Category Archives: Firanda Andirja

Akhlak Baik Yang Sesungguhnya….

Al-Ghozali berkata :

لَيْسَ حُسْنُ الْخُلُقِ كَفَّ الأَذَى، بَلِ احْتِمَال الأَذَى

Bukanlah akhlak yang baik adalah tidak mengganggu orang lain, tapi (akhlak yang baik yang sesungguhnya adalah) bersabar dengan gangguan orang lain.

Firanda Andirja, حفظه الله

Sedekah Terbaik…

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أفضل الصَّدَقَة الصَّدَقَة على ذِي الرَّحِم الْكَاشِح

“Sedekah terbaik adalah sedekah kepada kerabat yang menyembunyikan permusuhan” (dishahihkan oleh Al-Albani)

Karena hal ini menunjukan bahwa seseorang berhasil menundukkan hawa nafsunya karena Allah, yaitu dengan berbuat baik kepada kerabat yang membencinya.

Dan sedekah kepada kerabat lebih baik daripada kepada selain kerabat.

Firanda Andirja,  حفظه الله تعالى

Mengalah Karena Allah…

Damai tentu lebih baik dari bertengkar, apalagi damai antara suami dan istri, antara kakak dan adik, antara kerabat dan keluarga.

Akan tetapi kalau mau damai mesti harus ada dari salah satu pihak yang mengalah sehingga menggugurkan sebagian haknya. Jika tidak ada yang mengalah maka tidak akan muncul perdamaian.

Allah berfirman :

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنفُسُ الشُّحَّ 

dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. (QS An-Nisaa : 128)

Allah mengingatkan bahwa manusia kikir untuk mengalah, tapi berbeda jika dia mengalah karena Allah demi mencapai kata “damai”. Dia mengalah untuk meraih keridoan Allah, untuk mencapai ketenangan, dan dengan damai ia akan lebih banyak meraih kebaikan-kebaikan.

Wahai suami…mengalahlah kepada istrimu..
Wahai istri…mengalahlah kepada suamimu…karena Allah

Firanda Andirja,  حفظه الله تعالى

Qona’ah…

Hendaknya kita melatih diri untuk puas (qona’ah) jika amal sholeh
kita telah diketahui oleh Allah, sehingga kita tidak butuh lagi pengakuan dari makhluk.

Firanda Andirja,  حفظه الله تعالى

Jangan tunda lagi…

Betapa merugi Iblis yang telah menggoda
seseorang bertahun-tahun sehingga
terjerumus dalam berbagai kemaksiatan,
namun di akhir hayat orang tersebut
bertaubat kepada Allah. Usaha Iblis
selama ini akhirnya sia sia.

Maka perbanyaklah taubat dan istighfar,
jangan menunda-nunda untuk bertaubat,
karena kita tidak tahu kapankah akhir
hayat kita… Iblis sangat ingin kita
meninggal dalam kondisi belum sempat
bertaubat…, diantara godaannya adalah
agar kita menunda-nunda taubat sehingga
kita dikagetkan dengan KEMATIAN YANG
DATANG TIBA-TIBA…

DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

image

Bersyukurlah…

Diantara kesempurnaan bersyukur
kepada Allah adalah tetap memujiNya
meski terkena musibah dengan
berkata “Alhamdulillah ‘ala kulli haal.”

Karena dibalik musibah pasti ada
hikmah jika dihadapi dengan kesabaran,
mengurangi dosa dan meninggikan derajat

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

image

Kebahagiaan Menantimu…

Janganlah engkau menjadi seseorang
yang menanti kebahagiaan untuk
mendatangimu…

Tapi jadilah engkau seseorang yang
berusaha berjalan menuju kebahagiaan.
Ia tidak akan pergi darimu, akan tetapi
ia ingin engkau yang mendatanginya
dan meraihnya.

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

image

Koreksi Diri Sendiri

** Jika anda sholat berjama’ah lantas tidak bisa khusyu’ maka jangan salahkan imam, dengan alasan suara sang imam buruk…,

** Jika anda berkaca lantas tampak wajah anda yang kurang rupawan maka jangan salahkan cermin…

** jika anda memiliki rambut yang kurang berkilau maka jangan salahkan sampo yang anda pakai…

** jika anda belajar lantas kurang paham apa yang disampaikan guru maka janganlah salahkan sang guru….

** jika … jika…

Belajarlah menyalahkan dan mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menyalahkan orang lain.

Para salaf menasehati agar kita tatkala melihat orang lain berusahalah untuk melihat kebaikan-kebaikan mereka, adapun tatkala melihat diri kita sendiri maka hendaklah kita berusaha melihat kekurangan-kekurangan kita agar kita tidak tertimpa penyakit ujub, dan mengakui serta menghargai kelebihan orang lain, serta berusaha mencari udzur untuk kesalahan orang lain.

Ditulis oleh,
Ustadz Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Sahabat Sejati

Sahabatmu yang menasehatimu
adalah sahabat yang sayang padamu
sehingga ingin kebaikan bagimu..

Adapun sahabat yang membiarkanmu
dalam kesalahan tanpa menasehatimu
adalah sahabat yang telah menipumu..

Ustadz Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى