosanya..

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Imsak ?

Ust. Badrusalam Lc

Kata orang, “Imsak itu untuk kehati-hatian saja..
Agar tidak bersahur ketika fajar menyingsing..
Apa betul alasan itu?..
Coba perhatikan hadits ini:
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda..
إذا سمعتم النداء والكأس على يد أحدكم فلا يضعه حتى يقضيه منه
“Apabila kalian mendengar adzan, sementara gelas berada di tangan, maka janganlah ia meletakkannya sampai menyelesaikan hajatnya.”

Hadits ini membatalkan imsak sampai ke akar-akarnya..
Perhatikan juga kaidah berikut:
الأصل بقاء ما كان على ما كان
“Pada asalnya tetap pada keadaan sebelumnya.”
Pada asalnya malam masih ada..
Sampai jelas masuknya waktu fajar..
bila ada yang makan sahur dengan dugaan waktu sahur masih ada..
Ternyata fajar sudah masuk..
Maka puasanya sah berdasarkan kaidah itu..
Kaidah ini juga membatalkan imsak..

Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullahu berkata..
Termasuk bid’ah yang mungkar..
Yang terjadi di zaman ini..
Mematikan lampu-lampu sebagai tanda haramnya makan dan minum..
Bagi orang yang ingin berpuasa..
Dengan alasan kehati-hatian dalam ibadah..
(Fathul Baari 4/199).

Tampak jelas..
Bahwa imsak bukan sunnah..

Sahur Dini Hari ?

Ust. Badrusalam Lc
Anas bin Malik bertanya kepada Zaid bin Tsabit..
Berapa jarak sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan shubuh..
Beliau menjawab, “Sekitar membaca 50 ayat..
HR Abu Dawud dll..

Coba hitung.. Berapa menit kita membaca 50 ayat..
Itulah waktu sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam..
Secara bahasa..
Sahur itu dari kata sahar yang berarti akhir malam..

Tapi aneh..
Banyak kaum muslimin yang sahur dini hari..
Entah..
Syari’at siapa yang mereka ikuti..
Mereka juga mengganggu manusia dengan berteriak teriak di masjid..
Sahuuur !!.. Sahuur !!..
Sebagian lagi memukul gendang sambil berkeliling desa..
Mereka anggap itu ibadah..
Begitukah ibadah? Dengan mengganggu manusia..
Musibah..

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Fitnah Mana Yang Lebih Besar ?

Ust. Badrusalam Lc

Imam Malik pernah ditanya:
“Dari mana aku mulai berihram?”

Beliau menjawab,
“Dari tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mulai berihram yaitu Dzulhulaifah.”

Ia berkata, “Aku ingin berihram dari sisi kuburan Rasulullah.”

Beliau menjawab, “Jangan, aku khawatir kamu tertimpa fitnah.”

Ia berkata, “Fitnah apa? Aku hanya menambah beberapa mil saja.”

Beliau menjawab, “Fitnah mana yang lebih besar dari orang yang mendahului kepada sebuah perkara yang dianggap utama, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukannya?”
(Ilmu ushul bida’).

Cobalah renungkan..
Banyak orang ketika melakukan sebuah bid’ah berkata, “Inikan baik.” Atau “Apa bahayanya”.
Jawaban iman Malik ini sudah cukup untuk melempar syubhat seperti itu..

Fitnah yang paling besar..
Ketika seseorang menganggap utama..
Sesuatu yang tidak dianggap utama oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam …

Waspadalah.. Waspadalah..

. Ust. Badrusalam Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜 ✽ 〜- – – – – –

Mereka Menutup Telinga

Ust. Badrusalam LC

Tafsir Al Baqoroh: 18.

أَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِم مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ
“Atau seperti hujan dari langit yang ada padanya kegelapan, guruh dan kilat. Mereka meletakkan jari di telinga-telinga mereka karena mendengar petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang kafir.”

(Ka shoyyibimminassamaa)
Ibnu Abbas berkata, “Shoyyib adalah hujan,

(Fiihi zulumaat)
Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas berkata, “Maknanya ibtilaa (ujian).”
Sa’I’d bin Jubair dari ibnu Abbas, “Mereka dalam kegelapan berupa kekafiran dan ketakutan dari dibunuh, selain mereka sendiri berselisih.”

(Waro’duwabarq)
Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya kepada ibnu Abbas, bahwa ada seorang Yahudi datang kepada Rasulullah dan bertanya dentang Ro’du (halilintar)?” Beliau bersabda, “Ia adalah malaikat yang ditugaskan mengatur awan dan di tangannya ada percikan api. Ia memerintahkan dan mengatur awan dengannya sesuai dengan perintah Allah.”
Yahudi itu berkata, “Lalu apakah suara halilintar itu suaranya?” Beliau bersabda, “Kamu benar.”

(Wallahu muhiithumbilkafirin)
Ibnu Abbas berkata, “Allah menurunkan adzab kepada mereka, karena Dia meliputi orang-orang kafir.”
Ibnu Katsir berkata, “Artinya Rasa takut mereka itu tidak bermanfaat karena Allah meliputi mereka dengan kekuasanNya, dan mereka berada di bawah kehendakNya.”