Category Archives: Ferry Nasution

Hadirilah Majelis Ilmu

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Ikhwan & akhwat yg berbahagia diatas hidayah islam & sunnah…

Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم mengajarkan kpd kita ya’ni salah satu jalan utk dpt masuk ke syurga adalah dgn menununtut ilmu syar’I, mempelajari alqur’an & sunnah atas pemahaman para sahabat.

Nabi bersabda:
“Barangsiapa yg menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka ALLAH akan mudahkan baginya jalan menuju syurga” (R. Muslim).

Ma’na kalimat “berjalan menuntut ilmu” itu ada 2 arti,
1. Ya’ni benar-benar berjalan utk menghadiri majelis para ulama.
2. Segala bentuk cara/usaha manusia agar mendapatkan ilmu, apakah menghafal, membaca dll.

Hadits diatas menjadi pelajaran yg sgt brharga yg menunjukkan kebesaran ilmu syar’I didlm islam.

Utk itu ikhwan sekalian, sungguh-sungguhlah agr dpt menghadiri majelis para ulama, majelis para asatidzah yg berdakwah diatas manhaj yg haq & jgn sekali-kali kita meninggalkan majelis ilmu!

Dan harus antum ketahui, setiap pengorbanan kita serta cape lelah letih kita dlm mendapatkan ilmu ini اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ diberikan ganjaran oleh ALLAH selama kita ikhlash dlm menuntutnya.

Sebagai renungan utk kita semua, ada seorg sahabat yg bernama Jabir bin abdillah yg beliau korbankan hartanya hanya utk membeli seekor keledai yg dia gunakan utk menempuh perjalanan 1 bulan lamanya hanya utk mendapatkan 1 buah hadits, beliau relakan hartanya serta fisiknya dlm rangka mencari hadits Rasulullah.

Bagaimana dgn kita??

Akhi, hadirilah terus majelis ilmu! yg dgn demikian engkau akan mendapatkan kelezatan ilmu syar’I, yg engkau peroleh dgn bersusah payah. Dan jgn sampai terbetik dalam pemikiran dan hatimu saat ini & selamanya dgn banyaknya sarana-sarana dakwah baik lewat radio, televisi, sms ,Bbm, internet, fb & yg semacamnya, akan menjadikan alasan bagi sebagian kaum muslimin utk meninggalkan majelis ilmu sehingga mereka merasa tdk perlu lagi menghadiri majlis ilmu…sungguh, yg demikian akan menghilangkan keberkahan & keutamaan ilmu tersebut.

Ahmad Ferry Nas

JANGAN BAKHIL KEPADA KEDUA ORANG TUA! JANGAN HITUNG-HITUNGAN KEPADA KEDUA ORANG TUA!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku yang berbahagia diatas hidayah dan sunnah….
Kita angkat tema diatas, karena sering kali kita dapatkan sebagian saudara-saudari kita sangat perhitungannya kepada kedua orang tua tentang masalah harta! Dan kita mengetahui dan memahami orang tua kita saat masa tua, masa lemah/tidak keperdayaannya sangat membutuhkan harta tersebut!

Terkadang sebagian mereka membiarkan orang tuanya meminta-minta kepada orang lain atau menjadi salah satu yang berhak menerima zakat dari kaum muslimin, padahal kita saksikan anak-anak mereka adalah anak-anak yang hidup dengan kemewahan dunia!

Wahai saudaraku…
Harta yang engkau miliki pada hakekatnya adalah milik orang tuamu.

Perhatikan hadits berikut;
Telah datang seorang sahabat kepada Nabi, lalu berkata, “wahai Rasulullah, orang tuaku telah mengambil hartaku, kemudian Nabi memarahi orang tersebut dan berkata: “KAMU dan HARTAMU milik bapakmu!
( Riwayat ibnu majah: 2291)

Untuk itu wahai saudaraku berikan kepada kedua orang tua apa yang ada pada harta kita semampu kita, meskipun disisi lain kita tidak boleh juga menyia-nyiakan istri dan anak-anak kita. Karena antum bisa berusaha, bekerja, berdagang mendapat gaji yang besar, dengan sebab kedua orang tua yang melahirkan dan mendidikmu.

Berikanlah apa yang ia minta dari hartamu, selama berada dijalan ketaatan…tetaplah tersenyum dalam memberi kepadanya…
Dan untukmu para suami, janganlah engkau takut kepada istrimu apabila dirimu memberikan harta kepada kedua orang tuamu, istri yang shalehah harus mendukung seorang suami berbuat baik kepada kedua orang tuanya.
Begitu juga para suami bantu istrimu untuk dapat berbuat baik kepada orang tuanya.

Semoga memberikan manfaat untuk kita.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

TIDAK BOLEH TERJADI PADA DIRI SEORANG YANG MENTAUHIDKAN ALLAH, IA DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUANYA….

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang senantiasa berbahagia diatas hidayah dan rahmat ALLAH…

Diantara ciri yang menonjol dari orang-orang yang mentauhidkan ALLAH dengan sebenar-benarnya, mereka adalah orang yang paling berbakti kepada kedua orang tuanya.
Dan ini menunjukkan bahwa tidak boleh terjadi pada diri seseorang yang bertauhid kepada ALLAH (juga termasuk didalamnya penuntut ilmu) tetapi dia telah berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya, wal iyyadzubillah nasalullaha salaamah wal ‘afiyah.

Karena sebab apa??
Karna kita mengetahui dengan jelas, apabila kita melihat ayat-ayat didalam kitabullah bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan masalah terbesar kedua setelah perkara tersebesar yang utama ya’ni mentauidkan ALLAH subhaanahu wata’ala….diantara sekian banyak ayat didalam alqur’an,
ALLAH subhaanahu wata’ala berfirman:
“Dan beribadahlah kepada ALLAH dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak….” (Surah An-Nisaa’:36)

Perhatikanlah ayat yang mulia diatas, yang menyebutkan tentang bertauhid kepada ALLAH selalu diiringi sesudahnya dengan berbakti kepada kedua orang tua.

ini menunjukkan beberapa hikmah yang besar didalamnya,
Berikut kita ambil pelajaran dari para ulama kita diantaranya:

Syaikh Salim bin I’ed al-hilali didalam kitab “Bahjatun Naadzhirin (1/391) menjelaskan hikmah tersebut, diantaranya:

1. Bahwa sesungguhnya ALLAH subhaanahu wata’ala yang menciptakan manusia dan ALLAH yang memberikan rizki kepadanya (manusia), maka kepada ALLAH sajalah yang berhak untuk diibadahi dengan benar.
Sedangkan keberadaan kedua orang tua merupakan sebab adanya engkau (anak), maka sebab itu keduanya berhak untuk diperlakukan dengan baik.

2. ALLAH-lah yang telah memberikan seluruh kenikmatan yang sangat banyak yang telah diperoleh oleh hamba-hamba-Nya, maka wajib bagi kita untuk bersyukur kepada-Nya.
Demikian juga kepada kedua orang tua kita yang telah memberikan segala kebutuhan kita seperti makan, minum, pakaian dan yang lainnya sehingga dengan sebab itu wajib bagi kita untuk berterima kasih kepada keduanya.

Oleh sebab itu, kewajiban seorang anak atas nikmat yang telah diterimanya adalah bersyukur kepada ALLAH dan bersyukur kepada kedua orang tuanya.

3. ALLAH adalah Rabb seluruh manusia yang telah mendidik manusia diatas manhaj-Nya, maka ALLAH-lah yang berhak untuk kita agungkan dan dicintai.
Demikian juga kepada kedua orang tua yang telah mendidikmu (mengajarimu) dari dirimu kecil, maka sebab itu kita harus bersikap tawadhu’ kepadanya, menghormati keduanya, memiliki adab yg mulia kepada keduanya dan berlaku lemah lembut dalam perkataan dan perbuatan kepada keduanya.
Wallahu a’lam. (Selesai penjelasan syaikh salim).

Ikhwanii wa akhwatii fillah

Begitu besarnya jasa kedua orang tua kita sehingga apapun yang kita lakukan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita, tidak akan dapat membalas jasa keduanya.

Wahai saudara-saudariku…

Bertaubatlah kepada ALLAH, apabila saat ini kita masih menyia-nyiakan mereka, berbuat durhaka kepada nya, membuat dirinya selalu menangis dengan perlakuan kasar kita kepadanya, membentaknya, melototi mereka, bahkan memarahi mereka atau kita menitipkan mereka kepanti-panti jompo waliyyadzubillah …

Sungguh! Yang demikian itu wahai saudaraku adalah termasuk perbuatan durhaka kepada kedua orang tuanya.
Dan harus kita ketahui, bahwa orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya tidak akan bahagia dunia dan akhirat.
Dan baginya akan disegerakan azabnya didunia.

Cobalah anda merenungi sejenak, apabila berbuat durhaka kepada ibu bapakmu…

Ya’ni orang tua kita telah mengurusi kita mulai dari kandungan dengan beban yang dirasakannya sangat berat dan payah.

Demikian disaat melahirkan dirimu, ibu kita mempetaruhkan jiwanya antara hidup dan mati.
Ketika dirimu terlahir didunia ini, ibulah yang menyusui diri kita kemudian membersihkan kotoran kita dengan tangannya. Dan semua itu dilakukan oleh ibu kita dengan penuh kasih sayang, bukan dengan orang lain.
Kemudian ibu kita selalu menemani kita disaat kita terjaga dan menangis, baik diwaktu pagi, siang maupun malam. Apabila dirimu sakit/ ada sesuatu yang membuat dirimu tidak nyaman, maka tidak ada tidak ada yang paling sedih dan menangis atas duka kita melainkan ibu kita sendiri.

Beliau selalu menjaga kita ketika kita sakit, bahkan terkadang ketika kita dewasapun ibu kita selalu mendampingi dengan kasih sayangnya, bahkan memebrikan semangat kepada kita agar kita kembali sehat, dan terkadang ibu kita tidak mempedulikan keshatannya…satu keinginannya dan doanya agar anaknya sehat kembali…

Yaa Rabb….
Sementara bapak kita berusaha bekerja siang dan malam untuk untuk membayar kebutuhan/danamu ketika dirimu sakit,bapakmu tidak mempedulikan kesehatannya, dan satu keinginannya agar dirimu sehat.

Terkadang ibu dan bapakmu apabila ditawarkan kepada mereka hidup atau mati, mereka akan memilih mati asalkan dirimu hidup dengan bahagia….

Untuk itu wahai saudara-saudariku, raihlah surga dengan keberadaan orang tuamu, dan jangan engkau sia-siakan keduanya, temanilah mereka berdua dengan baik, lemah lembut dan sabar atas keduanya, dan jangan membuat mereka menangis dengan tingkah lakumu yang kasar kepadanya…

Ingatlah wahai saudara-saudariku…

Bagaimanapun keadaan atau kedudukan bapak dan ibumu dimatamu, tetaplah mereka orang tuamu!

Meskipun dirimu menganggap mereka bodoh akan agamanya, atau mereka kasar kepadamu, bahkan mereka berlaku jahat kepadamu.
Tetaplah mereka adalah orang tuamu!

Yang melahirkanmu dan mengurusi dirimu dari sejak kecil…
Maka wajib bagi dirimu wahai saudara-saudariku untuk berbuat baik kepada mereka bagaimanapun keadaannya.

Seandainya kedua orang tua kita jatuh kepada perbuatan syirik/ bid’ah, maka kita wajib mendakwahkannya dan tetap mendoakannya agar mereka kembali kepada manhaj yang haq.
Dan senantiasa kita mendoakan mereka agar diberikan hidayah oleh ALLAH subhaanahu wata’ala.

Dan tidak boleh sama sekali orang tua diperlakukan tidak baik atau berbuat kasar kepada mereka.

Semoga ALLAH menjaga kedua orang tua kita dan semoga ALLAH memudahkan kita untuk berbuat baik kepada ibu bapak kita.

– – – – – •(*)•- – – – –

HIASI DIRIMU, WAHAI MUSLIMAH DENGAN RASA MALU….

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudariku ukhtii muslimah…

Diantara kesucian fitrah seorang wanita ialah, mereka menghiasi dirinya selalu dengan sifat malu…

Sebagaimana Alqur’anul kariim telah menjelaskan ketika ALLAH Ta’ala menceritakan didalam alqur’an kisah salah seorang anak wanita dari salah seorang bapak suku Madyan.

ALLAH Taala berfirman:
“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan MALU-MALU, dia berkata:”Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami…(AlQashash:25)

Perhatikan ayat diatas wahai ukhti muslimah!..

Ya’ni seorang wanita yang mendapat tugas dari ayahnya, mereka berjalan dengan fithrahnya sebagai seorang wanita yang terhormat, yang memiliki rasa malu yang tinggi yang senantiasa menjaga kesuciannya dan keistiqomahannya ketika bertemu dengan kaum laki-laki yang berbicara dengannya.
Semua itu timbul dari fithrahnya yang selamat, bersih dan lurus.

Saudariku muslimah…
Meskipun tampak fithrah malunya wanita tersebut dari cara berjalannya, namun wanita tersebut tetap dapat menjelaskan maksudnya dengan sangat jelas, mendetail, tidak grogi, dan tidak terbata-bata dalam pembicaraannya dg kaum laki-laki.
Begitulah sifat seorang wanita yang dididik oleh Alqur’an dan As-sunnah.

Adapun wanita yang tidak tersentuh dengan didikan alqur’an dan adab-adab islami.
Maka kita saksikan dari kehidupan mereka yang di kenal manusia sebagai wanita tomboy, suka keluyuran, tabarruj, campur baur dengan laki-laki tanpa kebutuhan yang dibenarkan syariat, berjalan dengan laki-laki yang bukan mahramnya atau wanita tersebut berjalan lenggak-lenggok….

Tanpa mereka sadari mereka telah mengganti rasa malu yang merupakan fithrah baginya dan mereka telah mentaati apa-apa yang diinginkan oleh musuh-musuh islam.

Semoga ALLAH menjaga kita, keluarga kita anak dan cucu kita dari tipu daya syaithan.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

SUDAHKAH HARI INI KITA MEMOHON KEPADA ALLAH SURGA????

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Dari Anas bin Malik – رضي الله تعالىعنه -,
ia berkata :
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

من سأل الجنة ثلاث مرّات قالت الجنة : اللّهمّ أدخله الجنة, و من استجار من النار ثلاث مرّات قالت النار : اللّهمّ أجره من النار

Barangsiapa yg meminta Surga sebanyak tiga kali
maka Surga berkata,
Ya ALLAH masukkan hamba-Mu itu ke dalam Surga.
Dan barangsiapa yg memohon perlindungan kepada ALLAH
dari api Neraka sebanyak tiga kali
maka Neraka berkata,
Ya ALLAH, lindungilah hamba-Mu itu dari api Neraka.

[Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah رحمه الله تعالى no.4340, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani رحمه الله تعالى dalam Shahih sunan Ibni Majah no. 4331]

الّلهمّ إنّي أسألك الجنّة و أعوذ بك من النّار

Allahumma innii as-alukal jannata wa a’uudzu bika minan-naar

Yaa ALLAH sesungguhnya aku memohon Surga kepada-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari api Neraka.

Jadikanlah sebagai wirid-wirid kita.

Semoga memberikan manfaat untuk kita semua dan dpt diamalkan.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

BERTAUBATLAH KEPADA ALLAH, SEBELUM AJAL MENJEMPUTMU!!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku yang berbahagia diatas hidayah dan rahmat ALLAH سبحانه وتعالى , adalah termasuk dari sifat seorang muslim atau muslimah yang sejati yg berpegang teguh dengan agamanya, yaitu mereka senantiasa menjauhi perbuatan dosa besar dan keji.

Sebagaimana ALLAH Ta’ala berfirman:
“Dan hanya kepunyaan ALLAH-lah apa-apa yang ada dilangit dan dibumi, supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yg berbuat jahat terhadap apa yg telah mereka kerjakan & memberi balasan kepada yg berbuat baik dengan pahala yg baik. Yaitu orang-orang yg MENJAUHI DOSA-DOSA BESAR dan PERBUATAN KEJI yg selain kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya dan dia lebih mengetahui tentang keadaanmu ketika Dia menciptakanmu dari tanah dan ketika kamu masih berbentuk janin dalam perut ibumu, maka jgnlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yg paling mengetahui ttg org-org yg bertaqwa ( an-najm 31-32).

Saudaraku…

Hidup didunia yg fana ini, kita tdk pernah lepas dari perbuatan dosa & ma’siyat, tetapi islam tdk membiarkan perbuatan dosa & ma’siyat itu terus menerus pada diri seorang muslim.

Saudaraku..

ALLAH سبحانه وتعالى menjanjikan kepada hamba-Nya yang mereka mampu menjauhi perbuatan dosa yaitu dengan AMPUNAN & SYURGA…
Sebagaimana ALLAH Ta’ala berfirman:
“Jika kamu sekalian meninggalkan dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yg kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami akan hapus kesalahan2x (dosa-dosamu yg kecil) dan Kami masukkan kamu ketempat yang mulia (syurga). ( An-Nisa:31).

Perhatikanlah wahai saudaraku…

Begitu luasnya kasih sayang & rahmat dari ALLAH…
Begitu luasnya ampunan dari ALLAH…
Namun sedikit sekali dari kita yang menyadarinya tentang hal tersebut…

Wahai saudaraku, apakah pantas bagi kita…??

Yang setiap detik senantiasa kita menikmati & merasakan kenikmatan serta rizki dari ALLAH, namun sedikit dari kita yang bersyukur kepada-Nya dg melaksankan ketaatan kepada-Nya.

Dan banyak dari kita justru yang bergelimang dengan dosa dan ma’siyat dgn menggunakan kenikmatan dari ALLAH.

Untuk itu wahai saudaraku..
kami menasehatkan utk diriku dan kepada saudara-saudariku untuk bertaubat kepada ALLAH dengan taubat nasuha sebelum ajal menjemputmu!
Dan taubat itu akan timbul dari keteguhan hati yang sangat kuat untuk menghilangkan noda-noda dosa pada diri seorang hamba.

Maka sepatutnya bagi seorang hamba hendaknya segera bertaubat dan mendekatkan diri kepada ALLAH serta berusaha utk mencari keselamatan kepada yg menguasai keselamatan yaitu ALLAH سبحانه وتعالى .

Seperti ALLAH Ta’ala berfirma:
“Wahai orang-orang yang beriman, taubatlah kamu kepada ALLAH dengan taubat nasuha (semurni-murninya), mudah2an Tuhanmu menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai..”
(At-Tahrim: 8).

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Seseorang yang bertaubat dari perbuatan dosa seperti orang yang tdk berbuat dosa” ( ibnu majah 4250).

Semoga ALLAH Ta’ala memudahkan kita semua untuk senatiasa bertaubat kepada-Nya……

Sebelum kematian menjemput kita….

Sebelum lidah menjulur kaku…

Kunci rapat-rapat pintu syahwat dan syubhat!…., yg dengannya kita akan mendapatkan keuntungan yang sgt besar…dan senantiasa kita untuk bersegera mengerjakan amal kebajikan disisa-sisa umur kita….

Dan terus kita harus tetap menuntut ilmu syar’i yg dengannya kita dapat memahami jalan-jalan kebaikan/ ketaatan….

Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosaku, dosa kedua orang tuaku, anak dan istriku, keluargaku dan umumnya kaum muslimin.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

MAAFKAN AKU, WAHAI IBU & BAPAKKU

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Imam Dzahabi didalam kitab Al Kabair (hal :34) berkata:

Renungkanlah serta amalkan nasehat emas ulama kita ini…

“Ibu mu telah mengandungmu di dalam perutnya selama 9 bulan seolah-olah dia telah mengandungnya 9 tahun lamanya.
Dia bersusah payah ketika akan melahirkanmu!!
Yang hampir saja menghilangkan nyawanya…

Dan dia telah menyusuimu dari payudaranya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjaga dirimu!!!

Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dan dia selalu mengutamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya.

Dia telah memberikan semua kebaikan padamu dan apabila kamu sakit atau mengeluhkan sesuatu tentang dirimu, maka tampak dari wajah ibumu kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang berkepanjangan, dan dia keluarkan harta untuk membiaya dokter dan rumah sakit utk mengobati dirimu. Dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya (kematian ibunya) , maka IBU mu akan memilih/ meminta supaya KAMU tetap hidup dengan suara yg sgt keras!!!

Betapa banyak kebaikan dan jasa seorang ibu….
Sedangkan engkau balas dengan akhlak yg kurang baik padanya…
IBUmu selalu mendoakanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala IBUmu sekarang sangat membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu lagi…

ENGKAU KENYANG! dalam keadaan IBUMU KELAPARAN…

ENGKAU PUAS! dalam keadaan IBUMU KEKURANGAN…

Dan ENGKAU lebih mendahulukan berbuat baik kepada istrimu dan anakmu dari pada kepada IBUmu sendiri…

Dan ENGKAU Lupakan semua kebaikan yg pernah dia buat kepadamu..

Dan ENGKAU merasa berat! apabila ENGKAU merawatnya padahal yg demikian adalah sangat mudah bagimu….

Dan ENGKAU mengira bahwa ibumu akan berumur panjang padahal umurnya sangat singkat.

ENGKAU tinggalkan dia! Padahal dia tdk penolong selain dirimu…

Padahal ALLAH telah melarangmu berkata “ah” dan ALLAH mencelamu dgn celaan yang sangat lembut.

Dan ENGkAU akan disiksa didunia ini dg siksaan yg pedih dg sebab ENGKAU durhaka kepada IBUMU!

Dan ALLAH akan membalas diakhirat dgn dijauhkan dari ALLAH Rabbul ‘aalamin.
( Akhir perkataan imam dzahabi)

Wahai saudara-saudariku…
Lihatlah keadaan orang tuamu saat ini…
Perhatikanlah raut wajahnya yang sudah mulai berkeriput…
Yang sudah mulai melemah..
Bersegeralah berbuat baik, raihlah syurga dg berbuat baik padanya…
Tanyakanlah kabar tentang mereka…
Berikanlah kabar yang menyenangkan hati mereka dan jangan memberikan kabar yang buat hatinya sedih…
Serta doakanlah mereka diatas kebaikan…
Sayangilah mereka, dan jangan engkau kasari mereka…
Dan jangan sekali-kali engkau membuat dia menangis dengan sebab perilaku kasar engkau kepadanya…

Nabi yang mulia pernah bersabda dari jalan abdullah bin amr: “seseorang mendatangi rasulullah dan lalu berkata: “aku mendatangimu untuk berbaiat utk hijrah dan aku tinggalkan ke dua orang tuaku dalam keadaan menangis “Rasulullah bersabda: “kembalilah kamu kepada keduanya, dan buatlah mereka tertawa sebagaimana membuatnya menangis.
Riwayat an-nasai , abu dawud 2166 ibnu majah 2772

Semoga memberikan manfaat!
Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA, MERUPAKAN SEBAB TERKABULNYA DOA

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Dari Asir bin Jabir beliau mengatakan, “Jika para gubernur Yaman menemui khalifah Umar Ibnul Khatthab, maka khalifah selalu bertanya, “Apakah diantara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir”, sampai suatu hari beliau bertemu dengan Uwais, beliau bertanya, “engkau Uwais bin Amir?”, “Betul” Jawabnya. Khalifah Umar bertanya, “Engkau dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn?”, “Betul,” sahutnya. Beliau bertanya, “Dulu engkau pernah terkena penyakit belang lalu sembuh akan tetapi masih ada belang di tubuhmu sebesar uang dirham?”, “Betul.” Beliau bertanya, “Engkau memiliki seorang ibu? “Iya, masih””, Khalifah Umar mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan orang dari Yaman dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn. Dahulu dia pernah terkena penyakit belang, lalu sembuh, akan tetapi masih ada belang di tubuhnya sebesar uang dirham. Dia MEMILIKI SEORANG IBU, dan Dia SANGAT BERBAKTI KEPADA IBUnya. Seandainya dia berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan doanya. Jika engkau bisa meminta kepadanya agar memohonkan ampun untukmu kepada Allah maka usahakanlah.” Maka mohonkanlah ampun kepada Allah untukku, Uwais al-Qarni lantas berdoa memohonkan ampun untuk Umar Ibnul Khaththab. Setelah itu Umar bertanya kepadanya, “Engkau hendak pergi ke mana? “Kuffah,” jawabnya. Beliau bertanya lagi, “Maukah ku tuliskan surat untukmu kepada gubernur Kuffah agar melayanimu? Uwais al-Qorni mengatakan, “BERADA DI TENGAH-TENGAH BANYAK ORANG SEHINGGA TIDAK DIKENAL ITU LEBIH KU SUKAI.” (R.Muslim)

Dari kitab: Birrul walidain
Oleh: Khalid bin jum’ah Al-Kharraz.

Fawaidh Hadits:

1. Uwais Alqorni adalah seseorang yang sangat berbakti kepada Ibunya.
2. Diijabkahkannya doa seseorang dengan sebab berbuat baik kepada Ibunya (yang memiliki hub kerabat).
3. Tawadhu dan zuhudnya Uwais Alqorni.

Akhuka Ahmad Ferry

Surat Dari Ibu Mertua

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai menantuku,
Aku hanyalah seorang ibu yang ingin berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu, dan engkau sebagai menantuku. Bila engkau membaca pesan ini, semoga engkau melihat pula bayang wajah ibumu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri tepat dihadapanmu.

Wahai menantuku,
Engkau imam dunia akhirat untuk putriku. Bukankah engkau juga akan membawanya hingga ke baka?

Wahai menantuku,
Bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga kekurangan darinya, itu menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang dan bukan lagi tugasku.

Wahai menantuku..
Bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa aman untuk putriku? Maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya. Engkau adalah seoarang suami yang diberikan amanah untuk mendampingi putriku, maka bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. Maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Allah.

Wahai menantuku,
Maka selamatkanlah istrimu dari perbuatan dosa-dosa kecil maupun besar. Bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan mengajarkan mereka amal-amal yang memasukkan kedalam Surga untuk bisa dilalui oleh yang harus kau bawa serta? Dan pertanyaan itu akan ditujukan padamu wahai menantuku, bukan padaku lagi.

Wahai menantuku,
Engkau diijinkan untuk menghukum istrimu apabila engkau melihat dari haq mu yang dilalaikan olehnya akan tetapi wahai menantuku, hukumlah putriku sewajarnya namun janganlah engkau menghukuminya dengan mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka padanya. Janganlah menghardiknya dengan kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia itu ialah pakaian dari dirimu.

Wahai menantuku,
Aku titipkan putriku padamu buatlah dia tersenyum menuju Surga atas bimbingan darimu.

– – – – – •(*)•- – – – –

Guruku

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Bertahun-tahun engkau habiskan waktumu, umurmu untuk menggali ilmu, mempelajarinya, membahasnya, menghafalnya dan mencarinya lewat para ulama….

Bertahun-tahun pula engkau habiskan waktumu untuk mendidik ummat ini agar umat ini bertauhid/beribadah hanya kepada Allah saja, serta mengajarkan umat ini untuk menghidupkan, membela serta mempertahankan sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam yang banyak ditinggalkan/dilupakan oleh kaum muslimin…

Serta engkau habiskan waktumu untuk membela hadits dan menjelaskan kepada umat mana hadits yang shahih dari Nabi dan mana yang bukan…yang demikian manusia selamat dari hadits yang bukan keluar dari lisannya Rasulullah…

Serta engkau wahai guruku senantiasa menjelaskan kepada umat serta mendakwahkannya, menerangkannya tentang syubhat-syubhat yang dilontarkan dari para da’I yang mengajak manusia kepada kesesatan… agar kaum muslimin selamat dari dakwahan mereka…

Namun engkau tetap istiqomah tidak ingin dikenal manusia….

Wahai gurukuu…
Dalam keadaan sempitpun
Dalam keadaan susahmu didunia ini…namun aku tidak pernah melihat engkau terlihat lelah,
Tidak pernah aku melihat engkau mengeluh tentang kesusahanmu dan kesempitanmu kepada manusia…
Namun dalam keadaan demikian engkau tetap berjuang membela agama ALLAH, membela sunnah Rasulullah, dan engkau selalu tabah dalam mengahdapinya…
Meskipun hinaan,fitnah,serta makar menghujani dirimu…

Wahai guruku….
Kami memohon kepada ALLAH agar senantiasa menjaga mu, memeliharamu serta memberikan kesehatan untukmu, agar dakwah yang haq ini bisa tersebar…

Guruku…
Perjuanganmu, pendidikanmu, nasehatmu kepada kami takkan pernah kami lupakan…

Ahmad Ferry Nasution