Category Archives: Firanda Andirja

Berlomba-Lombalah Dalam Kebaikan

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Khutbah Jum’at Masjid Nabawi tanggal 01-08-1435 H / 30-05-2014 M
oleh : Syeikh Abdul Bari Al-Tsubaiti -hafidhzahullah- Imam dan Khatib Masjid Nabawi

Khutbah pertama

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah,,,amma ba’du :

Allah ta’ala berfirman :

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. (QS.Al-Muthaffifin :26).

Seorang muslim sejati selalu berlomba-lomba dalam ketaatan, dan selalu bersegera dalam kebaikan, karena umur itu pendek dan ajal itu terbatas, seorang yang pandai dan berakal selalu bersegera sebelum datangnya halangan dan rintangan ; sungguh tidaklah sama antara yang bersegera menuju kebaikan dan yang berlambat-lambat, juga antara yang berlomba-lomba kepada keutamaan dan yang memberatkan diri kepadanya.

Berlomba-lomba yang terpuji memperkaya kehidupan, dan menjadikan seorang muslim berambisi untuk mengangkat dirinya dan menanjak dengan ilmu dan amalnya agar berusaha menuju kesempurnaan.

Mengalir ruh saling berlomba-lomba dalam jiwa orang-orang yang memiliki semangat yang tinggi, dan yang paling tinggi diantara mereka adalah para Nabi shalawatullahi wasalamuhu ‘alaihim, Nabi Musa ‘alaihissalam menangis ketika dilampaui oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam karena iri, dikatakan kepadanya : apa yang membuatmu menangis? Ia menjawab : (saya menangis karena seorang anak laki-laki diutus setelahku, -akan tetapi- pent. masuk surga dari ummatnya lebih banyak dari ummatku) (HR.Bukhari). Rasul kita shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia pernah bersabda : (saya berharap menjadi Nabi yang terbanyak pengikutnya pada hari kiamat).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa membangkitkan semangat saling berlomba-lomba kepada para sahabatnya, agar mereka menaiki tangga yang menyampaikan mereka kepada tujuan, serta menggambarkan kepada mereka tujuan-tujuan yang tinggi dalam hadits-hadits yang tak terhitung jumlahnya ; diantaranya : sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
(Tidak ada saling berlomba diantara kalian kecuali pada dua perkara : Seorang laki-laki yang Allah Azza wa Jalla karuniakan kepadanya hafalan Al-Qur’an dan ia membacanya dalam shalat siang dan malam, serta mengikuti isinya, kemudian seorang laki-laki lain berkata : jika Allah mengaruniakan kepadaku seperti apa yang ia karuniakan kepada Fulan, maka aku akan mengerjakan seperti apa yang dikerjakan oleh Fulan, dan seorang laki-laki yang Allah karuniakan kepadanya harta dan ia berinfak dan bersedekah, kemudian berkata laki-laki lain seperti apa yang diucapkan yang tadi).


Baca selengkapnya disini:
http://www.firanda.com/index.php/artikel/khutbah-jum-at-masjid-nabawi-terjemahan/718-berlomba-lombalah-dalam-kebaikan

Berbaik Sangka

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Imam As-Syafii rahimahullah berkata :

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَقْضِيَ لَهُ بِالْحُسْنَى, فَلْيُحْسِنْ بِالنَّاسِ الظَّنَّ

“Barangsiapa yang ingin Allah menganugrahkan baginya husnul khootimah maka hendaknya ia berhusnudzon kepada orang-orang” (Mawaa’idz Al-Imaam As-Syafii)

Seakan-akan Imam Syafii mengingatkan bahwasanya berbaik sangka kepada orang lain akan menjauhkan seseorang dari banyak kedzoliman dan dosa besar yang muncul dari berburuk sangka, seperti ghibah dan namimah, serta praktek pemboikotan/hajr yang keliru..dll.

Selain itu orang yang mampu senantiasa untuk berhusnudzon maka akan senantiasa memiliki hati yang lembut…sayang kepada saudaranya…jauh dari hasad….tidak merendahkan orang lain..dll.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Yang Pintar Menasehati Buanyak….!!! Tapi Yang Mengamalkan Nasehatnya Sendiri ?

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA,

Sungguh banyak diantara kita yang “HOBY” menasehati di facebook, sungguh ini merupakan kebaikan…tapi janganlah lupa agar kita juga semangat untuk mengamalkan nasehat-nasehat kita sendiri. Renungkanlah perkataan Abul Aswad Ad-Dualy:

يَا أَيُّهَا الرَّجُلُ الْمُعَلِّمُ غيره *** هَلاَّ لِنَفْسِكَ كَانَ ذَا التَّعْلِيْمِ

“Wahai orang yang mengajari orang lain…. Tidakkah kau mengajari dirimu dulu (sebelum orang lain)”

أَتَرَاكَ تُلَقِّحُ بِالرَّشَادِ عُقُوْلَنَا *** صِفَةً وَأَنْتَ مِنَ الرَّشَادِ عَدِيْمُ
“Pantaskah kau tanamkan pada akal kami “sifat mulia”.. Tapi ternyata, engkau kosong dari sifat mulia itu”

لاَ تَنْهَ عَنْ خُلُقٍ وَتَأْتِي مِثْلَهُ *** عَارٌ عَلَيْكَ إِذَا فَعَلْتَ عَظِيْمُ
“Janganlah engkau melarang akhlak (yang buruk), tapi kau sendiri melakukannya… Sungguh sangat tercela, jika kau berbuat seperti itu”

اِبْدَأْ بِنَفْسِكَ فَانْهَهَا عَنْ غَيِّهَا *** فَإِذَا انْتَهَتْ عَنْهُ فَأَنْتَ حَكِيْمُ
“Mulailah dari dirimu, dan lepaskanlah dosanya… Karena engkaulah sang bijaksana, jika kau telah lepas darinya”

فَهُنَاكَ يَنْفَعُ إِنْ وَعَظْتَ وَيُقْتَدَى *** بِالْقَوْلِ مِنْكَ وَيَنْفَعُ التَّعْلِيْمُ
“Saat itulah, nasehat dan didikanmu kan berguna. Begitu pula ucapanmu, akan menjadi panutan”

Yaa Allah ampunilah kami yang sering menasehati akan tetapi lalai dari nasehatnya sendiri…tunjukanlah kami jalan yang lurus, tutuplah aib-aib kami di dunia, terlebih-lebih lagi di akhirat…

Aamiiin yaa Robbal ‘Aaalamiin

 

Tipuan Dunia Akan Hilang

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Sesungguhnya Allah telah menjamin rizkimu maka janganlah gelisah…

Namun Allah tidak menjamin surga bagimu maka janganlah terpedaya (dengan amalanmu)…

Ketahulilah yang selamat hanyalah sedikit…sesungguhnya tipuan dunia akan hilang… semua kenikmatan selain surga maka akan sirna, dan semua kesusahan selain neraka adalah keselamatan…

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Waspadalah Wahai Para Wanita

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Wahai para wanita…tahukah anda bahwa:

(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu…semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu….

(4) Bayangkanlah… betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan…bahkan jutaan para lelaki??

(5) Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu…maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah…,

(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat…dan di akhirat kelak…bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!!

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Rindu Bertemu Allah

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“Barang siapa yang suka berjumpa dengan Allah maka Allah suka berjumpa dengannya, dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah maka Allah benci untuk bertemu dengannya.” (HR Muslim)

Syaikh Ibnu Al-‘Utsaimiin rahimahullah berkata :
“Seorang mukmin meyakini apa yang Allah janjikan di surga bagi hamba-hambaNya yang beriman berupa ganjaran yang besar serta karunia yang luas, maka iapun mencintai hal ini, dan jadilah dunia terasa ringan baginya dan ia tidak perduli kepada dunia karena ia akan berpindah kepada surga yang lebih baik dari dunia.

Tatkala itu iapun rindu bertemu dengan Allah, terutama tatkala datang ajal, iapun diberi kabar gembira dengan keridhoan dan rahmat Allah, iapun rindu berjumpa dengan Allah.” (Syarah Riyaad As-Shoolihin)

Diantara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:

وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ

“Wa As-aluKa Ladzdzatan-nazhori ilaa wajhiKa wasy-syawqo ilaa Liqoo-iKa”

“Dan aku memohon kepadaMu keledzatan memandang wajahMu, dan kerinduan untuk berjumpa denganMu” (HR An-Nasaai, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Sudahkah anda merindukan perjumpaan tersebut ?…. tanyalah hati anda…,

Kerinduan tersebut tidak bisa tergugah dalam hati anda kecuali dengan menjalankan ketaatan kepadaNya dan menjauhi
laranganNya…

Maka sungguh sangat berbahagia bagi anda yang rindu berjumpa denganNya.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Istrimu Adalah Mahkotamu

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

Wahai para suami…
Istrimu adalah mahkotamu…titipan dari Allah khusus untukmu yang harus kamu jaga….

Jangan sampai lelaki lain memakai mahkotamu…atau ikut menikmati indahnya mahkotamu…

Sungguh pilu hati ini tatkala melihat seorang suami membiarkan istrinya menjadi santapan pandangan mata-mata nakal para lelaki…., ikut menikmati keindahan tubuhnya….ikut tergiur memandang paras cantiknya…dimanakah kecemburuanmu ??

Ataukah engkau bangga jika kecantikan mahkotamu diketahui banyak lelaki…?, bangga jika mahkotamu ikut menggairahkan para lelaki ??

Ingatlah…Allah akan meminta pertanggung jawabanmu kelak..!!!

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Andalah Orangnya

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Orang Arab mengatakan,

رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً عَرَفَ قَدْرَ نَفْسِهِ

“Semoga Allah merohmati orang yang mengetahui kapasitas dirinya“

DAKWAH adalah perkara yang BESAR. Urusannya menyangkut NASIB UMAT, dunia dan AKHERATnya.

Seorang yang tidak memiliki kemampuan yang mumpuni, maka jangan pernah sekali-kali MEMAKSAKAN DIRI untuk melakukan apa yang tidak dia mampui.

Demikian pula, Seorang yang tidak memiliki ilmu agama yang memadai, maka jangan pernah memaksakan diri untuk berbicara hal-hal dalam agama yang tidak dia kuasai, dengan mengatas namakan DAKWAH.

Namun …

Bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan pahala dan keutamaan berdakwah. Malahan, ada bagian-bagian dakwah yang ANDALAH ORANGNYA. Andalah orang yang HARUS mengambil peran itu.

“…Merupakan kemuliaan tatkala Allah menjadikan kita orang-orang yang bergerak dalam bidang dakwah.

Apakah sebagai ustadznya, apakah sebagai panitianya, apakah sebagai donaturnya, apakah  yang membuat iklannya, apakah yang ikut menyebarkan, yang broadcast.

Pokoknya kita sama-sama berjuang memberikan dakwah, maka insyaallah kita akan mendapatkan bagian dari apa yang diemban oleh para anbiya..” Kata Ust Firanda Andirja,MA.

Seperti apakah keutamaan orang berdakwah ? Bagaimana sifat-sifat seorang dai ? Apa yang bisa KITA lakukan untuk dakwah ? Simak Penjelasannya !

Klik
http://www.salamdakwah.com/videos-detail/siapa-saja-bisa-berdakwah.html

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Menceraikan Dunia

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

Abu Bakar At-Thurtusi rahimahullah berkata (sebagaimana dinukil oleh Imam An-Nawawi di muqoddimah kitab beliau Riyaadus Sholihiin) :

إِنَّ للهِ عِبَادًا فُطَنَا … طَلَّقُوا الدُّنْيَا وخَافُوا الفِتَنَا

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang cerdik…
Mereka telah menceraikan dunia dan takut terjerumus dalam fitnah dunia.”

نَظَروا فيهَا فَلَمَّا عَلِمُوا … أَنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيٍّ وَطَنَا

“Mereka telah mengamati dunia, maka tatkala mereka mengetahui….
bahwasanya dunia bukanlah tempat untuk menetap…”

جَعَلُوها لُجَّةً واتَّخَذُوا … صَالِحَ الأَعمالِ فيها سُفُنا

“Maka merekapun menjadikan dunia ibarat lautan yang luas….
Dan mereka menjadikan amalan-amalan sholeh sebagai sampan untuk berlayar di atasnya.”

Wahai para sahabatku…
Sudahkah anda menceraikan dunia….??

Sudahkah anda sadar bahwa dunia ini seperti lautan luas yang penuh dengan ombak-ombak yang besar yang setiap saat siap untuk menenggelamkan anda…??

Sudahkah anda menyiapkan sampan anda yang kokoh untuk berlabuh di atasnya???

ATAUKAH….sekarang anda sedang mendekap dunia…, terlalu cinta dan sayang kepadanya…??, siap berkorban untuk membuktikan cinta anda kepadanya..??

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Bid’ah Sumber Perpecahan Umat

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Bid’ah adalah sebab munculnya berbagai ALIRAN dan sempalan dalam agama. Lihatlah, setiap aliran memiliki ciri khas ibadah tersendiri yang menurut perasaannya baik, yang tidak dilakukan oleh aliran lain.

Orang yang memperbolehkan adanya bid’ah dalam beribadah, maka orang tersebut TIDAK BISA menyalahkan aliran lain yang muncul dengan tata cara ibadah baru, karena orang tersebut telah melakukan hal yang serupa sebelumnya. Masing-masing hanya berpedoman kepada PERASAAN dan tidaklah semua orang memiliki perasaan yang sama.

Seandainya setiap orang kembali kepada tata cara nabi dan para sahabat dalam beribadah , tentu tidak ada lagi kreasi dalam urusan ibadah.

Oleh karena itu, cara untuk menuju persatuan umat adalah MENINGGALKAN bid’ah dan KEMBALI KEPADA SUNNAH Nabi Shollallahu alahi wasallam.

Lantas, benarkah ada bid’ah hasanah ? Apa beda bid’ah hasanah dengan mashlahat mursalah? Bagaimana kita mensikapi adanya kerancuan masyarakat dalam memahami bid’ah hasanah ?

Simak penjelasan Ust Firanda Andirja, MA.

Klik
http://salamdakwah.com/videos-detail/bidah-hasanah.html